Showing posts with label TTG. Show all posts
Showing posts with label TTG. Show all posts

Monday, March 5, 2018

Mengenal Terapan


Teknologi sempurna guna ialah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu biar sanggup diadaptasi dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi sempurna guna haruslah menerapkan metode yang ekonomis sumber daya, gampang dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.

Istilah ini biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau tempat perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju. Bentuk dari "teknologi sempurna guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi "padat karya" daripada "padat modal". Kendati perangkat ekonomis pekerja juga digunakan, ia bukan berarti berbiaya tinggi atau mahal ongkos perawatan. Pada pelaksanaannya, teknologi sempurna guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang sanggup mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu. Di negara maju, istilah teknologi sempurna guna mempunyai arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan.

Terapan Teknologi Tepat Guna (TTG) merupakan proses Kegiatan alih teknologi yang relatif sederhana, gampang diterapkan sebagai sarana produksi barang dan jasa pada perjuangan skala ekonomi yang produktif, dan bisa memperluas kesempatan kerja dan menyerap tenaga kerja bagi pengangguran maupun setengah penganggur”. Program kewirausahaan dalam rangka ekspansi kesempatan kerja melalui acara terapan teknologi sempurna guna (TTG) dibutuhkan sanggup meningkatkan sekaligus memberdayakan ekonomi rumah tangga masyarakat.

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Tempe

Sekilas Tentang Tempe 
Tempe ialah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa materi lain yang memakai beberapa jenis kapang Rhizopus, ibarat Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".
Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang gampang dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, ibarat antibiotika untuk menyembuhkan benjol dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Secara umum, tempe berwarna putih alasannya ialah pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi menciptakan tempe mempunyai rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi kini telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah memakai tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya kini tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, ibarat Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga kini berusaha menyebarkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe.

Proses Pembuatan Tempe 
Terdapat banyak sekali metode pembuatan tempe. Namun, teknik pembuatan tempe di Indonesia secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman dan pengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan fermentasi.
  • Pada tahap awal pembuatan tempe, biji kedelai direbus. Tahap perebusan ini berfungsi sebagai proses hidrasi, yaitu biar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin. Perebusan juga dimaksudkan untuk melunakkan biji kedelai supaya nantinya sanggup menyerap asam pada tahap perendaman. 
  • Kulit biji kedelai dikupas pada tahap pengupasan biar miselium fungi sanggup menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan sanggup dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.
  • Setelah dikupas, biji kedelai direndam. Tujuan tahap perendaman ialah untuk hidrasi biji kedelai dan membiarkan terjadinya fermentasi asam laktat secara alami biar diperoleh keasaman yang diharapkan untuk pertumbuhan fungi. Fermentasi asam laktat terjadi dicirikan oleh munculnya bau asam dan buih pada air rendaman akhir pertumbuhan kuman Lactobacillus. Bila pertumbuhan kuman asam laktat tidak optimum (misalnya di negara-negara subtropis, asam perlu ditambahkan pada air rendaman. Fermentasi asam laktat dan pengasaman ini ternyata juga bermanfaat meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.
  • Proses pembersihan selesai dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin dibuat oleh kuman asam laktat dan biar biji kedelai tidak terlalu asam. Bakteri dan kotorannya sanggup menghambat pertumbuhan fungi.
  • Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi tempe atau laru. Inokulum sanggup berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau daun jati (disebut usar; dipakai secara tradisional), spora kapang tempe dalam medium tepung (terigu, beras, atau tapioka; banyak dijual di pasaran), ataupun kultur R. oligosporus murni (umum dipakai oleh pembuat tempe di luar Indonesia).  Inokulasi sanggup dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah masbodoh dan dikeringkan, kemudian dicampur merata sebelum pembungkusan; atau (2) inokulum sanggup dicampurkan eksklusif pada ketika perendaman, dibiarkan beberapa lama, kemudian dikeringkan.
  • Setelah diinokulasi, biji-biji kedelai dibungkus atau ditempatkan dalam wadah untuk fermentasi. Berbagai materi pembungkus atau wadah sanggup dipakai (misalnya daun pisang, daun waru, daun jati, plastik, gelas, kayu, dan baja), asalkan memungkinkan masuknya udara alasannya ialah kapang tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh. Bahan pembungkus dari daun atau plastik biasanya diberi lubang-lubang dengan cara ditusuk-tusuk.
  • Biji-biji kedelai yang sudah dibungkus dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Pada proses ini kapang tumbuh pada permukaan dan menembus biji-biji kedelai, menyatukannya menjadi tempe. Fermentasi sanggup dilakukan pada suhu 20 °C–37 °C selama 18–36 jam. Waktu fermentasi yang lebih singkat biasanya untuk tempe yang memakai banyak inokulum dan suhu yang lebih tinggi, sementara proses tradisional memakai laru dari daun biasanya membutuhkan waktu fermentasi hingga 36 jam.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Tempe, semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres terutama varian tempe atau yang terkait yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Tatacara atau Proses Membuat Tempe yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : id.wikipedia.org/wiki/Tempe

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Tahu

Sekilas Tentang Tahu

Tahu ialah kuliner yang dibentuk dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang orisinil dari Indonesia, tahu berasal dari Cina, menyerupai halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Tahu ialah kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti "kedelai yang difermentasi". Tahu pertama kali muncul di Tiongkok semenjak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya ialah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan Dinasti Han.
Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, kuliner ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, kemudian juga hasilnya ke seluruh dunia. Di Kediri tahu kuning menjadi kuliner khas. Ada pula mengenai sejarah tahu kuning. Sebagaimana tempe, tahu dikenal sebagai kuliner rakyat. Beraneka ragam jenis tahu yang ada di Indonesia umumnya dikenal dengan tempat pembuatannya, contohnya tahu Sumedang dan tahu Kediri. Aneka kuliner dari tahu antara lain tahu bacem, tahu bakso, tahu isi (tahu bunting), tahu campur, perkedel tahu, kerupuk tahu, dan lain-lain.(Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Tahu)

Secara Garis Besar Proses Pembuatan Tahu dapat aku jabarkan sebagai berikut :

  • Plih kedelai yang higienis dan besar ukurannya, kemudian basuh hingga bersih. 
  • Rendam kedelai dalam air higienis selama 8 jam, Usahakan seluruh kedelai tenggelam. Dalam proses perendaman ini kedelai akan mengembang. 
  • Bersihkan kembali kedelai dengan cara dicuci berkali kali. Usahakan kedelai ini sebersih mungkin untuk menghindari kedelai cepat masam. 
  • Hancurkan kedelai dengan cara ditumbuk dan secara perlahan tambahkan air sedikit-demi sedikit sehingga kedelainya berbentuk bubur. 
  • Masak bubur kedelai dengan hati-hati pada suhu 70-80 derajat (biasanya ditandai dengan gelembung kecil yang muncul pada kedelai yang dimasak). Ingat untuk menjaga biar kedelai jangan hingga mengental. 
  • Saring bubur kedelai tersebut bersama kerikil tahu atau asam cukup, sambil diaduk secara perlahan. Proses ini akan menghasilkan endapan tahu (gumpalan). 
  • Endapan itu kemudian siap untuk di press dan di cetak sesuai ukuran dan impian anda
  • Taruh di dalam cetakan, kemudian taruh pemberat yang berfungsi untuk menekan ampas supaya kandungan airnya benar-benar habis.
  • Keluarkan tahu dari cetakan, potong sesuai selera, dan siap dikonsumsi 
Sekian postingan wacana Proses Pembuatan Tahu, semoga menambah informasi bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Tahu yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Bagi yang ingin mengakibatkan tahu sebagai kuliner terutama menjadi Nungget Tahu, silahkan intip resepnya di indo-teknoloqi.blogspot.com/search?q=resep-nugget-tahu

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Sunday, March 4, 2018

Proses Pembuatan Kecap

Sekilas Tentang Kecap

Ilustrasi Beragam Jenis Kecap Terkenal di Pasaran
Kecap yaitu bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa cairan berwarna hitam yang rasanya anggun atau asin. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya yaitu kedelai atau kedelai hitam. Namun ada pula kecap yang dibentuk dari materi dasar air kelapa yang umumnya berasa asin. Kecap anggun biasanya kental dan terbuat dari kedelai, sementara kecap asin lebih cair dan terbuat dari kedelai dengan komposisi garam yang lebih banyak, atau bahkan ikan laut. Selain berbahan dasar kedelai atau kedelai hitam bahkan air kelapa, kecap juga sanggup dibentuk dari ampas padat dari pembuatan tahu. (Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Kecap)

Proses Pembuatan Kecap
Ada beberapa macam materi baku pembuat kecap, namun kali ini kami akan memposting kecap yang berbahan dasar kedelai.
  • Cuci kedelai dan rendam dalam 3 liter air selama satu malam.
  • Kemudian rebus hingga kulit kedelai menjadi lunak. Tiriskan, dinginkan di tampah.
  • Beri ragi tempe pada kedelai yang didinginkan.
  • Aduk hingga rata dan simpan pada suhu ruang (25-30° Celcius) selama 3-5 hari.
  • Setelah kedelai ditumbuhi jamur yang berwarna putih merata, tambahkan larutan garam.
  • Tempatkan dalam suatu wadah dan biarkan selama 3-4 ahad pada suhu ruang.
  • Batas maksimum Cara Membuat Kecap dalam proses penggaraman ini yaitu dua bulan.
  • Segera tuangkan air bersih, masak hingga mendidih kemudian saring.
  • Cara Membuat Kecap dengan memasukkan kembali hasil saringan, tambahkan gula merah dan bumbu-bumbu.
  • Bumbu ini (kecuali daun salam, daun jeruk dan serai) digiling halus dulu dan campur hingga rata.
  • Banyaknya pemakaian gula merah tergantung untuk kecap asin atau kecap anggun (lihat: catatan).
  • Setelah semua bumbu dicampurkan ke dalam hasil saringan, masak sambil terus diaduk-aduk.
  • Perebusan dilarang apabila sudah mendidih dan tidak berbentuk buih lagi.
  • Setelah gabungan tersebut masak, dinginkan dan saring dengan kain saring.
  • Selesailah Cara Membuat Kecap
  • Kecap siap untuk dikemas.
Sekian postingan ihwal Proses Pembuatan Kecap semoga menambah informasi bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Pembuatan Kecap yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan
 
Sumber Artikel  : cara-membuat.org
Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Sirup

Sekilas Tentang Sirup 

Sirup (dari Bahasa Arab شراب sharab, minuman) yakni cairan yang kental dan mempunyai kadar gula terlarut yang tinggi, namun hampir tidak mempunyai kecenderungan untuk mengendapkan kristal. Viskositas (kekentalan) sirup disebabkan oleh banyaknya ikatan hidrogen antara gugus hidroksil (OH) pada molekul gula terlarut dengan molekul air yang melarutkannya. Secara teknik maupun dalam dunia ilmiah, istilah sirup juga sering dipakai untuk menyebut cairan kental, umumnya residu, yang mengandung zat terlarut selain gula. 
Untuk meningkatkan kadar gula terlarut, biasanya sirup dipanaskan. Larutan sirup menjadi super-jenuh. Sirup juga sering dipakai pada dunia obat-obatan, masakan serta minuman.(Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Sirup)

Secara umum Proses Pembuatan Sirup  dapat dijabarkan sebagai berikut :
  • Sirup bisa dibentuk dengan buah orisinil atau essense perasa, atau keduanya. Sirup yang dibentuk dengan buah asli, akhirnya tidak sejernih sirup yang dibentuk dengan essense perasa. Tetapi dari rasa tentu saja yang lebih segar sirup dari buah asli. 
  • Pembuatan sirup harus memakai alat-alat yang benar-benar higienis supaya sirup tidak berjamur. Botol harus steril, kering dan tidak berbau. 
  • Gunakan gula pasir putih dan bersih. Ketika memasak gula Anda akan menemukan lapisan busa di permukaan larutan, aduk sebentar kemudian teruskan memasak. Busanya akan berkurang, busa yang tersisa sanggup Anda buang. 
  • Sirup yang baik harus kental. Untuk itulah adonan larutan gula dan larutan gula harus dimasak kembali. Sirup akan mengkristal jikalau terlalu usang dimasak. 
  • Untuk pembuatan sirup murni tanpa komplemen juice buah asli, sebaiknya tambahkan Glukose syrup (beli di tempat penjual materi kue) sebanyak 100 gram tiap 1Kg gula, semoga sirup tidak mengkristal kembali. 
  • Setelah agak cuek gres masukkan pewarna makanan, essense perasa (artificial flavour). 
  • Jika mau diberi pengawet masakan (benzoat) ukurannya 1gr = 1 Kg materi atau 1L cairan. Caranya Pengawet dicairkan dulu dengan sedikit air, dimasukkan saat sirup sudah diangkat dari atas kompor, namun masih dalam keadaan agak panas.
Sekian postingan wacana Proses Pembuatan Sirup, semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya ilham bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Sirup yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Saturday, March 3, 2018

Proses Pembuatan Nata De Coco

Sekilas Tentang Nata de Coco 

Nata de coco yakni hidangan epilog yang terlihat menyerupai jeli, berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. Makanan ini dihasilkan dari fermentasi air kelapa, dan mulanya dibentuk di Filipina. "Nata de coco" dalam bahasa Spanyol berarti "krim kelapa". Krim yang dimaksudkan yakni santan kelapa. Penamaan nata de coco dalam bahasa Spanyol alasannya yakni Filipina pernah menjadi koloni Spanyol. 

Bibit nata yakni kuman Acetobacter xylinum yang akan sanggup membentuk serat nata kalau ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses yang terkontrol. Dalam kondisi demikian, kuman tersebut akan menghasilkan enzim yang sanggup menyusun zat gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang kesudahannya nampak padat berwarna putih hingga transparan, yang disebut sebagai nata.
Acetobacter Xylinum sanggup tumbuh pada pH 3,5 – 7,5, namun akan tumbuh optimal bila pH nya 4,3, sedangkan suhu ideal bagi pertumbuhan kuman Acetobacter Xylinum pada suhu 28°– 31 °C. Bakteri ini sangat memerlukan oksigen. Asam asetat atau asam cuka dipakai untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air kelapa. Asam asetat yang baik yakni asam asetat glacial (99,8%). Asam asetat dengan konsentrasi rendah sanggup digunakan, namun untuk mencapai tingkat keasaman yang diinginkan yaitu pH 4,5 – 5,5 diharapkan dalam jumlah banyak. Selain asan asetat, asam-asam organik dan anorganik lain bisa digunakan.

Secara Umum Proses Pembuatan Nata de Coco dapat dijabarkan sebagai berikut :
Bahan-bahan yang kita perlukan, yaitu: 
• 100 liter air kelapa • 100 gram(gr) gula pasir • 500 gram (gr) ZA • 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat • 1 sendok makan asam sitrat
Cara membuatnya adalah:
1. 100 liter air kelapa disaring, kemudian ditambahkan dengan: 100 gr gula pasir, 500 gram (gr) ZA 
2. Mendidihkan adonan bahan-bahan nomor 1 di atas, kemudian mematikan api kompor, dan menambah adonan tersebut dengan 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat.

Pembuatan starter
Untuk starter bisa diperoleh di toko kimia atau perusahaan yang menciptakan nata de coco, atau bagi yang ingin membuatnya sendiri bisa dengan cara sebagai berikut :
1. Sediakan buah nanas yang matang dan dikupas kemudian dicuci higienis dan dipotong kecil-kecil untuk memudahkan penghancuran. 
2. Buah nanas yang telah dihancurkan kemudian diperas sari buahnya hingga habis dan ampas nanas dicampur dengan gula pasir serta air dengan perbandingan 6 : 3 : 1 ( Ampas nanas : Air : Gula ) 
3. Campuran diaduk hingga rata dan dimasukan kedalam botol kemudian ditutup dengan kertas disimpan selama 2 ahad hingga terbentuk lapisan putih di atasnya. 
4. Larutan ini merupakan starter untuk pembuatan nata de coco

Pembuatan Nata de Coco
1. Siapkan nampan yang telah disterilisasikan (melalui pemanasan oleh sinar matahari/pencelupan nampan higienis ke dalam air panas). 
2. Memasang karet gelang pada bab tengah nampan hasil sterilisasi. 
3. Memasukkan air kelapa hasil pendidihan ke dalam loyang ± 1—1,5 liter di setiap loyang, kemudian menutupnya dengan koran dan mengikatnya dengan karet. Setelah itu dibiarkan hingga cuek (memeramnya selama ± 1 hari). 
4. Setelah cuek (± 1 hari) dilakukan inokulasi yaitu menambahkan starter yang telah dibentuk ke dalam loyang berisi adonan air kelapa yang telah didinginkan tadi (diperam), dan memeramnya kembali selama 7 hari.

Agar kuman Acetobacter xilynum sanggup bekerja dengan baik, yaitu mengubah glukosa menjadi selulose atau dalam pembentukan lapisan nata maka yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nata de coco yaitu kondisi peralatan serta ruangan yang cukup steril.
Apabila kondisi ruangan kurang steril sehingga memungkinkan sirkulasi udara berjalan menyerupai biasa maka peluang untuk terjadinya kontaminasi pada nata yang diproduksi cukup besar, begitu pula kalau peralatan yang dipakai kurang steril maka juga sanggup menjadikan kontaminasi (kerusakan pada lapisan nata yang diproduksi).
Jika nata telah terbentuk, maka kita sudah bisa mengambilnya, Berikut cara-cara mengambilnya:
1. Nata yang terbentuk diambil dan dibuang bab yang rusak (jika ada), kemudian dibersihkan dengan air (dibilas). Kemudian direndam dengan air higienis selama 1 hari. 
2. Pada hari kedua rendaman diganti dengan air higienis dan direndam lagi selama 1 hari. 
3. Pada hari ketiga nata dicuci higienis dan dipotong bentuk kubus (ukuran sesuai selera) kemudian direbus hingga mendidih dan air rebusan yang pertama dibuang. 
4. Nata yang telah dibuang airnya tadi, kemudian direbus lagi dan ditambahkan dengan satu sendok makan asam sitrat.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Nata de Coco, semoga menambah gosip bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Nata De Coco yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Abon Daging

Sekilas Tentang Abon 
Abon adalah masakan yang yang terbuat dari serat daging. Penampilannya biasanya berwarna cokelat terperinci sampai kehitaman. Abon tampak mirip serat, alasannya yaitu didominasi oleh serat-serat otot yang mengering. Karena kering, abon biasanya abadi disimpan berminggu-minggu sampai berbulan-bulan dalam kemasan kedap udara. Selain dari materi dasar daging, ada beberapa abon yang berbahan dasar ikan, mirip ikan tuna, ikan lele, dan belut.
Abon biasanya dimakan sebagai lauk taburan di atas nasi atau bubur ayam, atau sebagai isi lemper. Di Indonesia, daging yang biasa dipakai untuk menciptakan abon berasal dari daging sapi, sehingga orang mengenal 'abon sapi'. Selain daging sapi, materi lain yang dipakai yaitu ayam, babi, ikan, dan kambing. Di China, abon yang paling lazim yaitu abon daging babi yang disebut rousong. Sentra pembuatan abon sapi di Indonesia ketika ini ada di tempat Boyolali, Solo, Salatiga, dan sekitarnya. Sedangkan pusat pembuatan abon babi terdapat di Bali.

Proses Pembuatan Abon Daging 
Potongan daging yang telah dibumbui dengan garam dan kecap, direbus dan dididihkan, sehingga serat-serat daging mulai terlepas dan gampang disuwir-suwir. Hal ini alasannya yaitu kandungan kolagen dan elastin zat pengikat otot telah larut oleh air rebusan. Daging yang mulai tercerai-berai hasil rebusan ini lalu dikeringkan, sanggup dengan cara dijemur atau memakai oven. Setelah itu daging ini disangrai di atas penggorengan besar sambil ditumbuk-tumbuk. Ketika ditumbuk daging ini membentuk serat-serat daging yang ibarat gumpalan benang. Saat disangrai ini serat daging ditambahkan bumbu-bumbu penambah rasa, mirip gula jawa dan bawang goreng, terus diaduk sampai benar-benar kering. Selain itu, beberapa abon dengan kualitas rendah sering ditambahkan materi pengisi, mirip kacang koro pedang, dll.

Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Abon Daging, semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Abon Daging yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan
Sumber Artikel : id.wikipedia.org/wiki/Abon

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Sabun Dari Minyak Kelapa

Sekilas Tentang Sabun 
Ilustrasi Macam-Macam Sabun
Sabun yaitu surfaktan yang dipakai dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang sebab sejarah dan bentuk umumnya. Penggunaan sabun cair juga telah telah meluas, terutama pada sarana-sarana publik. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi gampang dibawa oleh air bersih. Di negara berkembang, deterjen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci atau membersihkan.

Banyak sabun merupakan adonan garam natrium atau kalium dari asam lemak yang sanggup diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali (seperti natrium atau kalium hidroksida) pada suhu 80–100 °C melalui suatu proses yang dikenal dengan saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Secara tradisional, alkali yang dipakai yaitu kalium yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan, atau dari arang kayu. Sabun sanggup dibentuk pula dari minyak tumbuhan, menyerupai minyak kelapa Sumber :( id.wikipedia.org/wiki/Sabun)

Proses Pembuatan Sabun Minyak Kelapa

Komposisi materi baku dasar menciptakan sabun transparan :
  • Asam stearat 700 gram, 
  • Minyak kelapa 2 kg, 
  • NaOH 30 % 2,03 kg, 
  • Glislerin 1,3 kg, 
  • Etanol 1,5 kg, 
  • Gula pasir 750 gram, dan 
  • Coco-DEA 300 gram, 
  • NaCl 20 gram, 
  • Asam sitrat 300 gram, 
  • Air 450 ml, 
  • Cetakan persegi 4 buah ukuran (25x17x5 cm)
Proses atau Cara Membuat Sabun :
  • Asam stearat kita cairkan pada suhu 60 oC selama 15 menit. Lalu tambahkan minyak kelapa dan aduklah sampai merata.
  • Ketika suhu sudah mencapai 70-80 oC tambahkan NaOH dan aduk selama 2-4 menit sampai terbentuk sabun.
  • Tambahkan Gliserin, gula pasir, asam sitrat, etanol, Coco-DEA, NaCl, dan air. Teruskan mengaduk selama 7-10 menit sampai adonan menjadi homogen.
  • Tuangkan adonan ke dalam cetakan dan diamkan selama 24 jam sampai sabun mengeras.
  • Keluarkan sabun transparan dasar yang telah mengeras dari cetakan dan simpan dalam kardus.
Langkah selanjutnya yaitu menciptakan sabun transparan contohnya sabun aneka bentuk yang memakai sabun dasar ditambahkan pewarna dan pewangi pada suhu 40 oC

Sumber : epetani.deptan.go.id

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Friday, March 2, 2018

Proses Pembuatan Emping Melinjo

Sekilas Tentang Emping Melinjo
Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil yaitu suatu spesies flora berbiji terbuka (Gymnospermae) berbentuk pohon yang berasal dari Asia tropik, melanesia, dan Pasifik Barat. Melinjo dikenal pula dengan nama belinjo, mlinjo (bahasa Jawa), tangkil (bahasa Sunda) atau bago (bahasa Melayu dan bahasa Tagalog), Khalet (Bahasa Kamboja).Melinjo banyak ditanam di pekarangan sebagai peneduh atau pembatas pekarangan dan terutama dimanfaatkan buah dan daunnya. Berbeda dengan anggota Gnetum lainnya yang biasanya merupakan liana, melinjo berbentuk pohon.
Emping yaitu sejenis camilan yang terbuat dengan cara menghancurkan materi baku (biasanya terbuat dari biji melinjo) hingga halus lalu dikeringkan di bawah sinar matahari.
Pembuatan emping melinjo diawali dengan menyangrai melinjo, lalu dikupas dan ditipiskan dengan sejenis palu dari batu. Makanan ini banyak dihasilkan oledih pengusaha kecil, biasanya emping melinjo diproduksi oleh industri kawasan contohnya di Kabupaten Klaten Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur, yaitu di Kabupaten Magetan dan di Kabupaten Bantul. Emping sebagian diekspor ke Timur Tengah dan Amerika Serikat.

Proses pembuatan Emping Melinjo
Proses pembuatan emping sangat gampang dan sederhana, yaitu dengan menyangrai biji melinjo bersama pasir dan lalu dipukul-pukul hingga tipis. Peralatan yang dipergunakan juga sederhana, yaitu yang biasa dipakai dirumah tangga. Riasanya emping dipasarkan dalam keadaan mentah maupun sanggup dicampur dengan udang atau kerang untuk menambah rasa dan rupa yang telah digoreng.
Proses Pembuatan Emping Melinjo sanggup didiskripsikan sebagai berikut :
  1. Buah melinjo dibersihkan dari daun dan buah yang sudah matang.
  2. Buah Melinjo disangrai dengan pasir dan diaduk-aduk hingga warna kulit luarnya menjadi kecoklatan.
  3. Setelah warna kecoklatan, lalu dipukul dengan kerikil atau Palu hingga kulitnya yang keras pecah sehinggi biji melinjo yang telah higienis dari kulitnya
  4. Biji yang telah terpisah dari kulit adi dipukul.puku1 hingga tipis (biasa memakai palu kayu dan beralaskan kayu)
  5. Kemudian dijemur dalam tampah hingga kering
  6. Disimpan dalam kantong plastik dalam keadaan mentah,

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

5 Temuan Yang Unik

Sudah usang saya tidak posting diblog ini, tujuan pembuatan blog diawal untuk mengumpulkan materi teknologi sempurna guna namun sebab malas ngeblog kesudahannya blog jadi terbengkalai. Nah kali ini mumpung lagi ada semangat sedikit mulai posting lagi dan sekalian nanti berkesempatan mengedit kembali postingan yang masih acak tempo hari.

Berikut saya posting 5 temuan teknologi sempurna guna yang unik namun memberi manfaat yang luar biasa yang saya kutip dari salah satu situs online :

1. Pompa Air Bertenaga Sepeda:
Seorang insinyur Inggris berjulukan John Leary menciptakan sebuah pompa air bertenaga sepeda, untuk kepentingan irigasi dan distribusi air di Guatemala. Mekanismenya sederhana, menyambungkan ban belakang sepeda dengan perangkat gesek yang terhubung dengan pompa elektrik. Alat ini sanggup memompa air hingga 40 liter per menit dan desainnya pun sangat portabel. Alat ini sudah diproduksi secara reguler di Guatemala.



2. Misi Kursi Roda Gratis:
Don Schoendorfer lulusan MIT dan istrinya Laurie memutuskan untuk menciptakan bangku roda murah namun efisien. Sehingga lahirlah bangku roda FWM dengan harga pembuatannya sangat-sangat murah 59.20 dollar AS. Kursi roda ini dibentuk di Cina. Perusahaan yang mempunyai nama dengan bangku rodanya tersebut telah menunjukkan 481,655 bangku roda ke 77 negara, tanpa pemungutan biaya pun bagi para penerima.



3. Hippo Roller:
Di beberapa daerah di Afrika, distribusi air yaitu suatu pekerjaan berat yang dilakukan oleh perempuan dan anak-anak. Hippo Roller yaitu alat sederhana untuk mengangkut air dari sumber air ke desa, dengan kapasitas 90 liter. Bentuknya menyerupai tong dengan gagang pendorong yang memudahkannya dipindahkan. Dengan alat ini, pekerjaan sanggup lebih efisien dan ekonomis tenaga.



4. Tungku Roket:
Alat ini mengkombinasikan jalur udara tungku dengan slot materi bakar pada ujung bukaan ruang pembakaran, yang bergantian menuju cerobong dan penukar panas. Alat ini sudah termasyarakatkan di beberapa negara Afrika, gampang dibuat, dengan materi bakar yang kecil sekalipun, menyerupai ranting pohon atau tangkai. Sangat efisien dalam mengurangi penggunaan kayu. Alat ini memenangkan penghargaan Ashden International Energy Champion pada tahun 2009.



5. Lifestraw:
Pada tahun In 2009, terdapat jumlah janjkematian kira-kira 5000 orang sebab meminum air yang tidak kondusif setiap harinya. Jumlah ini berkurang dari 6000 di tahun 2007, dan Lifestraw dari Vestergaard Frandsen berperan dalam penurunan angka tersebut. Alat ini merupakan alat pemurni air yang murah, dengan batas efisiensi 700 liter, yang setara dengan jumlah air yang diminum seseorang per-tahun. Alat ini gampang digunakan, dan tanpa energi listrik. Alat ini sanggup menyaring hingga 99,99% jenis basil dan 98,7% jenis virus yang ada di air. Sangat banyak penghargaan yang pernah didapat oleh alat ini, termasuk Time Magazine’s “Best Invention of 2005”, “Europe’s Best Innovation” oleh Reader’s Digest, dan “Innovation of the Year” oleh Esquire.


Sumber Artikel : http://www.kaskus.co.id

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Budidaya Jamur Merang

Kali ini Blog Terapan TTG akan mencoba memposting salah satu aktivitas yang mengunakan teknologi sederhana dengan materi baku yang ada disekitar kita terutama wilayah pendesaan. Nah malam ini saya jalan-jalan ke blog-blog dan mendapat isu gres ihwal Proses Budidaya Jamur Merang, sebelum saya posting prosesnya yang saya kutip dari salah satu blog mari kita simak Apa itu Jamur Merang.

Jamur merang (Volvariella volvacea, sinonim: Volvaria volvacea, Agaricus volvaceus, Amanita virgata atau Vaginata virgata) atau kulat jumpung dalam bahasa Aceh yaitu salah satu spesies jamur pangan yang banyak dibudidayakan di Asia Timur dan Asia Tenggara yang beriklim tropis atau subtropis. Sebutan jamur merang berasal dari bahasa Tionghoa cǎogū (Hanzi:草菇). (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_merang)

Jamur merang sekarang merupakan salah satu komoditas yang laris dijual baik untuk pasar domestik bahkan ke manca negara. Restoran-restoran glamor berlomba-lomba menciptakan komposisi resepnya untuk menyajikan Jamur Merang ini. Dibalik kemasyurannya, tapi pernahkah anda membayangkan bagaimana jamur itu di budidayakan ? 

Rupanya sesuai dengan apa yang saya dapatkan dari blog orang, Budidaya Jamur Merang tidaklah terlalu sulit, namun bagi orang menyerupai saya yang awam ihwal dunia penjamuran mungkin agak sedikit membingungkan. Nah biar tidak ingin tau mari kita simak teknik pembudidayaannya.

Proses atau Cara Budidaya Jamur Merang

Bahan dan Peralatan yang Harus Disiapkan :
  • Jerami padi
  • Abu sekam padi
  • Air kapur sirih
  • Bedeng-bedeng atap dari daun kelapa
  • Sebidang tanah yang bersahabat perairan
Tahap Masa Pembibitan :
  • Cari jamur payung di peranian bibit jamur merang
  • Iris-iris jamur, payungnya saja kemudian masukkan dalam panci siramlah air hangat supaya steril
  • Aduk debu sekam, sekam mentah dan irisan jamur dicampur air higienis dengan banyak irisan 3/4 Kg. Tutup rapat pada tempat teduh selama 2-4 hari
  • Setelah 2-4 hari dibuka tutupnya akan terlihat serabut benang putih menyerupai sarang laba-laba. Apabila tidak terlihat serabut putih berarti gagal.
Tahap Penanaman  :
  • Jerami padi, debu sekam, sekam padi dicampur air kapur yang banyak diaduk-aduk merata, dikomposkan dulu 3-4 hari hingga membusuk.
  • Buatlah bedengan jerami padi yang sudah dikompos diikat, ditumpuk melintang bersilangan 2 lapis diatas tanah ukuran 5 X 1 meter, beri ganjal kerikil bata/ kerikil kali tinggi 20 cm
  • Selang 2 lapis susunan merang jerami taburlah sekam segar, debu sekam di atas permukaan, siramlah 1 kaleng minyak tanah di atas permukaan.
  • Taburkan bibit jamur merang secara merata ditepi permukaan bedengan, ditutup dengan sekam tipis-tipis saja. Siramlah dengan air secukupnya pergunakan gembor air.
Tahap Perawatan dan Panen
  • Bedengan disiram air higienis 1 ahad pagi dan sore. sesudah itu selang 2 hari sekali diatur suhunya supaya konstan (bila kurang air disiram lagi/ bila lebih maka katup jendela dibuka)
  • Setelah 20 hari, jamur-jamur sudah tumbuh dan siap dipanen. Panen sanggup dilakukan terus menerus hingga 3 bulan hanya membutuhkan pembibitan gres lagi.
Sekian postingan ihwal Proses Budidaya Jamur Merang, semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya wangsit bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku budidaya jamur merang yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan


Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Thursday, March 1, 2018

Proses Budidaya Jamur Tiram

Kali ini Blog Terapan TTG akan mencoba memposting salah satu acara yang mengunakan teknologi sederhana dengan materi baku yang ada disekitar kita terutama wilayah pendesaan. Nah malam ini saya jalan-jalan ke blog-blog dan mendapat warta gres perihal Proses Budidaya Jamur Tiram, sebelum saya posting prosesnya yang saya kutip dari salah satu blog mari kita simak Apa itu Jamur Tiram.


Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) ialah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum badan buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah bundar ibarat cangkang tiram dengan penggalan tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_tiram)

Jamur tiram putih berwarna putih agak krem dengan diameter badan 3-14 cm. Jamur ini mempunyai miselium.  Tubuh buah jamur inilah yang bernilai hemat tinggi dan menjadi tujuan dari budidaya jamur tiram. Teknik budidaya jamur tiram mulai dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan biar pelaku perjuangan benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun pengendalian hama tanaman.

Persiapan Penanaman Jamur Tiram
Sebelum melaksanakan penanaman, hal-hal yang menunjang budidaya jamur tiram harus sudah tersedia, diantaranya rumah kumbung baglog, rak baglog, bibit jamur tiram, dan peralatan budidaya. (Bisa Anda lihat di artikel Persiapan Usaha Budidaya Jamur Tiram). Usahakan budidaya jamur tiram menggunakan bibit bersertifikat yang sanggup dibeli dari petani lain atau dinas pertanian setempat. Peralatan budidaya jamur tiram cukup sederhana, harga terjangkau, bahkan kita bisa memanfaat peralatan dapur.

Untuk mengoptimalkan hasil dalam perjuangan budidaya jamur tiram di dataran rendah sanggup dilakukan dengan modifikasi terhadap materi media dan takarannya, yakni dengan menambah atau mengurangi dosis tiap-tiap materi dari standar umumnya. Dalam perjuangan skala kecil, eksperimen dalam memilih dosis materi media merupakan hal yang sangat penting guna memperoleh dosis yang pas. Hal ini mengingat jamur yang dibudidayakan di lingkungan tumbuh berbeda tentu membutuhkan nutrisi dan media yang berbeda pula tergantung pada kondisi lingkungan setempat. Hingga ketika ini belum ada standar komposisi media untuk budidaya jamur tiram di dataran rendah, sehingga petani memodifikasi media dan lingkungan menurut pengalaman dan kondisi masing-masing.

Sebagai media tumbuh jamur tiram, serbuk gergaji berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi jamur. Kayu yang dipakai sebaiknya kayu keras lantaran serbuk gergaji kayu jenis tersebut sangat berpotensi dalam meningkatkan hasil panen jamur tiram.  Hal ini lantaran kayu keras banyak mengandung selulosa yang diharapkan oleh jamur. Jenis-jenis kayu keras yang bisa dipakai sebagai media tanam jamur tiram antara lain sengon, kayu kampung, dan kayu mahoni. Untuk mendapat serbuk kayu pembudidaya harus memperolehnya ditempat penggergajian kayu. Sebelum dipakai sebagai media biasanya sebuk kayu harus dikompos terlebih dahulu biar bisa terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga gampang dicerna oleh jamur. Proses pengomposan serbuk kayu dilakukan dengan cara menutupnya menggunakan plastik atau terpal selama 1-2 hari. Pengomposan berlangsung dengan baik bila terjadi kenaikan suhu sekitar 50 derajat C.

Alternatif materi yang bisa dipakai untuk mengganti serbuk kayu ialah banyak sekali macam ampas, misal ampas kopi, ampas kertas, ampas tebu, dan ampas teh. Namun, menurut pengalaman petani jamur tiram di dataran rendah, media yang baik untuk dipakai tetap serbuk gergaji kayu.

Media berupa dedak/bekatul dan tepung jagung berfungsi sebagai substrat dan penghasil kalori untuk pertumbuhan jamur. Sebelum membeli dedak dan tepung jagung, sebaiknya pastikan dahulu bahan-bahan tersebut masih baru. Jika menggunakan materi yang sudah usang dikhawatirkan sudah terjadi fermentasi yang sanggup berakibat pada tumbuhnya jenis jamur yang tidak dikehendaki. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan dedak maupun teung jagung menawarkan kualitas hasil jamur yang sama lantaran kandungan nutrisi kedua materi tersebut mirip. Namun, penggunaan dedak dianggap lebih efisien lantaran bisa memangkas biaya dan cenderung gampang dicari lantaran banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kapur (CaCo3) berfungsi sebagai sumber mineral dan pengatur pH. Kandungan Ca dalam kapur sanggup menetralisir asam yang dikeluarkan meselium jamur yang juga bisa menimbulkan pH media menjadi rendah.

Wadah yang dipakai untuk meletakkan adonan media ialah kantong plastik bening tahan panas (PE 0,002) berukuran 20 cm x 30 cm. Adapun komposisi media semai ialah serbuk gergaji 100 kg; tepung jagung 10 kg; dedak halus atau bekatul 10 kg; kompos 0,5 kg; kapur (CaCo3) 0,5 kg; dan air 50-60%. Ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan penanaman bibit jamur, yaitu sterilisasi materi dan sterilisasi baglog.

Sterilisasi Bahan
Sebelum dicampur dengan media lain, serbu kayu dan dedak disterilisasi terlebih dahulu menggunakan panggangan selama 6-8 jam pada suhu 100 derajat C. Dengan sterilisasi tersebut selain mengurangi mikroorganisme penyebab kontaminsasi juga menguranngi kadar air pada serbuk gergaji kayu. Dengan demikian, media menjadi lebih kering. Kedua materi tersebut kemmudian dicampur dan diberi air sekitar 50—60% hingga adonan menjadi kalis dan bisa dikepal. Air berfungsi dalam peresapan nutrisi oleh miselium. Air yang dipakai harus air higienis untuk mengurangi resiko kontaminasi organisme lain dalam media. Dalam memasukkan media ke dalam plastik, media harus benar-benar padar biar jamur yang dihasilkan bisa banyak. Makara pastikan bahwa bahan-bahan telah cukup padat di dalam plastik dengan cara menekan—nekan adonan hingga benar-benar padat, kemudian penggalan atas kantong dipasang cincin paralon dan selanjutnya kantong plastik ditutup dengan sumbat kapas dan diikat dengan karet.

Sterilisasi Baglog
Sterilisasi baglog dilakukan dengan cara memasukkan baglog ke dallam autoclave atau pemanas/steamer dengan suhu 121 derajat C selama 15 menit. Untuk mengganti penggunaan autoclave atau streamer, sanggup menggunakan drum dengan kapasitas besar atau bisa menampung sekitar 50 baglog dan dipanasi di atas kompor minyak atau sanggup juga menggunakan oven. Memang, sterilisasi baglog menggunakan drum memakan waktu lebih lama, yaitu sekitar 8 jam, tetapi dianggap lebih menghemat biaya.

Setelah proses sterilisasi selesai, baglog kemudian didinginkan, yakni dengan mematikan alat sterilisasi dan membiarkan suhunya turun sedikit demi sedikit. Setelah proses pendinginan, gres kemudian dilakukan penanaman bibit jamur.

Penanaman Dan Pemeliharaan Jamur Tiram
Salah satu penentu keberhasilan budidaya jamur tiram ialah kebersihan dalam melaksanakan proses budidayanya, baik kebersihan tempat, alat, maupun pekerjanya. Hal ini lantaran kebersihan ialah hal yang mutlak harus dipenuhi. Untuk itu, tempat untuk penanaman sebaiknya harus dibersihkan dahulu dengan sapu, lantai dan dindingnya dibersihkan menggunakan disinfektan. Alat yang dipakai untuk menanam juga harus disterilisasi menggunakan alkohol dan dipanaskan di atas api lilin. Selain itu, selama melaksanakan penanaman para pekerja juga idealnya menggunakan masker. Hal ini bertujuan untuk memperkecil terjadinya kontaminasi.

Dalam budidaya jamur tiram hal yang juga harus diperhatikan ialah menjaga suhu dan kelembaban ruang biar tetap pada standar yang dibutuhkan. Jika cuaca lebih kering, panas, atau berangin, tentu akan mensugesti suhu dan kelembaban dalam kumbung sehingga air cepat menguap. Bila demikian, sebaiknya frekuensi penyiraman ditingkatkan. Jika suhu terlalu tinggi dan kelembaban kurang, bisa membuat badan jamur sulit tumbuh atau bahkan tidak tumbuh. Oleh lantaran itu, atur juga sirkulasi udara di dalam kumbung biar jamur tidak cepat layu dan mati. Pengaturan sirkulasi sanggup dilakukan dengan cara menutup sebagian lubang sirkulasi ketika angin sedang kencang. Sirkulasi sanggup dibuka semua ketika angin sedang dalam kecepatan normal. Namun, yang terpenting ialah jangan hingga jamur kekurangan udara segar.

Pengendalian Hama Penyakit Pada Budidaya Jamur Tiram

Selain pemeliharaan baglog, dalam budidaya jamur tiram juga perlu dilakukan perawatan untuk mencegah atau mengendalikan hama dan penyakit yang mungkin bisa menyerang jamur tiram. Hama dan penyakit yang menyerang jamur tiram tentu dipengaruhi oleh keadaan lingkungan maupun jamur itu sendiri. Sehingga antara tempat budidaya yang satu dan yang lain, serangan hama penyakit kemungkinan sanggup berbeda-beda.

HAMA PENYAKIT JAMUR TIRAM
Ulat
Ulat merupakan hama yang paling banyak ditemui dalam budidaya jamur tiram. Ada tiga faktor penyebab kemunculan hama ini yaitu faktor kelembaban, kotoran dari sisa pangkal/bonggol atau tangkai jamur dan jamur yang tidak terpanen, serta lingkungan yang tida bersih.

Hama ulat muncul ketika kelembaban udara berlebihan. Oleh alasannya ialah itu, hama ulat sering dijumpai ketika animo hujan. Pencegahan menjadi solusi terbaik untuk mengatasi hama ini ialah dengan mengatur sirkulasi udara. Caranya dengan membuka lubang sirkulasi dan untuk sementara proses penyiraman keumbung dihentikan.

Pangkal jamur yang tertinggal di baglog ketika pemanenan sanggup menimbulkan hewan kecil ibarat kepik. Kepik inilah yang menjadi penyebab munculnya hama ulat. Sementara jamur yang tidak terpanen kemungkinan terjadi lantaran jamur tidak muncul keluar sehingga luput ketika pemanenan dan menjadi busuk. Hal ini menimbulkan munculnya ulat. Sebaiknya, ketika melaksanakan pemanenan baglog telah dipastikan kebersihannya sehingga tidak ada pangkal atau batang dan jamur yang tidak terpanen.

Ulat bisa saja muncul lantaran rumah kumbung ataupun sekitar kumbung tidak berseih. Misalnya adanya sangkar ternak atau tumbuhan di sekitar rumah kumbung.

Untuk mencegah dan mengatasi serangan hama ulat, lakukan pembersihan rumah kumbung dan sekitar rumah kumbung dengan melaksanakan penyemprotan formalin.

Semut, Laba-laba, dan Kleket (sejenis moluska)
Secara mekanis hama semut dan laba-laba sanggup diatasi dengan membongkar sarangnya dan menyiramnya dengan minyak tanah. Sedangkan secara kemis hama tersebut sanggup dikendalikan dengan penyemprotan insektisida. Cara ini merupakan cara terakhir dan usahakan untuk menghindari penggunaan insektisida bila serangan tidak parah lantaran produk jamur merupakan produk organik. Keuntungan bila pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara mekanis antara lain, sanggup memangkas biaya selama perawatan dan juga ramah lingkungan. Sementara itu hama kleket kerap dijumpai pada lisan baglog. Untuk mengendalikannya juga dilakukan dengan cara mekanis, yaitu mengambilnya dengan tangan.

Tumbuhnya Cendawan atau Jamur Lain
Jamur lain yang kerap mengganggu jamur tiram ialah Mucor sp., Rhizopus sp., Penicillium sp., dan Aspergillus sp. pada substrat atau baglog. Serangan jamur-jamur tersebut bersifat patogen yang ditandai dengan timbulnya miselium berwarna hitam, kuning, hijau, dan timbulnya lendir pada substrat. Miselium-miselium tersebut menimbulkan pertumbuhan jamur tiram terhambat atau bahkan tidak tumbuh sama sekali. Penyakit ini sanggup disebabkan lantaran lingkungan dan peralatan ketika pembuatan media penanaman kurang higienis atau lantaran lingkungan kumbung yang terlalu lembab. Untuk mengatasi penyakit ini, lingkungan dan peralatan ketika pembuatan media dan penanaman perlu dijaga kebersihannya. Kelembaban di dalam kumbung juga diatur biar tidak berlebihan. Penyakit ini sanggup menyerang baglog yang sudah dibuka ataupun masih tertutup. Jika baglog sudah terjangkit maka harus segera dilakukan pemusnahan dengan cara dikeluarkan dari kumbung kemudian dibakar.
Tangkai Memanjang

Penyakit ini merupakan penyakit fisiologis yang ditandai dengan tangkai jamur memanjang dengan badan jamur kecil tidak sanggup berkembang maksimal. Penyakit tangkai memanjang disebabkan lantaran kelebihan CO2 akhir ventilasi udara yang kurang sempurna. Agar tidak terjangkit penyakit ini harus dilakukan pengaturan ventilasi dalam kumbung seoptimal mungkin.

Panen dan Pasca Panen
Pemanenan merupakan acara budidaya yang selalu ditunggu oleh pelaku usaha. Untuk mendapat hasil yang optimal maka penanaman selama panen dan pasca panen harus dilakukan dengan baik.

Waktu dan Cara Panen Jamur Tiram
Jamur tiram termasuk jenis tumbuhan budidaya yang mempunyai masa panen cukup cepat. Panen jamur tiram sanggup dilakukan dalam jangka waktu 4o hari sehabis pembibitan atau sehabis badan buah berkembang maksimal, yaitu sekitar 2-3 ahad sehabis badan buah terbentuk. Perkembangan badan buah jamur tiram yang maksimal ditandai pula dengan meruncngnya penggalan tepi jamur. Kriteria jamur yang layak untuk dipanen ialah jamur yang berukuran cukup besar dan bertepi runcing tetapi belum mekar penuh atau belum pecah. Jamur dengan kondisi demikian tidak gampang rusak bila dipanen. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika produk dipasarkan, contohnya keseragaman berat dan ukuran jamur tiram.

Penanganan Pasca Panen Jamur Tiram
Penanganan yang dilakukan usai pemanenan jamur tiram bertujuan untuk membuat hasil selesai yang berkualitas sehingga sesuai dengan usul pasar. Berikut beberapa tahapan biar produk jamur tiram yang dihasilkan berkualitas baik.

Penyortiran
Jamur yang telah dipanen harus segera dicuci dengan air bersih, kemudian penggalan badan buahnya dipisahkan deri pangkalnya. Proses pembersihan dan pemisahan ini penting untuk dilakukan lantaran bila selama proses budidaya petani menggunakan pestisida, biasaya racun pestisida akan mengendap pada penggalan pangkal dan masih memungkinkan terdapat residu yang tertinggal pada badan buah. Setelah diyakini kebersihannya, proses sortasi dilakukan untuk mengelompokkan jamur tiram menurut bentuk dan ukurannya. Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil yang seragam sehingga akan menarik minat konsumen ketika dipasarkan.

Pengemasan dan Transportasi Hasil Panen Jamur Tiram
Pengemasan jamur tiram segar biasanya menggunakan plastik kedap udara. Semakin sedikit udara yang ada di dalam plastik, jamur tiram semakin tahan usang untuk disimpan. Namun, idealnya penyimpanan dengan plastik kedap udara hanya sanggup mempertahankan kesejukan jamur tiram selama 2-4 hari. Oleh lantaran itu, biar jamur tiram segar yang dijual tetap dalam kondisi baik, proses pengangkutan/transportasi tidak boleh terlalu usang dari proses pengemasannya. Seandainya jarak pengangkutan cukup jauh, sebaiknya alat transportasi dilengkapi dengan ruangan berpendingin.

Sekian postingan perihal Proses Budidaya Jamur Tiram, semoga menambah warta bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku budidaya jamur Tiram yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan
 

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Abon Ikan

Masih terkait postingan sebelumnya dimana blog Terapan Teknologi Tepat Guna telah memposting Proses Pembuatan Abon Daging, maka kali ini akan saya coba posting yang serupa namun dengan materi dasar ikan. Abon ikan banyak kita jumpai dijual dipasaran dengan bermacam-macam jenis ikan sebagai materi dasar dan dengan harga yang bervariasi pula.

Abon ikan merupakan produk yang memadukan cara pengawetan ikan dengan perebusan atau pengukusan, penambahan bumbu – bumbu tertentu dan penggorengan. Produk ini memiliki tekstur yang lembut rasa dan aroma yang khas, baon ikan sanggup dipakai untuk lauk makan nasi =, teman makan roti maupun sebagai isi pada beberapa masakan kecil.

Umumnya abon ikan dibentuk dari daging ikan cakalang, tongkol,  tuna, lele, patin dan ikan cucut, akan tetapi di dalam pembahasan ini kita memakai materi daging IKAN PATIN (sumber artikel ini memakai jenis ikan patin, jadi kita ikuti saja biar tidak salah dalam penyampaian materinya) 

Pemilihan Ikan.
Ikan patin yang baik dibentuk abon ikan patin ialah yang berusia +- 8 bulan keatas dengan berat lebih kurang 7 ons. Kondisi ini juga berlaku jikalau dalam pembuatan abon ikan ini Anda memakai ikan jenis lain.

Bumbu – bumbu
Untuk tiap 100 kg ikan patin (bisa juga daging ikan lainnya tergantung kawasan Anda banyak tersedia ikan jenis apa) ialah sebagai berikut :
Garam 1,5 kg
Gula 15 kg
Ketumbar 0,3 kg
Bawang merah 2 kg
Bawang putih 1,6 kg
Minyak goreng 20 kg (boleh ditiadakan)
Asam 0,9 kg
Jahe 0,1 kg
Serai / kamijara secukupnya
Daun salam secukupnya
Laos 0,1 kg

Selain bumbu diatas, dalam pembuatan abon ikan kadang – kadang dipakai pula santan kelapa yang kental, tetapi abon tidak akan bertahan usang dan jikalau disimpan biasanya gampang menjadi tengik.

Langkah Pembuatan Abon Ikan Patin, sanggup dijabarkan sebagai berikut :

Penyiangan
Ikan disiangi dengan dibuang isi dalam perut dan dipotong – potong melintang untuk memudahkan pengukusan, lalu basuh hingga bersih

Pengukusan
Ikan dikukus hingga matang (untuk memudahkan pengambilan daging dan memisahkan dari tulang). selanjutnya Daging ikan dicabik cabik – cabik, lalu ditumbuk hingga menjadi penggalan – penggalan yang halus

Pemberian Bumbu
Bumbu – bumbu dihaluskan lebih dahulu, lalu dicampurkan dengan daging yang telah berbentuk penggalan hingga merata

Penggorengan. 
Daging ikan yang telah dicampur dengan bumbu lalu digoreng dengan minyak atau tanpa minyak hingga diaduk – aduk supaya supaya tidak hangus. Apabila memakai minyak, daging ikan harus seluruhnya terendam biar diperoleh abon yang kering dan renyah. Penggorengan dilarang saat abon telah berwarna kuning kecoklatan
 
Pengepresan. 
Setelah diangkat dari wajan, abon dimasukkanke dalam alat pres dan ditekan – tekan hingga minyak nya habis keluar. Kemudian abon dikeluarkan dengan memakai garpu. Untuk menghasilkan aroma (bau) dan rasa yang yummy sanggup ditambahkan bawang gireng pada abon yang telah matang

Pengemasan. 
Setelah dingin, abon dikemas di dalam kantung plastik atau kertas minyak. Peningkatan daya simpan akan diperoleh jikalau dipakai pembungkus hampa udara.

Potensi bisnis pembuatan abon ikan patin
Dengan harga ditingkat konsumen mencapai 25 ribu rupiah per ons-nya ditambah ongkos produksi yang tidak begitu besar menciptakan perjuangan pembuatan abon ikan patin sanggup menjadi alternatif bisnis bagi kita semua.

Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Abon Ikan semoga bermanfaat dan membuka wawasan kita bagi yang ingin berwirausaha mandiri. 

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Abon Ikan yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://shampankbie.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Wednesday, February 28, 2018

Proses Pengolahan Ikan Asap

Ikan bukanlah hal yang abnormal bagi kita khususnya masyarakat Indonesia lantaran hampir tiap hari kita bisa makan ikan segar, terlebih tempat saya yang terletak di Pulau Sabang, ikan segar sangat gampang didapat baik dengan cara memancing sendiri maupun membeli pada penjual atau pribadi pada nelayan yang gres pulang dari laut.

Ikan merupakan materi makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat selain sebagai komoditi ekspor. Ikan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan materi makanan lain. Bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan mati menimbulkan pembusukan. Mutu olahan ikan sangat tergantung pada mutu materi mentahnya.

Tanda ikan yang sudah busuk:
-  mata suram dan tenggelam;
-  sisik suram dan gampang lepas;
-  warna kulit suram dengan lendir tebal;
-  insang berwarna kelabu dengan lendir tebal;
-  dinding perut lembek;
-  warna keseluruhan suram dan berbau busuk.

Tanda ikan yang masih segar:
-  daging kenyal;
-  mata jernih menonjol;
-  sisik besar lengan berkuasa dan mengkilat;
-  sirip kuat;
-  warna keseluruhan termasuk kulit cemerlang;
-  insang berwarna merah;
-  dinding perut kuat;
-  anyir ikan segar.

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, gampang didapat, dan harganya murah. Namun ikan cepat mengalami proses pembusukan. Oleh lantaran itu pengawetan ikan perlu diketahui semua lapisan masyarakat. Pengawetan ikan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam badan ikan, sehingga tidak menawarkan kesempatan bagi basil untuk berkembang biak. Untuk mendapat hasil awetan yang bermutu tinggi diharapkan perlakukan yang baik selama proses pengawetan menyerupai : menjaga kebersihan materi dan alat yang digunakan, memakai ikan yang masih segar, serta garam yang bersih. Ada majemuk pengawetan ikan, antara lain dengan cara: penggaraman, pengeringan, pemindangan, perasapan, peragian, dan pendinginan

Manfaat makan ikan sudah banyak diketahui orang, menyerupai di negara Jepang dan Taiwanikan merupakan makanan utama dalam lauk sehari-hari yang menawarkan efek kekal muda dan keinginan hidup lebih tinggi dari negara lainnya. Penggolahan ikan dengan banyak sekali cara dan rasa menimbulkan orang mengkonsumsi ikan lebih banyak.

Ikan asap yakni hasil pengawetan ikan secara tradisional yang pengerjaannya merupakan campuran dari penggaraman (perendaman dalam air garam) dan pengasapan sehingga menawarkan rasa khas.

Berbagai cara penggasapan tergantung kepada faktor-faktor berikut :
a.    jenis ikan yang diasap;
b.    besar kecilnya ikan yang diasap.

BAHAN
1)    Ikan bandeng 6 kg
2)    Garam 1 kg
3)    Arang, serpihan kayu, atau serbuk gergaji secukupnya

ALAT
1)    Lemari asap (tungku, drum)
2)    Pisau
3)    Baskom

CARA PEMBUATAN
1)    Siangi ikan, cuci, dan kelompokkan berdasarkan ukuran;
2)    Masukkan garam ke dalam ½ liter air dan didihkan, kemudian dinginkan.
3)    Rendam ikan selama ± 15-20 menit, tiriskan, dan angin-anginkan sampai
permukaan kering;
4)    Ikat satu persatu kemudian :
a.  gantungkan dalam ruang pengasapan, dengan jarak masing-masing ± 1
cm atau;
b. gantung dengan ekor ke bawah dan kepala menghadap ke atas dengan memakai kaitan kawat, atau
c.  susun satu persatu di atas anyaman bambu, kemudian disusun dalam lemari pengasapan secara berlapis-lapis. Antara masing-masing lapisan diberi jarak kira-kira sama dengan rata-rata panjang ikan. Agar pengasapan merata ikan harus dibolak-balik.
 
5)    Siapkan materi bakar berupa arang dan potong-potong kayu di bawah ruang pengasap, kemudian bakar;

 
6)    Bubuhkan ampas tebu atau serbuk gergaji bertahap hingga timbul asap :
•  Panas diatur pada suhu ± 700 800 C. selama 2-3 jam (harus dijaga biar panas merata dan ikan tidak hingga hangus);
•  Panas diatur pada suhu ± 300 400 C selama 4 jam terus menerus. Hasil pengasapan ditandai dengan anyir harum yang khas dari ikan asap;7)    Keluarkan ikan asap dari lemari pengasapan kemudian bungkus atau kemas dalam kantong plastik.

Ciri-ciri khas ikan asap yang baik yakni :
a.  rupa dan warna: produk harus licin, mengkilat, dan berwarna coklat emas muda;
b. anyir dan rasa: produk menawarkan anyir atau aroma yang khas ikan asap (bau asap yang sedap dan merangsang selera);
c.  berair.

Dengan cara pengasapan pada suhu 700 800 C, ikan tahan usang disimpan hingga 1 bulan, dibandingkan dengan pengasapan pada suhu 200 300C (kurang dari 1 bulan) panas dibandingkan dengan pengasapan pada suhu 200 300C. (sampai 1 bulan).

Selain bandeng, ikan yang biasa diasap yakni ikan tembang, lemuru,
kembung, selar, tongkol, dan cakalang.

DAFTAR KEPUSTAKAAN :
1) Ikan asap. Jakarta : Dirjen Industri Kecil, Departemen Perindustrian, s.a.
2) Moeljanto. Pengasapan dan fermentasi. Jakarta : Penebar Swadaya, 1987.

Sekian postingan wacana Proses Pengolahan Ikan Asap, semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku terkait pengolahan ikan asap yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://shampankbie.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Budidaya Ternak Belut

Belut ialah sekelompok ikan berbentuk seolah-olah ular yang termasuk dalam suku Synbranchidae. Suku ini terdiri dari empat genera dengan total 20 jenis. Jenis-jenisnya banyak yang belum diperikan dengan lengkap sehingga angka-angka itu sanggup berubah. Anggotanya bersifat pantropis (ditemukan di semua tempat tropika). (Sumber : http://kesehatan-ternak.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Budidaya Ikan Nila Gift

Ikan nila yaitu sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan ini diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika bab timur, pada tahun 1969, dan sekarang menjadi ikan peliharaan yang terkenal di kolam-kolam air tawar di Indonesia sekaligus hama di setiap sungai dan danau Indonesia. Nama ilmiahnya yaitu Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_nila)
       

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Tuesday, February 27, 2018

Proses Pembuatan Jerami Menjadi Pakan Ternak Kambing

Memberikan jerami sebagai pakan untuk kambing mungkin akan terasa lebih sulit daripada memperlihatkan jerami kepada sapi. Pada dasarnya pakan kambing memang lebih bermacam-macam daripada pakan sapi, lantaran kambing mau memakan flora pagar, limbah pertanian bahkan sisa masakan rumah tangga. Kesulitan memperlihatkan jerami pada kambing terletak pada cara membiasakan kambing tersebut mengkonsumsi jerami. Kadar serat yang tinggi menciptakan kambing cenderung tidak menyukai jerami sebagai pakan utama. Namun ada cara sederhana untuk membiasakan kambing mau mengkonsumsi jerami.


Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Pembuatan Pakan Alternatif Untuk Ternak Ayam Kampung (Pengganti Pelet)

Indonesia sebagai Negara yang luas dengan jumlah penduduk yang melimpah membutuhkan materi pangan yang cukup banyak, salah satu diantaranya yakni tingginya seruan akan kebutuhan ayam kampung yang belum bisa dipenuhi oleh kawasan tertentu. Seperti kondisi di Kota Sabang yang saya tinggali dikala ini, kebutuhan ayam hampir 100 % dari luar pulau.

Mengingat tinggi seruan ayam kampung maka perlu digalakkan perjuangan perternakan ini baik skala kecil bahkan skala besar. Kebutuhan insdustri restoran juga cukup besar, ibarat di kawasan Aceh bermacam-macam rumah makan dan restoran dengan materi dasar olahan ayam bertebaran mulai Ayam Penyet, Ayam Lepas, Ayam Tangkap, Ayam Bugil dan bermacam-macam lainnya. Nah kali ini Blog Terapan Teknologi Tepat Guna ingin membahas problem pakan ternak ayam yang dikala ini juga menjadi kendala. 

Pakan ayam kampung alternatif untuk budidaya ayam non ras secara tradisional ada baiknya dipertimbangkan dari segi biaya, biaya pakan yakni biaya produksi terbesar dalam budidaya ternak, untuk itu diperlukan semua peternak bisa mencari pakan-pakan alternatif untuk produksi ternak mereka; baik ayam ras, sapi potong, sapi perah dan lainnya yang dipelihara secara tradisional. Pada kesempatan ini kita akan menuliskan sebuah pakan alternatif yang bisa meningkatkan produksi telur pada peternakan budidaya ayam kampung, pakan ini kita tuliskan berdasarkan pengalaman dan belum ada uji ilmiah yang dilakukan oleh kalangan akademisi peternakan, namun dari hasil pengamatan saya menyimpulkan bahwa pakan yang dipakai oleh peternak ini bisa menekan biaya pakan sekaligus meningkatkan hasil produksi khususnya telur ayam kampung.

Pakan alternatif yang dipakai oleh peternak terdiri dari materi pakan berikut :
  1. Talas (umbi dan daun) disini berdasarkan si peternak yang membudidayakan ayam kampung tersebut sanggup dipakai umbinya saja, atau tangkai dan daunya saja atau dikombinasikan keduanya. Yang sering dia gunakan yakni tangkai dan daunt alas.
  2. Beras dolog (catu), supaya biaya lebih murah bila di kawasan anda tidak terdapat beras dolog ini beli saja beras yang paling murah atau beras aking juga boleh.
  3. Dedak, disini untuk budidaya ayam kampung ini tidak problem dedak kualitas sedang yang digunakan. Dedak kualitas sedang yakni dedak yang tidak terlalu halus.
  4. Tepung tulang atau tepung cangkang kerang (keong) ini tidak wajib, diberi bila ada saja. 

Cara mengolah bahan-bahan pakan ayam kampung diatas yakni sebagai berikut:

Cincang talas atau batang dan daunt bantalan kecil-kecil kurang lebih ½ Cm, tanak semua materi selayaknya menanak nasi. Ukuran perbandingan materi diatas adalah; untuk 2 Kg pakan gunakan 1kg umbi talas atau daun talas, ½ Kg Beras dan ½ Kg dedak. Tepung tulang hanya dibutuhkan satu sendok makan. Aduk rata semua materi tersebut dan ditanak.

Hasil yang didapatkan dengan memakai pakan ayam alternatif ini ternyata sangat bagus, pertumbuhan ayam sangat baik dan jumlah telur yang dihasilkan juga selayak peternak yang memberi pakan yang diproduksi pabrik. Oleh sebab itu saya berani menyampaikan bahwa ini yakni salah satu pakan ternak ayam kampung yang sangat baik diaplikasikan sebab bisa menekan biaya produksi hingga 50 % daripada memakai pakan yang dibeli dari hasil pabrik (pelet).

Kekurangan dalam memakai pakan budidaya ayam kampung ibarat ini yakni sulitnya mengadaptasikan ayam dengan pakan ini. Awal-awal memakai pakan ini biasanya ayam kampung belum mau memakan pakan ini ibarat memakan pelet. Namun ini hanya terjadi beberapa hari saja. Untuk melaksanakan penyesuaian paksa ayam kampung tersebut untuk memakan pakan ini dengan tidak memberi pakan selain pakan yang kita buat ini. Tidak perlu takut ayam akan mati kelaparan, ketika mereka lapar maka pakan ini akan mereka makan secara lahap.

Sekian postingan perihal Pembuatan Pakan Alternatif untuk Ternak Ayam Kampung (Pengganti Pelet), semoga menambah warta bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya wangsit bisnis gres yang sanggup kita kerjakan supaya pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh Peternakan/Pertanian yang ada didaerah saudara atau membeli buku Pembuatan Pakan Alternatif yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://kesehatan-ternak.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Sunday, February 25, 2018

Proses Pembuatan Manisan Terong

Terung (Solanum melongena, di Pulau Jawa lebih dikenal sebagai terong) yakni flora penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya yakni India dan Sri Lanka. Terung berkerabat erat dengan kentang dan leunca, dan agak jauh dari tomat. Terung ialah terna yang sering ditanam secara tahunan. Tanaman ini tumbuh hingga 40-150 cm (16-57 inci) tingginya. Daunnya besar, dengan lobus yang kasar. Ukurannya 10-20 cm (4-8 inci) panjangnya dan 5-10 cm (2-4 inci) lebarnya. Jenis-jenis setengah liar lebih besar dan tumbuh hingga setinggi 225 cm (7 kaki), dengan daun yang melebihi 30 cm (12 inci) dan 15 cm (6 inci) panjangnya. Batangnya biasanya berduri. Warna bunganya antara putih hingga ungu, dengan mahkota yang mempunyai lima lobus. Benang sarinya berwarna kuning. Buah tepung berisi, dengan diameter yang kurang dari 3 cm untuk yang liar, dan lebih besar lagi untuk jenis yang ditanam. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Terong)

Dalam keseharian kita, biasanya terong dipakai sebagai sayuran. Namun kali ini Blog TerapanTTG ingin membahas salah satu cara memanfaatkan terong menjadi sumber pendapatan yaitu dengan mengakibatkan terong sebagai manisan yang bisa dijual.

Dalam menciptakan Manisan Terong kali ini kita akan memakai Gula putih sebagai pemanis. Dalam pembuatan Manisan Terong, perbandingan terong segar dengan gula pasir yang dipakai yakni 1 : 1, sehingga sangat kuat pada performa manisan terong yang dihasilkan. Penggunaaan gula putih dalam pembuatan manisan terong selain sebagai embel-embel juga berfungsi sebagai materi pengawet.


Adapun alat dan materi yang dipakai dalam pembuatan manisan terong yakni sebagai berikut :

Alat – alat yang dipakai :
• Pisau
• Baskom
• Panci
• Kompor
• Pengaduk (sendok)
• Serbet
• Sendok makan
• Garpu

Bahan  yang dipakai :
• Terong 3 kg
• Gula putih 3 kg
• Kapur sirih 3 sdm
• Air higienis 6 gelas
• Asam citrus 3 sdm

Berikut Cara Pembuatan Manisan Terong yakni sebagai berikut :
  1. Pilih terong yang berkualitas dan masih muda (belum ada biji) untuk menambah kualitas manisan itu sendiri, terong yang di gunakan disini yaitu terong ungu.
  2. Kemudian terong dibuang tangkainya
  3. Terong di tusuk-tusuk memakai garpu hingga rata untuk memudahkan air meresap saat proses perendaman nanti.
  4. Setelah terong ditusuk-tusuk, terong direndaman lebih kurang 12 jam menggunakanair larutan kapur sirih
  5. Setelah itu terong diangkat dan dicuci hingga bersih
  6. Setelah terong dicuci bersih, terong diris sebesar dadu atau sesuai selerah
  7. Sementara terong diiris, larutkan gula, asam citrus dan air putih
  8. Setelah larutan gula sudah mendidih ±300 cc , masukan terong yang telah diiris tadi.
  9. Tunggu hingga air larutan gula tadi tinggal sedikit
  10. Angkat terong dan tiriskan lalu di jemur hingga kering, untuk hasil optimal sesudah dijemur diterik matahari terong diopen kembali memakai openpengering.
  11. Pengemasan
  12. Manisan terong siap di pasarkan.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Manisan Terong semoga menambah gosip bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya pandangan gres bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Pembuatan Manisan Terong yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : dongabunda.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...