Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Thursday, November 22, 2018

Pendidikan Kewarganegaraan : Esensi Dan Urgensi Identitas Nasional

Pendidikan Kewarganegaraan : Esensi dan Urgensi Identitas Nasional



Menelusuri Konsep dan Urgensi Identitas Nasional


Identitas / identity

Ciri-ciri, keadaan khusus seseorang, jati diri


Nasional / national

Bersifat kebangsaaan


Identitas nasional (dalam konteks PKN)

Jati diri, ciri-ciri, atau karakteristik, perasaan atau dogma perihal kebangsaan yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain




“Benarkah identitas nasional itu menjadi salah satu determinan
dalam pembangunan bangsa dan karakter?”


Ada dua jenis identitas, yakni identitas primer dan sekunder (Tilaar, 2007; Winarno, 2013).

  • Identitas primer dinamakan juga identitas etnis yakni identitas yang mengawali terjadinya identitas sekunder
  • Identitas sekunder ialah identitas yang dibuat atau direkonstruksi menurut hasil komitmen bersama.


Mentalitas Orang Indonesia (Prof.DR.Koentjoroningrat)

Prof. DR. Koentjoroningrat


Mentalitas Orang Indonesia setelah jaman penjahan Hindia Belanda

  1. Sifat mentalitas yang meremehkan mutu 
  2. Sifat mentalitas yang suka menerabas 
  3. Sifat mentalitas tak percaya diri sendiri 
  4. Sifat mentalitas tak berdisiplin murni 
  5. Sifat mentalitas yang suka mengabaikan tanggungjawab yang kokoh 


Karakter Orang Indonesia (Mochtar Loebis -1977)



  1. Hipokrit 
  2. Tidak bertanggungjawab 
  3. Bermental feodal 
  4. Percaya takhayul 
  5. Boros dan maunya instan 
  6. Malas 
  7. Suka menggerutu 
  8. Watak lemah (daya juang lemah) 
  9. Cepat marah&dengki 
  10. Sok tahu & sombong 
  11. Tikung tiru (plagiat) 






Agen Perubahan


Agen perubahan ialah seorang individu atau kelompok yang mempengaruhi orang lain atau organisasi dalam mengambil keputusan penemuan semoga sesuai dengan yang diperlukan oleh biro perubahan itu sendiri.



Peran Agen Perubahan


  • Membangun kesadaran bahwa mereka memerlukan perubahan (To develo
  • Membangun kesadaran bahwa mereka memerlukan perubahan (To develop a need for change).
  • Melakukan identifikasi dilema (To diagnose problems)change).
  • Mendorong niat untuk berubah (To create an intent in the client to change).
  • Mentransformasikan sekedar niat menjadi tindakan aktual (To translate an intent to action).
  • Merawat adopsi mencegah abolisi adopsi (To stabilize adoption and prevent discontinuance).
  • Pencapaian Hubungan Agen Perubahan dan Komunitas Target Perubahan (To achieve a terminal relationship).

Kunci Keberhasilan Agen Perubahan


  • Etos Kerja Agen Perubahan (Change Agent Effort)
  • Orientasi Komunitas Sosial Target Perubahan (Client Orientation)
  • Kompatibelitas Inovasi Dengan Kebutuhan Komunitas Sosial Target Inovasi / Kebijakan Publik (Compatibility with Client’s Needs)
  • Rasa Empathy (Change Agent Empathy)


Pengertian Berpikir Kritis

Berpikir kritis adalah proses disiplin intelektual yang secara aktif dan terampil mengkonseptualisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan / atau mengevaluasi info yang dikumpulkan dari, atau dihasilkan oleh, observasi, pengalaman, refleksi, penalaran, atau komunikasi, sebagai panduan untuk dogma dan tindakan. 

Dalam bentuk yang patut dicontoh, ia didasarkan pada nilai-nilai intelektual universal yang melampaui pembagian materi: kejelasan, akurasi, presisi, konsistensi, relevansi, bukti yang kuat, alasan-alasan yang baik, mendalam, luas, dan setara. 

(A statement by Michael Scriven & Richard Paul, presented at the 8th Annual International Conference on Critical Thinking and Education Reform, Summer 1987)








Sumber http://wikiwoh.blogspot.com

Pendidikan Kewarganegaraan : Urgensi Integrasi Nasional

Pendidikan Kewarganegaraan : Urgensi Integrasi Nasional



Menelusuri Konsep dan Urgensi Integrasi Nasional


Makna Integrasi Nasional


Kurana (2010) menyatakan integrasi nasional yakni kesadaran identitas bersama di antara warga negara. Ini berarti bahwa meskipun kita mempunyai kasta yang berbeda, agama dan daerah, dan berbicara bahasa yang berbeda, kita mengakui kenyataan bahwa kita semua yakni satu.

Jenis integrasi ini sangat penting dalam membangun suatu bangsa yang berpengaruh dan makmur.




Jenis Integrasi


Tentang pengertian integrasi ini, Myron Weiner dalam Ramlan Surbakti (2010) lebih cocok memakai istilah integrasi politik daripada integrasi nasional. 

Menurutnya integrasi politik yakni penyatuan masyarakat dengan sistem politik. Integrasi politik dibagi menjadi lima jenis, yakni : 

  • Integrasi bangsa
    • Integrasi bangsa menunjuk pada proses penyatuan banyak sekali kelompok budaya dan sosial dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu pembentukan identitasnasional 

  • Integrasi wilayah 
    • menunjuk pada duduk kasus pembentukan wewenang kekuasaan nasional sentra di atas unit-unit sosial yang lebih kecil yang beranggotakan kelompok kelompok sosial budaya masyarakat tertentu 

  • Integrasi elit massa 
    • menunjuk pada duduk kasus penghubungan antara pemerintah yang diperintah. Mendekatkan perbedaan-perbedaan mengenai aspirasi dan nilai pada kelompok elit dan massa.

  • Integrasi nilai 
    • menunjuk pada adanya konsensus terhadap nilai yang minimum yang dibutuhkan dalam memelihara tertib sosial 

  • Integrasi tingkah laris (perilaku integratif)
    • menunjuk pada penciptaan tingkah laris yang terintegrasi dan yang diterima demi mencapai tujuan bersama.


Menurut Suroyo (2002), integrasi nasional mencerminkan proses persatuan orang-orang dari banyak sekali wilayah yang berbeda, atau mempunyai banyak sekali perbedaan baik etnisitas, sosial budaya, atau latar belakang ekonomi, menjadi satu bangsa (nation) terutama alasannya yakni pengalaman sejarah dan politik yang relatif sama.

Integrasi nasional mencakup : 
  1. Integrasi politik, 
  2. Integrasi ekonomi, 
  3. Integrasi sosial budaya.



Disintegrasi




Disintegrasi bangsa yakni memudarnya kesatupaduan antar golongan, dan kelompok yang ada dalam suatu bangsa yang bersangkutan. Gejala disintegrasi merupakan hal yang sanggup terjadi di masyarakat. Masyarakat suatu bangsa pastilah menginginkan terwujudnya integrasi. 

Namun, dalam kenyataannya yang terjadi justru tanda-tanda disintegrasi. Disintegrasi mempunyai banyak ragam, misalkan kontradiksi fisik, perkelahian, tawuran, kerusuhan, revolusi, bahkan perang.

Menurut Suroyo (2002), ternyata sejarah menjelaskan bangsa kita sudah mengalami pembangunan integrasi sebelum bernegara Indonesia yang merdeka. Menurutnya, ada tiga model integrasi dalam sejarah perkembangan integrasi di Indonesia, yakni 
  1. model integrasi imperium Majapahit, 
  2. model integrasi kolonial
  3. model integrasi nasional Indonesia.


Dalam sejarahnya, penumbuhan kesadaran berbangsa tersebut dilalui dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 
  1. Masa Perintis 
  2. Masa Penegas 
  3. Masa Percobaan 
  4. Masa Pendobrak

Howard Wriggins dalam Muhaimin & Collin MaxAndrews (1995) menyebut ada lima pendekatan atau cara bagaimana para pemimpin politik menyebarkan integrasi bangsa. 

Kelima pendekatan yang selanjutnya kita sebut sebagai faktor yang memilih tingkat integrasi suatu negara yakni :
  • Adanya bahaya dari luar
  • Gaya politik kepemimpinan
  • Kekuatan lembaga–lembaga politik
  • Ideologi Nasional
  • Kesempatan pembangunan ekonomi

Dinamika Integrasi Nasional di Indonesia


Dinamika itu sanggup kita contohkan peristiswa integrasi berdasar 5 (lima) jenis integrasi sebagai berikut: 

  • Integrasi bangsa 
  • Integrasi wilayah 
  • Integrasi nilai 
  • Integrasi elit-massa 
  • Integrasi tingkah laris (perilaku integratif).


Tantangan dalam membangun integrasi


  • Integrasi Vertikal (antara elit-massa)yang banyak tidak sepaham 
  • Integrasi Horizontal yang terjadi di kalangan masyarakat sendiri akhir adanya kesenjangan sosial, isu2 primordial, dan kurangnya pendidikan bagi masyarakat itu sendiri sehingga gampang diadu domba oleh isu2 palsu (berita hoax)


Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Integrasi Nasional


Apapun kondisinya, integrasi masyarakat merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk membangun kejayaan bangsa dan negara sehingga perlu senantiasa diupayakan. 

Kegagalan dalam mewujudkan integrasi masyarakat berarti kegagalan untuk membangun kejayaan nasional, bahkan sanggup mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara yang bersangkutan.



Sumber http://wikiwoh.blogspot.com

Wednesday, November 21, 2018

Bahasa Indonesia : Tata Kata Dalam Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia : Tata Kata dalam Bahasa Indonesia



Satuan-satuan Terkecil Bahasa


Bentuk Kata





Kelas/Kategori Kata



Kata Benda (Nomina)




Rumpun Kata Benda



Kata Kerja (Verba)



Kata Sifat (Adjektiva)




Kelompok Adjektiva


  1. Adjektiva keadaan/sifat : aman, kacau, gawat 
  2. Adjektiva warna : ungu, hijau, biru 
  3. Adjektiva ukuran : berat, ringan, tinggi, besar 
  4. Adjektiva jarak : jauh, dekat, rapat, renggang 
  5. Adjektiva perasaan/sikap : malu, sedih, heran 
  6. Adjektiva waktu : cepat, lambat 
  7. Adjektiva cerapan : harum, manis, kasar

Kata Adverbia




Kelompok Adverbia


  1. Adverbia Kualitatif: kurang, lebih, paling
  2. Adverbia Kuantitatif: banyak, cukup, sedikit 
  3. Adverbia Limitatif: hanya, saja, sekadar 
  4. Adverbia Frekuentatif: jarang, kadang-kadang 
  5. Adverbia Kewaktuan: baru, segera, lama 
  6. Adverbia Kecaraan: diam-diam, secepatnya 
  7. Adverbia Kontrastif: bahkan, justru, melainkan 
  8. Adverbia Keniscayaan: niscaya, pasti, tentu


Kata Tugas (Partikel)



Frase (Gabungan Kata)


Bentuk Frase



Kategori Frase



Contoh-contoh Frase


Kompositum/Kata Majemuk

Gabungan kata yang membentuk makna baru. Bersifat kolokatif, konotatif, dan kontekstual 


Frase 



Kalimat majemuk









Perbedaan Frase dengan Kalimat Majemuk 


Istilah

Kata atau kelompok kata yang dengan cermat mengungkapkan suatu konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. (TBBBI, 1988: 419)


Prosedur Pembentukan Istilah 


Dari dalam

  • Pengimbuhan 
  • Pengulangan 
  • Pemajemukan 
  • Pengimbuhan + Pengulangan 
  • Pengimbuhan + Pemajemukan 
  • Pemajemukan + Pengulangan 


Dari Luar

  • Bahasa serumpun (daerah)
  • Bahasa asing
Pembentukan dari dalam


Pembentukan dari luar


Daftar Istilah Serapan: Barat


Daftar Istilah Serapan: Timur



Sumber http://wikiwoh.blogspot.com

Bahasa Indonesia : Dasar-Dasar Dalam Memahami Pertanyaan Esai

Bahasa Indonesia : Dasar-Dasar dalam Memahami Pertanyaan Esai



Mengapa sebuah esai sanggup dikategorikan sebagai esai yang buruk?


Kesalahan yang paling utama dalam menciptakan esai ialah kesalahan dalam menciptakan paragraf (Warburton,hal.25). Kesalahan dalam menciptakan paragraf dimulai dengan kekeliruan dalam menafsirkan atau memahami pertanyaan.


23 Rumusan dalam Memahami Pertanyaan berdasarkan Warburton


“berikan analisis…”: penulis diminta untuk mengurai duduk kasus yang sedang dibicarakan selanjutnya menjelaskan korelasi antara uraian antara bagian-per-bagian dengan keseluruhan

“berikan penilaian tentang…”: penulis diminta untuk tetapkan seberapa kuat atau seberapa lemah sebuah bahan diskusi (subject-matter)–dengan kata lain, penulis harus meletakkannya dalam sebuah hirarki nilai 

“golongkan atau klasifikasikan…”: penulis diminta untuk menggolongkan sebuah pokok pembicaraan di dalam kelas atau kategori yang tepat

“berikan komentar atas…” : penulis diminta untuk mengajukan pembedahan kritis atas gagasan, teori, atau sitasi yang diberikan 

“sandingkan dan bandingkanlah…” : penulis diminta untuk memperlihatkan hal-hal yang serupa dan berbeda dari sebuah pemaparan atau gagasan 

“jelaskan…” : penulis diminta untuk memaparkan wawasannya wacana sebuah topik 

“diskusikan secara mendalam tentang…” : penulis diminta untuk menawarkan pemaparan terperinci (komprehensif) untuk mengkaji dan mendukung sebuah gagasan –biasanya dilakukan dengan memakai ragam bahasa akademik spesifik (memuat istilah-istilah yang khusus berlaku dalam sebuah disiplin ilmu) 

“definisikan…” : penulis diminta untuk merunut sebuah definisi dan menegaskan batas-batasnya 

“deskripsikan…” : penulis diminta untuk menceritakan ulang sebuah hal berdasarkan perspektif atau opini pribadinya 

“paparkan dengan rinci…”: penulis diminta untuk mendeskripsikan komponen-komponen sebuah hal secara obyektif 

“bahas/diskusikan…” : penulis diminta untuk berbicara secara kritis wacana sebuah topik –baik dari sisi pro maupun kontra 

“jelaskan mengapa…tidak…”: penulis diminta untuk secara tegas memperlihatkan dan menjelaskan masalah-masalah yang muncul dari sebuah pendapat atau pernyataan 

“evaluasi…”: penulis diminta untuk menjelaskan seberapa besar lengan berkuasa sebuah gagasan atau catatan terhadap tujuan semula 

“jelaskan dengan sederhana…” : penulis diminta untuk memaparkan dengan ragam bahasa akademik yang umum kepada pihak-pihak yang belum memahami/awam dengan topik pembahasan 

“berikan ilustrasi tentang…”: penulis diminta untuk menyediakan contoh-contoh atau situasi yang membantu menjelaskan topik yang sedang didiskusikan

“interpretasikan…”: penulis diminta untuk menawarkan tafsiran yang memuaskan wacana data, serta menarik kesimpulan dari bukti yang telah diberikan. 

“justifikasi/buktikan…”: penulis diminta untuk menyediakan bukti dan argumen yang mendukung kesimpulan yang diberikan 

“berikan garis besar dari…”: penulis diminta untuk mencari kalimat-kalimat kunci dari setiap paragraf dan menyatukannya 

“rangkumlah…”: penulis diminta untuk menentukan bagian-bagian yang paling penting dan lalu membahasakannya ulang dengan kata-kata sendiri 

“telusuri…/tunjukkan bagaimana…”: penulis diminta untuk memperlihatkan bagaimana sebuah wangsit atau insiden dikembangkan dari wangsit atau insiden sebelumnya 

“hubungkan…”: penulis diminta untuk memperlihatkan korelasi logis antara dua hal 

“berikan penilaian menyeluruh terhadap…”: penulis diminta untuk merangkum dan menelisik apa yang sudah dipaparkan 

“buat catatan singkat tentang…”: penulis diminta untuk menawarkan pemandangan umum wacana hal-hal yang paling penting –bukan memaparkan detil


Dua Strategi dalam Menganalisis Paragraf

  • Paragraf Deduktif 
  • Paragraf Induktif


Paragraf Deduktif dan Induktif Adalah Sebuah Pengantar 

Patrick J. Hurley, hal.35&36 menyatakan bahwa paragraf deduktif mengambil kesimpulan eksklusif dari pernyataan-pernyataan yang ada di dalamnya, sementara paragraf induktif sanggup mempunyai kesimpulan yang ditarik dari pernyataan-pernyataan yang ditemukan dalam paragraf tersebut.



Sumber http://wikiwoh.blogspot.com

Tuesday, November 20, 2018

Ragam Bahasa Dalam Bahasa Indonesia Dan Kadar Keformalan Bahasa

Ragam Bahasa dalam Bahasa Indonesia



Douglas Biber et.al. dalam studi komprehensifnya wacana tata-bahasa Bahasa Inggris berjudul Grammar of Spoken and Written English (setebal 1.204 halaman, hal.15-17 ): untuk mempermudah sistematika tata bahasa, ragam bahasa (register) dibagi empat: 
  • percakapan
  • fiksi
  • berita
  • akademik


Ciri Ragam Bahasa Percakapan 



  • Berupa bahasa lisan 
  • Sangat interaktif 
  • Membutuhkan situasi dan kondisi terkini dalam dinamikanya 
  • Ditujukan untuk komunikasi personal 
  • Sasaran individual 
  • Dialek bersifat lokal 

Contoh Ragam Bahasa Percakapan

[…] P: sejarah JHF menyerupai apa? 
J: sebelum ada JHF sudah ada grup rap bahasa jawa, tapi saya inisiatif dirikan JHF untuk mewadahi grup-grup semacam itu di Jogjakarta, dalam arti saya produseri, promosikan. 
P: apa motivasi JHF untuk mewadahi pemusik rap berbahasa jawa di jogja? 
J: enggak ada. Itu natural saja. Ya alasannya saya cinta bahasa jawa, boso sehari-hari. Paling yummy ngerap pakai bahasa ibu. 
P:bagaimana perkembangan music rap jawa di jogja sehabis dan sebelum diwadahi JHF? 
J: ya yang dari jogja saja sanggup hingga luar negeri. 
P: dari segi fashion, kenapa JHF campurkan style hip-hop dengan batik? […] 
 
Tautan: http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/12024/1/T1_362009024_Lampiran.pdf



Ciri Ragam Bahasa Fiksi



  • Berupa bahasa tulisan 
  • Interaksi terbatas hanya obrolan imajiner 
  • Tidak membutuhkan situasi dan kondisi terkini dalam dinamikanya 
  • Ditujukan untuk menghibur 
  • Sasaran publik 
  • Dialek bersifat global

Contoh Ragam Bahasa Fiksi


[…] Sekalipun tak ada lagi penjualan, Kemitir masih meneruskan kesukaannya berjudi. Tak perlu waktu usang hingga utang-utangnya di rumah judi terlalu banyak dan membikin gerah. Barang-barang di rumah sudah berpindah tangan. Tanah, kebun, dan sawah menyusul dengan cepat. Suatu pagi, empat pelayan pergi tanpa pamit. Tinggal tersisa tiga, dua pelayan yang ikut keluarga Kemitir semenjak ia gres saja pindah ke ibu kota dan Manggis. […] 

Yusi Avianto Pareanom, Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi, hal.134


Ciri Ragam Bahasa Berita




  • Berupa bahasa tulisan 
  • Tidak interaktif 
  • Tidak selalu/mutlak membutuhkan situasi dan kondisi terkini dalam dinamikanya 
  • Ditujukan untuk informasi/evaluasi 
  • Sasaran publik 
  • Dialek bersifat regional/nasional 


Contoh Ragam Bahasa Berita

[…] Pergelaran gamelan—yang mempertemukan kelompok-kelompok lokal dengan kelompok-kelompok dari luar, bahkan manca negara—dan kunjungan ke sentra-sentra produksi instrumen di tempat asal hidupnya di kalangan rakyat jelata akan menjadi arena interaksi kultural, merangsang daya hidup dan membuka peluang tumbuhnya ekonomi secara lebih luas. Pergelaran di bab ini akan diadakan di kelurahan-kelurahan di Kota Surakarta dan di daerah-daerah yang merupakan situs di mana gamelan berkembang dan menemukan gaya atau bentuk yang khas, menyerupai kabupaten Boyolali, Blora, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Sukoharjo, dan Klaten. […]

Penulis/Editor : Jodhi Yudono Kompas.com "Solo Siap Gelar Festival Gamelan Internasional” 

https://entertainment.kompas.com/read/2018/08/09/133202610/solo-siap-gelar-festival-gamelan-internasional. 

Ciri Ragam Bahasa Akademik


  • Berupa bahasa tulisan
  • Tidak interaktif
  • Tidak membutuhkan situasi dan kondisi terkini dalam dinamikanya
  • Ditujukan untuk informasi, argumentasi dan eksplanasi
  • Sasaran publik terbatas (lingkaran akademisi)
  • Dialek bersifat global

Contoh Ragam Bahasa Akademik 

[...] Ini berarti perubahan titik sentral pembahasan ke bentuk pun gagal memperlihatkan alternatif yang lebih komprehensif daripada representasi dan ekspresi. Lagi-lagi, upaya untuk menambatkan definisi seni pada bentuk ataupun jalinan antara bentuk dan isi masih belum sanggup mengikis abjad pribadi semacam itu. Karakter problematis yang disandarkan pada objek seni, baik isi (representasi dan ekspresi) maupun bentuk dan persinggungan antara isi dan bentuk, menciptakan para estetikus karenanya berpaling pada pengamat (audiens) sebagai tambatan dalam upaya mendefinisikan karya seni. […] 

Mardohar B.B. Simanjuntak, “Fondasi Kritik Karya Seni dari Perspektif Estetika Analitis Emansipatoris Noël Carroll”, Jurnal Filsafat Melintas, Vol.32, No.2, Agustus 2016 


Rangkuman Keempat Ciri Ragam Bahasa




Gaya Berbahasa

Ruth Gairns dan Stuart Redman dalam Working with Words, A Guide to Teaching and Learning Vocabulary: gaya berbahasa (style) intinya mengacu pada dua hal, tingkat keformalan (level of formality) dan nuansa (hal.20-21). 




Kadar Keformalan Bahasa

Gairns dan Redman, ibid.: setidaknya, formal-tidaknya sebuah bahasa sanggup dibagi dalam 5 bagian: 

  • Slang 
  • Informal/ Kolokial 
  • Netral 
  • Formal
  • Arkaik


Nuansa Bahasa


Gairns dan Redman, ibid.: pada dasarnya, nuansa bahasa yaitu perkara emotif –gerak kesan rasawi yang muncul dalam diri pendengar atau pembaca. Misalnya: jenaka, ironis, puitik dan lain semacamnya.






Sumber http://wikiwoh.blogspot.com

Fundamental Kata, Frasa, Klausa, Dan Kalimat Dalam Bahasa Indonesia

Fundamental Kata, Frasa, Klausa, dan Kalimat dalam Bahasa Indonesia




Pengguna Bahasa sebagai “Koki”



Analogi Memasak: Bahan Baku



Analogi Memasak: Proses Memasak



Analogi Memasak: Menghidangkan dan Menyantap 





Menulis


Proses menulis sanggup kita analogikan sebagai sebuah acara memasak: 

  1. mulai dari kata –sebagai materi baku; 
  2. dilanjutkan dengan frasa –sebagai materi setengah jadi; 
  3. diteruskan dengan klausa –sebagai materi jadi yang terpisah; 
  4. dilengkapi dengan kalimat –sebagai materi jadi yang utuh; 
  5. ditambahkan dengan kalimat lain menjadi paragraf –sebagai sebuah hidangan; 
  6. ditambahkan paragraf lain menjadi tulisan –sebagai sebuah suguhan penuh ragam; 
  7. dibaca dan dimaknai-sebagai sebuah acara menyantap jamuan.


Empat Kelas Kata Dasar




Kelas Kata dan Analoginya dalam Memasak

  • KATA BENDA 
    • Bahan baku yang menjadi inti dari kuliner –misal: daging

  • KATA KERJA 
    • Bahan pendukung primer yang memilih arah kuliner –misal: santan

  • KATA SIFAT 
    • Bahan pendukung sekunder yang melezatkan kuliner –misal: garam, cabe

  • KETERANGAN
    • Bahan pendukung tersier yang melengkapi keseluruhan makanan


Analogi Tata Bahasa sebagai “Resep”



Pada dasarnya, tata bahasa bertindak sebagai “resep” dalam menciptakan sebuah hidangan. “Resep” hanya sebuah alat bantu dan bukan masakan, namun tanpa “resep” sebuah hidangan tidak akan terang arahnya.


Pengguna Bahasa sebagai "Tukang Ledeng"



Analogi Gagasan sebagai Air




Kelas Kata Berbasis Fungsi

Ada banyak persepsi wacana definisi kelas kata, dan persepsi untuk setiap bahasa sanggup berbeda-beda. Namun demikian, menurut fungsinya, kelas kata sanggup dibedakan menjadi 7 fungsi dasar untuk goresan pena akademik.


Analogi Pipa Air dengan Fungsi Masing-Masing



Penggunaan pipa air yang keliru akan menjadikan kebocoran, demikian pula dengan penggunaan kelas kata yang keliru akan menjadikan kerancuan makna.





Tujuh Kelas Kata untuk Penulisan Akademik

  • “nomina”: sebagai inti gagasan 
  • “verba”: sebagai klasifikasi gagasan 
  • “adjektiva”: sebagai penjelas “nomina” 
  • “adverbia”: sebagai penjelas “verba”, “adjektiva, dan “adverbia” –penjelas yang lain kecuali “nomina” 
  • “pronomina”:sebagai pengulangan nomina 
  • “konjungsi”: sebagai penghubung dua gagasan 
  • “preposisi”: sebagai label perhiasan untuk menjelaskan hal yang tidak sanggup dijelaskan oleh “adverbia”

Contoh

Penghuni rumah gres akan secepatnya ke Bali 

Berikut Anatomi Kata dalam Kalimat Berikut

Penghuni (nomina) rumah (nomina) gres (adjektiva) akan (adverbia) pergi (verba) secepatnya (adverbia) ke (preposisi) Bali (nomina).


Frasa, Klausa, dan Kalimat (Akademik)

  • Frasa, sederhananya: “gabungan kata” 
    • ‘pengguna jasa’; ‘akan menerima’; ‘buku tabungan’ 

  • Klausa, sederhananya: “gabungan frasa yang sudah membentuk satu unit gagasan” 
    • ‘pengguna jasa akan mendapatkan buku tabungan’ 
    • ‘yang sudah membayar biaya administrasi’ 

  • Kalimat, sederhananya: “klausa atau adonan klausa yang sudah membentuk satu kesatuan sistem gagasan yang utuh” 
    • Pengguna jasa yang sudah membayar biaya administrasi akan mendapatkan buku tabungan.’


Tiga Jenis Klausa Terikat (Akademik)
  • Klausa Nomina, sederhananya: “unit gagasan inti”
    • bahwa mereka telah membayar pajak 

  • Klausa Adjektiva, sederhananya: “unit gagasan penjelas nomina”
    • yang diatur dalam undang-undang

  • Klausa Adverbia, sederhananya: “unit gagasan penjelas kalimat”
    • ketika batas waktu diumumkan oleh pemerintah 
Klausa terdiri atas

  • Bebas 
    • dapat bangun sendiri yang menjadi kalimat 

  • Terikat 
    • menjelaskan kata/frasa/klausa-yang bangun sendiri 

Konjungsi Khusus Kalimat Majemuk Setara
  • …, DAN… 
  • …, ATAU… 
  • ..., TETAPI.../ ..., AKAN TETAPI... 
  • …, KEMUDIAN… 
  • …, SEMENTARA…

Contoh

Pengantin (nomina) [yang (konjungsi-klausa) gres (adjektiva) saja (adverbia) menikah (verba)] [yang (konjungsi-klausa) sudah (adverbia) memindahkan (verba) barang (nomina) mereka (pronomina/adjektiva)] ke (preposisi) kediaman (nomina) orangtua (nomina) mereka (pronomina/adjektiva) telah (adverbia) pulang (verba) dari (preposisi) liburan (nomina) tiga (adjektiva) hari (nomina) di (preposisi) Jepang (nomina).



Empat Jenis Kalimat (Akademik)

  • Kalimat Sederhana 
    • Semua wajib pajak tahu sesuatu. 
    • Semua wajib pajak merasa lega. 

  • Kalimat Majemuk Setara 
    • Semua wajib pajak tahu sesuatu dan mereka merasa lega. 

  • Kalimat Majemuk Bertingkat 
    • Semua wajib pajak tahu bahwa mereka telah membayar pajak [klausa nomina] yang diatur dalam undang-undang [klausa adjektiva] ketika batas waktu diumumkan oleh pemerintah [klausa adverbia]

  • Kalimat Majemuk Setara-Bertingkat
    • Semua wajib pajak tahu bahwa mereka telah membayar pajak yang diatur dalam undang-undang dikala batas waktu diumumkan oleh pemerintah, dan mereka merasa lega.

Sumber http://wikiwoh.blogspot.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...