Showing posts with label Berguna. Show all posts
Showing posts with label Berguna. Show all posts

Friday, March 2, 2018

5 Temuan Yang Unik

Sudah usang saya tidak posting diblog ini, tujuan pembuatan blog diawal untuk mengumpulkan materi teknologi sempurna guna namun sebab malas ngeblog kesudahannya blog jadi terbengkalai. Nah kali ini mumpung lagi ada semangat sedikit mulai posting lagi dan sekalian nanti berkesempatan mengedit kembali postingan yang masih acak tempo hari.

Berikut saya posting 5 temuan teknologi sempurna guna yang unik namun memberi manfaat yang luar biasa yang saya kutip dari salah satu situs online :

1. Pompa Air Bertenaga Sepeda:
Seorang insinyur Inggris berjulukan John Leary menciptakan sebuah pompa air bertenaga sepeda, untuk kepentingan irigasi dan distribusi air di Guatemala. Mekanismenya sederhana, menyambungkan ban belakang sepeda dengan perangkat gesek yang terhubung dengan pompa elektrik. Alat ini sanggup memompa air hingga 40 liter per menit dan desainnya pun sangat portabel. Alat ini sudah diproduksi secara reguler di Guatemala.



2. Misi Kursi Roda Gratis:
Don Schoendorfer lulusan MIT dan istrinya Laurie memutuskan untuk menciptakan bangku roda murah namun efisien. Sehingga lahirlah bangku roda FWM dengan harga pembuatannya sangat-sangat murah 59.20 dollar AS. Kursi roda ini dibentuk di Cina. Perusahaan yang mempunyai nama dengan bangku rodanya tersebut telah menunjukkan 481,655 bangku roda ke 77 negara, tanpa pemungutan biaya pun bagi para penerima.



3. Hippo Roller:
Di beberapa daerah di Afrika, distribusi air yaitu suatu pekerjaan berat yang dilakukan oleh perempuan dan anak-anak. Hippo Roller yaitu alat sederhana untuk mengangkut air dari sumber air ke desa, dengan kapasitas 90 liter. Bentuknya menyerupai tong dengan gagang pendorong yang memudahkannya dipindahkan. Dengan alat ini, pekerjaan sanggup lebih efisien dan ekonomis tenaga.



4. Tungku Roket:
Alat ini mengkombinasikan jalur udara tungku dengan slot materi bakar pada ujung bukaan ruang pembakaran, yang bergantian menuju cerobong dan penukar panas. Alat ini sudah termasyarakatkan di beberapa negara Afrika, gampang dibuat, dengan materi bakar yang kecil sekalipun, menyerupai ranting pohon atau tangkai. Sangat efisien dalam mengurangi penggunaan kayu. Alat ini memenangkan penghargaan Ashden International Energy Champion pada tahun 2009.



5. Lifestraw:
Pada tahun In 2009, terdapat jumlah janjkematian kira-kira 5000 orang sebab meminum air yang tidak kondusif setiap harinya. Jumlah ini berkurang dari 6000 di tahun 2007, dan Lifestraw dari Vestergaard Frandsen berperan dalam penurunan angka tersebut. Alat ini merupakan alat pemurni air yang murah, dengan batas efisiensi 700 liter, yang setara dengan jumlah air yang diminum seseorang per-tahun. Alat ini gampang digunakan, dan tanpa energi listrik. Alat ini sanggup menyaring hingga 99,99% jenis basil dan 98,7% jenis virus yang ada di air. Sangat banyak penghargaan yang pernah didapat oleh alat ini, termasuk Time Magazine’s “Best Invention of 2005”, “Europe’s Best Innovation” oleh Reader’s Digest, dan “Innovation of the Year” oleh Esquire.


Sumber Artikel : http://www.kaskus.co.id

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Wednesday, February 28, 2018

Proses Pengolahan Ikan Asap

Ikan bukanlah hal yang abnormal bagi kita khususnya masyarakat Indonesia lantaran hampir tiap hari kita bisa makan ikan segar, terlebih tempat saya yang terletak di Pulau Sabang, ikan segar sangat gampang didapat baik dengan cara memancing sendiri maupun membeli pada penjual atau pribadi pada nelayan yang gres pulang dari laut.

Ikan merupakan materi makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat selain sebagai komoditi ekspor. Ikan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan materi makanan lain. Bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan mati menimbulkan pembusukan. Mutu olahan ikan sangat tergantung pada mutu materi mentahnya.

Tanda ikan yang sudah busuk:
-  mata suram dan tenggelam;
-  sisik suram dan gampang lepas;
-  warna kulit suram dengan lendir tebal;
-  insang berwarna kelabu dengan lendir tebal;
-  dinding perut lembek;
-  warna keseluruhan suram dan berbau busuk.

Tanda ikan yang masih segar:
-  daging kenyal;
-  mata jernih menonjol;
-  sisik besar lengan berkuasa dan mengkilat;
-  sirip kuat;
-  warna keseluruhan termasuk kulit cemerlang;
-  insang berwarna merah;
-  dinding perut kuat;
-  anyir ikan segar.

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, gampang didapat, dan harganya murah. Namun ikan cepat mengalami proses pembusukan. Oleh lantaran itu pengawetan ikan perlu diketahui semua lapisan masyarakat. Pengawetan ikan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam badan ikan, sehingga tidak menawarkan kesempatan bagi basil untuk berkembang biak. Untuk mendapat hasil awetan yang bermutu tinggi diharapkan perlakukan yang baik selama proses pengawetan menyerupai : menjaga kebersihan materi dan alat yang digunakan, memakai ikan yang masih segar, serta garam yang bersih. Ada majemuk pengawetan ikan, antara lain dengan cara: penggaraman, pengeringan, pemindangan, perasapan, peragian, dan pendinginan

Manfaat makan ikan sudah banyak diketahui orang, menyerupai di negara Jepang dan Taiwanikan merupakan makanan utama dalam lauk sehari-hari yang menawarkan efek kekal muda dan keinginan hidup lebih tinggi dari negara lainnya. Penggolahan ikan dengan banyak sekali cara dan rasa menimbulkan orang mengkonsumsi ikan lebih banyak.

Ikan asap yakni hasil pengawetan ikan secara tradisional yang pengerjaannya merupakan campuran dari penggaraman (perendaman dalam air garam) dan pengasapan sehingga menawarkan rasa khas.

Berbagai cara penggasapan tergantung kepada faktor-faktor berikut :
a.    jenis ikan yang diasap;
b.    besar kecilnya ikan yang diasap.

BAHAN
1)    Ikan bandeng 6 kg
2)    Garam 1 kg
3)    Arang, serpihan kayu, atau serbuk gergaji secukupnya

ALAT
1)    Lemari asap (tungku, drum)
2)    Pisau
3)    Baskom

CARA PEMBUATAN
1)    Siangi ikan, cuci, dan kelompokkan berdasarkan ukuran;
2)    Masukkan garam ke dalam ½ liter air dan didihkan, kemudian dinginkan.
3)    Rendam ikan selama ± 15-20 menit, tiriskan, dan angin-anginkan sampai
permukaan kering;
4)    Ikat satu persatu kemudian :
a.  gantungkan dalam ruang pengasapan, dengan jarak masing-masing ± 1
cm atau;
b. gantung dengan ekor ke bawah dan kepala menghadap ke atas dengan memakai kaitan kawat, atau
c.  susun satu persatu di atas anyaman bambu, kemudian disusun dalam lemari pengasapan secara berlapis-lapis. Antara masing-masing lapisan diberi jarak kira-kira sama dengan rata-rata panjang ikan. Agar pengasapan merata ikan harus dibolak-balik.
 
5)    Siapkan materi bakar berupa arang dan potong-potong kayu di bawah ruang pengasap, kemudian bakar;

 
6)    Bubuhkan ampas tebu atau serbuk gergaji bertahap hingga timbul asap :
•  Panas diatur pada suhu ± 700 800 C. selama 2-3 jam (harus dijaga biar panas merata dan ikan tidak hingga hangus);
•  Panas diatur pada suhu ± 300 400 C selama 4 jam terus menerus. Hasil pengasapan ditandai dengan anyir harum yang khas dari ikan asap;7)    Keluarkan ikan asap dari lemari pengasapan kemudian bungkus atau kemas dalam kantong plastik.

Ciri-ciri khas ikan asap yang baik yakni :
a.  rupa dan warna: produk harus licin, mengkilat, dan berwarna coklat emas muda;
b. anyir dan rasa: produk menawarkan anyir atau aroma yang khas ikan asap (bau asap yang sedap dan merangsang selera);
c.  berair.

Dengan cara pengasapan pada suhu 700 800 C, ikan tahan usang disimpan hingga 1 bulan, dibandingkan dengan pengasapan pada suhu 200 300C (kurang dari 1 bulan) panas dibandingkan dengan pengasapan pada suhu 200 300C. (sampai 1 bulan).

Selain bandeng, ikan yang biasa diasap yakni ikan tembang, lemuru,
kembung, selar, tongkol, dan cakalang.

DAFTAR KEPUSTAKAAN :
1) Ikan asap. Jakarta : Dirjen Industri Kecil, Departemen Perindustrian, s.a.
2) Moeljanto. Pengasapan dan fermentasi. Jakarta : Penebar Swadaya, 1987.

Sekian postingan wacana Proses Pengolahan Ikan Asap, semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku terkait pengolahan ikan asap yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://shampankbie.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Monday, February 19, 2018

5 Temuan Yang Unik

Sudah usang saya tidak posting diblog ini, tujuan pembuatan blog diawal untuk mengumpulkan materi teknologi sempurna guna namun sebab malas ngeblog kesudahannya blog jadi terbengkalai. Nah kali ini mumpung lagi ada semangat sedikit mulai posting lagi dan sekalian nanti berkesempatan mengedit kembali postingan yang masih acak tempo hari.

Berikut saya posting 5 temuan teknologi sempurna guna yang unik namun memberi manfaat yang luar biasa yang saya kutip dari salah satu situs online :

1. Pompa Air Bertenaga Sepeda:
Seorang insinyur Inggris berjulukan John Leary menciptakan sebuah pompa air bertenaga sepeda, untuk kepentingan irigasi dan distribusi air di Guatemala. Mekanismenya sederhana, menyambungkan ban belakang sepeda dengan perangkat gesek yang terhubung dengan pompa elektrik. Alat ini sanggup memompa air hingga 40 liter per menit dan desainnya pun sangat portabel. Alat ini sudah diproduksi secara reguler di Guatemala.



2. Misi Kursi Roda Gratis:
Don Schoendorfer lulusan MIT dan istrinya Laurie memutuskan untuk menciptakan bangku roda murah namun efisien. Sehingga lahirlah bangku roda FWM dengan harga pembuatannya sangat-sangat murah 59.20 dollar AS. Kursi roda ini dibentuk di Cina. Perusahaan yang mempunyai nama dengan bangku rodanya tersebut telah menunjukkan 481,655 bangku roda ke 77 negara, tanpa pemungutan biaya pun bagi para penerima.



3. Hippo Roller:
Di beberapa daerah di Afrika, distribusi air yaitu suatu pekerjaan berat yang dilakukan oleh perempuan dan anak-anak. Hippo Roller yaitu alat sederhana untuk mengangkut air dari sumber air ke desa, dengan kapasitas 90 liter. Bentuknya menyerupai tong dengan gagang pendorong yang memudahkannya dipindahkan. Dengan alat ini, pekerjaan sanggup lebih efisien dan ekonomis tenaga.



4. Tungku Roket:
Alat ini mengkombinasikan jalur udara tungku dengan slot materi bakar pada ujung bukaan ruang pembakaran, yang bergantian menuju cerobong dan penukar panas. Alat ini sudah termasyarakatkan di beberapa negara Afrika, gampang dibuat, dengan materi bakar yang kecil sekalipun, menyerupai ranting pohon atau tangkai. Sangat efisien dalam mengurangi penggunaan kayu. Alat ini memenangkan penghargaan Ashden International Energy Champion pada tahun 2009.



5. Lifestraw:
Pada tahun In 2009, terdapat jumlah janjkematian kira-kira 5000 orang sebab meminum air yang tidak kondusif setiap harinya. Jumlah ini berkurang dari 6000 di tahun 2007, dan Lifestraw dari Vestergaard Frandsen berperan dalam penurunan angka tersebut. Alat ini merupakan alat pemurni air yang murah, dengan batas efisiensi 700 liter, yang setara dengan jumlah air yang diminum seseorang per-tahun. Alat ini gampang digunakan, dan tanpa energi listrik. Alat ini sanggup menyaring hingga 99,99% jenis basil dan 98,7% jenis virus yang ada di air. Sangat banyak penghargaan yang pernah didapat oleh alat ini, termasuk Time Magazine’s “Best Invention of 2005”, “Europe’s Best Innovation” oleh Reader’s Digest, dan “Innovation of the Year” oleh Esquire.


Sumber Artikel : http://www.kaskus.co.id

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Sunday, February 18, 2018

Proses Pengolahan Ikan Asap

Ikan bukanlah hal yang abnormal bagi kita khususnya masyarakat Indonesia lantaran hampir tiap hari kita bisa makan ikan segar, terlebih tempat saya yang terletak di Pulau Sabang, ikan segar sangat gampang didapat baik dengan cara memancing sendiri maupun membeli pada penjual atau pribadi pada nelayan yang gres pulang dari laut.

Ikan merupakan materi makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat selain sebagai komoditi ekspor. Ikan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan materi makanan lain. Bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan mati menimbulkan pembusukan. Mutu olahan ikan sangat tergantung pada mutu materi mentahnya.

Tanda ikan yang sudah busuk:
-  mata suram dan tenggelam;
-  sisik suram dan gampang lepas;
-  warna kulit suram dengan lendir tebal;
-  insang berwarna kelabu dengan lendir tebal;
-  dinding perut lembek;
-  warna keseluruhan suram dan berbau busuk.

Tanda ikan yang masih segar:
-  daging kenyal;
-  mata jernih menonjol;
-  sisik besar lengan berkuasa dan mengkilat;
-  sirip kuat;
-  warna keseluruhan termasuk kulit cemerlang;
-  insang berwarna merah;
-  dinding perut kuat;
-  anyir ikan segar.

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, gampang didapat, dan harganya murah. Namun ikan cepat mengalami proses pembusukan. Oleh lantaran itu pengawetan ikan perlu diketahui semua lapisan masyarakat. Pengawetan ikan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam badan ikan, sehingga tidak menawarkan kesempatan bagi basil untuk berkembang biak. Untuk mendapat hasil awetan yang bermutu tinggi diharapkan perlakukan yang baik selama proses pengawetan menyerupai : menjaga kebersihan materi dan alat yang digunakan, memakai ikan yang masih segar, serta garam yang bersih. Ada majemuk pengawetan ikan, antara lain dengan cara: penggaraman, pengeringan, pemindangan, perasapan, peragian, dan pendinginan

Manfaat makan ikan sudah banyak diketahui orang, menyerupai di negara Jepang dan Taiwanikan merupakan makanan utama dalam lauk sehari-hari yang menawarkan efek kekal muda dan keinginan hidup lebih tinggi dari negara lainnya. Penggolahan ikan dengan banyak sekali cara dan rasa menimbulkan orang mengkonsumsi ikan lebih banyak.

Ikan asap yakni hasil pengawetan ikan secara tradisional yang pengerjaannya merupakan campuran dari penggaraman (perendaman dalam air garam) dan pengasapan sehingga menawarkan rasa khas.

Berbagai cara penggasapan tergantung kepada faktor-faktor berikut :
a.    jenis ikan yang diasap;
b.    besar kecilnya ikan yang diasap.

BAHAN
1)    Ikan bandeng 6 kg
2)    Garam 1 kg
3)    Arang, serpihan kayu, atau serbuk gergaji secukupnya

ALAT
1)    Lemari asap (tungku, drum)
2)    Pisau
3)    Baskom

CARA PEMBUATAN
1)    Siangi ikan, cuci, dan kelompokkan berdasarkan ukuran;
2)    Masukkan garam ke dalam ½ liter air dan didihkan, kemudian dinginkan.
3)    Rendam ikan selama ± 15-20 menit, tiriskan, dan angin-anginkan sampai
permukaan kering;
4)    Ikat satu persatu kemudian :
a.  gantungkan dalam ruang pengasapan, dengan jarak masing-masing ± 1
cm atau;
b. gantung dengan ekor ke bawah dan kepala menghadap ke atas dengan memakai kaitan kawat, atau
c.  susun satu persatu di atas anyaman bambu, kemudian disusun dalam lemari pengasapan secara berlapis-lapis. Antara masing-masing lapisan diberi jarak kira-kira sama dengan rata-rata panjang ikan. Agar pengasapan merata ikan harus dibolak-balik.
 
5)    Siapkan materi bakar berupa arang dan potong-potong kayu di bawah ruang pengasap, kemudian bakar;

 
6)    Bubuhkan ampas tebu atau serbuk gergaji bertahap hingga timbul asap :
•  Panas diatur pada suhu ± 700 800 C. selama 2-3 jam (harus dijaga biar panas merata dan ikan tidak hingga hangus);
•  Panas diatur pada suhu ± 300 400 C selama 4 jam terus menerus. Hasil pengasapan ditandai dengan anyir harum yang khas dari ikan asap;7)    Keluarkan ikan asap dari lemari pengasapan kemudian bungkus atau kemas dalam kantong plastik.

Ciri-ciri khas ikan asap yang baik yakni :
a.  rupa dan warna: produk harus licin, mengkilat, dan berwarna coklat emas muda;
b. anyir dan rasa: produk menawarkan anyir atau aroma yang khas ikan asap (bau asap yang sedap dan merangsang selera);
c.  berair.

Dengan cara pengasapan pada suhu 700 800 C, ikan tahan usang disimpan hingga 1 bulan, dibandingkan dengan pengasapan pada suhu 200 300C (kurang dari 1 bulan) panas dibandingkan dengan pengasapan pada suhu 200 300C. (sampai 1 bulan).

Selain bandeng, ikan yang biasa diasap yakni ikan tembang, lemuru,
kembung, selar, tongkol, dan cakalang.

DAFTAR KEPUSTAKAAN :
1) Ikan asap. Jakarta : Dirjen Industri Kecil, Departemen Perindustrian, s.a.
2) Moeljanto. Pengasapan dan fermentasi. Jakarta : Penebar Swadaya, 1987.

Sekian postingan wacana Proses Pengolahan Ikan Asap, semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku terkait pengolahan ikan asap yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://shampankbie.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...