Showing posts with label Kampus. Show all posts
Showing posts with label Kampus. Show all posts

Tuesday, January 9, 2018

√ Universitas Flores Mendapat Ratifikasi Institusi Dengan Peringkat B

Universitas Flores Mendapatkan Akreditasi Institusi Dengan Peringkat B -  Akhir simpulan ini, seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia disibukkan dengan borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT). Hal ini disebabkan lantaran tuntutan biar evaluasi mutu sebuah Perguruan Tinggi dilakukan secara berkesinambungan melalui AIPT. Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta berupaya untuk mendapat ratifikasi lantaran tuntutan dari dunia kerja kini ini. Banyak forum pencari tenaga kerja terutama yang membutuhkan tenaga kerja lulusan PT mensyaratkan bahwa pelamar yang akan mereka terima merupakan lulusan dari sekolah tinggi tinggi terakreditasi minimal B. 

Akreditasi institusi merupakan pengakuan resmi terhadap sebuah Perguruan Tinggi (PT) yang diberikan oleh negara melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) apabila PT tersebut memenuhi syarat-syarat kebakuan atau kriteria-kriteria tertentu yang ditetapkan Undang-Undang. Pengakuan terhadap sebuah PT dinyatakan dalam bentuk status akreditasi, yakni ratifikasi C (cukup), ratifikasi B (baik), dan ratifikasi A (amat baik). Untuk mengecek status ratifikasi institusi sebuah PT, caranya mudah. Cukup masuk ke http://ban-pt.kemdikbud.go.id/diraipt.php dan mengisi nama PT menyerupai gambar berikut.


Universitas Flores (Uniflor) Ende sebagai sebuah forum pendidikan tinggi terbesar di Flores, Provinsi NTT, semenjak bangun 19 Juli 1980 terus berusaha untuk meraih status ratifikasi yang lebih baik dari sebelumnya C. Berdasarkan data pada website resmi BAN-PT, kini ini Universitas Flores mendapat peringkat B.


Selain ratifikasi institusi berperingkat B, beberapa prodi di Universitas Flores juga mendapat status ratifikasi dengan peringkat B. Sekarang ini, beberapa kegiatan studi sedang berupaya untuk meningkatkan kualitas prodi biar dalam waktu erat diperlukan sanggup memperoleh ratifikasi B dan A.





Dengan diperolehnya peringkat ratifikasi ini, maka siswa siswi Sekolah Menengan Atas yang ada di daratan Flores dan sekitarnya, tidak perlu jauh-jauh untuk mencari Perguruan Tinggi yang berkualitas dan legal. Uniflor yaitu Perguruan Tinggi di Flores yang legal dan konsisten mengendalikan mutu institusi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para pemangku kepentingan.

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, semua prodi pada universitas flores telah terakreditasi minimal C. Sebagai teladan pada gambar di atas tertera ratifikasi dan masa berlakunya. Biasanya SK Akreditasi Masing-masing prodi akan dikirimkan kepada prodi sehabis proses visitasi ratifikasi dan didahului oleh desk evaluation. Download ratifikasi Institusi Uniflor Disini, SK Akreditasi Program Studi PGSD 2017 disini, SK Akreditasi PGSD 2013 disini, Sertifikat Akreditasi PGSD2017 disini.


Semoga gosip ini bermanfaat bagi ara mahasiswa yang akan menentukan kampus di Universitas Flores Ende.

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Friday, December 29, 2017

√ Makna Wisuda: Catatan Dan Pesan Bagi Penerima Wisuda Dari Jadwal Studi Pgsd Universitas Flores

Makna Wisuda: Catatan dan Pesan bagi Peserta Wisuda dari Program Studi PGSD Universitas Flores. Kalau saya mau bercerita panjang lebar ihwal seremonial wisuda pada kampus-kampus di Flores niscaya tidak akan ada habis-habisnya. Mulai dari kasus meluruskan rambut (jadi ingat lagu Mogi punyanya Ivan Nestorman), hiruk pikuk kendaraan yang hilir pulang kampung (mengangkut sound system, dan “hewan korban”, keluarga dll), pesta wisuda hingga “cungkil matahari” (pesta hingga pagi), macet dadakan dan satu lagi niscaya moke. Pokoknya itulah yang niscaya dipikirkan semua orang Flores jikalau ada program wisuda, terlebih program wisuda di kampus besar menyerupai Universitas Flores.

Semua yang ada di benak banyak orang Flores jikalau ada wisuda di Flores (beda jikalau ada orang flores yang kuliah jauh dari flores, tapi ujung-ujungnya ya, moke niscaya ada di sana) yang saya tuliskan di atas mengatakan wisuda merupakan sesuatu yang penting. Saking pentingnya, sampai-sampai para mahasiswi saya sering punya satu tradisi “latih menggunakan sepatu hak tinggi”. Pernah pada wisuda beberapa tahun kemudian saya menemukan lebih dari 10 hak sepatu di venue wisuda (punya siapa ya ?). Ada lagi, saya hampir lupa, mahasiswa saya keluarkan senyuman paling cantik pada saat-saat penting mereka tersebut (harusnya yudisium paling penting ooo).



Hari wisuda merupakan salah satu bukti sejarah dimana seorang telah menempuh kuliah pada tingkat tertentu. Lalu apa makna dari wisuda tersebut ? Bagaimana sejarah toga ? Apa makna toga yang berwarna hitam ? Apa makna sudut pada topi toga ? Lalu apa makna tali topi toga dan kenapa kucir dipindahkan dari kiri ke kanan ? Apakah pertanyaan-pertanyaan ini ada dalam pikiran orang yang diwisuda ? Boro-boro, yang ditanyakan niscaya :” Eh teman kamu buat program tidak ? Kau pu kebaya su ada kah, beli dimana ? Engko pu paitua (pacar) hadir ko tidak? (konyol)“.

Secara umum, wisuda yaitu proses peresmian kelulusan seorang mahasiswa yang telah menempuh masa mencar ilmu pada suatu universitas (belakangan wisuda juga berlaku untuk anak TK, definisinya jadi salah kah ?). Kalau orang yang akan dilantik berhalangan, tetap akan diwisuda in absentia (mana ada yang mau, yang pentingkan foto wisudanya) Pada seremoni wisuda, biasanya orang yang akan diwisuda menggunakan pakaian yang ditentukan, contohnya laki-laki menggunakan hem putih, dasi, celana hitam bersepatu hitam,sedangkan perempuan menggunakan kebaya tradisional tipis dengan kain jarik, tapi secara umum menggunakan baju toga.

Toga berasal dari tego,yang dalam bahasa Latin berarti penutup. Meski sering dikaitkan dengan bangsa Romawi kuno, toga bersama-sama merupakan pakaian yang sering dikenakan kalangan pribumi Italia semenjak 1.200 SM. Saat itu konon katanya, bentuk toga belum berupa jubah, tapi hanya kain sepanjang 6 meteran. Cara memakainya dengan dililit ke tubuh. Toga ketika itu merupakan satu-satunya pakaian yang dianggap pantas ketika seseorang berada di luar ruangan. Seiring berjalannya waktu, pemakaian toga untuk busana sehari-hari mulai ditinggalkan. Setelah bentuknya berubah jadi semacam jubah, toga juga menjadi pakaian seremonial wisuda.

Pada umumnya toga didisain dengan warna lebih banyak didominasi hitam. Hitam sering diasosiasikan dengan hal yang misterius dan gelap. Misteri dan kegelapan inilah yang harus dikalahkan oleh para sarjana. Para sarjana diperlukan bisa menyibak kegelapan dengan ilmu pengetahuan yang sudah diperoleh ketika kuliah. Warna hitam juga melambangkan keagungan. Perhatikan saja jubah para hakim dan sebagian pemuka agama juga menggunakan warna hitam . Makara sehabis kembali ke masyarakat, para sarjana diperlukan tidak menjadi biang perpecahan di masyarakat tetapi membangun masyarakat (secara, sering ada kasus rebutan pacar, hehehe), bukan sampah masyarakat tetapi (syukur-syukur) sanggup membersihkan masyarakat dari “para sampah”.

Pada topi toga terdapat beberapa sudut. Sudut-sudut tersebut melambangkan bahwa seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional dan memandang banyak sekali kasus yang akan dihadapi dari banyak sekali sudut pandang. Hal ini berarti para sarjana harus berpikiran luas, bukan menyerupai “dinamit dengan sumbu pendek”.

Dipuncak program wisuda, dilakukan pemindahan kuncir di topi toga dari kiri ke kanan. Kuncir yang semula berada dikiri ternyata bermakna lebih banyaknya otak kiri yang dipakai semasa kuliah. Dengan dipindahkannya kucir ke kanan, para sarjana diperlukan tidak hanya menggunakan otak kiri saja sehabis lulus, namun juga otak kanan yang berafiliasi dengan kreativitas,imajinasi,dan penemuan (bagaimana ya, jikalau kiprah kuliah saja dikerjakan dengan cara “copasus”). Filosofi lainnya, kuncir melambangkan tali pita pembatas buku. Dengan pindah tali, diperlukan para wisudawan terus membuka lembaran buku semoga ilmunya tidak stagnan dan harus terus mencar ilmu (buku-buku jangan dibuang begitu saja ya).

Mudah-mudahan mahasiswa saya membaca artikel ini sebelum masuk venue wisuda. Saya ucapkan selamat kepada mahasiswa PGSD Universitas Flores yang diwisuda hari ini tanggal 29 Oktober 2016.

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

√ Cara Mahasiswa Memaknai Sumpah Pemuda

Cara Mahasiswa Memaknai Sumpah Pemuda - Semua orang Indonesia pada umumnya mengingat bahwa Hari Sumpah Pemuda diperingati pada setiap tanggal 28 Oktober. Tentu sebagai warga negara Indonesia juga mengetahui sejarah tercetusnya Sumpah Pemuda. Sumpah cowok tertuang dalam keputusan kongres cowok kedua yang diselenggarakan dua hari 27-28 Oktober 1928 di Jakarta.

KKN Mahasiswa Uniflor Tahun 2016 di Flores Timur NTT

Sumpah cowok tercetus alasannya ialah adanya keinginan para cowok semoga Indonesia menjadi negara yang merdeka. Para cowok ketika itu sadar bahwa harapan tersebut akan tercapai jikalau cowok Indonesia bersatu untuk berjuang bersama-sama. Semangat untuk bersatu (dalam keberagaman) tertuang dalam sumpah yang populer dengan Sumpah Pemuda. Para cowok berikrar untuk bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan berbahasa satu bahasa Indonesia.

Lalu, pesan yang tersirat apa yang perlu dipetik dari semangat sumpah pemuda? Pada jaman perjuangan, para cowok (mahasiswa) ikut berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan maka ketika para cowok harusnya berbuat untuk mengisi kemerdekaan. Lalu bagaimanakah dengan kiprah mahasiswa di zaman mengisi kemerdekaan ?

Kemarin tanggal 28 Oktober 2016, saya sempat memperlihatkan catatan simpulan kuliah Desain Pembelajaran Matematika I dengan mengingatkan para mahasiswa bahwa mahasiswa sebagai warga Negara Indonesia mempunyai tugas untuk mengisi kemerdekaan. Berbagai cara yang sanggup dilakukan oleh para mahasiswa ialah mencontohi semangat para cowok contohnya semangat belajar, menjaga kebersamaan, selalu rasional dalam bertindak, menjadi perantara budaya, dan banyak hal postitif lainya. Mahasiswa juga sanggup bergabung dengan organisasi kemahasiswaan di kampus dan berupaya untuk melakukan dedikasi masyarakat. Itulah hal-hal sederhana yang sanggup dilakukan mahasiswa untuk memaknai semangat para cowok ketika mencetus SUMPAH PEMUDA.

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Sunday, December 24, 2017

√ Ihwal Profil Google Scholar Untuk Dosen Dan Peneliti

Tentang Profil Google Scholar Untuk Dosen dan Peneliti - Tidak sanggup dipungkiri, Google merupakan salah satu mesin pencari (search engine) terbesar yang selalu dipakai oleh para pengguna intenet di dunia. Mesin pencari lainnya yang terkenal ialah Bing, yahoo. Tentu saja masih banyak mesin pencari selain yang saya sebutkan tersebut, namun tidak sepopuler ketiga mesin pencari ini. Saat ini, apapun warta yang kita butuhkan, tinggal mengetikan kata kunci di mesin pencari menyerupai google, dan google akan mencarinya untuk kita.

Untuk kepentingan dunia akademis, google juga menyiapkan apa yang namanya google scholar yang mengindeks semua dokumen berupa buku, makalah, dan dokumen dokumen lainnya dari suatu respository asalkan ditulis dengan hukum dan format tertentu. Google scholar semacam sesuatu yang khusus disediakan google untuk mempermudah mencari literatur akademis. Artikel publikasi yang terindeks google scholar tersebut berasal dari seluruh Repository karya ilmiah perguruan tinggi seluruh dunia yang terindeks oleh google terutama google scholar. Google scholar dikala ini sanggup mengindeks artikel yang mempunyai format paper secara otomatis. Jika bahan yang tidak mempunyai format tersebut dan tidak diuload pada laman tertentu tidak akan terindeks oleh Google Scholar.

Baca juga:

 Persyaratan Menjadi Peserta Sertifikasi Dosen 
 Tips Menulis Deskripsi Diri untuk Sertifikasi Dosen

Orang yang mempunyai karya ilmiah terindeks google scholar terutama para dosen atau peneliti seharusnya mempunyai profil google scholar. Para dosen yang akan mengikuti sertifikasi dosen juga dituntut harus mempunyai karya ilmiah yang sanggup ditelusuri secara online. Namun, yang saya telusuri, banyak peneliti yang mempunyai karya ilmiah dan terindeks google scholar justru tidak mempunyai profil google scholar. Profil Google Scholar merupakan identitas diri dosen atau peneliti yang disertai daftar artikel atau publikasi ilmiah yang pernah dilakukan. Seluruh artikel publikasi seseorang akan muncul di Profil Google Scholar kalau artikel tersebut ditulis dengan hukum tertentu dan dipublikasikan secara online. Saya menawarkan teladan Profil Google Scholar saya menyerupai pada gambar berikut walaupun tidak pernah dikutip.






Profile di Google Scholar berisi daftar semua goresan pena seorang penulis (buku, makalah, artikel, dsb) yang dikutip disitasi oleh penulis lain. Tulisan karya penulis tersebut diacu sebagai rujukan yang disebutkan di dalam daftar pustaka. Daftar semua kutipan tersebut berasal dari search.scholar yg secara otomatis ditelusuri oleh Google apabila artikel terkait sanggup ditemukan oleh Google.


Untuk menciptakan profil google scholar cukup mudah. Tentu saja, untuk menciptakan profil google scholar, seseorang harus mempunyai akun gmail. Sekarang ini Google memberlakukan satu akun gmail untuk seluruh layanan google. Cara menciptakan akun Google Scholar ialah sebagai berikut:

1. Lakukan login dengan akun gmail

2. Buka alamat http://scholar.google.com atau kalau ingin dalam bahasa Indonesia tinggal mengetikkan http://scholar.google.co.id/ pada browser.

3. Klik link My Citation (Kutipan Saya) di kanan atas. Jika diinginkan, edit data menyerupai foto, affiliation (lembaga aviliasi) kemudian klik Make Public semoga sanggup dilihat oleh orang lain.

Demikian klarifikasi mengenai pentingnya Profil Google Scholar dan cara menciptakan Profil Google Scholar bagi seorang dosen atau peneliti.

Semoga Bermanfaat.



Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Wednesday, December 20, 2017

√ Menentukan Perguruan Tinggi Tinggi Yang Legal

Memilih Perguruan Tinggi yang Legal -  Tips ini aku kutip dari opini Bapak Josef A. Gadi Djou pada harian Flores Pos pada hari Sabtu 1 Maret 2014. Opini tersebut berupaya untuk memperlihatkan pemahaman kepada para siswa yang akan lulus Sekolah Menengan Atas dan atau sederajat biar tidak salah menentukan PT, sehingga para siswa tidak salah menentukan PT yang sanggup merugikan dirinya sendiri. Hendaknya para siswa menentukan PT yang legal. Menurutnya, indikator PT legal yang sanggup dipilih para siswa sebagai berikut.

Pertama, PT tersebut harus mempunyai sertifikat pendirian yayasan yang terdaftar pada Kemenhumkam RI. Akta pendirian yayasan pengelola PT tersebut harus mendapat akreditasi dari Kemenhumkam RI. Akta pendirian yayasan inilah yang memperlihatkan PT tesebut legal.


Kedua, tidak ada konflik internal. Misalnya konflik antara pengurus yayasan, antara yayasan dan PT yang dikelola, dan konflik di dalam PT itu sendiri. Apabila sebuah PT mempunyai salah satu jenis konflik di atas, maka proses pendidikan di PT tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan benar. Setiap PT harus sungguh menyadari bahwa konflik yakni sumber menuju kehancuran PT yang bersangkutan.

Ketiga, PT tersebut tidak melaksanakan dan/atau merupakan kelas jauh. Di samping persyaratannya berat, pendidikan kelas jauh tidak sama dari segi akomodasi dan infrastruktur dengan pendidikan di kelas induknya.

Keempat, PT tersebut tidak melaksanakan kuliah pemadatan alasannya yakni tidak rasional. Perkuliahan normal bagi mahasiswa dalam satu semester 16 kali pertemuan, 2 kali ujian dan 14 kali pertemuan dosen. Contohnya, semester ganjil dimulai dari Agustus hingga Januari, semester genap dimulai Februari hingga Juli.

Bulan Agustus dan Februari yakni bulan persiapan kuliah, mahasiswa melihat nilai semester sebelummnya. Mahasiswa mempersiapkan mata kuliah yang diambil semester berikutnya, berkonsultasi dengan dosen pembimbing, mengisi KRS, dan mendaftar kelas. September dan Maret mulai kuliah. Januari dan Juli bulan ujian simpulan semester. Waktu enam bulan itu dipotong untuk libur Lebaran, Natal, Paskah, dan liburan yang lain. Yang dimaksudkan dengan kuliah pemadatan yakni perkuliahan dilaksanakan kurang dari jangka waktu yang dijelaskan di atas.

Kelima, PT tesebut harus memberikan pangkalan data PT (PDPT) setiap semester kepada Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud. Mulai tahun 2000-an sesudah ditiadakannya ujian negara bagi mahasiswa maka pemerintah dalam hal ini Ditjen Dikti mewajibkan kepada semua PT melaporkan setiap semester pelaksanaan dan hasil perkuliahannya. Pelaporannya itu dinamakan dikala itu PDPT, sebelumnya disebut EPSBED (Evaluasi Program Studi Berbasiskan Evaluasi Diri).

Masalah ini yang mengakibatkan banyak lulusan PT yang tidak legal gagal menjadi PNS, alasannya yakni Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencari dari laporan wacana hal ini. Laporan ini sanggup dilihat melalui internet sehingga apabila kita ingin mengetahui apakah sebuah PT atau agenda studi itu legal atau tidak, tinggal diklik pada laman: www.dikti.go.id.

Keenam, PT tersebut harus mempunyai rasio dosen dan mahasiswa yang seimbang. Untuk agenda studi eksakta 1 dosen berbanding 25-30 mahasiswa. Untuk agenda studi ilmu sosial 1 dosen berbanding 35-50 mahasiswa. Salah satu syarat utama mendirikan sebuah PT yakni setiap agenda studinya harus punyai 4 orang dosen S2 (Magister) dan 2 orang dosen S3 (Doktor) yang mempunyai kualifikasi keilmuan sama dengan agenda studi tersebut.

Ketujuh, PT tersebut harus mempunyai akomodasi pendidikan yang memadai. Fasilitas yang dimaksudkan di sini yakni sarana dan prasarana yang ada dan miliki PT yang bersangkutan. Sarana dan prasana itu tentu sesuai dengan situasi dan kondisi setempat dan menyenangkan bagi mahasiswa dalam proses perkuliahan.

Sebuah PT yang bertujuan mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa harus memenuhi tujuh persyaratan resmi yang disebutkan di atas, yang tentu masih perlu diadaptasi dengan situasi dan kondisi di mana PT tersebut berada. Untuk itu, para siswa yang tamat SMA/MA/SMK perlu cermat dan hati-hati menentukan PT kawasan perkuliahan nanti. Salah menentukan PT maka akan berakibat fatal bagi diri sendiri dan bagi orang bau tanah yang menyiapkan biaya.

Untuk menentukan sekolah tinggi tinggi yang baik, siswa dan orang bau tanah cukup memastikan apakah sekolah tinggi tinggi tersebut mempunyai sistem penjaminan mutu internal. Adanya sistem penjaminan mutu internal sekolah tinggi tinggi memastikan bahwa sekolah tinggi tinggi tersebut bertanggung jawab kepada para pemangku kepentingan dengan meningkatkan mutu secara berkelanjutan. Hasilnya yakni sekolah tinggi tinggu tersebut mempunyai peringkat Akreditasi Institusi PT yang baik.

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Sunday, December 10, 2017

√ Pengalaman Menjadi Akseptor Kegiatan Sarjana Mendidik Di Kawasan 3T

Pengalaman Menjadi Peserta Program Sarjana Mendidik di tempat 3T- Indonesia merupakan negara besar mempunyai puluhan ribu pulau dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Luasnya Indonesia menciptakan permasalahan pun banyak terjadi dan salah satunya ialah sektor pendidikan, mulai dari rendahnya tingkat pendidikan sampai belum meratanya pendidikan diseluruh Indonesia. Pendidikan diibaratkan sebuah jantung kehidupan bagi insan yang berperan sangat central untuk menggerakan semua yang ada di dalam tubuh. Maka dari itu pendidikan sebuah motor pelopor yang berperan sangat vital untuk mencerdasakan semua anak bangsa Indonesia tanpa pandang bulu.

Salah satu aktivitas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan percepatan pembangunan untuk mencerdaskan anak bangsa di negeri ini melalui Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia” salah satunya ialah Program Sarjana Mendidik di tempat 3T (SM3-T). Program SM-3T ialah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di tempat 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru. Program SM-3T ditujukan kepada sarjana pendidikan yang belum bertugas menjadi guru baik di sekolah negeri maupun swasta.

Program SM-3T ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan guru yang ada di tempat 3T dalam jangka pendek, bagi sarjana pendidikan yang mengikuti aktivitas ini harus mengabdi di tempat 3T selama satu tahun kemudian dilanjutkan aktivitas pendidikan profesi guru. Program ini juga bertujuan untuk memperlihatkan pengalaman kepada sarjana pendidikan sehingga bisa memecahkan problem pendidikan serta mempunyai jiwa ketahanmalangan dalam mengembangkan pendidikan di tempat 3T. Hal ini memang bisa dikatakan hal sepele namun banyak sarjana pendidikan di Indonesia enggan membangun tempat 3T.


Baca Juga : Suka Duka Menjadi Guru di Papua

Program SM-3T ini dimulai tahun 2011 dan akan berlanjut selama kurang lebih sampai 2015, dimana ketika ini sudah memasuki angkatan 5 tahun 2015. Melalui aktivitas SM-3T akan membantu pemerataan pendidikan di Indonesia khususnya tempat 3T. Saya termasuk ikut ambil pecahan dalam aktivitas ini dimana termasuk angkatan 4 tahun 2014 asal LPTK Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang, dengan mengikuti aktivitas ini saya bisa menjadi pecahan dalam mengembangkan pendidikan di tempat 3T dan menambah pengalaman serta membuka persepsi secara eksklusif mengenai pendidikan di tempat 3T.


Program SM-3T memang tidak bisa secara cepat mengatasi permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia namun paling tidak solusi jangka pendek dalam pemenuhan keterbatasan guru di tempat 3T bisa diatasi. Hal ini terbukti menurut pengalaman mengabdi di kabupaten Deiyai-Papua. Selama setahun saya bersama kurang lebih 39 orang sobat guru asal LPTK Undana yang tersebar di kabupaten deiyai cukup banyak membantu permasalahan pendidikan di tempat tersebut salah satunya kurangnya tenaga guru menciptakan kami harus merangkap menjadi guru tutor, memperbaiki manajemen sekolah mirip pembuatan RPP-silabus, menjadi operator sekolah, serta dengan berbekal pengetahuan yang ada ketika prakondisi kami saling membuatkan kepada sesama rekan guru di Kab Deiyai ihwal pengenalan kurikulum 2013. Di samping itu juga hal sederhana yang sanggup kami terapkan kepada para guru dan murid di tempat perbatasan yang belum pernah dilakukan di sekolah ialah rasa cinta akan tanah air Indonesia dengan mengadakan upacara apel bendera yang wajib dilaksanakan setiap hari senin, pengenalan kegiatan ekstra kurikuler mirip pramuka, menyanyi dan menari, kegiatan kerja bhakti serta senam yang sanggup menumbuhkan semangat para guru dan akseptor didik bahwa proses pembelajaran tidak hanya monoton dalam kelas tapi juga di luar kelas.

Berdasarkan pengalaman setahun mengabdi di SDN Waghete Kab.Deiyai dalam proses pembelajaran saya tidak menekankan bahwa semua akseptor didik harus menguasai bahan pembelajaran tetapi yang lebih difokuskan ialah pada Calistung (baca, tulis dan hitung). Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana yang ada serta tingkat kemampuan akseptor didik yang boleh dikatakan sedang tidak menciptakan saya patah semangat tetapi dengan gigih dan penuh cinta bahwa mereka juga ialah anak negeri yang berhak mendapat pendidikan yang layak. Ada kebahagiaan tersendiri bagi saya ketika mengabdi di tempat tersebut saya banyak mencar ilmu bahwa perbedaan suku bangsa, budaya, agama, bahasa serta tempat yang boleh dikatakan ekstrim bukanlah suatu penghalang bagi saya untuk mendedikasikan diri bagi bawah umur perbatasan untuk mengenyam pendidikan.


Setelah tamat mengikuti Program SM-3T saya berkesempatan mengikuti Pendidikan Profesi Guru di Universitas Muhammadiyah Malang.Banyak pengalaman yang saya peroleh. Saya bersykur sebagai Lulusan PGSD Universitas Flores. Dari teman-teman seangkatan di PPG, saya satu-satunya yang merupakan Lulusan dari dari PT di Flores. Satu hal yang menciptakan saya percaya diri ialah bahwa ternyata apa yang saya dapatkan di Program Studi PGSD Universitas Flores (merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang Legal di Flores) menjadi bekal bagi saya ketika mengikuti SM-3T dan PPG di UM Malang. Keunggulan utama Program Studi PGSD Uniflor ialah menyiapkan guru yang sanggup Menjadi Guru pembelajar sesuai tuntutan Pembelajaran Abad 21.


Bagi saya pribadi menjadi guru merupakan kiprah yang mulia. Guru bukan hanya bertugas untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan menerpakan nilai-nilai dalam kehidupan tetapi bagi saya guru ialah panggilan hidup. Saya mengasihi panggilan hidup saya menjadi guru yang sanggup mengabdi untuk anak negeri dengan setulus hati. Teringat akan kata yang penuh makna dari Yudi Supriadi sang pengabdi untuk saya dan anda sekalian para guru “Menjadi guru bukanlah pekerjaan menterang. Menjadi guru juga bukan pekerjaan yang gemerlap. Tak ada kerlap-kerlip lapu sorot yang memancar, jug pendar-pendar cahaya setiap kali guru-guru itu sedang membaktikan diri sebagai pengabdi negeri. Sebab mereka memang bukan para pesohor bukan pula bintag panggung. Pada gurulah memancar pendar-pendar sinar keikhlasan dan ketulusan pada pengabdian yang mereka lakukan (Noberta Paulina Yuni, Lulusan PGSD Universitas Flores 2014)

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Saturday, December 9, 2017

√ Suka Murung Menjadi Guru Di Papua

Suka Duka Menjadi Guru di Papua. Tahun 2011, hampir dua tahun sesudah saya lulus dari Program Studi PGSD Universitas Flores saya ke Papua. Impiannya tidak muluk-muluk, kerja sanggup uang dan kuliah lagi. Waktu itu santer terdengar kalau beberapa tahun ke depan diploma sudah tidak layak untuk mengajar lagi. Saya yang kebetulan masih Diploma 2 gundah sekali. Pikiran saya kacau balau ketika itu. Mau lanjut kuliah ambil uang dari mana???. Orang bau tanah saya yang cuma petani kecil dan umur mereka sudah semakin tua. Rasanya saya tidak tega, jikalau harus mengandalkan mereka untuk membiayai kuliah saya lagi. Yang ada dalam pikiran saya yaitu bagaiman saya mendapat pekerjaan dengan honor yg bisa saya gunakan untuk melanjutkan pendidikan saya. 



Entah dari mana sumber pikiran itu terlintas nama Papua. Orang Flores menyebutnya ketika itu "Irian Jaya". Entahlah mungkin alasannya yaitu dari kecil sudah sering jauh dari orang bau tanah alasannya yaitu harus sekolah, jadi pilihan untuk merantau menjadi sesuatu yang biasa berdasarkan saya. Suatu ketika mama kecil (bule) saya dan suaminya yang bekerja di Papua cuti liburan dan pulang ke Aimere, kampung saya. Ketika mereka akan balik ke Papua, saya nekat saja ikut mereka. Bulan Maret saya tiba di Papua. Senang campur kaget. Senangnya alasannya yaitu ternyata di sini sudah ada saudara kita sedaerah malah sekampung. Kagetnya alasannya yaitu situasinya berbeda sekali. Dua bulan setiba di Papua saya harus berguru apa yg menjadi kebiasaan masyarakat di sini. Dan kebetulan bule saya sudah usang tinggal di sini dan pekerjaannya mengharuskan dia bersentuhan dengan masyarakat dan itu memudahkan saya.

Menjadi Guru Di Pedalaman Papua

Sesuai ijasah saya, saya melamar di Yayasan Persekolahan Katholik (YPPK) Tillemans Mimika dan saya diterima. Tempat mengajar saya yg pertama namanya Kampung Mioko (Kamora) distrik Mimika Tengah. Saya bekerja di sana selama 5 tahun. Dari Mioko saya berguru banyak. Bertemu teman- sahabat dari suku lain. Suku yang saya menetap kini yaitu Suku Kamoro kawasan Timika bab Pantai. 

Banyak tantangan yang saya hadapi ketika awal menjadi Guru di pedalaman Papua. Mulai dari kebiasaan, makanan, juga bahasa. Salah satu kebiasaan yang tidak lazim yaitu membawa serta anak meski usia sekolah ke tempat mereka mencari sumber makanan. Dan itu bisa berhari-hari bahkan bulan. Makanan yg saya rasa paling ngeri yaitu Ulat Sagu (orang Aimere menyebutnya Doko) dan Tambelo (hewan lunak yg hidup di batang pohon), sagu yg bagi saya rasanya hambar, daging buaya, daging tikus tanah dan Puji Tuhan semua jenis kuliner itu sudah bisa dan biasa saya makan pada akhirnya.



 Baca Juga : Pengalaman Menjadi Peserta Sarjana Mendidik di Daerah 3T

Apalagi bahasa, hingga kini saya cuma mengerti beberapa kata. Tapi anehnya kalau mereka bicara saya bisa mengerti maksudnya. Di kawasan Kamoro pada umumnya transportasi air (sungai dan laut) dan lagi- lagi saya ngelus dada alasannya yaitu tidak bisa berenang. Makanya ketika ada kunjungan ke sekolah lain yang harus melewati sungai saya harus bawa jerigen kosong sebagai alat bantu berenang.

Diangkat Menjadi Kepala Sekolah

Setelah 4 tahun saya mengajar di Mioko, tahun ke lima saya dipanggil oleh ketua Yayasan.Tidak terlintas dalam pikiran saya kalau saya dipanggil untuk membicarakan wacana penunjukkan saya sebagai kepala sekolah di SD YPPK Bonaventura. Sungguh mati kalau saya tahu niscaya saya tidak tiba

Setelah saya ke kantor dia kasih tahu, " Adriana, enkgau pindah yah, dalam beberapa bulan ini engkau temuai kepala-kepala sekolah dan bendahara yg berdasarkan engkau bisa belajar, belajarlah dari mereka". Sejujurnya saja saya merasa bahwa saya belum mampu. Bagaimana memanage diri sendiri saja belum tentu bisa, ini memanage orang dengan aksara serta budaya yang berbeda.

Saya juga tidak tahu bahwa kepala sekolah saya di Mioko dan sahabat guru beropini bahwa saya sudah mampu. Dan ketika ada kesempatan bicara dengan pimpinan yayasan mereka beritahu soal itu. Yang bergotong-royong saya kwatirkan bagaimana mengolah sekolah. Akan menjadi beban buat saya ketika saya tidak bisa memajukan sekolah lebih baik dari pada kepsek sebelumnya.

Saya meminta pendapat dari keluarga termasuk kepala sekolah saya di Aimere. Mereka semua mendukung asalkan saya tidak mengalah dan mau belajar. Akhirnya tahun ini saya ditempatkan di sebuah kampung di Kamoro nama kampungnya Keakwa yang terletak di Distrik Mimika Tengah. Saya mempunyai 6 orang guru, 1 orang penjaga sekolah, jumlah 8 orang. Dalam urusan sekolah saya santai tapi tegas. Menuntaskan 3 M (Membaca, Menulis dan menghitung) itu tujuan utamanya. Belum sebagus sekolah yg di kota tapi kami selalu berusaha berbenah diri. 



Saya tidak mempunyai motto yang spesial, tapi prinsip saya ada. Bagi saya: “tidak ada yg tidak mungkin selama hal itu kita betul-betul punya cita-cita yg berpengaruh dan be positif. Jangan takut gagal, berani mengambil langkah dan keputusan tapi jangan egois. Menjadi langsung yg terbuka sekaligus tegas. Saya tidal takut mati. Berani merantau berarti berani ambil resiko apapun”.

Kuliah di Uniflor: Sebuah Pengalaman Berharga

Dulu waktu di unflor memang semua dosen tidak menampakan kalau beliau2 sedang menasihati. Biasanya dengan bahasa lugas atau becanda mereka bilang:” Kamu tuh jangan terlalu seni-seni, kuliah dulu”. Singkat sih, tapi maknanya..Jleeeeeb...dalam oooo. . Di Program studi PGSD saya tidak ada dosen favorit. Semuanya saya suka. Karena hampir semua dosen ketika mengajar niscaya saya curi2 tidur. Oh yah, saya juga anggota Paduan Suara Uniflor.

Bagi adik-adik saya yang telah lulus dan belum mendapat pekerjaan, jangan sia siakan selembar ijasah yang ada. Harus berani keluar dari Flores dan cari pekerjaan di kawasan lain. Sekian Cerita saya dari Mimika Tengah, Papua (Ludgardis Adriana Moi, D2 PGSD Uniflor, Lulus Tahun 2009)


Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Saturday, November 11, 2017

√ Universitas Flores: Universitas Terbesar Di Flores Nusa Tenggara Timur

Universitas Flores: Universitas Terbesar di Flores Nusa Tenggara Timur. Universitas Flores merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi yang berbentuk Universitas di Pulau Flores. Sejak berdirinya kurang lebih 36 Tahun lalu, terlihat sampai sekarang Universitas Flores Ende (Uniflor) menampilkan jati diri sebagai forum ilmiah yang ditandai kemandirian dalam membangun sumber daya insani secara bersistem, terencana, dan terarah. Saat Ini Uniflor mempunyai kampus sendiri yang terletak di Jln. Samratulangi Kelurahan Paupire Ende.

Jika menapaki jejak perjalanan, dengan berpaling pada aspek sejarah, bahu-membahu mempunyai pertalian sejarah yang sangat besar lengan berkuasa dengan Fakultas Keguruan (FK) dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Nusa Cendana Cabang Kupang di Ende, yang mencikalbakali lahirnya Universitas Flores Ini.

Universitas Cendana Cabang Ende, telah menaburkan benih edukatif, dengan produktifitas sumber daya insani, terutama tenaga edukatif (guru) dari tahun ke tahun meningkat. Namun, korban rasionalitas, dengan kebijakan bahwa setiap perguruan tinggi tinggi negri tidak diperkenankan membuka cabang-cabangnya, maka FK dan FIP Undana Cabang Ende ditutup dengan tidak mendapatkan calon mahasiswa gres pada tahun 1980. Hal ini, menyebabkan bahwa kerinduan para lulusan SMTA di NTT umumnya dan khususnya para lulusan SMTA di pulau Flores yang sangat menggantungkan harapan dan harapan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Undana Cabang Ende, sebagai satu-satunya tempan pengenyaman pendidikan tinggi dalam ilmu Keguruan dan Ilmu pendidikan Terpupus.



Realitas ini, sanggup memijaki Bapak H.J. Gadi Djou, Drs.Ekon (Bupati Kepala Daerah Tingkat II Ende) pada ketika itu. meprakarsai mendirikan sebuah perguruan tinggi tinggin swasta, yang diawali dengan mengadakan rapat bersama dengan MUSPIDA, ABRI, Tokoh-tokoh Masyarakat, Para Alim Utama, dan Para Cendekiawan pada tanggal 19 Juli 1980. Rapat tersebut menyepakati bahwa didirikan sebuah PTS di Kota Ende yang dinamakan dengan Universitas Flores.

Tanggal 19 Juli 1980 tersebut merupakan momentum bersejarah yang menandai Universitas Flores lahir. sebagai solusi dalam menjawab derasnya arus lulusan SMTA sepulau Flores (2000 - 3000 siswa / tahun) yang tidak sanggup melanjutkan studi keperguruan tinggi di luar Pulau Flores.

Dalam kaitan denga ini, yang dibidik pertama-tama yakni Pendidikan Keguruan dan Hukum, sebagai obsesi keilmuan yang ditandai denga dibukanya Fakultas Keguruan (FK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dan Fakultas Hukum (FH).

Pada tanggal 1 Februari 1982, dengan surat keputusan Perguruan Tinggi Flores (YAPERTIF) NO. I/Kep./YAPERTIF/E/1982, FK dan FIP diintegrasi ke dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Selanjutnya, dengan surat keputusan Yayasan Perguruan Tinggi Flores (YAPERTIF). NO. 5/Kep./Yapertif/E/1982, tanggal 25 Juli 1982, dibuka Fakultas Teknik (FT) dengan Jurusan Teknik Sipil. Universitas Flores mempunyai status tetap, menurut Keputusan Surat Mendikbud RI NO. 242/DIKTI/Kep/93 tanggal 1 Mei 1993. Dan dengan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI NO. 39/DIKTI/Kep/1998 tanggal 11 Februari 1998 dibuka Fakultas Ekonomi (FE) dengan dua Jurusan/Program studi yakni Jurusan/ Program studi Manajemen dan Jurusan Program/Program studi Akuntansi. Beradasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor: 261 / DIKTI / KEP / 2000, tanggal 10 Agustus 2000 dibuka Program Studi Ekonomi Pembangunan dengan status tetap pada Fakultas Ekonomi.

Selanjutnya dengan surat keputusan Dirjen Dikti No. 2602/DIKTI/2001 tanggal 6 Agustus 2001 memberi iji penyelenggaraan PGSD jenjang Diploma II pada Universitas Flores. Selanjutnya dengan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor : 1598/D/T/2002 tanggal 2 Agustus 2002 memberi ijin penyelenggaraan Fakultas Bahasa dan Sastra Program Studi Sastra Inggris dan Program Studi Fisika pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Flores. Pada Tanggal 29 Desember 2005, Surat Keputusan Dikti N. 414 3/D/T/2005 memberi ijin penyelenggaraan Program Studi Pertanian jenjang (S1) dan Program Studi Arsitektur jenjang (S1).

Kalau ingin menentukan perguruan tinggi tinggi yang legal di Flores, universitas flores merupakan pilihan yang tepat. Saat ini, Universitas Flores berstatus pengukuhan Institusi dengan peringkat B. (Untuk melihat SK Akreditasi Institusi Universitas Flores sanggup did0wnl0ad di : SK Akreditasi Institusi Universitas Flores )Beberapa jadwal studi di Universitas Flores mempunyai jenjang pengukuhan denngan peringkat B yaitu Program Studi Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Ilmu Hukum, Manajemen, Sastra Inggris dan Program Studi Arsitektur.

Saat ini, Universitas Flores mempunyai kemudahan memadai dengan kampus utama terletak di Kaki Gunung Wongge dan dari Kampus III Universitas Flores sanggup menikmati pemandangan ke arah kota Ende yang Indah (Tonton videonya di Sini)

Sumber: uniflor.ac.id

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Monday, October 2, 2017

√ Menempuh Pendidikan Di Kampung, Bekerja Di Kota Metropolitan

Menempuh Pendidikan di Kampung, Bekerja di Kota Metropolitan - Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi manusia. Pendidikan juga merupakan salah satu jembatan yang menghubungkan kita dengan dunia kerja, dimana pendidikan itu dari kita, oleh kita dan untuk kita. Seseorang ketika masuk pada dunia kampus tentu sudah tahu apa, dan bagaimana yang harus ia lakukan demi masa depanya, supaya menjadi selangkah lebih baik dari apa yg ia alaminya itu. Ketika mengikuti proses perkuliahan jangan hanya mengharapkan nilai saja, tetapi harus meresapi pengetahuan yang diberikan oleh bapak dan ibu dosen dengan baik. Sebagai seorang mahasiswa kita harus tau apa, dan bagaimana yang dilakukan kita dalam menghadapi dunia kerja ketika kita tamat dalam proses perkuliahan.


 Baca Juga : Suka Duka Menjadi Guru di Papua

Sedikit saya mengulas wacana pengelaman saya ketika masih duduk di dingklik perkuliahan. Tentu saja banyak hal yang saya dapatkan dari bapak dan ibu dosen, yang sangat luar biasa dalam membentuk dan mendidik saya untuk menjadi insan yang berkhasiat dalam kehidupan di masyarakat yang beragam ini. Saya merupakan salah satu mahasiswa alumni dari Universitas Flores yang diwisudakan pada Desember tahun 2015 lalu. Di kampus saya juga dikenal oleh bapak dan ibu dosen sebagai mahasiswa yang aktif dalam mengikuti acara apa saja yang ada di kampus. Saya juga bergabung dengan organisasi baik intra kampus maupun ekstra kampus. Saya juga pernah menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru SD ( HMPS – PGSD ) pada periode 2013/2014, dan pada organisasi ekstra kampus saya bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) Cabang Ende. Setelah tamat proses perkuliahanku di Universitas Flores saya juga di tuntut untuk harus mencari pekerjaan yang sesuai dengan ijasah yang saya miliki.

Baca Juga:
Pengalaman Menjadi Peserta Program Sarjana Mendidik di tempat 3T
Akhirnya pada bulan Februari saya diajak oleh sahabat saya yang ada dijakarta untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Saya juga memberanikan diri untuk ke Jakarta hanya sebab dengan modal nekad. Ketika di Jakarta saya juga menciptakan lamaran ke Yayasan Pendidikan Umum St. Lukas untuk menjadi guru. Ternyata tidak simpel untuk masuk menjadi guru dalam sebuah yayasan ternama, dimana harus melalui proses yang begitu ketat. Saya bersama  sebelas sahabat saya yang asalnya dari aneka macam tempat mengikuti proses seleksi untuk menjadi tenaga pendidik di yayasan tersebut. Pada tahap awal kami melaksanakan test wawancara, dan pada tahap ini juga yang gagal di test awal ada dua orang sahabat saya dari Jawa yang merupakan lulusan dari salah satu PT Ternama di kota Malang. Pada tahap kedua tinggal sepuluh orang yang mengikuti test microteching, dan tahap ketiga kami melaksanakan test tertulis dengan soal sebanyak 70 butir dengan waktu 30 menit, dan puji Tuhan ternyata soal yang ada itu banyak wacana MBS dimana Manajemen Berbasis Sekolah itu Merupakan Judul dari Skripsi saya.
Pada ketika pengumuman ternyata yang diterima hanya kami 4 orang. Pada ketika itu juga saya sangat gembira sebab sanggup bersaing dengan teman-teman dari universitas ternama di Indonesia seperti, teman- sahabat dari Atma Jaya, dari UGM dan juga sahabat – sahabat dari UNY, dan bahkan mereka yang dari kampus ternama juga banyak yang gagal. Lalu pada ketika itu juga saya pribadi meneteskan air mata senang sebab diterima untuk menjadi tenaga pendidik di yayasan Pendidikan Umum Santo Lukas, Jakarta Utara. Akhirnya muncul dalam benak saya ternyata Universitas Flores merupakan salah satu Universitas yang patut diperhitungkan juga. Saya sangat berterima kasih kepada bapak dan ibu dosen yang sudah merelakan waktunya dalam mendidik saya sehingga saya sanggup bersaing dengan teman-teman yang merupakan lulusan dari kampus ternama dan populer di Indonesia. Dengan ini saya merasa sangat gembira sebab kuliahnya di kampung tetapi sanggup kerja di kota yang merupaka ibu kota dari negara kita. Pengalaman  ketika pertama menjadi guru sangat berkesan, dimana saya juga setiap hari bertemu dengan rekan-rekan guru dari tempat yang berbeda-beda dan juga fokus pada pekerjaan masing-masing, di tambah lagi dengan hukum yang begitu ketat, dimana setiap hari manajemen guru itu baik RPP, silabus hingga pada persiapan harian lainnya juga diperiksa oleh kepala sekolah.


Dengan ini kepada teman-teman saya yang masih duduk di dingklik kuliah terutama teman-teman saya di Universitas Flores, pengetahuan yang kita dapatkan itu sangat berharga untuk kita, ketika kita sudah berhadapan dengan dunia kerja. Jangan abaikan apa yang diberikan oleh bapak dan ibu dosen, sebab hal itu demi kebaikan kita, demi kemajuan kita dalam bersaing untuk suatu pekerjaan nanti. Kuantitas tidak menjamin untuk suatu pekerjaan sebagai pendidik, tapi kwalitas yang sangat di butuhkan. Sebagai pemegang tongkat estafet bangsa, marilah kita maju bersama. (Yohanes Brekmans Ra’e, S.Pd, Alumni PGSD Universitas Flores Tahun 2015)

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Monday, August 14, 2017

√ Servas: Usaha Untuk Kuliah Di Flores Dan Mendapat Beasiswa S2 Dari Pemda Kabupaten Ngada

Servas: Perjuangan Untuk Kuliah di Flores Sampai Akhirnya Mendapatkan Beasiswa S2 dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada- Setelah menuntaskan pendidikan di SMA, saya tak ada niat sedikitpun untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tinggi.  Alasannya klasik.  Latar belakang ekonomi dan kondisi fisik orang renta yang sudah renta dan sering sakit-sakitan menciptakan saya berpikir untuk menguburkan mimpi melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Saya hanya berniat dan mungkin hanya bisa bermimpi semoga bisa menjadi petani yang baik. Setelah beberapa tahun kemudian, timbulah niat baik dari saudariku untuk membiayainya, sehingga saya bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tinggi.

Awal masuk perkuliahan saya sedikit ragu dengan kemampuan kerena dalam benakku, mungkin saya tidak bisa bersaing dengan teman-teman lain. Alasannya sudah beberapa tahun di luar, namun saya berusaha setidaknya kemampuanku setara dengan teman-teman lain dengan cara mengatur aktivitas belajar. Sedikit sering pengalaman, berbekal petuah dari seorang tokoh menyampaikan bahwa “kita harus berguru ilmu ayam yang selalu turun pagi-pagi mencari makan, dan juga siapa yang lebih cepat cotok makanan berarti dia menerima porsi lebih banyak”. Hal ini diartikan bahwa rahmat dan rejeki yang kita peroleh lebih banyak dipagi hari. Alasannya sederhana saja, bahawa pekerjaan yang kita lakukan pada pagi hari lebih bersemangat dan membuahkan hasil yang memuaskan, ketimbang pekerjaan itu dilakukan disiang hari apalagi di tengah terik matahari. Berpedoman pada hal tersebut maka waktu berguru wajib, saya gunakan pada jam empat hingga jam enam pagi. Sedeangkan waktu berguru lainnya saya gunakan pada dikala sesudah bahan diberikan mumpung belum lupa dan gampang dicerna kembali. Selain itu, untuk menambah wawasan saya biasanya diskusi dengan sahabat dan juga membaca bacaan apa saja yang saya temui.

Banyak hal yang diperoleh sewaktu masih kuliah S1, baik dari bapak/ ibu dosen, teman-teman maupun dari organisasi masyarakat yang sanggup memperlihatkan bantuan pengetahuan sehingga saya tumbuh menjadi manusia yang berkhasiat dalam masyarakat. Sebagai seorang anabawang dalam perkuliahan tentunya banyak tanya kepada senior perihal perkuliahan, nah disini banyak masukan termasuk salah satunya abjad dosen yang keras dan mempersulit mahasiswa dalam perkuliahan bahakan kalau sanggup dosen tertentu katanya kau siap tidak lulus. Mendengar hal itu tentunya saya sedikit cemas namun saya tetap berprinsip kalau kita berguru belum tentu kita tidak lulus.

Ternyata apa yang diragukan itu tidak benar, bahkan kami sekelaspun lulus dengan nilai yang baik, kesimpulannya bukan dosen yang keras tapi faktor dari kita mau berubah atau tidak. Kalau mau berubah tentunya harus punya janji yang terang dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen. Aktivitas selain kuliah saya juga ambil pecahan dalam organisasi kampus menjadi anggota HMPS PGSD tahun dari tahun 2010-2012, koor kampus, dan juga ikut bergabung dalam kegiatan organisasi di mana tempat saya tinggal.


Kegiatan Saat Liburan


Mengingat latar belakang ekonomi yang lemah lembut,,,dan juga terinspirasi dengan mas Jawa yang menjajankan dagangannya setiap hari di kompleks Wirajaya, hasilnya muncul niat dikala liburan saya harus buat sesuatu yang bisa menghasilkan uang semoga bisa menopang kebutuhan kuliah, yang terpenting pekerjaan yang saya lakukan halal. Niat baik itupun saya lakukan semenjak semester I yakni menjual sayur dan jualan roti setiap pagi. Awalnya sih sedikit aib untuk melaksanakan itu apalagi seorang mahasiswa niscaya akan diolok sama orang-orang dikampung. Saudariku juga tidak oke kalau saya harus jualan sayur apalagi roti hahaha,,,,namun saya tetap pada prinsip, bahwa apa yang kita lakukan halal knapa kita harus aib dan takut yang terpenting apa yang kita buat tidak melanggar norma atau hukum di masyarakat. Apa yang dicemaskan pun ternyta benar terjadi dikala saya mengedarkan sayuran dan roti ada yang ngolok katanya “malue anak kuliah ko jual sayur” dalam nada guyon sedkit senyum saya bilang, yang terpenting saya tidak curi dan peminta-minta. Saya tetap pada prinsip bahwa apa yang dilakukan halal knapa kita harus malu. Setiap pagi saya harus mengedarakan jualanku bahkan ada yang jadi pelanggan tetap hahahha,,,. Hasil dari jualan pun tidak mengecewakan bisa membantu biaya regis. Keigiatan lainnya saya ke sekolah, seijin kepala sekolah saya berguru bersama anak sekolah di kelas, bapak/ibu guru mengajar saya duduk sederet dengan anak SD tujuannya hanya mau observasi bagaimana cara mengajar dan mendidik anak SD. Disisi lain saya melaksanakan observasi dan berguru bersama guru-guru sekalian untuk mengetahui permasalahan pembelajaran di SD.

Saat masuk liburan biasanya menceritakan kenangan waktu liburan bersama sahabat dekat, akhiranya saya pun menceritakan pengalaman saya, ketika saya bilang jual roti kukus dan sayuran dia ledak tertawa dicampur air mata sedih, katanya “wise,,,(sapaan akrab) kau brani jual kue, kau tidak aib ka sahabat ? saya bilang, pada dasarnya apa yang saya lakukan tidak merugikan orang lain”. Kebtulan sahabat ku juga nasibnya hampir menyerupai sama saya, diapun terinspirasi dengan apa yang saya lakukan, hasilnya dia minta ide utuk jualan sambil kuliah, dia bilang ke saya gimana saya jual nasi bungkus, saya pun memberi suport, hasilnya dia jual nasi bungkus sempurna di depan sekolah Adiaksa, hasilnya pun bisa membantu kebutuhan kuliah. Hidup ini memang butuh perjuangan, buat teman-temanku yang masih kuliah bila mengalami kesulitan, jangan pernah aib melaksanakan sesautu, yang terpenting apa yang kita lakukan itu halal dan tidak merugkan orang lain.


Kisah Sedih


Sejak awal keberangkatan kuliah tahun 2010, saya didanai oleh saudari sepupu bersama adik kandungku, namun nasib malang menimpah tahun 2011 saudariku jatuh sakit tak kunjung sehat, dan pada tahun 2013 dikala saya mau melaksanakan kegiatan KKN dan PPL saudariku menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Ende. Saya hampir frustasi dan tak mau lanjut sebab satu-satunya tulang punggung, namun berkat motivasi dari keluarga di Ende hasilnya sayapun kembali kuliah.


Mendapat Penghargaan


Berkat semanagt, usaha dari keluarga dan santunan dari bapak/ibu dosen dan semua teman-teman semua hasilnya saya menuntaskan pendidikan di Unflor genap empat tahun. Pada tanggal 10 september Tahun 2014 saya dikukuhkan menjadi Sarjana, dan pada dikala itu pula saya menerima penghargaan, sebab menerima predikat kelulusan dengan kebanggaan dengan Indeks prestasi komulatif 3,75. Dalam benak saya hanya bisa bersyukur atas prestasi yang diraih dan yang lebih penting ialah implementasi dari ilmu yang kita peroleh dalam dunia pendidikan dan dalam hidup bermasyarakat. Saat mendapatkan pengharagaan diselingi lagu himne guru, sempat meneteskan air mata dikala mendengarkan syair lagu “engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan,,,”jadi ingat pesan dan kerja keras dari saudariku sehingga saya bisa kuliah. Memang benar kata almarhum opa Sebas dikala kuliah semester awal, “siapa yang tekun, kerja keras untuk kuliah dan menghadapi banyak sekali tantangan, dikala pemindahan toga oleh rektor niscaya dia meneteskan air mata”.


Kuliah Lanjut S2


Banyak orang percaya bahwa perkataan merupakan sebuah doa. Hal inilah yang benar-benar saya alami. Seperti pada awal masuk kuliah S1, saya sama sekali tidak ada bayangan akan melanjutkan pendidikan di S2, awalnya Ibu Berty sebagai dosen PA pernah memperlihatkan motivasi untuk semua teman-teman semoga melanjutkan pendidikan S2 namun dalam hati kecil saya bilang:" kuliah S1 saja saya susah apalagi S2 cukup saja hingga disini. Berapa dosen pun secara langsung mereka pernah bilang ke saya menyerupai Pak Gusty, Pak Martin dan Pak Eris selaku penguji skripsi dan memang dikala kuliah dia tidak pernah mengasuh di kelas saya, tapi dia pernah bisik di saya di samping prodi PGSD katanya “Adik nanti lanjut S2 ew". Terus saya jawab: " Tidak bisa Bapa, saya tidak ada sumber biaya.Karena balasan ini dia memotivasi saya dan saya ingat benar apa yang dia katakan kepada saya. Saya ingat benar perkataan pak Eris:
 "Mimpi dan keinginan ialah soal usaha dan kegigihan, apakah kita orang miskin dihentikan bermimpi ? Apakah kita orang kampung dihentikan punya mimpi ? Ayo lanjut kuliah, banyak beasiswa tuh. Saya dengar di Pemerintah Daerah Ngada ada beasiswa. Nanti coba tanya informasi ke sana"
Saya pun membisu dan dalam hati saya bilang S1 saja susah, apalagi mau S2, mudik saja.

Setelah memberesakan berkas ijazah, kurang lebih satu bulan semenjak saya diwisudahkan pada bulan Oktober saya menerima ajuan untuk mengajar di SD di kampungku. Setelah mengajar kurang lebih setengah tahun hasilnya ada informasi beasiswa untuk lanjut S2 dari Pemerintah Daerah dan sayapun coba-coba ikut tes, siapa tahu bisa lulus hasilnya pada bulan Maret 2015 menerima isu lulus dari kawasan dan lanjut kuliah S2 UNS di Solo Jawa Tengah. Saya harus memperlihatkan ucapan terima kasih untuk bapa Ibu dosen dan teman-teman semua sebab berkat motivasi dan santunan dikala masih di S1, maka pada kuliah S2 pun saya bisa bersaing dengan teman-teman di Jawa. Dan dikala ini saya sementara menuntaskan kiprah final tesis. Awal masuk kuliah S2 kadang saya ingat kembali pesan dari bapak ibu dosen yang memperlihatkan motivasi dan saran untuk lanjut kuliah S2, yang berdasarkan saya mustahil terjadi, namun apa yang tidak terpikirkan itu terjadi.



Pesan buat teman-teman dan adik-adik saya di Program Studi PGSD Universitas Flores yang masih kuliah: " Tetap semangat dan berjuanglah walau sesulit apapun situasi yang kita alami. Bersama Tuhan segala yang mustahil akan menjadi mungkin, sebab Tuhan punya rencana indah buat kita. Tidak perlu minder kuliah di kampung.  Saya yakin akomodasi yang saya alami ketika kuliah S2, semuanya sebab saya mempunyai fondasi yang besar lengan berkuasa dari Program Studi PGSD Universitas FLores" (Servasius Wunga, Alumni PGSD Uniflor, Angkatan 2010, Mahasiswa Pascasarjana UNS)



Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Sunday, July 16, 2017

√ Beberapa Alamat Jurnal Gratis

Beberapa Alamat Jurnal Gratis - Berikut  ini diberikan alamat  Directory Open Access atau alamat situs direktori yang berisi jurnal-jurnal yang bersifat gratis
Academic Journals
ACS Publications
DOAJ
DBLP Computer Science Bibliography
Ergo (Education Research Global Observatory)
Free Medical Journals
Free Journal Open Access
Informaworld
Interes (International Research)Journals
Garuda Dikti
Journal for Free
JSTOR Scholarly Journal Archieve
Lipi Komputasi
Mirror Scientific Data di LIPI
Open Access Journals Search Engine (OAJSE)
PubMed Central
Sciencedirect
SClmago Journal Seach
Social Science Research
Springer Open(Free)Journal
Wiley Online Libraly

 Website penyedia buku Elektronik/Ebooks :
20 best websites to d0wnl0ad E-books free
SimilarSitesearch
Gudang Buku http://en.bookfi.org/#sthash.keySYpBB.dpuf
eBooks and eJournals in Computer Science
Kumpulan Tesis, Disertasi dan Jurnal Online di Internet
Kumpulan Buku Online di Internet
Kumpulan Tesis, Disertasi dan Jurnal Online di Internet
Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

√ Jurnal Pendidikan Matematika Dan Pendidikan Dasar

Jurnal Pendidikan Matematika dan Pendidikan Dasar-Keberadaan Jurnal hasil penelitian sangat penting bagi guru dan calon guru. Berikut Ini merupakan link dari jurnal-jurnal bidang pendidikan di sekolah dasar untuk dijadikan rujukan baik bagi guru, calon guru dan dosen PGSD.

1. Jurnal Ideal Mathedu
Jurnal ini diterbitkan oleh PPPPTK Matematika.

Jurnal Pendidikan Matematika dan Pendidikan Dasar √ Jurnal Pendidikan Matematika dan Pendidikan Dasar



2. Jurnal Prima Edukasia
    Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Dasar PPS UNY berhubungan dengan Asosiasi
    Dosen PGSD Indonesia.

Jurnal Pendidikan Matematika dan Pendidikan Dasar √ Jurnal Pendidikan Matematika dan Pendidikan Dasar


3. JP2SD (Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar)
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
     Website : http://keguruan.umm.ac.id
     Sistem Online JP2SD


Jurnal Pendidikan Matematika dan Pendidikan Dasar √ Jurnal Pendidikan Matematika dan Pendidikan Dasar


4.  IndoMS-JME
Merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Indo MS (Indonesian Mathematical Society Journal on Mathematics Education)

Jurnal Pendidikan Matematika dan Pendidikan Dasar √ Jurnal Pendidikan Matematika dan Pendidikan Dasar
 


Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Wednesday, July 5, 2017

√ Cara Pendaftaran Ke Scince And Technology Index (Sinta)

Cara Registrasi Ke Scince and Technology Index (SINTA) – SINTA merupakan sistem pengindeks khusus karya ilmiah dosen dosen di Indonesia yang mulai diberlakukan oleh Kemenristekdikti. Karya Ilmiah dosen yang telah terindeks google Scholar, Indonesian Publication Index (IPI), Inasti, dan Scopus otomatis akan diindeks oleh SINTA alasannya ialah dalam pengisian profile SINTA juga diminta untuk mengisi Identitas atau ID dari indexer-indexer tersebut.

Bagi dosen yang namanya telah resmi tercantum dalam Forlap Dikti, SINTA secara otomatis membaca data-data Nama, NIDN, Afiliasi tersebut sehingga dosen tinggal menentukan nama dan data diri lain yang sesuai.

Untuk melaksanakan pendaftaran ke SINTA, caranya cukup gampang dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1. Arahkan browser ke http://sinta1.ristekdikti.go.id/?ref=home akan muncul halaman sebagai berikut: 

2. Masuk ke sajian pendaftaran dengan klik link REGISTRATION yang terletak pada pojok kanan atas.
3. Selanjutnya akan diminta untuk menentukan Lecturer atau Researcher, memasukan Affiliation (Tempat kerja atau hombase dosen) dan nama. 

4. Ketika mengisi afiliasi, pastikan muncul nama kampus dan tinggal menentukan nama kampus yang sesuai. Untuk mengisi ID Google Scholar, Inasti, IPI, Scopus dosen harus mempunyai profile dari indexer-indexer tersebut. Jika telah mempunyai ID indexer-indexer tersebut, tinggal mengarahkan kursor pada tanda tanya yang ada di sebelah kanannya. Karena saya hanya mempunyai karya ilmiah yang diindex Google Scholar dan IPI maka cukup mengisinya dengan ID indexer tersebut.
Bagi yang belum mempunyai Profil Google Scholar baca cara membuatnya di : Tentang Profil Google Scholar Untuk Dosen dan Peneliti. 
Setelah menciptakan Profile Google Scholar cara melihat Idnya ialah dengan login ke google scholar, ID Google Scholar berada di antara user= dan &hl. Foto yang muncul di Sinta nantinya diambil dari Foto di Google Scholar jadi jangan lupa memasukan Foto di Profile Google Scholar.

5. Jika sudah lengkap mengisi kolom-kolom pada New Author Registration di atas maka langkah selanjutnya ialah tinggal menekan tombol Register. 

6. Setelah itu, sistem akan diminta untuk memverivikasi lewat tautan yang dikirim ke email masing-masing. Setelah diverifkasi, maka proses pendaftaran sudah final dan di pojok kanan atas terdapat author satus verifed.
Setelah status profile SINTA terverivikasi maka kita sanggup melihat publikasi yang terindeks oleh indexer indexer yang terbaca SINTA.  




Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Wednesday, June 28, 2017

√ Sekilas Ihwal Endnote

Sekilas Tentang EndNote - EndNote yaitu aktivitas yang dipakai untuk mempermudah penulisan sebuah karya ilmiah terutama membantu penulis dalam menciptakan kutipan atau sitasi pada teks dan menciptakan daftar acuan otomatis. Program berbayar ini merupakan buatan Thomson Reuters. Program ini sanggup dipakai untuk mencari artikel pada database karya ilmiah seluruh dunia yang diterbitkan secara online dan diindeks oleh Google Scholar, Scopus, dan sejenisnya. Jika aktivitas ini diinstal maka akan menjadi add in aktivitas pengolah kata Microsoft Word sehingga sangat membantu penulis, mengingat pentingnya kutipan dan acuan dalam penulisan artikel artikel ilmiah.
Software ini juga sanggup mengatur bentuk kutipan dan melaksanakan sinkronisasi dengan daftar rujukannya. Misalnya, kalau kutipan memakai format nomor, maka penomoran pada daftar rujukannya berurut sesuai dengan urutan munculnya kutipan pada teks. Format ini dengan gampang diganti dengan format lain, contohnya nama-tahun. Urutan dalam Daftar acuan akan berkembang menjadi berurut secara karakter nama simpulan penulis. Selanjutnya kita menciptakan EndNote Library yang berfungsi sebagai database yang menghimpun seluruh sumber acuan dan sumber bacaan kita. Untuk memasukkan sumber rujukan/bacaan sanggup dilakukan secara manual dengan memasukkan satu per satu rujukan/bacaan kita, atau sanggup dengan menyisipkan secara otomatis dengan menekan tombol “cite” atau “kutip” pada file acuan yang akan kita sisipkan ke dalam EndNote library.

Beberapa e-book, jurnal atau artikel online banyak yang menawarkan kemudahan berupa tombol “cite” atau “kutip” sehingga kita sanggup mengimpor atau menyisipkannya pribadi pada EndNote library kita. Selain itu, di mesin pencari goresan pena (e-book, jurnal atau artikel) ibarat Scopus atau Google Scholar (Google Cendekia) juga sudah tersedia tombol “cite” atau “kutip” ini. Dalam EndNote library juga sanggup disisipkan pdf file dari e-book, jurnal atau artikel yang kita rujuk. Hal ini sangat bermanfaat bagi kita, alasannya yaitu kita akan lebih gampang dan cepat mencari file yang kita butuhkan untuk menciptakan tulisan.

Setelah EndNote Library dibentuk dan terisi banyak sekali sumber rujukan, kita sanggup menentukan goresan pena yang menjadi acuan dan menyisipkannya dalam goresan pena kita, dan secara otomatis nantinya akan muncul sumber pustaka tersebut dalam daftar pustaka kita.

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Tuesday, June 27, 2017

√ Perihal Perlunya Kutipan Dan Daftar Tumpuan Dalam Sebuah Karya Ilmiah

Tentang Perlunya Kutipan dan Daftar Rujukan dalam Sebuah Karya Ilmiah-Penyertaan rujukan sangat penting dalam sebuah penulisan karya Ilmiah. Rujukan yang terpercaya akan memberi nilai lebih pada sebuah goresan pena lebih-lebih sebuah goresan pena ilmiah. Menyertakan daftar rujukan pada sebuah goresan pena ilmiah bukan hanya mengikuti petunjuk menyerupai yang sering disertakan dalam pedoman-pedoman penulisan karya ilmiah contohnya ajaran penulisan skripsi, tesis dan disertasi. Akan tetapi, penyertaan kutipan dan rujukan bertujuan memenuhi aspek aturan dan susila dimana pelanggaran hak cipta, plagiarisme dan sejenisnya merupakan bentuk pelangaran yang harus dihindari dalam dunia akademis.

Pada pedoman-pedoman penulisan karya ilmiah, ajaran perujukannya menggunakan sistem perujukan yang baku. Sistem perujukan yang telah baku dan telah digunakan di dunia internasional diantaranya Committee Council of Biology Editor (CBE), The University of Chicago Press, Turabian, Wilkinson, Harvard System dan APA Style. Secara umum dari beberapa sistem tersebut terbagi menjadi dua sistem merujuk, yaitu Sistem Harvard  yang banyak digunakan dalam penulisan di bidang ilmu biologi, fisika, sosial dan yang berafiliasi dengan kemanusiaan; dan Sistem Vancouver yang banyak digunakan di bidang kedokteran.

Walaupun terdapat perbedaan cara merujuk, namun unsur-unsur rujukan intinya hampir sama, yaitu terdiri dari nama pengarang, judul karya tulis, jenis media, data publikasi (menyangkut tahun penerbitan, nama penerbit, kota). Namun yang terpenting dalam merujuk ialah harus memenuhi beberapa kaidah: (1) Setiap menggunakan pendapat oarang lain, sumber rujukan harus ditulis; (2) Rujukan harus ditampilkan di dua tempat, yaitu kawasan di mana kutipan ditulis dan dalam daftar rujukan; (3) Rujukan selalu dilakukan dalam hal kita melaksanakan :
  1. Parafrase (paraphrse), yaitu menuliskan wangsit atau pendapat orang lain menggunakan susunan kata yang kita rangkai sendiri.
  2. Merangkum (summarise), yaitu mengemukakan wangsit atau pendapat orang lain dalam citra secara umum dengan kalimat sendiri.
  3. Copy, yaitu menggunakan diagram, tabel, angka-angka maupun gambar karya orang lain tanpa perubahan apapun.
  4. Quote, yaitu mengemukakan wangsit orang lain dengan kalimat aslinya.
Kemampuan untuk menulis daftar rujukan yang baik harus dimiliki oleh seorang penulis. Karena daftar rujukan yang baik sangat bermanfaat bagi penulis khususnya dan umumnya bagi pembaca. Daftar rujukan oleh pembaca sanggup menjadi trigger untuk menelusuri lebih jauh terkait topik bahasan. Bagi penulis sendiri, penulisan rujukan  sanggup terhindar dari persoalan plagiarisme yang tidak sengaja dilakukan dan sanggup lebih mengatakan dapat dipercaya penulis itu sendiri.

Sumber rujukan sanggup ditulis secara manual, namun memerlukan tentunya waktu yang usang dan tenaga yang ekstra untuk menyelesaikannya. Cara yang mudah, praktis, dan cepat ialah menggunakan software yang sanggup membantu untuk menulis daftar rujukan dengan baik menyerupai software EndNote, Mendeley dan Zotero.


Endnote sendiri merupakan software berbayar versi Desktop namun tersedia versi Web di https://www.myendnoteweb.com. Mendeley, juga merupakan software yang sanggup digunakan untuk mengolah data-data e-journal, e-book dan rujukan lainnya. Mendeley sanggup digunakan sebagai perpustakaan dengan kemampuan mengolah daftar pustaka dalam penyusunan karya tulis ilmiah. Tidak menyerupai EndNote versi Desktop, Mendeley ialah aplikasi yang disediakan gratis untuk mengelola kepustakaan dan berfungsi sebagai jejaring sosial akademik yang bermanfaat untuk mengelola kepustakaan, saling membuatkan kepustakaan secara online, dan mencari kepustakaan terkini.   Mendeley versi Windows tersedia di http://www.mendeley.com/d0wnl0ad-mendeley-desktop/windows/instructions/.

Zotero  merupakan add-ons browser Mozilla Firefox yang aktif saat user menggunakan browser Mozilla Firefox dan sanggup didowload dari http://www.zotero.org/, aktivitas Zotero untuk Firefox mempunyai plugin untuk Microsoft Word yang sanggup diunduh. Program aplikasi Zotero juga mempunyai aplikasi versi Desktop gratis. Untuk memakainya tentu saja aktivitas ini harus terinstal ke komputer user.


Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...