Showing posts with label Sederhana. Show all posts
Showing posts with label Sederhana. Show all posts

Monday, March 5, 2018

Mengenal Terapan


Teknologi sempurna guna ialah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu biar sanggup diadaptasi dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi sempurna guna haruslah menerapkan metode yang ekonomis sumber daya, gampang dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.

Istilah ini biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau tempat perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju. Bentuk dari "teknologi sempurna guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi "padat karya" daripada "padat modal". Kendati perangkat ekonomis pekerja juga digunakan, ia bukan berarti berbiaya tinggi atau mahal ongkos perawatan. Pada pelaksanaannya, teknologi sempurna guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang sanggup mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu. Di negara maju, istilah teknologi sempurna guna mempunyai arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan.

Terapan Teknologi Tepat Guna (TTG) merupakan proses Kegiatan alih teknologi yang relatif sederhana, gampang diterapkan sebagai sarana produksi barang dan jasa pada perjuangan skala ekonomi yang produktif, dan bisa memperluas kesempatan kerja dan menyerap tenaga kerja bagi pengangguran maupun setengah penganggur”. Program kewirausahaan dalam rangka ekspansi kesempatan kerja melalui acara terapan teknologi sempurna guna (TTG) dibutuhkan sanggup meningkatkan sekaligus memberdayakan ekonomi rumah tangga masyarakat.

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Tahu

Sekilas Tentang Tahu

Tahu ialah kuliner yang dibentuk dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang orisinil dari Indonesia, tahu berasal dari Cina, menyerupai halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Tahu ialah kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti "kedelai yang difermentasi". Tahu pertama kali muncul di Tiongkok semenjak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya ialah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan Dinasti Han.
Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, kuliner ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, kemudian juga hasilnya ke seluruh dunia. Di Kediri tahu kuning menjadi kuliner khas. Ada pula mengenai sejarah tahu kuning. Sebagaimana tempe, tahu dikenal sebagai kuliner rakyat. Beraneka ragam jenis tahu yang ada di Indonesia umumnya dikenal dengan tempat pembuatannya, contohnya tahu Sumedang dan tahu Kediri. Aneka kuliner dari tahu antara lain tahu bacem, tahu bakso, tahu isi (tahu bunting), tahu campur, perkedel tahu, kerupuk tahu, dan lain-lain.(Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Tahu)

Secara Garis Besar Proses Pembuatan Tahu dapat aku jabarkan sebagai berikut :

  • Plih kedelai yang higienis dan besar ukurannya, kemudian basuh hingga bersih. 
  • Rendam kedelai dalam air higienis selama 8 jam, Usahakan seluruh kedelai tenggelam. Dalam proses perendaman ini kedelai akan mengembang. 
  • Bersihkan kembali kedelai dengan cara dicuci berkali kali. Usahakan kedelai ini sebersih mungkin untuk menghindari kedelai cepat masam. 
  • Hancurkan kedelai dengan cara ditumbuk dan secara perlahan tambahkan air sedikit-demi sedikit sehingga kedelainya berbentuk bubur. 
  • Masak bubur kedelai dengan hati-hati pada suhu 70-80 derajat (biasanya ditandai dengan gelembung kecil yang muncul pada kedelai yang dimasak). Ingat untuk menjaga biar kedelai jangan hingga mengental. 
  • Saring bubur kedelai tersebut bersama kerikil tahu atau asam cukup, sambil diaduk secara perlahan. Proses ini akan menghasilkan endapan tahu (gumpalan). 
  • Endapan itu kemudian siap untuk di press dan di cetak sesuai ukuran dan impian anda
  • Taruh di dalam cetakan, kemudian taruh pemberat yang berfungsi untuk menekan ampas supaya kandungan airnya benar-benar habis.
  • Keluarkan tahu dari cetakan, potong sesuai selera, dan siap dikonsumsi 
Sekian postingan wacana Proses Pembuatan Tahu, semoga menambah informasi bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Tahu yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Bagi yang ingin mengakibatkan tahu sebagai kuliner terutama menjadi Nungget Tahu, silahkan intip resepnya di indo-teknoloqi.blogspot.com/search?q=resep-nugget-tahu

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Sunday, March 4, 2018

Proses Pembuatan Kecap

Sekilas Tentang Kecap

Ilustrasi Beragam Jenis Kecap Terkenal di Pasaran
Kecap yaitu bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa cairan berwarna hitam yang rasanya anggun atau asin. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya yaitu kedelai atau kedelai hitam. Namun ada pula kecap yang dibentuk dari materi dasar air kelapa yang umumnya berasa asin. Kecap anggun biasanya kental dan terbuat dari kedelai, sementara kecap asin lebih cair dan terbuat dari kedelai dengan komposisi garam yang lebih banyak, atau bahkan ikan laut. Selain berbahan dasar kedelai atau kedelai hitam bahkan air kelapa, kecap juga sanggup dibentuk dari ampas padat dari pembuatan tahu. (Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Kecap)

Proses Pembuatan Kecap
Ada beberapa macam materi baku pembuat kecap, namun kali ini kami akan memposting kecap yang berbahan dasar kedelai.
  • Cuci kedelai dan rendam dalam 3 liter air selama satu malam.
  • Kemudian rebus hingga kulit kedelai menjadi lunak. Tiriskan, dinginkan di tampah.
  • Beri ragi tempe pada kedelai yang didinginkan.
  • Aduk hingga rata dan simpan pada suhu ruang (25-30° Celcius) selama 3-5 hari.
  • Setelah kedelai ditumbuhi jamur yang berwarna putih merata, tambahkan larutan garam.
  • Tempatkan dalam suatu wadah dan biarkan selama 3-4 ahad pada suhu ruang.
  • Batas maksimum Cara Membuat Kecap dalam proses penggaraman ini yaitu dua bulan.
  • Segera tuangkan air bersih, masak hingga mendidih kemudian saring.
  • Cara Membuat Kecap dengan memasukkan kembali hasil saringan, tambahkan gula merah dan bumbu-bumbu.
  • Bumbu ini (kecuali daun salam, daun jeruk dan serai) digiling halus dulu dan campur hingga rata.
  • Banyaknya pemakaian gula merah tergantung untuk kecap asin atau kecap anggun (lihat: catatan).
  • Setelah semua bumbu dicampurkan ke dalam hasil saringan, masak sambil terus diaduk-aduk.
  • Perebusan dilarang apabila sudah mendidih dan tidak berbentuk buih lagi.
  • Setelah gabungan tersebut masak, dinginkan dan saring dengan kain saring.
  • Selesailah Cara Membuat Kecap
  • Kecap siap untuk dikemas.
Sekian postingan ihwal Proses Pembuatan Kecap semoga menambah informasi bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Pembuatan Kecap yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan
 
Sumber Artikel  : cara-membuat.org
Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Sirup

Sekilas Tentang Sirup 

Sirup (dari Bahasa Arab شراب sharab, minuman) yakni cairan yang kental dan mempunyai kadar gula terlarut yang tinggi, namun hampir tidak mempunyai kecenderungan untuk mengendapkan kristal. Viskositas (kekentalan) sirup disebabkan oleh banyaknya ikatan hidrogen antara gugus hidroksil (OH) pada molekul gula terlarut dengan molekul air yang melarutkannya. Secara teknik maupun dalam dunia ilmiah, istilah sirup juga sering dipakai untuk menyebut cairan kental, umumnya residu, yang mengandung zat terlarut selain gula. 
Untuk meningkatkan kadar gula terlarut, biasanya sirup dipanaskan. Larutan sirup menjadi super-jenuh. Sirup juga sering dipakai pada dunia obat-obatan, masakan serta minuman.(Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Sirup)

Secara umum Proses Pembuatan Sirup  dapat dijabarkan sebagai berikut :
  • Sirup bisa dibentuk dengan buah orisinil atau essense perasa, atau keduanya. Sirup yang dibentuk dengan buah asli, akhirnya tidak sejernih sirup yang dibentuk dengan essense perasa. Tetapi dari rasa tentu saja yang lebih segar sirup dari buah asli. 
  • Pembuatan sirup harus memakai alat-alat yang benar-benar higienis supaya sirup tidak berjamur. Botol harus steril, kering dan tidak berbau. 
  • Gunakan gula pasir putih dan bersih. Ketika memasak gula Anda akan menemukan lapisan busa di permukaan larutan, aduk sebentar kemudian teruskan memasak. Busanya akan berkurang, busa yang tersisa sanggup Anda buang. 
  • Sirup yang baik harus kental. Untuk itulah adonan larutan gula dan larutan gula harus dimasak kembali. Sirup akan mengkristal jikalau terlalu usang dimasak. 
  • Untuk pembuatan sirup murni tanpa komplemen juice buah asli, sebaiknya tambahkan Glukose syrup (beli di tempat penjual materi kue) sebanyak 100 gram tiap 1Kg gula, semoga sirup tidak mengkristal kembali. 
  • Setelah agak cuek gres masukkan pewarna makanan, essense perasa (artificial flavour). 
  • Jika mau diberi pengawet masakan (benzoat) ukurannya 1gr = 1 Kg materi atau 1L cairan. Caranya Pengawet dicairkan dulu dengan sedikit air, dimasukkan saat sirup sudah diangkat dari atas kompor, namun masih dalam keadaan agak panas.
Sekian postingan wacana Proses Pembuatan Sirup, semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya ilham bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Sirup yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Saturday, March 3, 2018

Proses Pembuatan Nata De Coco

Sekilas Tentang Nata de Coco 

Nata de coco yakni hidangan epilog yang terlihat menyerupai jeli, berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. Makanan ini dihasilkan dari fermentasi air kelapa, dan mulanya dibentuk di Filipina. "Nata de coco" dalam bahasa Spanyol berarti "krim kelapa". Krim yang dimaksudkan yakni santan kelapa. Penamaan nata de coco dalam bahasa Spanyol alasannya yakni Filipina pernah menjadi koloni Spanyol. 

Bibit nata yakni kuman Acetobacter xylinum yang akan sanggup membentuk serat nata kalau ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses yang terkontrol. Dalam kondisi demikian, kuman tersebut akan menghasilkan enzim yang sanggup menyusun zat gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang kesudahannya nampak padat berwarna putih hingga transparan, yang disebut sebagai nata.
Acetobacter Xylinum sanggup tumbuh pada pH 3,5 – 7,5, namun akan tumbuh optimal bila pH nya 4,3, sedangkan suhu ideal bagi pertumbuhan kuman Acetobacter Xylinum pada suhu 28°– 31 °C. Bakteri ini sangat memerlukan oksigen. Asam asetat atau asam cuka dipakai untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air kelapa. Asam asetat yang baik yakni asam asetat glacial (99,8%). Asam asetat dengan konsentrasi rendah sanggup digunakan, namun untuk mencapai tingkat keasaman yang diinginkan yaitu pH 4,5 – 5,5 diharapkan dalam jumlah banyak. Selain asan asetat, asam-asam organik dan anorganik lain bisa digunakan.

Secara Umum Proses Pembuatan Nata de Coco dapat dijabarkan sebagai berikut :
Bahan-bahan yang kita perlukan, yaitu: 
• 100 liter air kelapa • 100 gram(gr) gula pasir • 500 gram (gr) ZA • 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat • 1 sendok makan asam sitrat
Cara membuatnya adalah:
1. 100 liter air kelapa disaring, kemudian ditambahkan dengan: 100 gr gula pasir, 500 gram (gr) ZA 
2. Mendidihkan adonan bahan-bahan nomor 1 di atas, kemudian mematikan api kompor, dan menambah adonan tersebut dengan 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat.

Pembuatan starter
Untuk starter bisa diperoleh di toko kimia atau perusahaan yang menciptakan nata de coco, atau bagi yang ingin membuatnya sendiri bisa dengan cara sebagai berikut :
1. Sediakan buah nanas yang matang dan dikupas kemudian dicuci higienis dan dipotong kecil-kecil untuk memudahkan penghancuran. 
2. Buah nanas yang telah dihancurkan kemudian diperas sari buahnya hingga habis dan ampas nanas dicampur dengan gula pasir serta air dengan perbandingan 6 : 3 : 1 ( Ampas nanas : Air : Gula ) 
3. Campuran diaduk hingga rata dan dimasukan kedalam botol kemudian ditutup dengan kertas disimpan selama 2 ahad hingga terbentuk lapisan putih di atasnya. 
4. Larutan ini merupakan starter untuk pembuatan nata de coco

Pembuatan Nata de Coco
1. Siapkan nampan yang telah disterilisasikan (melalui pemanasan oleh sinar matahari/pencelupan nampan higienis ke dalam air panas). 
2. Memasang karet gelang pada bab tengah nampan hasil sterilisasi. 
3. Memasukkan air kelapa hasil pendidihan ke dalam loyang ± 1—1,5 liter di setiap loyang, kemudian menutupnya dengan koran dan mengikatnya dengan karet. Setelah itu dibiarkan hingga cuek (memeramnya selama ± 1 hari). 
4. Setelah cuek (± 1 hari) dilakukan inokulasi yaitu menambahkan starter yang telah dibentuk ke dalam loyang berisi adonan air kelapa yang telah didinginkan tadi (diperam), dan memeramnya kembali selama 7 hari.

Agar kuman Acetobacter xilynum sanggup bekerja dengan baik, yaitu mengubah glukosa menjadi selulose atau dalam pembentukan lapisan nata maka yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nata de coco yaitu kondisi peralatan serta ruangan yang cukup steril.
Apabila kondisi ruangan kurang steril sehingga memungkinkan sirkulasi udara berjalan menyerupai biasa maka peluang untuk terjadinya kontaminasi pada nata yang diproduksi cukup besar, begitu pula kalau peralatan yang dipakai kurang steril maka juga sanggup menjadikan kontaminasi (kerusakan pada lapisan nata yang diproduksi).
Jika nata telah terbentuk, maka kita sudah bisa mengambilnya, Berikut cara-cara mengambilnya:
1. Nata yang terbentuk diambil dan dibuang bab yang rusak (jika ada), kemudian dibersihkan dengan air (dibilas). Kemudian direndam dengan air higienis selama 1 hari. 
2. Pada hari kedua rendaman diganti dengan air higienis dan direndam lagi selama 1 hari. 
3. Pada hari ketiga nata dicuci higienis dan dipotong bentuk kubus (ukuran sesuai selera) kemudian direbus hingga mendidih dan air rebusan yang pertama dibuang. 
4. Nata yang telah dibuang airnya tadi, kemudian direbus lagi dan ditambahkan dengan satu sendok makan asam sitrat.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Nata de Coco, semoga menambah gosip bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Nata De Coco yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Abon Daging

Sekilas Tentang Abon 
Abon adalah masakan yang yang terbuat dari serat daging. Penampilannya biasanya berwarna cokelat terperinci sampai kehitaman. Abon tampak mirip serat, alasannya yaitu didominasi oleh serat-serat otot yang mengering. Karena kering, abon biasanya abadi disimpan berminggu-minggu sampai berbulan-bulan dalam kemasan kedap udara. Selain dari materi dasar daging, ada beberapa abon yang berbahan dasar ikan, mirip ikan tuna, ikan lele, dan belut.
Abon biasanya dimakan sebagai lauk taburan di atas nasi atau bubur ayam, atau sebagai isi lemper. Di Indonesia, daging yang biasa dipakai untuk menciptakan abon berasal dari daging sapi, sehingga orang mengenal 'abon sapi'. Selain daging sapi, materi lain yang dipakai yaitu ayam, babi, ikan, dan kambing. Di China, abon yang paling lazim yaitu abon daging babi yang disebut rousong. Sentra pembuatan abon sapi di Indonesia ketika ini ada di tempat Boyolali, Solo, Salatiga, dan sekitarnya. Sedangkan pusat pembuatan abon babi terdapat di Bali.

Proses Pembuatan Abon Daging 
Potongan daging yang telah dibumbui dengan garam dan kecap, direbus dan dididihkan, sehingga serat-serat daging mulai terlepas dan gampang disuwir-suwir. Hal ini alasannya yaitu kandungan kolagen dan elastin zat pengikat otot telah larut oleh air rebusan. Daging yang mulai tercerai-berai hasil rebusan ini lalu dikeringkan, sanggup dengan cara dijemur atau memakai oven. Setelah itu daging ini disangrai di atas penggorengan besar sambil ditumbuk-tumbuk. Ketika ditumbuk daging ini membentuk serat-serat daging yang ibarat gumpalan benang. Saat disangrai ini serat daging ditambahkan bumbu-bumbu penambah rasa, mirip gula jawa dan bawang goreng, terus diaduk sampai benar-benar kering. Selain itu, beberapa abon dengan kualitas rendah sering ditambahkan materi pengisi, mirip kacang koro pedang, dll.

Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Abon Daging, semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Abon Daging yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan
Sumber Artikel : id.wikipedia.org/wiki/Abon

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Sabun Dari Minyak Kelapa

Sekilas Tentang Sabun 
Ilustrasi Macam-Macam Sabun
Sabun yaitu surfaktan yang dipakai dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang sebab sejarah dan bentuk umumnya. Penggunaan sabun cair juga telah telah meluas, terutama pada sarana-sarana publik. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi gampang dibawa oleh air bersih. Di negara berkembang, deterjen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci atau membersihkan.

Banyak sabun merupakan adonan garam natrium atau kalium dari asam lemak yang sanggup diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali (seperti natrium atau kalium hidroksida) pada suhu 80–100 °C melalui suatu proses yang dikenal dengan saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Secara tradisional, alkali yang dipakai yaitu kalium yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan, atau dari arang kayu. Sabun sanggup dibentuk pula dari minyak tumbuhan, menyerupai minyak kelapa Sumber :( id.wikipedia.org/wiki/Sabun)

Proses Pembuatan Sabun Minyak Kelapa

Komposisi materi baku dasar menciptakan sabun transparan :
  • Asam stearat 700 gram, 
  • Minyak kelapa 2 kg, 
  • NaOH 30 % 2,03 kg, 
  • Glislerin 1,3 kg, 
  • Etanol 1,5 kg, 
  • Gula pasir 750 gram, dan 
  • Coco-DEA 300 gram, 
  • NaCl 20 gram, 
  • Asam sitrat 300 gram, 
  • Air 450 ml, 
  • Cetakan persegi 4 buah ukuran (25x17x5 cm)
Proses atau Cara Membuat Sabun :
  • Asam stearat kita cairkan pada suhu 60 oC selama 15 menit. Lalu tambahkan minyak kelapa dan aduklah sampai merata.
  • Ketika suhu sudah mencapai 70-80 oC tambahkan NaOH dan aduk selama 2-4 menit sampai terbentuk sabun.
  • Tambahkan Gliserin, gula pasir, asam sitrat, etanol, Coco-DEA, NaCl, dan air. Teruskan mengaduk selama 7-10 menit sampai adonan menjadi homogen.
  • Tuangkan adonan ke dalam cetakan dan diamkan selama 24 jam sampai sabun mengeras.
  • Keluarkan sabun transparan dasar yang telah mengeras dari cetakan dan simpan dalam kardus.
Langkah selanjutnya yaitu menciptakan sabun transparan contohnya sabun aneka bentuk yang memakai sabun dasar ditambahkan pewarna dan pewangi pada suhu 40 oC

Sumber : epetani.deptan.go.id

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Tuesday, February 27, 2018

Proses Pembuatan Jerami Menjadi Pakan Ternak Kambing

Memberikan jerami sebagai pakan untuk kambing mungkin akan terasa lebih sulit daripada memperlihatkan jerami kepada sapi. Pada dasarnya pakan kambing memang lebih bermacam-macam daripada pakan sapi, lantaran kambing mau memakan flora pagar, limbah pertanian bahkan sisa masakan rumah tangga. Kesulitan memperlihatkan jerami pada kambing terletak pada cara membiasakan kambing tersebut mengkonsumsi jerami. Kadar serat yang tinggi menciptakan kambing cenderung tidak menyukai jerami sebagai pakan utama. Namun ada cara sederhana untuk membiasakan kambing mau mengkonsumsi jerami.


Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Thursday, February 22, 2018

Mengenal Terapan


Teknologi sempurna guna ialah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu biar sanggup diadaptasi dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi sempurna guna haruslah menerapkan metode yang ekonomis sumber daya, gampang dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.

Istilah ini biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau tempat perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju. Bentuk dari "teknologi sempurna guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi "padat karya" daripada "padat modal". Kendati perangkat ekonomis pekerja juga digunakan, ia bukan berarti berbiaya tinggi atau mahal ongkos perawatan. Pada pelaksanaannya, teknologi sempurna guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang sanggup mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu. Di negara maju, istilah teknologi sempurna guna mempunyai arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan.

Terapan Teknologi Tepat Guna (TTG) merupakan proses Kegiatan alih teknologi yang relatif sederhana, gampang diterapkan sebagai sarana produksi barang dan jasa pada perjuangan skala ekonomi yang produktif, dan bisa memperluas kesempatan kerja dan menyerap tenaga kerja bagi pengangguran maupun setengah penganggur”. Program kewirausahaan dalam rangka ekspansi kesempatan kerja melalui acara terapan teknologi sempurna guna (TTG) dibutuhkan sanggup meningkatkan sekaligus memberdayakan ekonomi rumah tangga masyarakat.

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Tahu

Sekilas Tentang Tahu

Tahu ialah kuliner yang dibentuk dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang orisinil dari Indonesia, tahu berasal dari Cina, menyerupai halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Tahu ialah kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti "kedelai yang difermentasi". Tahu pertama kali muncul di Tiongkok semenjak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya ialah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan Dinasti Han.
Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, kuliner ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, kemudian juga hasilnya ke seluruh dunia. Di Kediri tahu kuning menjadi kuliner khas. Ada pula mengenai sejarah tahu kuning. Sebagaimana tempe, tahu dikenal sebagai kuliner rakyat. Beraneka ragam jenis tahu yang ada di Indonesia umumnya dikenal dengan tempat pembuatannya, contohnya tahu Sumedang dan tahu Kediri. Aneka kuliner dari tahu antara lain tahu bacem, tahu bakso, tahu isi (tahu bunting), tahu campur, perkedel tahu, kerupuk tahu, dan lain-lain.(Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Tahu)

Secara Garis Besar Proses Pembuatan Tahu dapat aku jabarkan sebagai berikut :

  • Plih kedelai yang higienis dan besar ukurannya, kemudian basuh hingga bersih. 
  • Rendam kedelai dalam air higienis selama 8 jam, Usahakan seluruh kedelai tenggelam. Dalam proses perendaman ini kedelai akan mengembang. 
  • Bersihkan kembali kedelai dengan cara dicuci berkali kali. Usahakan kedelai ini sebersih mungkin untuk menghindari kedelai cepat masam. 
  • Hancurkan kedelai dengan cara ditumbuk dan secara perlahan tambahkan air sedikit-demi sedikit sehingga kedelainya berbentuk bubur. 
  • Masak bubur kedelai dengan hati-hati pada suhu 70-80 derajat (biasanya ditandai dengan gelembung kecil yang muncul pada kedelai yang dimasak). Ingat untuk menjaga biar kedelai jangan hingga mengental. 
  • Saring bubur kedelai tersebut bersama kerikil tahu atau asam cukup, sambil diaduk secara perlahan. Proses ini akan menghasilkan endapan tahu (gumpalan). 
  • Endapan itu kemudian siap untuk di press dan di cetak sesuai ukuran dan impian anda
  • Taruh di dalam cetakan, kemudian taruh pemberat yang berfungsi untuk menekan ampas supaya kandungan airnya benar-benar habis.
  • Keluarkan tahu dari cetakan, potong sesuai selera, dan siap dikonsumsi 
Sekian postingan wacana Proses Pembuatan Tahu, semoga menambah informasi bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Tahu yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Bagi yang ingin mengakibatkan tahu sebagai kuliner terutama menjadi Nungget Tahu, silahkan intip resepnya di indo-teknoloqi.blogspot.com/search?q=resep-nugget-tahu

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Wednesday, February 21, 2018

Proses Pembuatan Kecap

Sekilas Tentang Kecap

Ilustrasi Beragam Jenis Kecap Terkenal di Pasaran
Kecap yaitu bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa cairan berwarna hitam yang rasanya anggun atau asin. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya yaitu kedelai atau kedelai hitam. Namun ada pula kecap yang dibentuk dari materi dasar air kelapa yang umumnya berasa asin. Kecap anggun biasanya kental dan terbuat dari kedelai, sementara kecap asin lebih cair dan terbuat dari kedelai dengan komposisi garam yang lebih banyak, atau bahkan ikan laut. Selain berbahan dasar kedelai atau kedelai hitam bahkan air kelapa, kecap juga sanggup dibentuk dari ampas padat dari pembuatan tahu. (Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Kecap)

Proses Pembuatan Kecap
Ada beberapa macam materi baku pembuat kecap, namun kali ini kami akan memposting kecap yang berbahan dasar kedelai.
  • Cuci kedelai dan rendam dalam 3 liter air selama satu malam.
  • Kemudian rebus hingga kulit kedelai menjadi lunak. Tiriskan, dinginkan di tampah.
  • Beri ragi tempe pada kedelai yang didinginkan.
  • Aduk hingga rata dan simpan pada suhu ruang (25-30° Celcius) selama 3-5 hari.
  • Setelah kedelai ditumbuhi jamur yang berwarna putih merata, tambahkan larutan garam.
  • Tempatkan dalam suatu wadah dan biarkan selama 3-4 ahad pada suhu ruang.
  • Batas maksimum Cara Membuat Kecap dalam proses penggaraman ini yaitu dua bulan.
  • Segera tuangkan air bersih, masak hingga mendidih kemudian saring.
  • Cara Membuat Kecap dengan memasukkan kembali hasil saringan, tambahkan gula merah dan bumbu-bumbu.
  • Bumbu ini (kecuali daun salam, daun jeruk dan serai) digiling halus dulu dan campur hingga rata.
  • Banyaknya pemakaian gula merah tergantung untuk kecap asin atau kecap anggun (lihat: catatan).
  • Setelah semua bumbu dicampurkan ke dalam hasil saringan, masak sambil terus diaduk-aduk.
  • Perebusan dilarang apabila sudah mendidih dan tidak berbentuk buih lagi.
  • Setelah gabungan tersebut masak, dinginkan dan saring dengan kain saring.
  • Selesailah Cara Membuat Kecap
  • Kecap siap untuk dikemas.
Sekian postingan ihwal Proses Pembuatan Kecap semoga menambah informasi bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Pembuatan Kecap yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan
 
Sumber Artikel  : cara-membuat.org
Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Sirup

Sekilas Tentang Sirup 

Sirup (dari Bahasa Arab شراب sharab, minuman) yakni cairan yang kental dan mempunyai kadar gula terlarut yang tinggi, namun hampir tidak mempunyai kecenderungan untuk mengendapkan kristal. Viskositas (kekentalan) sirup disebabkan oleh banyaknya ikatan hidrogen antara gugus hidroksil (OH) pada molekul gula terlarut dengan molekul air yang melarutkannya. Secara teknik maupun dalam dunia ilmiah, istilah sirup juga sering dipakai untuk menyebut cairan kental, umumnya residu, yang mengandung zat terlarut selain gula. 
Untuk meningkatkan kadar gula terlarut, biasanya sirup dipanaskan. Larutan sirup menjadi super-jenuh. Sirup juga sering dipakai pada dunia obat-obatan, masakan serta minuman.(Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Sirup)

Secara umum Proses Pembuatan Sirup  dapat dijabarkan sebagai berikut :
  • Sirup bisa dibentuk dengan buah orisinil atau essense perasa, atau keduanya. Sirup yang dibentuk dengan buah asli, akhirnya tidak sejernih sirup yang dibentuk dengan essense perasa. Tetapi dari rasa tentu saja yang lebih segar sirup dari buah asli. 
  • Pembuatan sirup harus memakai alat-alat yang benar-benar higienis supaya sirup tidak berjamur. Botol harus steril, kering dan tidak berbau. 
  • Gunakan gula pasir putih dan bersih. Ketika memasak gula Anda akan menemukan lapisan busa di permukaan larutan, aduk sebentar kemudian teruskan memasak. Busanya akan berkurang, busa yang tersisa sanggup Anda buang. 
  • Sirup yang baik harus kental. Untuk itulah adonan larutan gula dan larutan gula harus dimasak kembali. Sirup akan mengkristal jikalau terlalu usang dimasak. 
  • Untuk pembuatan sirup murni tanpa komplemen juice buah asli, sebaiknya tambahkan Glukose syrup (beli di tempat penjual materi kue) sebanyak 100 gram tiap 1Kg gula, semoga sirup tidak mengkristal kembali. 
  • Setelah agak cuek gres masukkan pewarna makanan, essense perasa (artificial flavour). 
  • Jika mau diberi pengawet masakan (benzoat) ukurannya 1gr = 1 Kg materi atau 1L cairan. Caranya Pengawet dicairkan dulu dengan sedikit air, dimasukkan saat sirup sudah diangkat dari atas kompor, namun masih dalam keadaan agak panas.
Sekian postingan wacana Proses Pembuatan Sirup, semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya ilham bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Sirup yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Nata De Coco

Sekilas Tentang Nata de Coco 

Nata de coco yakni hidangan epilog yang terlihat menyerupai jeli, berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. Makanan ini dihasilkan dari fermentasi air kelapa, dan mulanya dibentuk di Filipina. "Nata de coco" dalam bahasa Spanyol berarti "krim kelapa". Krim yang dimaksudkan yakni santan kelapa. Penamaan nata de coco dalam bahasa Spanyol alasannya yakni Filipina pernah menjadi koloni Spanyol. 

Bibit nata yakni kuman Acetobacter xylinum yang akan sanggup membentuk serat nata kalau ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses yang terkontrol. Dalam kondisi demikian, kuman tersebut akan menghasilkan enzim yang sanggup menyusun zat gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang kesudahannya nampak padat berwarna putih hingga transparan, yang disebut sebagai nata.
Acetobacter Xylinum sanggup tumbuh pada pH 3,5 – 7,5, namun akan tumbuh optimal bila pH nya 4,3, sedangkan suhu ideal bagi pertumbuhan kuman Acetobacter Xylinum pada suhu 28°– 31 °C. Bakteri ini sangat memerlukan oksigen. Asam asetat atau asam cuka dipakai untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air kelapa. Asam asetat yang baik yakni asam asetat glacial (99,8%). Asam asetat dengan konsentrasi rendah sanggup digunakan, namun untuk mencapai tingkat keasaman yang diinginkan yaitu pH 4,5 – 5,5 diharapkan dalam jumlah banyak. Selain asan asetat, asam-asam organik dan anorganik lain bisa digunakan.

Secara Umum Proses Pembuatan Nata de Coco dapat dijabarkan sebagai berikut :
Bahan-bahan yang kita perlukan, yaitu: 
• 100 liter air kelapa • 100 gram(gr) gula pasir • 500 gram (gr) ZA • 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat • 1 sendok makan asam sitrat
Cara membuatnya adalah:
1. 100 liter air kelapa disaring, kemudian ditambahkan dengan: 100 gr gula pasir, 500 gram (gr) ZA 
2. Mendidihkan adonan bahan-bahan nomor 1 di atas, kemudian mematikan api kompor, dan menambah adonan tersebut dengan 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat.

Pembuatan starter
Untuk starter bisa diperoleh di toko kimia atau perusahaan yang menciptakan nata de coco, atau bagi yang ingin membuatnya sendiri bisa dengan cara sebagai berikut :
1. Sediakan buah nanas yang matang dan dikupas kemudian dicuci higienis dan dipotong kecil-kecil untuk memudahkan penghancuran. 
2. Buah nanas yang telah dihancurkan kemudian diperas sari buahnya hingga habis dan ampas nanas dicampur dengan gula pasir serta air dengan perbandingan 6 : 3 : 1 ( Ampas nanas : Air : Gula ) 
3. Campuran diaduk hingga rata dan dimasukan kedalam botol kemudian ditutup dengan kertas disimpan selama 2 ahad hingga terbentuk lapisan putih di atasnya. 
4. Larutan ini merupakan starter untuk pembuatan nata de coco

Pembuatan Nata de Coco
1. Siapkan nampan yang telah disterilisasikan (melalui pemanasan oleh sinar matahari/pencelupan nampan higienis ke dalam air panas). 
2. Memasang karet gelang pada bab tengah nampan hasil sterilisasi. 
3. Memasukkan air kelapa hasil pendidihan ke dalam loyang ± 1—1,5 liter di setiap loyang, kemudian menutupnya dengan koran dan mengikatnya dengan karet. Setelah itu dibiarkan hingga cuek (memeramnya selama ± 1 hari). 
4. Setelah cuek (± 1 hari) dilakukan inokulasi yaitu menambahkan starter yang telah dibentuk ke dalam loyang berisi adonan air kelapa yang telah didinginkan tadi (diperam), dan memeramnya kembali selama 7 hari.

Agar kuman Acetobacter xilynum sanggup bekerja dengan baik, yaitu mengubah glukosa menjadi selulose atau dalam pembentukan lapisan nata maka yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nata de coco yaitu kondisi peralatan serta ruangan yang cukup steril.
Apabila kondisi ruangan kurang steril sehingga memungkinkan sirkulasi udara berjalan menyerupai biasa maka peluang untuk terjadinya kontaminasi pada nata yang diproduksi cukup besar, begitu pula kalau peralatan yang dipakai kurang steril maka juga sanggup menjadikan kontaminasi (kerusakan pada lapisan nata yang diproduksi).
Jika nata telah terbentuk, maka kita sudah bisa mengambilnya, Berikut cara-cara mengambilnya:
1. Nata yang terbentuk diambil dan dibuang bab yang rusak (jika ada), kemudian dibersihkan dengan air (dibilas). Kemudian direndam dengan air higienis selama 1 hari. 
2. Pada hari kedua rendaman diganti dengan air higienis dan direndam lagi selama 1 hari. 
3. Pada hari ketiga nata dicuci higienis dan dipotong bentuk kubus (ukuran sesuai selera) kemudian direbus hingga mendidih dan air rebusan yang pertama dibuang. 
4. Nata yang telah dibuang airnya tadi, kemudian direbus lagi dan ditambahkan dengan satu sendok makan asam sitrat.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Nata de Coco, semoga menambah gosip bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Nata De Coco yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Tuesday, February 20, 2018

Proses Pembuatan Abon Daging

Sekilas Tentang Abon 
Abon adalah masakan yang yang terbuat dari serat daging. Penampilannya biasanya berwarna cokelat terperinci sampai kehitaman. Abon tampak mirip serat, alasannya yaitu didominasi oleh serat-serat otot yang mengering. Karena kering, abon biasanya abadi disimpan berminggu-minggu sampai berbulan-bulan dalam kemasan kedap udara. Selain dari materi dasar daging, ada beberapa abon yang berbahan dasar ikan, mirip ikan tuna, ikan lele, dan belut.
Abon biasanya dimakan sebagai lauk taburan di atas nasi atau bubur ayam, atau sebagai isi lemper. Di Indonesia, daging yang biasa dipakai untuk menciptakan abon berasal dari daging sapi, sehingga orang mengenal 'abon sapi'. Selain daging sapi, materi lain yang dipakai yaitu ayam, babi, ikan, dan kambing. Di China, abon yang paling lazim yaitu abon daging babi yang disebut rousong. Sentra pembuatan abon sapi di Indonesia ketika ini ada di tempat Boyolali, Solo, Salatiga, dan sekitarnya. Sedangkan pusat pembuatan abon babi terdapat di Bali.

Proses Pembuatan Abon Daging 
Potongan daging yang telah dibumbui dengan garam dan kecap, direbus dan dididihkan, sehingga serat-serat daging mulai terlepas dan gampang disuwir-suwir. Hal ini alasannya yaitu kandungan kolagen dan elastin zat pengikat otot telah larut oleh air rebusan. Daging yang mulai tercerai-berai hasil rebusan ini lalu dikeringkan, sanggup dengan cara dijemur atau memakai oven. Setelah itu daging ini disangrai di atas penggorengan besar sambil ditumbuk-tumbuk. Ketika ditumbuk daging ini membentuk serat-serat daging yang ibarat gumpalan benang. Saat disangrai ini serat daging ditambahkan bumbu-bumbu penambah rasa, mirip gula jawa dan bawang goreng, terus diaduk sampai benar-benar kering. Selain itu, beberapa abon dengan kualitas rendah sering ditambahkan materi pengisi, mirip kacang koro pedang, dll.

Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Abon Daging, semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Abon Daging yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan
Sumber Artikel : id.wikipedia.org/wiki/Abon

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Sabun Dari Minyak Kelapa

Sekilas Tentang Sabun 
Ilustrasi Macam-Macam Sabun
Sabun yaitu surfaktan yang dipakai dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang sebab sejarah dan bentuk umumnya. Penggunaan sabun cair juga telah telah meluas, terutama pada sarana-sarana publik. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi gampang dibawa oleh air bersih. Di negara berkembang, deterjen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci atau membersihkan.

Banyak sabun merupakan adonan garam natrium atau kalium dari asam lemak yang sanggup diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali (seperti natrium atau kalium hidroksida) pada suhu 80–100 °C melalui suatu proses yang dikenal dengan saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Secara tradisional, alkali yang dipakai yaitu kalium yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan, atau dari arang kayu. Sabun sanggup dibentuk pula dari minyak tumbuhan, menyerupai minyak kelapa Sumber :( id.wikipedia.org/wiki/Sabun)

Proses Pembuatan Sabun Minyak Kelapa

Komposisi materi baku dasar menciptakan sabun transparan :
  • Asam stearat 700 gram, 
  • Minyak kelapa 2 kg, 
  • NaOH 30 % 2,03 kg, 
  • Glislerin 1,3 kg, 
  • Etanol 1,5 kg, 
  • Gula pasir 750 gram, dan 
  • Coco-DEA 300 gram, 
  • NaCl 20 gram, 
  • Asam sitrat 300 gram, 
  • Air 450 ml, 
  • Cetakan persegi 4 buah ukuran (25x17x5 cm)
Proses atau Cara Membuat Sabun :
  • Asam stearat kita cairkan pada suhu 60 oC selama 15 menit. Lalu tambahkan minyak kelapa dan aduklah sampai merata.
  • Ketika suhu sudah mencapai 70-80 oC tambahkan NaOH dan aduk selama 2-4 menit sampai terbentuk sabun.
  • Tambahkan Gliserin, gula pasir, asam sitrat, etanol, Coco-DEA, NaCl, dan air. Teruskan mengaduk selama 7-10 menit sampai adonan menjadi homogen.
  • Tuangkan adonan ke dalam cetakan dan diamkan selama 24 jam sampai sabun mengeras.
  • Keluarkan sabun transparan dasar yang telah mengeras dari cetakan dan simpan dalam kardus.
Langkah selanjutnya yaitu menciptakan sabun transparan contohnya sabun aneka bentuk yang memakai sabun dasar ditambahkan pewarna dan pewangi pada suhu 40 oC

Sumber : epetani.deptan.go.id

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Friday, February 16, 2018

Proses Pembuatan Jerami Menjadi Pakan Ternak Kambing

Memberikan jerami sebagai pakan untuk kambing mungkin akan terasa lebih sulit daripada memperlihatkan jerami kepada sapi. Pada dasarnya pakan kambing memang lebih bermacam-macam daripada pakan sapi, lantaran kambing mau memakan flora pagar, limbah pertanian bahkan sisa masakan rumah tangga. Kesulitan memperlihatkan jerami pada kambing terletak pada cara membiasakan kambing tersebut mengkonsumsi jerami. Kadar serat yang tinggi menciptakan kambing cenderung tidak menyukai jerami sebagai pakan utama. Namun ada cara sederhana untuk membiasakan kambing mau mengkonsumsi jerami.


Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...