Showing posts with label Terapan Teknologi Tepat Guna. Show all posts
Showing posts with label Terapan Teknologi Tepat Guna. Show all posts

Monday, March 5, 2018

Mengenal Terapan


Teknologi sempurna guna ialah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu biar sanggup diadaptasi dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi sempurna guna haruslah menerapkan metode yang ekonomis sumber daya, gampang dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.

Istilah ini biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau tempat perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju. Bentuk dari "teknologi sempurna guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi "padat karya" daripada "padat modal". Kendati perangkat ekonomis pekerja juga digunakan, ia bukan berarti berbiaya tinggi atau mahal ongkos perawatan. Pada pelaksanaannya, teknologi sempurna guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang sanggup mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu. Di negara maju, istilah teknologi sempurna guna mempunyai arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan.

Terapan Teknologi Tepat Guna (TTG) merupakan proses Kegiatan alih teknologi yang relatif sederhana, gampang diterapkan sebagai sarana produksi barang dan jasa pada perjuangan skala ekonomi yang produktif, dan bisa memperluas kesempatan kerja dan menyerap tenaga kerja bagi pengangguran maupun setengah penganggur”. Program kewirausahaan dalam rangka ekspansi kesempatan kerja melalui acara terapan teknologi sempurna guna (TTG) dibutuhkan sanggup meningkatkan sekaligus memberdayakan ekonomi rumah tangga masyarakat.

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Tempe

Sekilas Tentang Tempe 
Tempe ialah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa materi lain yang memakai beberapa jenis kapang Rhizopus, ibarat Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".
Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang gampang dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, ibarat antibiotika untuk menyembuhkan benjol dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Secara umum, tempe berwarna putih alasannya ialah pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi menciptakan tempe mempunyai rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi kini telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah memakai tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya kini tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, ibarat Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga kini berusaha menyebarkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe.

Proses Pembuatan Tempe 
Terdapat banyak sekali metode pembuatan tempe. Namun, teknik pembuatan tempe di Indonesia secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman dan pengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan fermentasi.
  • Pada tahap awal pembuatan tempe, biji kedelai direbus. Tahap perebusan ini berfungsi sebagai proses hidrasi, yaitu biar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin. Perebusan juga dimaksudkan untuk melunakkan biji kedelai supaya nantinya sanggup menyerap asam pada tahap perendaman. 
  • Kulit biji kedelai dikupas pada tahap pengupasan biar miselium fungi sanggup menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan sanggup dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.
  • Setelah dikupas, biji kedelai direndam. Tujuan tahap perendaman ialah untuk hidrasi biji kedelai dan membiarkan terjadinya fermentasi asam laktat secara alami biar diperoleh keasaman yang diharapkan untuk pertumbuhan fungi. Fermentasi asam laktat terjadi dicirikan oleh munculnya bau asam dan buih pada air rendaman akhir pertumbuhan kuman Lactobacillus. Bila pertumbuhan kuman asam laktat tidak optimum (misalnya di negara-negara subtropis, asam perlu ditambahkan pada air rendaman. Fermentasi asam laktat dan pengasaman ini ternyata juga bermanfaat meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.
  • Proses pembersihan selesai dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin dibuat oleh kuman asam laktat dan biar biji kedelai tidak terlalu asam. Bakteri dan kotorannya sanggup menghambat pertumbuhan fungi.
  • Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi tempe atau laru. Inokulum sanggup berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau daun jati (disebut usar; dipakai secara tradisional), spora kapang tempe dalam medium tepung (terigu, beras, atau tapioka; banyak dijual di pasaran), ataupun kultur R. oligosporus murni (umum dipakai oleh pembuat tempe di luar Indonesia).  Inokulasi sanggup dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah masbodoh dan dikeringkan, kemudian dicampur merata sebelum pembungkusan; atau (2) inokulum sanggup dicampurkan eksklusif pada ketika perendaman, dibiarkan beberapa lama, kemudian dikeringkan.
  • Setelah diinokulasi, biji-biji kedelai dibungkus atau ditempatkan dalam wadah untuk fermentasi. Berbagai materi pembungkus atau wadah sanggup dipakai (misalnya daun pisang, daun waru, daun jati, plastik, gelas, kayu, dan baja), asalkan memungkinkan masuknya udara alasannya ialah kapang tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh. Bahan pembungkus dari daun atau plastik biasanya diberi lubang-lubang dengan cara ditusuk-tusuk.
  • Biji-biji kedelai yang sudah dibungkus dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Pada proses ini kapang tumbuh pada permukaan dan menembus biji-biji kedelai, menyatukannya menjadi tempe. Fermentasi sanggup dilakukan pada suhu 20 °C–37 °C selama 18–36 jam. Waktu fermentasi yang lebih singkat biasanya untuk tempe yang memakai banyak inokulum dan suhu yang lebih tinggi, sementara proses tradisional memakai laru dari daun biasanya membutuhkan waktu fermentasi hingga 36 jam.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Tempe, semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres terutama varian tempe atau yang terkait yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Tatacara atau Proses Membuat Tempe yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : id.wikipedia.org/wiki/Tempe

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Tahu

Sekilas Tentang Tahu

Tahu ialah kuliner yang dibentuk dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang orisinil dari Indonesia, tahu berasal dari Cina, menyerupai halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Tahu ialah kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti "kedelai yang difermentasi". Tahu pertama kali muncul di Tiongkok semenjak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya ialah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan Dinasti Han.
Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, kuliner ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, kemudian juga hasilnya ke seluruh dunia. Di Kediri tahu kuning menjadi kuliner khas. Ada pula mengenai sejarah tahu kuning. Sebagaimana tempe, tahu dikenal sebagai kuliner rakyat. Beraneka ragam jenis tahu yang ada di Indonesia umumnya dikenal dengan tempat pembuatannya, contohnya tahu Sumedang dan tahu Kediri. Aneka kuliner dari tahu antara lain tahu bacem, tahu bakso, tahu isi (tahu bunting), tahu campur, perkedel tahu, kerupuk tahu, dan lain-lain.(Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Tahu)

Secara Garis Besar Proses Pembuatan Tahu dapat aku jabarkan sebagai berikut :

  • Plih kedelai yang higienis dan besar ukurannya, kemudian basuh hingga bersih. 
  • Rendam kedelai dalam air higienis selama 8 jam, Usahakan seluruh kedelai tenggelam. Dalam proses perendaman ini kedelai akan mengembang. 
  • Bersihkan kembali kedelai dengan cara dicuci berkali kali. Usahakan kedelai ini sebersih mungkin untuk menghindari kedelai cepat masam. 
  • Hancurkan kedelai dengan cara ditumbuk dan secara perlahan tambahkan air sedikit-demi sedikit sehingga kedelainya berbentuk bubur. 
  • Masak bubur kedelai dengan hati-hati pada suhu 70-80 derajat (biasanya ditandai dengan gelembung kecil yang muncul pada kedelai yang dimasak). Ingat untuk menjaga biar kedelai jangan hingga mengental. 
  • Saring bubur kedelai tersebut bersama kerikil tahu atau asam cukup, sambil diaduk secara perlahan. Proses ini akan menghasilkan endapan tahu (gumpalan). 
  • Endapan itu kemudian siap untuk di press dan di cetak sesuai ukuran dan impian anda
  • Taruh di dalam cetakan, kemudian taruh pemberat yang berfungsi untuk menekan ampas supaya kandungan airnya benar-benar habis.
  • Keluarkan tahu dari cetakan, potong sesuai selera, dan siap dikonsumsi 
Sekian postingan wacana Proses Pembuatan Tahu, semoga menambah informasi bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Tahu yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Bagi yang ingin mengakibatkan tahu sebagai kuliner terutama menjadi Nungget Tahu, silahkan intip resepnya di indo-teknoloqi.blogspot.com/search?q=resep-nugget-tahu

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Sunday, March 4, 2018

Proses Pembuatan Sirup

Sekilas Tentang Sirup 

Sirup (dari Bahasa Arab شراب sharab, minuman) yakni cairan yang kental dan mempunyai kadar gula terlarut yang tinggi, namun hampir tidak mempunyai kecenderungan untuk mengendapkan kristal. Viskositas (kekentalan) sirup disebabkan oleh banyaknya ikatan hidrogen antara gugus hidroksil (OH) pada molekul gula terlarut dengan molekul air yang melarutkannya. Secara teknik maupun dalam dunia ilmiah, istilah sirup juga sering dipakai untuk menyebut cairan kental, umumnya residu, yang mengandung zat terlarut selain gula. 
Untuk meningkatkan kadar gula terlarut, biasanya sirup dipanaskan. Larutan sirup menjadi super-jenuh. Sirup juga sering dipakai pada dunia obat-obatan, masakan serta minuman.(Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Sirup)

Secara umum Proses Pembuatan Sirup  dapat dijabarkan sebagai berikut :
  • Sirup bisa dibentuk dengan buah orisinil atau essense perasa, atau keduanya. Sirup yang dibentuk dengan buah asli, akhirnya tidak sejernih sirup yang dibentuk dengan essense perasa. Tetapi dari rasa tentu saja yang lebih segar sirup dari buah asli. 
  • Pembuatan sirup harus memakai alat-alat yang benar-benar higienis supaya sirup tidak berjamur. Botol harus steril, kering dan tidak berbau. 
  • Gunakan gula pasir putih dan bersih. Ketika memasak gula Anda akan menemukan lapisan busa di permukaan larutan, aduk sebentar kemudian teruskan memasak. Busanya akan berkurang, busa yang tersisa sanggup Anda buang. 
  • Sirup yang baik harus kental. Untuk itulah adonan larutan gula dan larutan gula harus dimasak kembali. Sirup akan mengkristal jikalau terlalu usang dimasak. 
  • Untuk pembuatan sirup murni tanpa komplemen juice buah asli, sebaiknya tambahkan Glukose syrup (beli di tempat penjual materi kue) sebanyak 100 gram tiap 1Kg gula, semoga sirup tidak mengkristal kembali. 
  • Setelah agak cuek gres masukkan pewarna makanan, essense perasa (artificial flavour). 
  • Jika mau diberi pengawet masakan (benzoat) ukurannya 1gr = 1 Kg materi atau 1L cairan. Caranya Pengawet dicairkan dulu dengan sedikit air, dimasukkan saat sirup sudah diangkat dari atas kompor, namun masih dalam keadaan agak panas.
Sekian postingan wacana Proses Pembuatan Sirup, semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya ilham bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Sirup yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Saturday, March 3, 2018

Proses Pembuatan Nata De Coco

Sekilas Tentang Nata de Coco 

Nata de coco yakni hidangan epilog yang terlihat menyerupai jeli, berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. Makanan ini dihasilkan dari fermentasi air kelapa, dan mulanya dibentuk di Filipina. "Nata de coco" dalam bahasa Spanyol berarti "krim kelapa". Krim yang dimaksudkan yakni santan kelapa. Penamaan nata de coco dalam bahasa Spanyol alasannya yakni Filipina pernah menjadi koloni Spanyol. 

Bibit nata yakni kuman Acetobacter xylinum yang akan sanggup membentuk serat nata kalau ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses yang terkontrol. Dalam kondisi demikian, kuman tersebut akan menghasilkan enzim yang sanggup menyusun zat gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang kesudahannya nampak padat berwarna putih hingga transparan, yang disebut sebagai nata.
Acetobacter Xylinum sanggup tumbuh pada pH 3,5 – 7,5, namun akan tumbuh optimal bila pH nya 4,3, sedangkan suhu ideal bagi pertumbuhan kuman Acetobacter Xylinum pada suhu 28°– 31 °C. Bakteri ini sangat memerlukan oksigen. Asam asetat atau asam cuka dipakai untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air kelapa. Asam asetat yang baik yakni asam asetat glacial (99,8%). Asam asetat dengan konsentrasi rendah sanggup digunakan, namun untuk mencapai tingkat keasaman yang diinginkan yaitu pH 4,5 – 5,5 diharapkan dalam jumlah banyak. Selain asan asetat, asam-asam organik dan anorganik lain bisa digunakan.

Secara Umum Proses Pembuatan Nata de Coco dapat dijabarkan sebagai berikut :
Bahan-bahan yang kita perlukan, yaitu: 
• 100 liter air kelapa • 100 gram(gr) gula pasir • 500 gram (gr) ZA • 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat • 1 sendok makan asam sitrat
Cara membuatnya adalah:
1. 100 liter air kelapa disaring, kemudian ditambahkan dengan: 100 gr gula pasir, 500 gram (gr) ZA 
2. Mendidihkan adonan bahan-bahan nomor 1 di atas, kemudian mematikan api kompor, dan menambah adonan tersebut dengan 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat.

Pembuatan starter
Untuk starter bisa diperoleh di toko kimia atau perusahaan yang menciptakan nata de coco, atau bagi yang ingin membuatnya sendiri bisa dengan cara sebagai berikut :
1. Sediakan buah nanas yang matang dan dikupas kemudian dicuci higienis dan dipotong kecil-kecil untuk memudahkan penghancuran. 
2. Buah nanas yang telah dihancurkan kemudian diperas sari buahnya hingga habis dan ampas nanas dicampur dengan gula pasir serta air dengan perbandingan 6 : 3 : 1 ( Ampas nanas : Air : Gula ) 
3. Campuran diaduk hingga rata dan dimasukan kedalam botol kemudian ditutup dengan kertas disimpan selama 2 ahad hingga terbentuk lapisan putih di atasnya. 
4. Larutan ini merupakan starter untuk pembuatan nata de coco

Pembuatan Nata de Coco
1. Siapkan nampan yang telah disterilisasikan (melalui pemanasan oleh sinar matahari/pencelupan nampan higienis ke dalam air panas). 
2. Memasang karet gelang pada bab tengah nampan hasil sterilisasi. 
3. Memasukkan air kelapa hasil pendidihan ke dalam loyang ± 1—1,5 liter di setiap loyang, kemudian menutupnya dengan koran dan mengikatnya dengan karet. Setelah itu dibiarkan hingga cuek (memeramnya selama ± 1 hari). 
4. Setelah cuek (± 1 hari) dilakukan inokulasi yaitu menambahkan starter yang telah dibentuk ke dalam loyang berisi adonan air kelapa yang telah didinginkan tadi (diperam), dan memeramnya kembali selama 7 hari.

Agar kuman Acetobacter xilynum sanggup bekerja dengan baik, yaitu mengubah glukosa menjadi selulose atau dalam pembentukan lapisan nata maka yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nata de coco yaitu kondisi peralatan serta ruangan yang cukup steril.
Apabila kondisi ruangan kurang steril sehingga memungkinkan sirkulasi udara berjalan menyerupai biasa maka peluang untuk terjadinya kontaminasi pada nata yang diproduksi cukup besar, begitu pula kalau peralatan yang dipakai kurang steril maka juga sanggup menjadikan kontaminasi (kerusakan pada lapisan nata yang diproduksi).
Jika nata telah terbentuk, maka kita sudah bisa mengambilnya, Berikut cara-cara mengambilnya:
1. Nata yang terbentuk diambil dan dibuang bab yang rusak (jika ada), kemudian dibersihkan dengan air (dibilas). Kemudian direndam dengan air higienis selama 1 hari. 
2. Pada hari kedua rendaman diganti dengan air higienis dan direndam lagi selama 1 hari. 
3. Pada hari ketiga nata dicuci higienis dan dipotong bentuk kubus (ukuran sesuai selera) kemudian direbus hingga mendidih dan air rebusan yang pertama dibuang. 
4. Nata yang telah dibuang airnya tadi, kemudian direbus lagi dan ditambahkan dengan satu sendok makan asam sitrat.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Nata de Coco, semoga menambah gosip bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Nata De Coco yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Abon Daging

Sekilas Tentang Abon 
Abon adalah masakan yang yang terbuat dari serat daging. Penampilannya biasanya berwarna cokelat terperinci sampai kehitaman. Abon tampak mirip serat, alasannya yaitu didominasi oleh serat-serat otot yang mengering. Karena kering, abon biasanya abadi disimpan berminggu-minggu sampai berbulan-bulan dalam kemasan kedap udara. Selain dari materi dasar daging, ada beberapa abon yang berbahan dasar ikan, mirip ikan tuna, ikan lele, dan belut.
Abon biasanya dimakan sebagai lauk taburan di atas nasi atau bubur ayam, atau sebagai isi lemper. Di Indonesia, daging yang biasa dipakai untuk menciptakan abon berasal dari daging sapi, sehingga orang mengenal 'abon sapi'. Selain daging sapi, materi lain yang dipakai yaitu ayam, babi, ikan, dan kambing. Di China, abon yang paling lazim yaitu abon daging babi yang disebut rousong. Sentra pembuatan abon sapi di Indonesia ketika ini ada di tempat Boyolali, Solo, Salatiga, dan sekitarnya. Sedangkan pusat pembuatan abon babi terdapat di Bali.

Proses Pembuatan Abon Daging 
Potongan daging yang telah dibumbui dengan garam dan kecap, direbus dan dididihkan, sehingga serat-serat daging mulai terlepas dan gampang disuwir-suwir. Hal ini alasannya yaitu kandungan kolagen dan elastin zat pengikat otot telah larut oleh air rebusan. Daging yang mulai tercerai-berai hasil rebusan ini lalu dikeringkan, sanggup dengan cara dijemur atau memakai oven. Setelah itu daging ini disangrai di atas penggorengan besar sambil ditumbuk-tumbuk. Ketika ditumbuk daging ini membentuk serat-serat daging yang ibarat gumpalan benang. Saat disangrai ini serat daging ditambahkan bumbu-bumbu penambah rasa, mirip gula jawa dan bawang goreng, terus diaduk sampai benar-benar kering. Selain itu, beberapa abon dengan kualitas rendah sering ditambahkan materi pengisi, mirip kacang koro pedang, dll.

Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Abon Daging, semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Abon Daging yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan
Sumber Artikel : id.wikipedia.org/wiki/Abon

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Sabun Dari Minyak Kelapa

Sekilas Tentang Sabun 
Ilustrasi Macam-Macam Sabun
Sabun yaitu surfaktan yang dipakai dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang sebab sejarah dan bentuk umumnya. Penggunaan sabun cair juga telah telah meluas, terutama pada sarana-sarana publik. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi gampang dibawa oleh air bersih. Di negara berkembang, deterjen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci atau membersihkan.

Banyak sabun merupakan adonan garam natrium atau kalium dari asam lemak yang sanggup diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali (seperti natrium atau kalium hidroksida) pada suhu 80–100 °C melalui suatu proses yang dikenal dengan saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Secara tradisional, alkali yang dipakai yaitu kalium yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan, atau dari arang kayu. Sabun sanggup dibentuk pula dari minyak tumbuhan, menyerupai minyak kelapa Sumber :( id.wikipedia.org/wiki/Sabun)

Proses Pembuatan Sabun Minyak Kelapa

Komposisi materi baku dasar menciptakan sabun transparan :
  • Asam stearat 700 gram, 
  • Minyak kelapa 2 kg, 
  • NaOH 30 % 2,03 kg, 
  • Glislerin 1,3 kg, 
  • Etanol 1,5 kg, 
  • Gula pasir 750 gram, dan 
  • Coco-DEA 300 gram, 
  • NaCl 20 gram, 
  • Asam sitrat 300 gram, 
  • Air 450 ml, 
  • Cetakan persegi 4 buah ukuran (25x17x5 cm)
Proses atau Cara Membuat Sabun :
  • Asam stearat kita cairkan pada suhu 60 oC selama 15 menit. Lalu tambahkan minyak kelapa dan aduklah sampai merata.
  • Ketika suhu sudah mencapai 70-80 oC tambahkan NaOH dan aduk selama 2-4 menit sampai terbentuk sabun.
  • Tambahkan Gliserin, gula pasir, asam sitrat, etanol, Coco-DEA, NaCl, dan air. Teruskan mengaduk selama 7-10 menit sampai adonan menjadi homogen.
  • Tuangkan adonan ke dalam cetakan dan diamkan selama 24 jam sampai sabun mengeras.
  • Keluarkan sabun transparan dasar yang telah mengeras dari cetakan dan simpan dalam kardus.
Langkah selanjutnya yaitu menciptakan sabun transparan contohnya sabun aneka bentuk yang memakai sabun dasar ditambahkan pewarna dan pewangi pada suhu 40 oC

Sumber : epetani.deptan.go.id

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Friday, March 2, 2018

Proses Pembuatan Emping Melinjo

Sekilas Tentang Emping Melinjo
Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil yaitu suatu spesies flora berbiji terbuka (Gymnospermae) berbentuk pohon yang berasal dari Asia tropik, melanesia, dan Pasifik Barat. Melinjo dikenal pula dengan nama belinjo, mlinjo (bahasa Jawa), tangkil (bahasa Sunda) atau bago (bahasa Melayu dan bahasa Tagalog), Khalet (Bahasa Kamboja).Melinjo banyak ditanam di pekarangan sebagai peneduh atau pembatas pekarangan dan terutama dimanfaatkan buah dan daunnya. Berbeda dengan anggota Gnetum lainnya yang biasanya merupakan liana, melinjo berbentuk pohon.
Emping yaitu sejenis camilan yang terbuat dengan cara menghancurkan materi baku (biasanya terbuat dari biji melinjo) hingga halus lalu dikeringkan di bawah sinar matahari.
Pembuatan emping melinjo diawali dengan menyangrai melinjo, lalu dikupas dan ditipiskan dengan sejenis palu dari batu. Makanan ini banyak dihasilkan oledih pengusaha kecil, biasanya emping melinjo diproduksi oleh industri kawasan contohnya di Kabupaten Klaten Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur, yaitu di Kabupaten Magetan dan di Kabupaten Bantul. Emping sebagian diekspor ke Timur Tengah dan Amerika Serikat.

Proses pembuatan Emping Melinjo
Proses pembuatan emping sangat gampang dan sederhana, yaitu dengan menyangrai biji melinjo bersama pasir dan lalu dipukul-pukul hingga tipis. Peralatan yang dipergunakan juga sederhana, yaitu yang biasa dipakai dirumah tangga. Riasanya emping dipasarkan dalam keadaan mentah maupun sanggup dicampur dengan udang atau kerang untuk menambah rasa dan rupa yang telah digoreng.
Proses Pembuatan Emping Melinjo sanggup didiskripsikan sebagai berikut :
  1. Buah melinjo dibersihkan dari daun dan buah yang sudah matang.
  2. Buah Melinjo disangrai dengan pasir dan diaduk-aduk hingga warna kulit luarnya menjadi kecoklatan.
  3. Setelah warna kecoklatan, lalu dipukul dengan kerikil atau Palu hingga kulitnya yang keras pecah sehinggi biji melinjo yang telah higienis dari kulitnya
  4. Biji yang telah terpisah dari kulit adi dipukul.puku1 hingga tipis (biasa memakai palu kayu dan beralaskan kayu)
  5. Kemudian dijemur dalam tampah hingga kering
  6. Disimpan dalam kantong plastik dalam keadaan mentah,

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Budidaya Jamur Merang

Kali ini Blog Terapan TTG akan mencoba memposting salah satu aktivitas yang mengunakan teknologi sederhana dengan materi baku yang ada disekitar kita terutama wilayah pendesaan. Nah malam ini saya jalan-jalan ke blog-blog dan mendapat isu gres ihwal Proses Budidaya Jamur Merang, sebelum saya posting prosesnya yang saya kutip dari salah satu blog mari kita simak Apa itu Jamur Merang.

Jamur merang (Volvariella volvacea, sinonim: Volvaria volvacea, Agaricus volvaceus, Amanita virgata atau Vaginata virgata) atau kulat jumpung dalam bahasa Aceh yaitu salah satu spesies jamur pangan yang banyak dibudidayakan di Asia Timur dan Asia Tenggara yang beriklim tropis atau subtropis. Sebutan jamur merang berasal dari bahasa Tionghoa cǎogū (Hanzi:草菇). (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_merang)

Jamur merang sekarang merupakan salah satu komoditas yang laris dijual baik untuk pasar domestik bahkan ke manca negara. Restoran-restoran glamor berlomba-lomba menciptakan komposisi resepnya untuk menyajikan Jamur Merang ini. Dibalik kemasyurannya, tapi pernahkah anda membayangkan bagaimana jamur itu di budidayakan ? 

Rupanya sesuai dengan apa yang saya dapatkan dari blog orang, Budidaya Jamur Merang tidaklah terlalu sulit, namun bagi orang menyerupai saya yang awam ihwal dunia penjamuran mungkin agak sedikit membingungkan. Nah biar tidak ingin tau mari kita simak teknik pembudidayaannya.

Proses atau Cara Budidaya Jamur Merang

Bahan dan Peralatan yang Harus Disiapkan :
  • Jerami padi
  • Abu sekam padi
  • Air kapur sirih
  • Bedeng-bedeng atap dari daun kelapa
  • Sebidang tanah yang bersahabat perairan
Tahap Masa Pembibitan :
  • Cari jamur payung di peranian bibit jamur merang
  • Iris-iris jamur, payungnya saja kemudian masukkan dalam panci siramlah air hangat supaya steril
  • Aduk debu sekam, sekam mentah dan irisan jamur dicampur air higienis dengan banyak irisan 3/4 Kg. Tutup rapat pada tempat teduh selama 2-4 hari
  • Setelah 2-4 hari dibuka tutupnya akan terlihat serabut benang putih menyerupai sarang laba-laba. Apabila tidak terlihat serabut putih berarti gagal.
Tahap Penanaman  :
  • Jerami padi, debu sekam, sekam padi dicampur air kapur yang banyak diaduk-aduk merata, dikomposkan dulu 3-4 hari hingga membusuk.
  • Buatlah bedengan jerami padi yang sudah dikompos diikat, ditumpuk melintang bersilangan 2 lapis diatas tanah ukuran 5 X 1 meter, beri ganjal kerikil bata/ kerikil kali tinggi 20 cm
  • Selang 2 lapis susunan merang jerami taburlah sekam segar, debu sekam di atas permukaan, siramlah 1 kaleng minyak tanah di atas permukaan.
  • Taburkan bibit jamur merang secara merata ditepi permukaan bedengan, ditutup dengan sekam tipis-tipis saja. Siramlah dengan air secukupnya pergunakan gembor air.
Tahap Perawatan dan Panen
  • Bedengan disiram air higienis 1 ahad pagi dan sore. sesudah itu selang 2 hari sekali diatur suhunya supaya konstan (bila kurang air disiram lagi/ bila lebih maka katup jendela dibuka)
  • Setelah 20 hari, jamur-jamur sudah tumbuh dan siap dipanen. Panen sanggup dilakukan terus menerus hingga 3 bulan hanya membutuhkan pembibitan gres lagi.
Sekian postingan ihwal Proses Budidaya Jamur Merang, semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya wangsit bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku budidaya jamur merang yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan


Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Thursday, March 1, 2018

Proses Budidaya Jamur Tiram

Kali ini Blog Terapan TTG akan mencoba memposting salah satu acara yang mengunakan teknologi sederhana dengan materi baku yang ada disekitar kita terutama wilayah pendesaan. Nah malam ini saya jalan-jalan ke blog-blog dan mendapat warta gres perihal Proses Budidaya Jamur Tiram, sebelum saya posting prosesnya yang saya kutip dari salah satu blog mari kita simak Apa itu Jamur Tiram.


Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) ialah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum badan buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah bundar ibarat cangkang tiram dengan penggalan tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_tiram)

Jamur tiram putih berwarna putih agak krem dengan diameter badan 3-14 cm. Jamur ini mempunyai miselium.  Tubuh buah jamur inilah yang bernilai hemat tinggi dan menjadi tujuan dari budidaya jamur tiram. Teknik budidaya jamur tiram mulai dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan biar pelaku perjuangan benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun pengendalian hama tanaman.

Persiapan Penanaman Jamur Tiram
Sebelum melaksanakan penanaman, hal-hal yang menunjang budidaya jamur tiram harus sudah tersedia, diantaranya rumah kumbung baglog, rak baglog, bibit jamur tiram, dan peralatan budidaya. (Bisa Anda lihat di artikel Persiapan Usaha Budidaya Jamur Tiram). Usahakan budidaya jamur tiram menggunakan bibit bersertifikat yang sanggup dibeli dari petani lain atau dinas pertanian setempat. Peralatan budidaya jamur tiram cukup sederhana, harga terjangkau, bahkan kita bisa memanfaat peralatan dapur.

Untuk mengoptimalkan hasil dalam perjuangan budidaya jamur tiram di dataran rendah sanggup dilakukan dengan modifikasi terhadap materi media dan takarannya, yakni dengan menambah atau mengurangi dosis tiap-tiap materi dari standar umumnya. Dalam perjuangan skala kecil, eksperimen dalam memilih dosis materi media merupakan hal yang sangat penting guna memperoleh dosis yang pas. Hal ini mengingat jamur yang dibudidayakan di lingkungan tumbuh berbeda tentu membutuhkan nutrisi dan media yang berbeda pula tergantung pada kondisi lingkungan setempat. Hingga ketika ini belum ada standar komposisi media untuk budidaya jamur tiram di dataran rendah, sehingga petani memodifikasi media dan lingkungan menurut pengalaman dan kondisi masing-masing.

Sebagai media tumbuh jamur tiram, serbuk gergaji berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi jamur. Kayu yang dipakai sebaiknya kayu keras lantaran serbuk gergaji kayu jenis tersebut sangat berpotensi dalam meningkatkan hasil panen jamur tiram.  Hal ini lantaran kayu keras banyak mengandung selulosa yang diharapkan oleh jamur. Jenis-jenis kayu keras yang bisa dipakai sebagai media tanam jamur tiram antara lain sengon, kayu kampung, dan kayu mahoni. Untuk mendapat serbuk kayu pembudidaya harus memperolehnya ditempat penggergajian kayu. Sebelum dipakai sebagai media biasanya sebuk kayu harus dikompos terlebih dahulu biar bisa terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga gampang dicerna oleh jamur. Proses pengomposan serbuk kayu dilakukan dengan cara menutupnya menggunakan plastik atau terpal selama 1-2 hari. Pengomposan berlangsung dengan baik bila terjadi kenaikan suhu sekitar 50 derajat C.

Alternatif materi yang bisa dipakai untuk mengganti serbuk kayu ialah banyak sekali macam ampas, misal ampas kopi, ampas kertas, ampas tebu, dan ampas teh. Namun, menurut pengalaman petani jamur tiram di dataran rendah, media yang baik untuk dipakai tetap serbuk gergaji kayu.

Media berupa dedak/bekatul dan tepung jagung berfungsi sebagai substrat dan penghasil kalori untuk pertumbuhan jamur. Sebelum membeli dedak dan tepung jagung, sebaiknya pastikan dahulu bahan-bahan tersebut masih baru. Jika menggunakan materi yang sudah usang dikhawatirkan sudah terjadi fermentasi yang sanggup berakibat pada tumbuhnya jenis jamur yang tidak dikehendaki. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan dedak maupun teung jagung menawarkan kualitas hasil jamur yang sama lantaran kandungan nutrisi kedua materi tersebut mirip. Namun, penggunaan dedak dianggap lebih efisien lantaran bisa memangkas biaya dan cenderung gampang dicari lantaran banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kapur (CaCo3) berfungsi sebagai sumber mineral dan pengatur pH. Kandungan Ca dalam kapur sanggup menetralisir asam yang dikeluarkan meselium jamur yang juga bisa menimbulkan pH media menjadi rendah.

Wadah yang dipakai untuk meletakkan adonan media ialah kantong plastik bening tahan panas (PE 0,002) berukuran 20 cm x 30 cm. Adapun komposisi media semai ialah serbuk gergaji 100 kg; tepung jagung 10 kg; dedak halus atau bekatul 10 kg; kompos 0,5 kg; kapur (CaCo3) 0,5 kg; dan air 50-60%. Ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan penanaman bibit jamur, yaitu sterilisasi materi dan sterilisasi baglog.

Sterilisasi Bahan
Sebelum dicampur dengan media lain, serbu kayu dan dedak disterilisasi terlebih dahulu menggunakan panggangan selama 6-8 jam pada suhu 100 derajat C. Dengan sterilisasi tersebut selain mengurangi mikroorganisme penyebab kontaminsasi juga menguranngi kadar air pada serbuk gergaji kayu. Dengan demikian, media menjadi lebih kering. Kedua materi tersebut kemmudian dicampur dan diberi air sekitar 50—60% hingga adonan menjadi kalis dan bisa dikepal. Air berfungsi dalam peresapan nutrisi oleh miselium. Air yang dipakai harus air higienis untuk mengurangi resiko kontaminasi organisme lain dalam media. Dalam memasukkan media ke dalam plastik, media harus benar-benar padar biar jamur yang dihasilkan bisa banyak. Makara pastikan bahwa bahan-bahan telah cukup padat di dalam plastik dengan cara menekan—nekan adonan hingga benar-benar padat, kemudian penggalan atas kantong dipasang cincin paralon dan selanjutnya kantong plastik ditutup dengan sumbat kapas dan diikat dengan karet.

Sterilisasi Baglog
Sterilisasi baglog dilakukan dengan cara memasukkan baglog ke dallam autoclave atau pemanas/steamer dengan suhu 121 derajat C selama 15 menit. Untuk mengganti penggunaan autoclave atau streamer, sanggup menggunakan drum dengan kapasitas besar atau bisa menampung sekitar 50 baglog dan dipanasi di atas kompor minyak atau sanggup juga menggunakan oven. Memang, sterilisasi baglog menggunakan drum memakan waktu lebih lama, yaitu sekitar 8 jam, tetapi dianggap lebih menghemat biaya.

Setelah proses sterilisasi selesai, baglog kemudian didinginkan, yakni dengan mematikan alat sterilisasi dan membiarkan suhunya turun sedikit demi sedikit. Setelah proses pendinginan, gres kemudian dilakukan penanaman bibit jamur.

Penanaman Dan Pemeliharaan Jamur Tiram
Salah satu penentu keberhasilan budidaya jamur tiram ialah kebersihan dalam melaksanakan proses budidayanya, baik kebersihan tempat, alat, maupun pekerjanya. Hal ini lantaran kebersihan ialah hal yang mutlak harus dipenuhi. Untuk itu, tempat untuk penanaman sebaiknya harus dibersihkan dahulu dengan sapu, lantai dan dindingnya dibersihkan menggunakan disinfektan. Alat yang dipakai untuk menanam juga harus disterilisasi menggunakan alkohol dan dipanaskan di atas api lilin. Selain itu, selama melaksanakan penanaman para pekerja juga idealnya menggunakan masker. Hal ini bertujuan untuk memperkecil terjadinya kontaminasi.

Dalam budidaya jamur tiram hal yang juga harus diperhatikan ialah menjaga suhu dan kelembaban ruang biar tetap pada standar yang dibutuhkan. Jika cuaca lebih kering, panas, atau berangin, tentu akan mensugesti suhu dan kelembaban dalam kumbung sehingga air cepat menguap. Bila demikian, sebaiknya frekuensi penyiraman ditingkatkan. Jika suhu terlalu tinggi dan kelembaban kurang, bisa membuat badan jamur sulit tumbuh atau bahkan tidak tumbuh. Oleh lantaran itu, atur juga sirkulasi udara di dalam kumbung biar jamur tidak cepat layu dan mati. Pengaturan sirkulasi sanggup dilakukan dengan cara menutup sebagian lubang sirkulasi ketika angin sedang kencang. Sirkulasi sanggup dibuka semua ketika angin sedang dalam kecepatan normal. Namun, yang terpenting ialah jangan hingga jamur kekurangan udara segar.

Pengendalian Hama Penyakit Pada Budidaya Jamur Tiram

Selain pemeliharaan baglog, dalam budidaya jamur tiram juga perlu dilakukan perawatan untuk mencegah atau mengendalikan hama dan penyakit yang mungkin bisa menyerang jamur tiram. Hama dan penyakit yang menyerang jamur tiram tentu dipengaruhi oleh keadaan lingkungan maupun jamur itu sendiri. Sehingga antara tempat budidaya yang satu dan yang lain, serangan hama penyakit kemungkinan sanggup berbeda-beda.

HAMA PENYAKIT JAMUR TIRAM
Ulat
Ulat merupakan hama yang paling banyak ditemui dalam budidaya jamur tiram. Ada tiga faktor penyebab kemunculan hama ini yaitu faktor kelembaban, kotoran dari sisa pangkal/bonggol atau tangkai jamur dan jamur yang tidak terpanen, serta lingkungan yang tida bersih.

Hama ulat muncul ketika kelembaban udara berlebihan. Oleh alasannya ialah itu, hama ulat sering dijumpai ketika animo hujan. Pencegahan menjadi solusi terbaik untuk mengatasi hama ini ialah dengan mengatur sirkulasi udara. Caranya dengan membuka lubang sirkulasi dan untuk sementara proses penyiraman keumbung dihentikan.

Pangkal jamur yang tertinggal di baglog ketika pemanenan sanggup menimbulkan hewan kecil ibarat kepik. Kepik inilah yang menjadi penyebab munculnya hama ulat. Sementara jamur yang tidak terpanen kemungkinan terjadi lantaran jamur tidak muncul keluar sehingga luput ketika pemanenan dan menjadi busuk. Hal ini menimbulkan munculnya ulat. Sebaiknya, ketika melaksanakan pemanenan baglog telah dipastikan kebersihannya sehingga tidak ada pangkal atau batang dan jamur yang tidak terpanen.

Ulat bisa saja muncul lantaran rumah kumbung ataupun sekitar kumbung tidak berseih. Misalnya adanya sangkar ternak atau tumbuhan di sekitar rumah kumbung.

Untuk mencegah dan mengatasi serangan hama ulat, lakukan pembersihan rumah kumbung dan sekitar rumah kumbung dengan melaksanakan penyemprotan formalin.

Semut, Laba-laba, dan Kleket (sejenis moluska)
Secara mekanis hama semut dan laba-laba sanggup diatasi dengan membongkar sarangnya dan menyiramnya dengan minyak tanah. Sedangkan secara kemis hama tersebut sanggup dikendalikan dengan penyemprotan insektisida. Cara ini merupakan cara terakhir dan usahakan untuk menghindari penggunaan insektisida bila serangan tidak parah lantaran produk jamur merupakan produk organik. Keuntungan bila pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara mekanis antara lain, sanggup memangkas biaya selama perawatan dan juga ramah lingkungan. Sementara itu hama kleket kerap dijumpai pada lisan baglog. Untuk mengendalikannya juga dilakukan dengan cara mekanis, yaitu mengambilnya dengan tangan.

Tumbuhnya Cendawan atau Jamur Lain
Jamur lain yang kerap mengganggu jamur tiram ialah Mucor sp., Rhizopus sp., Penicillium sp., dan Aspergillus sp. pada substrat atau baglog. Serangan jamur-jamur tersebut bersifat patogen yang ditandai dengan timbulnya miselium berwarna hitam, kuning, hijau, dan timbulnya lendir pada substrat. Miselium-miselium tersebut menimbulkan pertumbuhan jamur tiram terhambat atau bahkan tidak tumbuh sama sekali. Penyakit ini sanggup disebabkan lantaran lingkungan dan peralatan ketika pembuatan media penanaman kurang higienis atau lantaran lingkungan kumbung yang terlalu lembab. Untuk mengatasi penyakit ini, lingkungan dan peralatan ketika pembuatan media dan penanaman perlu dijaga kebersihannya. Kelembaban di dalam kumbung juga diatur biar tidak berlebihan. Penyakit ini sanggup menyerang baglog yang sudah dibuka ataupun masih tertutup. Jika baglog sudah terjangkit maka harus segera dilakukan pemusnahan dengan cara dikeluarkan dari kumbung kemudian dibakar.
Tangkai Memanjang

Penyakit ini merupakan penyakit fisiologis yang ditandai dengan tangkai jamur memanjang dengan badan jamur kecil tidak sanggup berkembang maksimal. Penyakit tangkai memanjang disebabkan lantaran kelebihan CO2 akhir ventilasi udara yang kurang sempurna. Agar tidak terjangkit penyakit ini harus dilakukan pengaturan ventilasi dalam kumbung seoptimal mungkin.

Panen dan Pasca Panen
Pemanenan merupakan acara budidaya yang selalu ditunggu oleh pelaku usaha. Untuk mendapat hasil yang optimal maka penanaman selama panen dan pasca panen harus dilakukan dengan baik.

Waktu dan Cara Panen Jamur Tiram
Jamur tiram termasuk jenis tumbuhan budidaya yang mempunyai masa panen cukup cepat. Panen jamur tiram sanggup dilakukan dalam jangka waktu 4o hari sehabis pembibitan atau sehabis badan buah berkembang maksimal, yaitu sekitar 2-3 ahad sehabis badan buah terbentuk. Perkembangan badan buah jamur tiram yang maksimal ditandai pula dengan meruncngnya penggalan tepi jamur. Kriteria jamur yang layak untuk dipanen ialah jamur yang berukuran cukup besar dan bertepi runcing tetapi belum mekar penuh atau belum pecah. Jamur dengan kondisi demikian tidak gampang rusak bila dipanen. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika produk dipasarkan, contohnya keseragaman berat dan ukuran jamur tiram.

Penanganan Pasca Panen Jamur Tiram
Penanganan yang dilakukan usai pemanenan jamur tiram bertujuan untuk membuat hasil selesai yang berkualitas sehingga sesuai dengan usul pasar. Berikut beberapa tahapan biar produk jamur tiram yang dihasilkan berkualitas baik.

Penyortiran
Jamur yang telah dipanen harus segera dicuci dengan air bersih, kemudian penggalan badan buahnya dipisahkan deri pangkalnya. Proses pembersihan dan pemisahan ini penting untuk dilakukan lantaran bila selama proses budidaya petani menggunakan pestisida, biasaya racun pestisida akan mengendap pada penggalan pangkal dan masih memungkinkan terdapat residu yang tertinggal pada badan buah. Setelah diyakini kebersihannya, proses sortasi dilakukan untuk mengelompokkan jamur tiram menurut bentuk dan ukurannya. Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil yang seragam sehingga akan menarik minat konsumen ketika dipasarkan.

Pengemasan dan Transportasi Hasil Panen Jamur Tiram
Pengemasan jamur tiram segar biasanya menggunakan plastik kedap udara. Semakin sedikit udara yang ada di dalam plastik, jamur tiram semakin tahan usang untuk disimpan. Namun, idealnya penyimpanan dengan plastik kedap udara hanya sanggup mempertahankan kesejukan jamur tiram selama 2-4 hari. Oleh lantaran itu, biar jamur tiram segar yang dijual tetap dalam kondisi baik, proses pengangkutan/transportasi tidak boleh terlalu usang dari proses pengemasannya. Seandainya jarak pengangkutan cukup jauh, sebaiknya alat transportasi dilengkapi dengan ruangan berpendingin.

Sekian postingan perihal Proses Budidaya Jamur Tiram, semoga menambah warta bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku budidaya jamur Tiram yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan
 

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Wednesday, February 28, 2018

Proses Pengolahan Ikan Asap

Ikan bukanlah hal yang abnormal bagi kita khususnya masyarakat Indonesia lantaran hampir tiap hari kita bisa makan ikan segar, terlebih tempat saya yang terletak di Pulau Sabang, ikan segar sangat gampang didapat baik dengan cara memancing sendiri maupun membeli pada penjual atau pribadi pada nelayan yang gres pulang dari laut.

Ikan merupakan materi makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat selain sebagai komoditi ekspor. Ikan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan materi makanan lain. Bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan mati menimbulkan pembusukan. Mutu olahan ikan sangat tergantung pada mutu materi mentahnya.

Tanda ikan yang sudah busuk:
-  mata suram dan tenggelam;
-  sisik suram dan gampang lepas;
-  warna kulit suram dengan lendir tebal;
-  insang berwarna kelabu dengan lendir tebal;
-  dinding perut lembek;
-  warna keseluruhan suram dan berbau busuk.

Tanda ikan yang masih segar:
-  daging kenyal;
-  mata jernih menonjol;
-  sisik besar lengan berkuasa dan mengkilat;
-  sirip kuat;
-  warna keseluruhan termasuk kulit cemerlang;
-  insang berwarna merah;
-  dinding perut kuat;
-  anyir ikan segar.

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, gampang didapat, dan harganya murah. Namun ikan cepat mengalami proses pembusukan. Oleh lantaran itu pengawetan ikan perlu diketahui semua lapisan masyarakat. Pengawetan ikan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam badan ikan, sehingga tidak menawarkan kesempatan bagi basil untuk berkembang biak. Untuk mendapat hasil awetan yang bermutu tinggi diharapkan perlakukan yang baik selama proses pengawetan menyerupai : menjaga kebersihan materi dan alat yang digunakan, memakai ikan yang masih segar, serta garam yang bersih. Ada majemuk pengawetan ikan, antara lain dengan cara: penggaraman, pengeringan, pemindangan, perasapan, peragian, dan pendinginan

Manfaat makan ikan sudah banyak diketahui orang, menyerupai di negara Jepang dan Taiwanikan merupakan makanan utama dalam lauk sehari-hari yang menawarkan efek kekal muda dan keinginan hidup lebih tinggi dari negara lainnya. Penggolahan ikan dengan banyak sekali cara dan rasa menimbulkan orang mengkonsumsi ikan lebih banyak.

Ikan asap yakni hasil pengawetan ikan secara tradisional yang pengerjaannya merupakan campuran dari penggaraman (perendaman dalam air garam) dan pengasapan sehingga menawarkan rasa khas.

Berbagai cara penggasapan tergantung kepada faktor-faktor berikut :
a.    jenis ikan yang diasap;
b.    besar kecilnya ikan yang diasap.

BAHAN
1)    Ikan bandeng 6 kg
2)    Garam 1 kg
3)    Arang, serpihan kayu, atau serbuk gergaji secukupnya

ALAT
1)    Lemari asap (tungku, drum)
2)    Pisau
3)    Baskom

CARA PEMBUATAN
1)    Siangi ikan, cuci, dan kelompokkan berdasarkan ukuran;
2)    Masukkan garam ke dalam ½ liter air dan didihkan, kemudian dinginkan.
3)    Rendam ikan selama ± 15-20 menit, tiriskan, dan angin-anginkan sampai
permukaan kering;
4)    Ikat satu persatu kemudian :
a.  gantungkan dalam ruang pengasapan, dengan jarak masing-masing ± 1
cm atau;
b. gantung dengan ekor ke bawah dan kepala menghadap ke atas dengan memakai kaitan kawat, atau
c.  susun satu persatu di atas anyaman bambu, kemudian disusun dalam lemari pengasapan secara berlapis-lapis. Antara masing-masing lapisan diberi jarak kira-kira sama dengan rata-rata panjang ikan. Agar pengasapan merata ikan harus dibolak-balik.
 
5)    Siapkan materi bakar berupa arang dan potong-potong kayu di bawah ruang pengasap, kemudian bakar;

 
6)    Bubuhkan ampas tebu atau serbuk gergaji bertahap hingga timbul asap :
•  Panas diatur pada suhu ± 700 800 C. selama 2-3 jam (harus dijaga biar panas merata dan ikan tidak hingga hangus);
•  Panas diatur pada suhu ± 300 400 C selama 4 jam terus menerus. Hasil pengasapan ditandai dengan anyir harum yang khas dari ikan asap;7)    Keluarkan ikan asap dari lemari pengasapan kemudian bungkus atau kemas dalam kantong plastik.

Ciri-ciri khas ikan asap yang baik yakni :
a.  rupa dan warna: produk harus licin, mengkilat, dan berwarna coklat emas muda;
b. anyir dan rasa: produk menawarkan anyir atau aroma yang khas ikan asap (bau asap yang sedap dan merangsang selera);
c.  berair.

Dengan cara pengasapan pada suhu 700 800 C, ikan tahan usang disimpan hingga 1 bulan, dibandingkan dengan pengasapan pada suhu 200 300C (kurang dari 1 bulan) panas dibandingkan dengan pengasapan pada suhu 200 300C. (sampai 1 bulan).

Selain bandeng, ikan yang biasa diasap yakni ikan tembang, lemuru,
kembung, selar, tongkol, dan cakalang.

DAFTAR KEPUSTAKAAN :
1) Ikan asap. Jakarta : Dirjen Industri Kecil, Departemen Perindustrian, s.a.
2) Moeljanto. Pengasapan dan fermentasi. Jakarta : Penebar Swadaya, 1987.

Sekian postingan wacana Proses Pengolahan Ikan Asap, semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku terkait pengolahan ikan asap yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://shampankbie.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Budidaya Ikan Nila Gift

Ikan nila yaitu sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan ini diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika bab timur, pada tahun 1969, dan sekarang menjadi ikan peliharaan yang terkenal di kolam-kolam air tawar di Indonesia sekaligus hama di setiap sungai dan danau Indonesia. Nama ilmiahnya yaitu Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_nila)
       

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Tuesday, February 27, 2018

Proses Pembuatan Jerami Menjadi Pakan Ternak Kambing

Memberikan jerami sebagai pakan untuk kambing mungkin akan terasa lebih sulit daripada memperlihatkan jerami kepada sapi. Pada dasarnya pakan kambing memang lebih bermacam-macam daripada pakan sapi, lantaran kambing mau memakan flora pagar, limbah pertanian bahkan sisa masakan rumah tangga. Kesulitan memperlihatkan jerami pada kambing terletak pada cara membiasakan kambing tersebut mengkonsumsi jerami. Kadar serat yang tinggi menciptakan kambing cenderung tidak menyukai jerami sebagai pakan utama. Namun ada cara sederhana untuk membiasakan kambing mau mengkonsumsi jerami.


Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Pembuatan Pakan Alternatif Untuk Ternak Ayam Kampung (Pengganti Pelet)

Indonesia sebagai Negara yang luas dengan jumlah penduduk yang melimpah membutuhkan materi pangan yang cukup banyak, salah satu diantaranya yakni tingginya seruan akan kebutuhan ayam kampung yang belum bisa dipenuhi oleh kawasan tertentu. Seperti kondisi di Kota Sabang yang saya tinggali dikala ini, kebutuhan ayam hampir 100 % dari luar pulau.

Mengingat tinggi seruan ayam kampung maka perlu digalakkan perjuangan perternakan ini baik skala kecil bahkan skala besar. Kebutuhan insdustri restoran juga cukup besar, ibarat di kawasan Aceh bermacam-macam rumah makan dan restoran dengan materi dasar olahan ayam bertebaran mulai Ayam Penyet, Ayam Lepas, Ayam Tangkap, Ayam Bugil dan bermacam-macam lainnya. Nah kali ini Blog Terapan Teknologi Tepat Guna ingin membahas problem pakan ternak ayam yang dikala ini juga menjadi kendala. 

Pakan ayam kampung alternatif untuk budidaya ayam non ras secara tradisional ada baiknya dipertimbangkan dari segi biaya, biaya pakan yakni biaya produksi terbesar dalam budidaya ternak, untuk itu diperlukan semua peternak bisa mencari pakan-pakan alternatif untuk produksi ternak mereka; baik ayam ras, sapi potong, sapi perah dan lainnya yang dipelihara secara tradisional. Pada kesempatan ini kita akan menuliskan sebuah pakan alternatif yang bisa meningkatkan produksi telur pada peternakan budidaya ayam kampung, pakan ini kita tuliskan berdasarkan pengalaman dan belum ada uji ilmiah yang dilakukan oleh kalangan akademisi peternakan, namun dari hasil pengamatan saya menyimpulkan bahwa pakan yang dipakai oleh peternak ini bisa menekan biaya pakan sekaligus meningkatkan hasil produksi khususnya telur ayam kampung.

Pakan alternatif yang dipakai oleh peternak terdiri dari materi pakan berikut :
  1. Talas (umbi dan daun) disini berdasarkan si peternak yang membudidayakan ayam kampung tersebut sanggup dipakai umbinya saja, atau tangkai dan daunya saja atau dikombinasikan keduanya. Yang sering dia gunakan yakni tangkai dan daunt alas.
  2. Beras dolog (catu), supaya biaya lebih murah bila di kawasan anda tidak terdapat beras dolog ini beli saja beras yang paling murah atau beras aking juga boleh.
  3. Dedak, disini untuk budidaya ayam kampung ini tidak problem dedak kualitas sedang yang digunakan. Dedak kualitas sedang yakni dedak yang tidak terlalu halus.
  4. Tepung tulang atau tepung cangkang kerang (keong) ini tidak wajib, diberi bila ada saja. 

Cara mengolah bahan-bahan pakan ayam kampung diatas yakni sebagai berikut:

Cincang talas atau batang dan daunt bantalan kecil-kecil kurang lebih ½ Cm, tanak semua materi selayaknya menanak nasi. Ukuran perbandingan materi diatas adalah; untuk 2 Kg pakan gunakan 1kg umbi talas atau daun talas, ½ Kg Beras dan ½ Kg dedak. Tepung tulang hanya dibutuhkan satu sendok makan. Aduk rata semua materi tersebut dan ditanak.

Hasil yang didapatkan dengan memakai pakan ayam alternatif ini ternyata sangat bagus, pertumbuhan ayam sangat baik dan jumlah telur yang dihasilkan juga selayak peternak yang memberi pakan yang diproduksi pabrik. Oleh sebab itu saya berani menyampaikan bahwa ini yakni salah satu pakan ternak ayam kampung yang sangat baik diaplikasikan sebab bisa menekan biaya produksi hingga 50 % daripada memakai pakan yang dibeli dari hasil pabrik (pelet).

Kekurangan dalam memakai pakan budidaya ayam kampung ibarat ini yakni sulitnya mengadaptasikan ayam dengan pakan ini. Awal-awal memakai pakan ini biasanya ayam kampung belum mau memakan pakan ini ibarat memakan pelet. Namun ini hanya terjadi beberapa hari saja. Untuk melaksanakan penyesuaian paksa ayam kampung tersebut untuk memakan pakan ini dengan tidak memberi pakan selain pakan yang kita buat ini. Tidak perlu takut ayam akan mati kelaparan, ketika mereka lapar maka pakan ini akan mereka makan secara lahap.

Sekian postingan perihal Pembuatan Pakan Alternatif untuk Ternak Ayam Kampung (Pengganti Pelet), semoga menambah warta bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya wangsit bisnis gres yang sanggup kita kerjakan supaya pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh Peternakan/Pertanian yang ada didaerah saudara atau membeli buku Pembuatan Pakan Alternatif yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://kesehatan-ternak.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Budidaya Angsa Petelur

Saat ini ajakan telur  angsa (atau biasa juga disebut telur itik) di kota-kota besar di Indonesia menyerupai Medan, Jakarta, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Malang, Samarinda dan Balikpapan dari tahun ketahun semakin meningkat. Telur bebek ini sanggup diolah untuk aneka macam makanan dan minuman menyerupai camilan anggun dan the telur. Adanya opini yang berkembang di masyarakat yang menyatakan khasiat telur angsa lebih baik dari telur ayam kampung juga telah mendongkrak penjualan telur bebek. peluang-peluang bisnis tersebut seharusnya sanggup dijadikan sebagai alasan utama menekuni budidaya angsa petelur pada lahan kosong yang kita miliki.

Budidaya angsa petelur sama halnya dengan budidaya angsa pedaging yang juga membutuhkan bak untuk tempat bermain. Berenang merupakan salah satu sifat sikap ternak angsa secara alami dan ini akan membantu perkembangan dan pertumbuhan sekor bebek. Bebek petelur sebaiknya dibudidayakan dengan system kandang, boleh saja mengembalakan angsa petelur tapi durasi pengembalaan dihentikan lebih dari 3 jam / hari. Hal ini alasannya ialah kebiasaan angsa yang bertelur di sembarang tempat. Itulah keunikan yang harus diperhatikan dalam cara ternak angsa petelur ini.

Dasar-dasar budidaya ternak angsa petelur secara garis besar menyerupai yang saya dapatkan dari salah satu blog sebagai berikut :

Perencanaan
Semua perjuangan baik peternakan, pertanian, perkebunan dan perdagangan haruslah dimulai dengan perencanaan yang matang. Untuk mendukung perencanaan budidaya angsa petelur maka seorang peternak harus memahami karakteristik angsa petelur. beberapa hal karakteristik yang harus dipahami ialah sebagai berikut
  • Bebek termasuk dalam unggas, mendirikan perjuangan unggas harus mematuhi peraturan yang diterbitkan oleh pemerintah ihwal pendirian perjuangan peternakan. Terutama mengenai skala perjuangan ternak angsa yang wajib pajak dan juga ihwal tata letak perjuangan budidaya yang kita buat, sesuai hukum maka sangkar ternak harus jauh dari pemukiman.
  • Bebek ialah unggas yang suka berenang, jadi sangkar budidaya yang disiapkan juga sebaiknya dilengkapi dengan bak bermain bebek.
  • Penyakit pada angsa sanggup menular ke unggas lain menyerupai ayam dan sebaliknya. Makara sangkar angsa harus berjauhan dengan sangkar ayam.
Memahami karakteristik ternak angsa secara keseluruhan akan membantu kita dalam merencanakan budidaya ternak angsa secara detail dan terarah. Perencanaan yang baik akan membawa keuntukngan dalam bisnis ternak bebek.

Menyiapkan kandang
Kandang angsa petelur sebaiknya memakai model ren, dimana sangkar ren ini ialah sangkar yang sebahagian terbuka dan sebahagian diberi atap atau tertutup. Bagian yang terbuka dibentuk untuk tempat angsa bermain dan disini disediakan bak renang bebek. sangkar yang tertutup dipakai untuk angsa berteduh dan tidur. Pada budidaya angsa secara lepas atau pengembalaan tradisional mereka hanya menyediakan sangkar angsa yang tertutup yang dihuni pada malam hari saja, sedangkan untuk tempat angsa bermain dan mencari makan bebek-bebek tersebut digembalakan.
 
Rancangan sangkar entok
Seperti yang kita sebutkan sebelumnya bahwa ada kerugian budidaya ternak angsa secara pengembalaan ini kerugiannya diantaranya; ada kemungkinan telur tidak terkumpulkan seluruhnya dan membutuhkan tenaga kerja perhiasan untuk mengembalakan bebek, selain itu system pengembalaan ini tidak bisa diterapkan di kawasan perkotaan. Untuk itu saya lebih menyukai peternakan angsa full di kandangkan sama menyerupai system pada ternak angsa pedaging.

Penyiapan pakan
Pakan pada budidaya ternak angsa petelur merupakan hal yang paling penting, lebih dari 50 % biaya budidaya dikeluarkan untuk membeli pakan saja. Untuk itu berhati-hatilah dalam meransum pakan untuk angsa petelur ini. bisa saja anda membeli pakan yang dikeluarkan oleh pabrik, tapi jangan hanya mengandalkan pakan itu saja alasannya ialah pakan dari pabrik ini sangat mahal harganya. Ada baiknya dalam budidaya angsa petelur ini anda mengkombinasikan pakan dari pabrik dengan pakan olahan alternatif, salah satunya bisa dilihat di sini.

Pemeliharaan ternak bebek.
Kesulitan paling besar dalam memelihara angsa ini ada pda rutinitas proteksi makanan angsa usia anak (DOD – dara), proteksi pakan anak angsa sebaiknya diberi bertahap dalam frekuensi yang banyak (sering), hal ini untuk efisiensi penggunaan pakan. Selebihnya pemeliharaan 1000 ekor angsa cukup ditangani satu orang karyawan saja.

Penanganan kesehatan dan penyakit pada angsa petelur.
Perlu diperhatikan duduk masalah paksinasi untuk anak bebek, hal ini sangat membantu peternak dalam menjaga kesehatan ternak angsa petelur selama masa budidaya pemeliharaan. Penyakit-penyakit yang umum pada angsa petelur yang menular diantaranya: Kolera, cacar, pemutihan mata, berak darah (cocidiosis), pilek pada angsa (coriza), salmonellis, sinusitis dan aflatoksikosis. Untuk menangani penyakit tersebut silahkan hubungi petugas kesehatan binatang di kawasan anda.

Sekian postingan umum ihwal Budidaya Bebek Petelur, semoga menambah informasi bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh Peternakan/Pertanian yang ada didaerah saudara sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel :  http://kesehatan-ternak.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Monday, February 26, 2018

Budidaya Rumput Gajah Untuk Pakan Ternak

Rumput (bahasa Inggris: grass) yakni flora pendek yang sering ada di halaman, pinggir jalan atau lapangan. Rumput dianggap sebagai gulma pengganggu tumbuhan bila berada di sekitar tumbuhan yang sengaja ditanam
Jenis tumbuhan rumput-rumputan yang berperan dalam pengawetan tanah dan air yakni yang sanggup berfungsi ganda yaitu berkemampuan untuk membantu mencegah berlangsungnya abrasi dan sanggup pula bermanfaat bagi hijauan makanan ternak. Rumput gajah merupakan alternatifnya.

Tanaman rumput-rumputan sanggup dipakai dalam perjuangan pengawetan tanah dan atau pencegahan abrasi dikarenakan :

a. Tanaman rumput-rumputan sanggup tumbuh dengan cepat sehingga dalam waktu pendek tanah telah sanggup tertutupi oleh tumbuhan tersebut secara rapat dan tebal.

b. Bagian atas dari tumbuhan (daun-daunan) bisa melindungi permukaan tanah dari percikan air hujan dan memperlambat fatwa permukaan.

c. Bagian bawah tumbuhan (perakaran) sanggup memperkuat resistensi tanah dan membantu melancarkan infiltrasi air kedalamtanah.

Penanaman rumput gajah sanggup dilakukan secara monokultur ataupun interkultur dengan tumbuhan tahunan sehingga sanggup diperoleh manfaat secara maksimal. Pertumbuhannya yang relatif cepat dalam waktu yang pendek serta peranan daun-daun dan perakarannya terhadap erosi, maka pembudidayaan rumput gajah sanggup menjadi pilihan yang bijaksana dan menguntungkan.

Rumput Gajah ( Pennisctum purpureum) atau disebut juga rumput napier, merupakan salah satu jenis hijauan pakan ternak yang berkualitas dan disukai ternak. Rumput gajah sanggup hidup diberbagai tempat (0 – 3000 dpl), tahan lindungan, respon terhadap pemupukan, serta enghendaki tingkat kesuburan tanah yang tinggi.

Rumput gajah tumbuh merumpun dengan perakaran serabut yang kompak, dan terus menghasilkan anakan apabila dipangkas secara teratur. Pada lahan tumpang sari, rumput gajah sanggup ditanam pada guludan-guludan sebagai pencegah longsor akhir erosi. Morfologi rumput gajah yang rimbun, sanggup mencapai tinggi lebih dari 2 meter sehingga sanggup berperan sebagai penangkal angin (wind break) terhadap tumbuhan utama.

Rumput gajah dibudidayakan dengan pecahan batang (stek) atau sobekan rumpun (pous) sebagai bibit. Bahan stek berasal dari batang yang sehat dan tua, dengan panjang stek 20 – 25 cm (2 – 3 ruas atau paling sedikit 2 buku atau mata). Pemotongan pada waktu penanaman ruas mata sanggup Untuk bibit yang berasal dari sobekan rumpun/ anakan (pous) sebaiknya berasal dari rumpun yang sehat, banyak mengandung akar dan calon anakan baru. Sebelum penanaman bab vegetatif dari sobekan rumpun dipangkas terlebih dahulu untuk menghindari penguapan yang tinggi sebelum sistem perakaran sanggup aktif menghisap air.

Cara Penanaman Rumput Gajah  :
Pembersihan lahan
Pengolahan tanah (sebaiknya dilakukan pada simpulan demam isu kemarau sehingga penanaman sanggup dilakukan pada awal demam isu hujan).
Pembuatan lubang-lubang tumbuhan dengan jarak tanam 60 x 100 cm.
Diperlukan 17.000 materi stek untuk kebutuhan lahan seluas 1 hektar.

Pemupukan :
Pupuk P dan K diberikan 2 kali dalam setahun yaitu pada waktu pengolahan tanah dan 6 bulan kemudian, dengan takaran masing-masing 200 kg DS dan 200 kg ZK per hektarnya.
Pupuk N diberikan 200 kg ZA/ha/tahun yang diberikan setiap kali sesudah 2 – 4 kali pemotongan.
Dapat juga dipakai pupuk sangkar sebanyak 400 kw/ha/tahun yang diberikan pada waktu pengolahan tanah dan sesudah pemotongan.

Pemungutan Hasil (pemotongan) :
Pemotongan rumput gajah yang pertama dilakukan sesudah tumbuhan berumur 60 hari, selanjutnya dilakukan selang 40 hari pada demam isu hujan dan selang 60 hari pada demam isu kemarau. Pada pemotongan batang rumput gajah sebaiknya ditinggalkan ± 10 cm dari permukaan tanah. Pemotongan batang tumbuhan yang terlalu pendek menjadikan semakin lambatnya pertumbuhan kembali, namun jikalau batang yang ditinggalkan terlalu panjang maka tunas batang saja yang akan berkembang sedangkan jumlah anakan akan berkurang.

Peremajaan :

Dilakukan jikalau tumbuhan telah berumur 3 – 4 tahun sesudah tumbuhan sudah tidak responsive lagi terhadap pengelolaan. Setelah pemotongan terakhir, tanah diantara barisan dicangkul dan dilakukan pemupukan. Buatlah lubang tanam untuk tumbuhan gres pada perpotongan silang rumput yang lama, untuk menjaga kesinambungan stok hijauan ternak. Setelah tumbuhan gres tumbuh, sisa tumbuhan usang dibongkar sampai ke akar-akarnya.

Sekian postingan perihal Budidaya Rumput Gajah Untuk Pakan Ternak, semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya wangsit bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh Pertanian/Peternakan yang ada didaerah saudara atau membeli buku Budidaya Rumput Gajah Untuk Pakan Ternak yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://sutanmuda.wordpress.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Budi Daya Jangkrik

Cengkerik atau jangkrik (Gryllidae) yakni serangga yang berkerabat erat dengan belalang, mempunyai badan rata dan antena panjang. Jangkrik yakni omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh cengkerik jantan. Suara ini dipakai untuk menarik betina dan menolak jantan lainnya. Suara cengkerik ini semakin keras dengan naiknya suhu sekitar. Di dunia dikenal sekitar 900 spesies cengkerik, termasuk di dalamnya yakni gangsir. Cengkerik telah dipelihara insan semenjak lama, dan di Asia dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Laga cengkerik yakni sejenis permainan yang terkenal dan kerap kali melibatkan taruhan. Di Caraguatatuba, Brazil, cengkerik hitam di dalam ruangan dipercaya sebagai tanda datangnya penyakit, cengkerik hijau harapan, dan cengkerik kelabu uang. Dalam komedi, bunyi cengkerik biasanya dipakai untuk mengambarkan lelucon yang tidak lucu dan tidak menciptakan orang tertawa. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jangkrik)
Jangkrik bisa juga bernilai ekonomi tinggi. Saat ini banyak tempat di Indonesia mulai melirik peluang perjuangan di bidang ini, ada yang diusahakan sebagai sampingan sebelum turun tanam (musim kemarau) bahkan ada juga yang sudah menjadikannya sebagai lahan usaha.

Nah kali ini blog terapan teknologi sempurna guna ingin menyebarkan info Budidaya Jangkrik yang saya dapatkan dari salah satu blog. Informasi ini tentunya masih sangat umum dan saya berharap bila Anda tertarik membudidayakan  Jangkrik belajarlah pada ahlinya baik pada peternak jangkrik yang telah sukses atau bertanya kepada penyuluh peternakan yang ada di tempat saudara.

Tahapan budadaya jangkrik yang akan saya bagikan info ini yakni akal daya jangkrik yang dikembangkan Asosiasi Jangkrik Indonesia atau Astrik Indonesia bekerja sama dengan IPB gampang dan sederhana. Modal awalnya Rp 1,4 juta untuk menciptakan sangkar dan telur jangkrik. Dalam waktu 35 hari jangkrik sudah bisa dipanen dan memperlihatkan laba Rp 900.000.

Jenis jangkrik yang dibudidayakan yakni jangkrik kalung. Jangkrik kalung mengandung protein, asam amino (sistein untuk antioksidan), asam lemak (omega 3 dan omega 6), hormon (progesteron, estrogen, testosteron) dan kolagen dibanding jenis lainnya. Karenanya, jangkrik kalung banyak dimanfaatkan sebagai materi baku industri farmasi, obat, kosmetik, atau pakan burung dan bahkan masakan manusia.

Berikut ini langkah-langkah akal daya jangrik yang dikembangkan Astrik Indonesia dan IPB yang dikutip oleh salah satu blog yang saya jadikan sumber artikel ini :

Membuat kandang

Kandang terbuat dari kayu tripleks atau kardus bekas berukuran 100cm x 60cm x 30cm bisa menampung 4.000 ekor jangkrik. Dan kotak ini bisa dipakai 4-5 kali. Atap sangkar dilapisi koran atau daun kelapa/daun pisang/daun jati/daun tebu/serabut kelapa.

Bahan yang dibutuhkan:
- lakban licin coklat 4 buah
- lem kertas putih 4 buah
- serbuk gergaji 2 plastik
- lis kayu/bambu 40+40

Pendukung pertumbuhan atau rumah jangkrik yakni tempat merambat dan nangkring jangkrik berupa empat lengkungan baik besar dan delapan lenkungan kecil yang dibuat menyerupai kerangka besi sebuah payung.

Penetasan telur

Telur jangkrik dimasukkan ke dalam kain lembab. Telur akan menetas 2-3 hari kemudian. Setiap 400 gram telur akan menghasilkan 80 kg jangkrik umur 35 hari (1 kg jangkrik kurang lebih 1.000 ekor).

Bahan yang diharapkan untuk  media penetasan telur :
- Kain tetas 2 buah/dus atau per kandang
- Nampan 2 buah/dus atau per kandang
- Pasir
- Sprayer
- Kertas koran bekas
- Paket telur jangkrik yang berisi telur 400 gram/paket

Cara menetaskan telur jangkrik :
- Taruh 20 gram telur (1-2 sendok/dus atau per kandang)
- Telur diangin-anginkan terlebih dahulu sekitar 1/2 jam
- Cuci pasir dengan air panas dan letakkan di atas nampan
- Nampan diisi pasir (lembab)
- Siapkan kain tetas dan lembabkan dengan percikan air
- Taruh kain tetas di atas nampan
- Taburkan telur merata di kain tetas
- Tutup telur dengan melipat kain tetas
- Tutup kain tetas dengan kertas koran lembab
- Jaga kelembaban kain tetas (disemprot tiap hari)

Pemeliharaan dan pembesaran

Pada proses pembesaran, jangkrik diberi pakan yang cukup baik yaitu pakan pelet buatan Astrik dan sayuran (wortel, gambas, daun katuk, daun pepaya, sawi, dan lainnya).

Pemberian sayuran mengikuti ketentuan berikut masa pertumbuhan hari ke-1 hingga ke-10 sebanyak 2 kali/hari, hari ke-11 hingga ke-30 (1 kali/2 hari) dan masa pertumbuhan lebih dari 30 hari tidak diberi pakan sayur.

Tahapan pertolongan pakan sayuran untuk jangkrik sebagai berikut :
- Cuci dan tiriskan sayuran
- Iris tipis sayuran yang sudah tiris
- Angin-anginkan sekitar lima menit
- Pakai bantalan lebih baik dikala menganginkan
- Buang sisa sayuran yang tidak dimakan sebelum diganti sebaiknya sore hari
 
Sedangkan untuk minuman diberikan dalam pasir basah

Bahan pakan dan minum

1. Pakan
- Dibutuhkan 6 kg pakan per dus/kandang hingga panen
- Berikan sesuai kebutuhan
- Pakan hendaknya habis tiap hari
- Pemberian pakan dua kali sehari
- Pakan diletakkan di tengah kotak
- Pakai bantalan lebih baik
- Di atap rumah jangkrik (semprot terlebih dahulu)
- Pakan buatan Astrik diletakkan tipis merata (tidak menggunung)

2. Minum
 
Masa Pertumbuhan 1-10 hari minuman diberikan di :
- Spon/busa dibasahi dalam wadah/nampan beralas pasir atau kain di tengah kotak
- Semprot atap rumah jangkrik
- Kontrol pakan dua kali sehari

Masa Pertumbuhan lebih dari 10 hari minuman diberikan di:
- Nampan penetasan yang diisi batu dan air
- Tambah air jikalau kurang

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam akal daya jangkrik kalung:
1. Jangkrik tumbuh kerdil lantaran bibitnya jelek atau suhu sangkar lebih dari 30 derajat C
2. Kanibalisme atau saling memakan antarjangkrik disebabkan kurang makanan/sayur, kurang minum, atau kurang rumah/persembunyian
3. Jangkrik mencret diakibatkan masakan tak teratur dan suhu yang kurang baik.
4. Hati-hati terhadap perangkap yang mengakibatkan jangkrik meloloskan diri dan tidak nyaman menyerupai lakban terbuka, ada lubang lakban, air tergenang, lubang pinggir dinding, dan lubang kecil untuk kabur
5. Penting membersihkan sangkar sebelum dipakai kembali dengan kuas/sikat gigi bekas, semprot dengan larutan sirih atau desinfektan, kemudian jemur di sinar matahari pribadi selama dua hari

Tahap panen dan pemasaran

Jangkrik bisa dipanen pada umur 35 hari yaitu dikala sudah bersayap. Pemasaran jangkrik ini bisa untuk tempat sendiri maupun untuk luar daerah. Konsep pemasaran yang cocok bisa Anda tanyakan pada instansi setempat (Dinas Peternakan setempat)

Tinjauan ekonomi

Dengan modal awal Rp 1,4 juta (postingan sumber tahun 2008), petani bisa memulai perjuangan beternak jangkrik. Modal awal tersebut dipakai untuk kandang, telur, pakan, dan biaya persiapan lainnya (Belum termasuk biaya pengangkutan dan pendampingan), (modal ini bisa lebih besar atau lebih kecil tergantung wilayahnya dan harga barang-barang) :
- Kotak (20 buah) Rp 200.000
- Telur 400 gr Rp 240.000
- Pakan 120 kg Rp 900.000
- Beban oven   Rp    50.000
- Biaya manajemen Rp 10.000
- Total       Rp 1.400.000

Penghitungan laba per 80 kg jangkrik hasil panenan yang dijual Rp 30.000 per kilogram:
- Penjualan 80 kg jangkrik Rp 2.400.000
- Modal Rp 1.400.000
- Biaya pengangkutan satu paket Rp 100.000
- Keuntungan Rp 900.000

Sekian postingan wacana Budidaya Jangkrik, semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh Pertanian/Peternakan yang ada didaerah saudara atau membeli buku Budidaya Jangkrik yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://sutanmuda.wordpress.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...