Showing posts with label Geografi Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Geografi Pertanian. Show all posts

Thursday, March 22, 2018

√ Laba Multiple Cropping/Tumpangsari

Bahan pangan merupakan kebutuhan insan yang paling penting untuk menunjnag kehidupan. Ada wilayah menjadi basis pertanian tertentu namun meskipun melimpah hasil panen, tetap krisis pangan terus menjadi bahaya seiring berambahnya populasi insan dan gangguan iklim yang terus terjadi.

Krisis materi pangan memerlukan suatu langkah yang cepat semoga persoalan tersebut sanggup diatasi di masa depan. Peningkatan produktifitas pertanian harus dikembangkan lebih baik untuk memastikan ketahanan pangan negara tetap terjaga. Baca juga: Ciri awan cirrus, stratus dan cumulus

Ada banyak teknik untuk meningkatkan produktifitas pangan menyerupai meningkatkan intensitas tanam, berlatih multiple cropping, mengadopsi teknik hidroponik dan lainnya. Namun diantara beberapa teknik tersebut, multiple cropping ialah langkah yang paling efektif. 

Multiple cropping atau diversifikasi/tumpangsari pertanian ialah menanam lebihd ari satu jenis tumbuhan dalam satu lahan dalam satu trend tanam. Teknik ini menciptakan efektifitas dalam penggunaan tanah, air dan pupuk. Makara hasil panen akan lebih meningkat dan petani lebih diuntungkan. Baca juga: Faktor cuaca suatu tempat
Bahan pangan merupakan kebutuhan insan yang paling penting untuk menunjnag kehidupan √ Keuntungan Multiple Cropping/Tumpangsari
Sistem Tumpangsari
Multiple cropping sanggup dilakukan pada varietas tumbuhan tahunan. Ini memungkinkan negara menjadi berdikari dalam produksi pangan dan ekspor menjadi surplus sehingga devisa negara bertambah dan sanggup dipakai untuk mebiayai aktivitas pembangunan di sektor lainnya.

Tanaman yang rentan terhadap serangan hama serangga sanggup menurunkan hasil panen. Dengan multiple cropping, bencana gagal panen alasannya biro biotik sanggup diminimalkan. Salah satu tumbuhan sanggup dapat menutupi tumbuhan lainnya sehingga menjadi biro pengendali hayati. Misalnya canola adalah tumbuhan tumpangsari dengan gandum. Serangga kutu gandum akan berpindah dari gandum ke canola. Baca juga: Memahami patahan lembang

Namun teknik tumpangsari ini harus memastikan pasokan air yang cukup untuk tumbuh kembang tumbuhan secara bersamaan. Faktor lain yang harus dipertimbangkan ialah perkembangan varietas yang mempunyai tahap pertumbuhan kritis. Hal ini akan besar lengan berkuasa pada penggunaan pupuk dan nutrisi yang diharapkan sehingga biaya sanggup diminimalisir.

Multiple cropping juga sanggup membantu memelihara kesuburan tanah. Contohnya, tumpangari legume  dengan tumbuhan lain sanggup meningkatkan proses fiksasi nitrogen yang nantinya akan meningkatkan kadar nutrisi tanah.
Bahan pangan merupakan kebutuhan insan yang paling penting untuk menunjnag kehidupan √ Keuntungan Multiple Cropping/Tumpangsari
Pertanian Tumpangsari
Keuntungan lain dari multiple cropping ialah pemanfaatn nutrisi tanah lebih efektif alasannya tumbuhan tumbuh bersamaan di lahan yang sama. Panen yang beranekaragam dalam satu trend sanggup memperlihatkan kesempatan pilihan dalam penggunaan komoditas pangan di masyarakat. 

Multiple cropping akan mempersempit ruang bagi gulma untuk tumbuh alasannya akan terjadi eksuidasi alleochemicals. Namun, gulma merupakan musuh tersembunyi yang sanggup merusak tanaman. Mengurangi pertumbuhan gulma akan meningkatkan produktifias pertanian. Baca juga: Kondisi geografi Indonesia

Kurangnya informasi, penelitian dan sumber daya terampil menjadi alasan masih kurangnya pelaksanaan multiple cropping. Petani-petani harus diberikan ilmu dan keterampilan modern dalam mengelola lahan semoga kesejahteraan mereka sanggup meningkat.
Gambar: organic-center.org, buzzle.com

Sumber http://www.gurugeografi.id

Monday, March 19, 2018

√ Tipe-Tipe Pertanian Di Indonesia

Bertani merupakan acara dominan masyarakat Indonesia semenjak zaman dahulu kala. Tanah yang subur menciptakan Indonesia dominan merupakan masyarakat agraris. Pertanian pada umumnya banyak dilakukan di kawasan dataran rendah meskipun di kawasan dataran tinggi juga ada. Wilayah dataran rendah mempunyai topografi 0-700 mdpl. 

Pada kawasan ini terdapat cadangan air yang cukup banyak baik itu air permukaan maupun air tanah. Selain itu pertanian cocok dilakukan di tanah yang kaya unsur hara sehingga sanggup merangsang pertumbuhan tumbuhan dengan baik. Menurut catatan sejarahnya, sampai kini ada enam tipe pertanian yang dilakukan masyarakat Indonesia.

Sistem Ladang
Merupakan sistem pertanian yang paling tradisional atau primitif. Sistem ladang merupakan peralihan dari tahap budaya mengumpulkan makanan ke budaya tanam-menanam. Dalam sistem ini, pengolahan tanah sangat minim dan produktifitasnya sangat tergantung pada ketersediaan lapisan humus yang ada. Sistem ini pada umumya terdapat di kawasan dengan penduduk sedikit namun lahan cukup luas. Contoh tumbuhan budidaya tipe ladang antara lain jagung, umbi-umbian dan palawija. Tipe ladang berpindah juga masih banyak di temukan pada masyarakat pedalaman.
Bertani merupakan acara dominan masyarakat Indonesia semenjak zaman dahulu kala √ Tipe-Tipe Pertanian di Indonesia
Pertanian hidroponik kala modern
Sistem Tegal Pekarangan
Sistem pertanian tegal pekarangan berkembang di kawasan lahan kering yang jauh dari sumber air. Sistem ini diusahakan oleh penduduk sehabis usang menetap di sana. Tingkat pengusahaan sistem ini termasuk rendah dan kurang intensif. Tanaman yang dibudidayakan biasanya yang tahan kekeringan menyerupai singkong dan kacang tanah.

Sistem Sawah
Merupakan sistem budidaya modern khususnya dalam pengolahan dan pengelolaan tanah dan air sehingga stablitas lingkungan sangat tinggi. Dampaknya kesuburan tanah sanggup dipertahankan. Irigasi menjadi salah satu faktor pendukung sistem sawah. Sistem sawah tidak hanya untuk tumbuhan padi namun jenis lain menyerupai tebu dan tembakau juga sanggup diusahakan. Sawah terbagi menjadi sawah tadah hujan, sawah irigasi dan sawah pasang surut.

Sistem Pekebunan
Perkebunan merupakan budidaya tumbuhan tipe musiman. Sistem ini makin berkembang diusahakan alasannya yakni sanggup dijadikan produk ekspor. Sistem perkebunan dulu banyak dikelola rakyat namun kini banya dikelola negara lewat PT Perkebunan Nusantara. Contoh komoditas perkebunan Indonesia antara lain kopi, karet, teh dan kakao.

Disamping tipe diatas kini metode pertanian semakin berkembang pesat seiring dengan menurunnya luas lahan. Contohnya yakni pertanian hidroponik dan vertical farming.

Gambar: indonesiana.tempo.co

Sumber http://www.gurugeografi.id

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...