Showing posts with label Pakan Ternak. Show all posts
Showing posts with label Pakan Ternak. Show all posts

Tuesday, February 27, 2018

Pembuatan Pakan Alternatif Untuk Ternak Ayam Kampung (Pengganti Pelet)

Indonesia sebagai Negara yang luas dengan jumlah penduduk yang melimpah membutuhkan materi pangan yang cukup banyak, salah satu diantaranya yakni tingginya seruan akan kebutuhan ayam kampung yang belum bisa dipenuhi oleh kawasan tertentu. Seperti kondisi di Kota Sabang yang saya tinggali dikala ini, kebutuhan ayam hampir 100 % dari luar pulau.

Mengingat tinggi seruan ayam kampung maka perlu digalakkan perjuangan perternakan ini baik skala kecil bahkan skala besar. Kebutuhan insdustri restoran juga cukup besar, ibarat di kawasan Aceh bermacam-macam rumah makan dan restoran dengan materi dasar olahan ayam bertebaran mulai Ayam Penyet, Ayam Lepas, Ayam Tangkap, Ayam Bugil dan bermacam-macam lainnya. Nah kali ini Blog Terapan Teknologi Tepat Guna ingin membahas problem pakan ternak ayam yang dikala ini juga menjadi kendala. 

Pakan ayam kampung alternatif untuk budidaya ayam non ras secara tradisional ada baiknya dipertimbangkan dari segi biaya, biaya pakan yakni biaya produksi terbesar dalam budidaya ternak, untuk itu diperlukan semua peternak bisa mencari pakan-pakan alternatif untuk produksi ternak mereka; baik ayam ras, sapi potong, sapi perah dan lainnya yang dipelihara secara tradisional. Pada kesempatan ini kita akan menuliskan sebuah pakan alternatif yang bisa meningkatkan produksi telur pada peternakan budidaya ayam kampung, pakan ini kita tuliskan berdasarkan pengalaman dan belum ada uji ilmiah yang dilakukan oleh kalangan akademisi peternakan, namun dari hasil pengamatan saya menyimpulkan bahwa pakan yang dipakai oleh peternak ini bisa menekan biaya pakan sekaligus meningkatkan hasil produksi khususnya telur ayam kampung.

Pakan alternatif yang dipakai oleh peternak terdiri dari materi pakan berikut :
  1. Talas (umbi dan daun) disini berdasarkan si peternak yang membudidayakan ayam kampung tersebut sanggup dipakai umbinya saja, atau tangkai dan daunya saja atau dikombinasikan keduanya. Yang sering dia gunakan yakni tangkai dan daunt alas.
  2. Beras dolog (catu), supaya biaya lebih murah bila di kawasan anda tidak terdapat beras dolog ini beli saja beras yang paling murah atau beras aking juga boleh.
  3. Dedak, disini untuk budidaya ayam kampung ini tidak problem dedak kualitas sedang yang digunakan. Dedak kualitas sedang yakni dedak yang tidak terlalu halus.
  4. Tepung tulang atau tepung cangkang kerang (keong) ini tidak wajib, diberi bila ada saja. 

Cara mengolah bahan-bahan pakan ayam kampung diatas yakni sebagai berikut:

Cincang talas atau batang dan daunt bantalan kecil-kecil kurang lebih ½ Cm, tanak semua materi selayaknya menanak nasi. Ukuran perbandingan materi diatas adalah; untuk 2 Kg pakan gunakan 1kg umbi talas atau daun talas, ½ Kg Beras dan ½ Kg dedak. Tepung tulang hanya dibutuhkan satu sendok makan. Aduk rata semua materi tersebut dan ditanak.

Hasil yang didapatkan dengan memakai pakan ayam alternatif ini ternyata sangat bagus, pertumbuhan ayam sangat baik dan jumlah telur yang dihasilkan juga selayak peternak yang memberi pakan yang diproduksi pabrik. Oleh sebab itu saya berani menyampaikan bahwa ini yakni salah satu pakan ternak ayam kampung yang sangat baik diaplikasikan sebab bisa menekan biaya produksi hingga 50 % daripada memakai pakan yang dibeli dari hasil pabrik (pelet).

Kekurangan dalam memakai pakan budidaya ayam kampung ibarat ini yakni sulitnya mengadaptasikan ayam dengan pakan ini. Awal-awal memakai pakan ini biasanya ayam kampung belum mau memakan pakan ini ibarat memakan pelet. Namun ini hanya terjadi beberapa hari saja. Untuk melaksanakan penyesuaian paksa ayam kampung tersebut untuk memakan pakan ini dengan tidak memberi pakan selain pakan yang kita buat ini. Tidak perlu takut ayam akan mati kelaparan, ketika mereka lapar maka pakan ini akan mereka makan secara lahap.

Sekian postingan perihal Pembuatan Pakan Alternatif untuk Ternak Ayam Kampung (Pengganti Pelet), semoga menambah warta bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya wangsit bisnis gres yang sanggup kita kerjakan supaya pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh Peternakan/Pertanian yang ada didaerah saudara atau membeli buku Pembuatan Pakan Alternatif yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://kesehatan-ternak.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Monday, February 26, 2018

Budidaya Rumput Gajah Untuk Pakan Ternak

Rumput (bahasa Inggris: grass) yakni flora pendek yang sering ada di halaman, pinggir jalan atau lapangan. Rumput dianggap sebagai gulma pengganggu tumbuhan bila berada di sekitar tumbuhan yang sengaja ditanam
Jenis tumbuhan rumput-rumputan yang berperan dalam pengawetan tanah dan air yakni yang sanggup berfungsi ganda yaitu berkemampuan untuk membantu mencegah berlangsungnya abrasi dan sanggup pula bermanfaat bagi hijauan makanan ternak. Rumput gajah merupakan alternatifnya.

Tanaman rumput-rumputan sanggup dipakai dalam perjuangan pengawetan tanah dan atau pencegahan abrasi dikarenakan :

a. Tanaman rumput-rumputan sanggup tumbuh dengan cepat sehingga dalam waktu pendek tanah telah sanggup tertutupi oleh tumbuhan tersebut secara rapat dan tebal.

b. Bagian atas dari tumbuhan (daun-daunan) bisa melindungi permukaan tanah dari percikan air hujan dan memperlambat fatwa permukaan.

c. Bagian bawah tumbuhan (perakaran) sanggup memperkuat resistensi tanah dan membantu melancarkan infiltrasi air kedalamtanah.

Penanaman rumput gajah sanggup dilakukan secara monokultur ataupun interkultur dengan tumbuhan tahunan sehingga sanggup diperoleh manfaat secara maksimal. Pertumbuhannya yang relatif cepat dalam waktu yang pendek serta peranan daun-daun dan perakarannya terhadap erosi, maka pembudidayaan rumput gajah sanggup menjadi pilihan yang bijaksana dan menguntungkan.

Rumput Gajah ( Pennisctum purpureum) atau disebut juga rumput napier, merupakan salah satu jenis hijauan pakan ternak yang berkualitas dan disukai ternak. Rumput gajah sanggup hidup diberbagai tempat (0 – 3000 dpl), tahan lindungan, respon terhadap pemupukan, serta enghendaki tingkat kesuburan tanah yang tinggi.

Rumput gajah tumbuh merumpun dengan perakaran serabut yang kompak, dan terus menghasilkan anakan apabila dipangkas secara teratur. Pada lahan tumpang sari, rumput gajah sanggup ditanam pada guludan-guludan sebagai pencegah longsor akhir erosi. Morfologi rumput gajah yang rimbun, sanggup mencapai tinggi lebih dari 2 meter sehingga sanggup berperan sebagai penangkal angin (wind break) terhadap tumbuhan utama.

Rumput gajah dibudidayakan dengan pecahan batang (stek) atau sobekan rumpun (pous) sebagai bibit. Bahan stek berasal dari batang yang sehat dan tua, dengan panjang stek 20 – 25 cm (2 – 3 ruas atau paling sedikit 2 buku atau mata). Pemotongan pada waktu penanaman ruas mata sanggup Untuk bibit yang berasal dari sobekan rumpun/ anakan (pous) sebaiknya berasal dari rumpun yang sehat, banyak mengandung akar dan calon anakan baru. Sebelum penanaman bab vegetatif dari sobekan rumpun dipangkas terlebih dahulu untuk menghindari penguapan yang tinggi sebelum sistem perakaran sanggup aktif menghisap air.

Cara Penanaman Rumput Gajah  :
Pembersihan lahan
Pengolahan tanah (sebaiknya dilakukan pada simpulan demam isu kemarau sehingga penanaman sanggup dilakukan pada awal demam isu hujan).
Pembuatan lubang-lubang tumbuhan dengan jarak tanam 60 x 100 cm.
Diperlukan 17.000 materi stek untuk kebutuhan lahan seluas 1 hektar.

Pemupukan :
Pupuk P dan K diberikan 2 kali dalam setahun yaitu pada waktu pengolahan tanah dan 6 bulan kemudian, dengan takaran masing-masing 200 kg DS dan 200 kg ZK per hektarnya.
Pupuk N diberikan 200 kg ZA/ha/tahun yang diberikan setiap kali sesudah 2 – 4 kali pemotongan.
Dapat juga dipakai pupuk sangkar sebanyak 400 kw/ha/tahun yang diberikan pada waktu pengolahan tanah dan sesudah pemotongan.

Pemungutan Hasil (pemotongan) :
Pemotongan rumput gajah yang pertama dilakukan sesudah tumbuhan berumur 60 hari, selanjutnya dilakukan selang 40 hari pada demam isu hujan dan selang 60 hari pada demam isu kemarau. Pada pemotongan batang rumput gajah sebaiknya ditinggalkan ± 10 cm dari permukaan tanah. Pemotongan batang tumbuhan yang terlalu pendek menjadikan semakin lambatnya pertumbuhan kembali, namun jikalau batang yang ditinggalkan terlalu panjang maka tunas batang saja yang akan berkembang sedangkan jumlah anakan akan berkurang.

Peremajaan :

Dilakukan jikalau tumbuhan telah berumur 3 – 4 tahun sesudah tumbuhan sudah tidak responsive lagi terhadap pengelolaan. Setelah pemotongan terakhir, tanah diantara barisan dicangkul dan dilakukan pemupukan. Buatlah lubang tanam untuk tumbuhan gres pada perpotongan silang rumput yang lama, untuk menjaga kesinambungan stok hijauan ternak. Setelah tumbuhan gres tumbuh, sisa tumbuhan usang dibongkar sampai ke akar-akarnya.

Sekian postingan perihal Budidaya Rumput Gajah Untuk Pakan Ternak, semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya wangsit bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh Pertanian/Peternakan yang ada didaerah saudara atau membeli buku Budidaya Rumput Gajah Untuk Pakan Ternak yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://sutanmuda.wordpress.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Friday, February 16, 2018

Pembuatan Pakan Alternatif Untuk Ternak Ayam Kampung (Pengganti Pelet)

Indonesia sebagai Negara yang luas dengan jumlah penduduk yang melimpah membutuhkan materi pangan yang cukup banyak, salah satu diantaranya yakni tingginya seruan akan kebutuhan ayam kampung yang belum bisa dipenuhi oleh kawasan tertentu. Seperti kondisi di Kota Sabang yang saya tinggali dikala ini, kebutuhan ayam hampir 100 % dari luar pulau.

Mengingat tinggi seruan ayam kampung maka perlu digalakkan perjuangan perternakan ini baik skala kecil bahkan skala besar. Kebutuhan insdustri restoran juga cukup besar, ibarat di kawasan Aceh bermacam-macam rumah makan dan restoran dengan materi dasar olahan ayam bertebaran mulai Ayam Penyet, Ayam Lepas, Ayam Tangkap, Ayam Bugil dan bermacam-macam lainnya. Nah kali ini Blog Terapan Teknologi Tepat Guna ingin membahas problem pakan ternak ayam yang dikala ini juga menjadi kendala. 

Pakan ayam kampung alternatif untuk budidaya ayam non ras secara tradisional ada baiknya dipertimbangkan dari segi biaya, biaya pakan yakni biaya produksi terbesar dalam budidaya ternak, untuk itu diperlukan semua peternak bisa mencari pakan-pakan alternatif untuk produksi ternak mereka; baik ayam ras, sapi potong, sapi perah dan lainnya yang dipelihara secara tradisional. Pada kesempatan ini kita akan menuliskan sebuah pakan alternatif yang bisa meningkatkan produksi telur pada peternakan budidaya ayam kampung, pakan ini kita tuliskan berdasarkan pengalaman dan belum ada uji ilmiah yang dilakukan oleh kalangan akademisi peternakan, namun dari hasil pengamatan saya menyimpulkan bahwa pakan yang dipakai oleh peternak ini bisa menekan biaya pakan sekaligus meningkatkan hasil produksi khususnya telur ayam kampung.

Pakan alternatif yang dipakai oleh peternak terdiri dari materi pakan berikut :
  1. Talas (umbi dan daun) disini berdasarkan si peternak yang membudidayakan ayam kampung tersebut sanggup dipakai umbinya saja, atau tangkai dan daunya saja atau dikombinasikan keduanya. Yang sering dia gunakan yakni tangkai dan daunt alas.
  2. Beras dolog (catu), supaya biaya lebih murah bila di kawasan anda tidak terdapat beras dolog ini beli saja beras yang paling murah atau beras aking juga boleh.
  3. Dedak, disini untuk budidaya ayam kampung ini tidak problem dedak kualitas sedang yang digunakan. Dedak kualitas sedang yakni dedak yang tidak terlalu halus.
  4. Tepung tulang atau tepung cangkang kerang (keong) ini tidak wajib, diberi bila ada saja. 

Cara mengolah bahan-bahan pakan ayam kampung diatas yakni sebagai berikut:

Cincang talas atau batang dan daunt bantalan kecil-kecil kurang lebih ½ Cm, tanak semua materi selayaknya menanak nasi. Ukuran perbandingan materi diatas adalah; untuk 2 Kg pakan gunakan 1kg umbi talas atau daun talas, ½ Kg Beras dan ½ Kg dedak. Tepung tulang hanya dibutuhkan satu sendok makan. Aduk rata semua materi tersebut dan ditanak.

Hasil yang didapatkan dengan memakai pakan ayam alternatif ini ternyata sangat bagus, pertumbuhan ayam sangat baik dan jumlah telur yang dihasilkan juga selayak peternak yang memberi pakan yang diproduksi pabrik. Oleh sebab itu saya berani menyampaikan bahwa ini yakni salah satu pakan ternak ayam kampung yang sangat baik diaplikasikan sebab bisa menekan biaya produksi hingga 50 % daripada memakai pakan yang dibeli dari hasil pabrik (pelet).

Kekurangan dalam memakai pakan budidaya ayam kampung ibarat ini yakni sulitnya mengadaptasikan ayam dengan pakan ini. Awal-awal memakai pakan ini biasanya ayam kampung belum mau memakan pakan ini ibarat memakan pelet. Namun ini hanya terjadi beberapa hari saja. Untuk melaksanakan penyesuaian paksa ayam kampung tersebut untuk memakan pakan ini dengan tidak memberi pakan selain pakan yang kita buat ini. Tidak perlu takut ayam akan mati kelaparan, ketika mereka lapar maka pakan ini akan mereka makan secara lahap.

Sekian postingan perihal Pembuatan Pakan Alternatif untuk Ternak Ayam Kampung (Pengganti Pelet), semoga menambah warta bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya wangsit bisnis gres yang sanggup kita kerjakan supaya pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh Peternakan/Pertanian yang ada didaerah saudara atau membeli buku Pembuatan Pakan Alternatif yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk eksklusif (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://kesehatan-ternak.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Thursday, February 15, 2018

Budidaya Rumput Gajah Untuk Pakan Ternak

Rumput (bahasa Inggris: grass) yakni flora pendek yang sering ada di halaman, pinggir jalan atau lapangan. Rumput dianggap sebagai gulma pengganggu tumbuhan bila berada di sekitar tumbuhan yang sengaja ditanam
Jenis tumbuhan rumput-rumputan yang berperan dalam pengawetan tanah dan air yakni yang sanggup berfungsi ganda yaitu berkemampuan untuk membantu mencegah berlangsungnya abrasi dan sanggup pula bermanfaat bagi hijauan makanan ternak. Rumput gajah merupakan alternatifnya.

Tanaman rumput-rumputan sanggup dipakai dalam perjuangan pengawetan tanah dan atau pencegahan abrasi dikarenakan :

a. Tanaman rumput-rumputan sanggup tumbuh dengan cepat sehingga dalam waktu pendek tanah telah sanggup tertutupi oleh tumbuhan tersebut secara rapat dan tebal.

b. Bagian atas dari tumbuhan (daun-daunan) bisa melindungi permukaan tanah dari percikan air hujan dan memperlambat fatwa permukaan.

c. Bagian bawah tumbuhan (perakaran) sanggup memperkuat resistensi tanah dan membantu melancarkan infiltrasi air kedalamtanah.

Penanaman rumput gajah sanggup dilakukan secara monokultur ataupun interkultur dengan tumbuhan tahunan sehingga sanggup diperoleh manfaat secara maksimal. Pertumbuhannya yang relatif cepat dalam waktu yang pendek serta peranan daun-daun dan perakarannya terhadap erosi, maka pembudidayaan rumput gajah sanggup menjadi pilihan yang bijaksana dan menguntungkan.

Rumput Gajah ( Pennisctum purpureum) atau disebut juga rumput napier, merupakan salah satu jenis hijauan pakan ternak yang berkualitas dan disukai ternak. Rumput gajah sanggup hidup diberbagai tempat (0 – 3000 dpl), tahan lindungan, respon terhadap pemupukan, serta enghendaki tingkat kesuburan tanah yang tinggi.

Rumput gajah tumbuh merumpun dengan perakaran serabut yang kompak, dan terus menghasilkan anakan apabila dipangkas secara teratur. Pada lahan tumpang sari, rumput gajah sanggup ditanam pada guludan-guludan sebagai pencegah longsor akhir erosi. Morfologi rumput gajah yang rimbun, sanggup mencapai tinggi lebih dari 2 meter sehingga sanggup berperan sebagai penangkal angin (wind break) terhadap tumbuhan utama.

Rumput gajah dibudidayakan dengan pecahan batang (stek) atau sobekan rumpun (pous) sebagai bibit. Bahan stek berasal dari batang yang sehat dan tua, dengan panjang stek 20 – 25 cm (2 – 3 ruas atau paling sedikit 2 buku atau mata). Pemotongan pada waktu penanaman ruas mata sanggup Untuk bibit yang berasal dari sobekan rumpun/ anakan (pous) sebaiknya berasal dari rumpun yang sehat, banyak mengandung akar dan calon anakan baru. Sebelum penanaman bab vegetatif dari sobekan rumpun dipangkas terlebih dahulu untuk menghindari penguapan yang tinggi sebelum sistem perakaran sanggup aktif menghisap air.

Cara Penanaman Rumput Gajah  :
Pembersihan lahan
Pengolahan tanah (sebaiknya dilakukan pada simpulan demam isu kemarau sehingga penanaman sanggup dilakukan pada awal demam isu hujan).
Pembuatan lubang-lubang tumbuhan dengan jarak tanam 60 x 100 cm.
Diperlukan 17.000 materi stek untuk kebutuhan lahan seluas 1 hektar.

Pemupukan :
Pupuk P dan K diberikan 2 kali dalam setahun yaitu pada waktu pengolahan tanah dan 6 bulan kemudian, dengan takaran masing-masing 200 kg DS dan 200 kg ZK per hektarnya.
Pupuk N diberikan 200 kg ZA/ha/tahun yang diberikan setiap kali sesudah 2 – 4 kali pemotongan.
Dapat juga dipakai pupuk sangkar sebanyak 400 kw/ha/tahun yang diberikan pada waktu pengolahan tanah dan sesudah pemotongan.

Pemungutan Hasil (pemotongan) :
Pemotongan rumput gajah yang pertama dilakukan sesudah tumbuhan berumur 60 hari, selanjutnya dilakukan selang 40 hari pada demam isu hujan dan selang 60 hari pada demam isu kemarau. Pada pemotongan batang rumput gajah sebaiknya ditinggalkan ± 10 cm dari permukaan tanah. Pemotongan batang tumbuhan yang terlalu pendek menjadikan semakin lambatnya pertumbuhan kembali, namun jikalau batang yang ditinggalkan terlalu panjang maka tunas batang saja yang akan berkembang sedangkan jumlah anakan akan berkurang.

Peremajaan :

Dilakukan jikalau tumbuhan telah berumur 3 – 4 tahun sesudah tumbuhan sudah tidak responsive lagi terhadap pengelolaan. Setelah pemotongan terakhir, tanah diantara barisan dicangkul dan dilakukan pemupukan. Buatlah lubang tanam untuk tumbuhan gres pada perpotongan silang rumput yang lama, untuk menjaga kesinambungan stok hijauan ternak. Setelah tumbuhan gres tumbuh, sisa tumbuhan usang dibongkar sampai ke akar-akarnya.

Sekian postingan perihal Budidaya Rumput Gajah Untuk Pakan Ternak, semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya wangsit bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh Pertanian/Peternakan yang ada didaerah saudara atau membeli buku Budidaya Rumput Gajah Untuk Pakan Ternak yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : http://sutanmuda.wordpress.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...