Showing posts with label Silabus dan RPP. Show all posts
Showing posts with label Silabus dan RPP. Show all posts

Sunday, December 17, 2017

√ Rencana Pembelajaran Menurut Lampiran Permendikbud No 22 Tahun 2016 Ihwal Standar Proses

Rencana Pembelajaran Berdasarkan Lampiran Permendikbud No 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan planning pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat evaluasi pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP diubahsuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan.

1. Silabus

Silabus merupakan contoh penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran. Silabus paling sedikit memuat:
  1.  Identitas mata pelajaran (khusus SMP/MTs/SMPLB/Paket B dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/ Paket C Kejuruan);
  2. Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas;
  3. Kompetensi inti, merupakan citra secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari penerima didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran;
  4. kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran;
  5. tema (khusus SD/MI/SDLB/Paket A);
  6. materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan mekanisme yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi;
  7. pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan penerima didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
  8. penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk memilih pencapaian hasil berguru penerima didik;
  9. alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan
  10. sumber belajar, sanggup berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber berguru lain yang relevan.
Silabus dikembangkan menurut Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun pedoman tertentu. Silabus dipakai sebagai contoh dalam pengembangan planning pelaksanaan pembelajaran.

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu planning kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran penerima didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis biar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi penerima didik untuk berpartisipasi aktif, serta menawarkan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis penerima didik. RPP disusun menurut KD atau subtema yang dilaksanakan kali pertemuan atau lebih.

Komponen RPP terdiri atas:
  1. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
  2. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
  3. kelas/semester;
  4. materi pokok;
  5. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban berguru dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai; 
  6. tujuan pembelajaran yang dirumuskan menurut KD, dengan memakai kata kerja operasional yang sanggup diamati dan diukur, yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan; kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
  7. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan mekanisme yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
  8. metode pembelajaran, dipakai oleh pendidik untuk mewujudkan suasana berguru dan proses pembelajaran biar penerima didik mencapai KD yang diubahsuaikan dengan karakteristik penerima didik dan KD yang akan dicapai;
  9. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk memberikan materi pelajaran;
  10. sumber belajar, sanggup berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber berguru lain yang relevan;
  11. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
  12.  penilaian hasil pembelajaran. 





3. Prinsip Penyusunan RPP
   
    Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
  1. Perbedaan individual penerima didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan penerima didik.
  2. Partisipasi aktif penerima didik.
  3. Berpusat pada penerima didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, penemuan dan kemandirian.
  4. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk berbagi kegemaran membaca, pemahaman bermacam-macam bacaan, dan berekspresi dalam banyak sekali bentuk tulisan.
  5. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan aktivitas santunan umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
  6. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber berguru dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
  7. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
  8. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.


Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Friday, December 8, 2017

√ Pembelajaran Matematika Berbasis Budaya

Pembelajaran Matematika Berbasis Budaya. Penemuan matematika oleh para matematisi banyak diantaranya diispirasi oleh budaya dan tuntutan penyelesaian dilema yang mereka hadapi. Artinya, matematika yang mereka temukan merupakan solusi bagi permasalahan yang mereka hadapi, melibatkan abstraksi dan proses generalisasi. Matematika yang mereka temukan tidak tiba secara tiba-tiba namun merupakan solusi dari permasalahan (kontekstual) yang ada pada mereka dan masalah-masalah tersebut merupakan pecahan dari apa yang mereka alami. Selain sebab tuntutan penyelesaian masalah, matematika formal ketika ini juga ditemukan dari budaya dimana para matematisi hidup. 



Baca Juga: Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik

Agar pembelajaran matematika bermakna bagi siswa, siswa harus merasa bahwa bahan matematika yang mereka pelajari merupakan pecahan dari hidup mereka. Tentu saja, guru tidak harus berharap bahwa siswa sanggup membuatkan konsep matematika secara tiba-tiba dan ajaib. Pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan permasalahan kontekstual yang siswa alami setiap hari, atau paling tidak sanggup mereka bayangkan. Guru sanggup juga memasukan unsur budaya dalam pembelajaran. Budaya yang paling dikenal siswa yaitu budaya tempat siswa tersebut berada, oleh sebab itu tahap yang harus ditempuh guru matematika dalam memasukkan bahan budaya tersebut yaitu memakai pembelajaran matematika berbasis budaya lokal, dilanjutkan dengan budaya nasional dan terakhir yaitu ragam budaya internasional.


Baca Juga: Pembelajaran Matematika Bermakna


Sebagai misalnya adalah, seorang guru yang berada di tempat Wulandoni NTT sanggup saja memulai pembelajaran wacana uang memakai kebiasaan masyarakat Wulandoni yang masih memakai sistem barter. Pasar Wulandoni termasuk salah satu pasar di NTT yang masih menerapkan sistem tukar barang dalam transaksi antara penjual dan pembeli. Pasar itu terletak sekitar 47 KM dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata. Selain pembelajaran wacana uang, permasalahan kontekstual terkait kebiasaan tukar barang ini sanggup dikembangkan untuk pengembangan konsep matematika yang lain ibarat penjumlahan, pengurangan perkalian dan pembagian. 


Selain dilema tukar barang di pasar tradisional, guru juga sanggup memakai permainan-permainan tradisional yang ada di sekitar anak yang sedang berguru matematika. Permainan tradisional yang mempunyai fenomena matematis tertentu sanggup dipakai guru dalam membuatkan konsep matematika yang sesuai dengan fenomena matematis permainan tradisional tersebut.

Baca Juga : Pembelajaran Matematatika yang Memanfaatkan Konflik Kognisi

Pembelajaran matematika berbasis budaya sangat penting dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Alasannya yaitu ketika siswa ke sekolah, siswa mempunyai pengetahuan informal atau konsep impulsif terkait bahan matematika (matematika formal atau konsep formal) yang akan mereka pelajari di sekolah. Kadang-kadang konsep impulsif yang telah dibawa siswa dari lingkungan budayanya bertentangan dengan konsep formal matematika. Pertentangan ini akan menyebabkan konflik kognisi pada siswa. Konflik kognisi inilah yang harusnya dimanfaatkan guru untuk memotivasi siswa untuk berguru matematika secara bermakna. Siswa akan memetik manfaat dalam berguru matematika bila jurang pemisah antara matematika keseharian (matematika informal yang membentuk konsep spontan) dan matematika formal tidak terlalu lebar.

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Tuesday, September 26, 2017

√ Perihal Model Dan Seni Administrasi Pembelajaran Di Sekolah Dasar

Tentang Model dan Strategi Pembelajaran di Sekolah Dasar - Model Pembelajaran merujuk pada kerangka konseptual yang melukiskan mekanisme yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman berguru untuk mencapai tujuan belejar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan acara pembelajaran. Dengan demikian acara pembelajaran benar-benar merupakan kegiatan bertujuan yang tertata secara sistematis.

Istilah model pembelajaran amat erat dengan pengertian taktik pembelajaran dan dibedakan dari istilah strategi, pendekatan dan metode pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada suatu strategi, metode, dan teknik. Sedangkan istilah “strategi “ awal mulanya dikenal dalam dunia militer terutama terkait dengan perang atau dunia olah raga, namun demikian makna tersebut meluas tidak hanya ada pada dunia militer atau olahraga saja akan tetapi bidang ekonomi, sosial, pendidikan. Menurut Ruseffendi (1980), istilah strategi, metode, pendekatan dan teknik mendefinisikan sebagai berikut :

1. Strategi pembelajaran yakni separangkat budi yang terpilih, yang telah dikaitkan dengan faktor yang menetukan warna atau taktik tersebut, yaitu :

1. Pemilihan materi pelajaran (guru atau siswa)

2. Penyaji materi pelajaran (perorangan atau kelompok, atau berguru mandiri)

3. Cara menyajikan materi pelajaran (induktif atau deduktif, analitis atau sintesis, formal atau non formal)

4. Sasaran akseptor materi pelajaran ( kelompok, perorangan, heterogen, atau homogen.

2. Pendekatan Pembelajaran yakni jalan atau arah yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dilihat bagaimana materi itu disajikan. Misalnya memahami suatu prinsip dengan pendekatan induktif atau deduktif.

3. Metode Pembelajaran yakni cara mengajar secara umum yang sanggup diterapkan pada semua mata pelajaran, contohnya mengajar dengan ceramah, ekspositori, tanya jawab, inovasi terbimbing dan sebagainya.

4. Teknik mengajar yakni penerapan secara khusus suatu metode pembelajaran yang telah diadaptasi dengan kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan media pembelajaran serta kesiapan siswa. Misalnya teknik mengajarkan perkalian dengan penjumlahan berulang.

Sedangkan Model Pembelajaran yakni sebagai suatu disain yang menggambakan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri siswa (Didang : 2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998 : 203), pengertian taktik (1) ilmu dan seni memakai sumber daya bangsa untuk melaksanakan budi tertentu dalam dan perang damai, (2) planning yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai target khusus.


Soedjadi (1999) menyebutkan taktik pembelajaran yakni suatu siasat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bertujuan mengubah keadaan pembelajaran menjadi pembelajaran yang diharapkan. Untuk sanggup mengubah keadaan itu sanggup ditempuh dengan banyak sekali pendekatan pembelajaran. Lebih lanjut Soedjadi menyebutkan bahwa dalam satu pendekatan sanggup dilakukan lebih dari satu metode dan dalam satu metode sanggup dipakai lebih dari satu teknik. Secara sederhana sanggup dirunut sebagai rangkaian : teknik metode pendekatan taktik model

Istilah “ model pembelajaran” berbeda dengan taktik pembelajaran, metode pembelajaran, dan pendekatan pembelajaran. Model pembelajaran mencakup suatu model pembelajaran yang luas dan menyuluruh. Konsep model pembelajaran lahir dan berkembang dari pakar psikologi dengan pendekatan dalam setting eksperimen yang dilakukan. Konsep model pembelajaran untuk pertama kalinya dikembangkan oleh Bruce dan koleganya (Joyce, Weil dan Showers, 1992)

Lebih lanjut Ismail (2003) menyatakan istilah Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang tidak dipunyai oleh taktik atau metode tertentu yaitu :

1. rasional teoritik yang logis disusun oleh perancangnya,

2. tujuan pembelajaran yang akan dicapai,

3. tingkah laris mengajar yang diharapkan supaya model tersebut sanggup dilaksanakan secara berhasil dan

4. lingkungan berguru yang diharapkan supaya tujuan pembelajaran itu sanggup tercapai.

Berbedanya pengertian antara model, strategi, pendekatan dan metode serta teknik diharapkan guru mata pelajaran umumnya dan khususnya matematika bisa menentukan model dan mempunyai taktik pembelajaran yang sesuai dengan materi dan standar kompetensi serta kompetensi dasar dalam standar isi.

Dalam pembelajaran guru diharapkan bisa menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Dimana dalam pemilihan Model pembelajaran mencakup pendekatan suatu model pembelajaran yang luas dan menyeluruh. Misalnya pada model pembelajaran menurut masalah, kelompok-kelompok kecil siswa bekerja sama memecahkan suatu duduk masalah yang telah disepakati oleh siswa dan guru. Ketika guru sedang menerapkan model pembelajaran tersebut, seringkali siswa memakai bermacam-macam keterampilan, mekanisme pemecahan duduk masalah dan berpikir kritis. Model pembelajaran menurut duduk masalah dilandasi oleh teori berguru konstruktivis. Pada model ini pembelajaran dimulai dengan menyajikan permasalahan nyata yang penyelesaiannya membutuhkan kerjasama diantara siswa-siswa. Dalam model pembelajaran ini guru memandu siswa menguraikan planning pemecahan duduk masalah menjadi tahap-tahap kegiatan; guru memberi pola mengenai penggunaan keterampilan dan taktik yang dibutuhkan supaya tugas-tugas tersebut sanggup diselesaikan. Guru membuat suasana kelas yang fleksibel dan berorientasi pada upaya penyelidikan oleh siswa.

Model-model pembelajaran sanggup diklasifikasikan menurut tujuan pembelajarannya, sintaks (pola urutannya) dan sifat lingkungan belajarnya. Sebagai pola pengklasifikasian menurut tujuan yakni pembelajaran langsung, suatu model pembelajaran yang baik untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar menyerupai tabel perkalian atau untuk topik-topik yang banyak berkaitan dengan penggunaan alat. Akan tetapi ini tidak sesuai bila dipakai untuk mengajarkan konsep-konsep matematika tingkat tinggi.

Sintaks (pola urutan) dari suatu model pembelajaran yakni pola yang menggambarkan urutan alur tahap-tahap keseluruhan yang pada umumnya disertai dengan serangkaian kegiatan pembelajaran. Sintaks (pola urutan) dari suatu model pembelajaran tertentu memperlihatkan dengan terperinci kegiatan-kegiatan apa yang harus dilakukan oleh guru atau siswa. Sintaks (pola urutan) dari bermacam-macam model pembelajaran mempunyai komponen-komponen yang sama. Contoh, setiap model pembelajaran diawali dengan upaya menarik perhatian siswa dan memotivasi siswa supaya terlibat dalam proses pembelajaran. Setiap model pembelajaran diakhiri dengan tahap menutup pelajaran, didalamnya mencakup kegiatan merangkum pokok-pokok pelajaran yang dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru.

Tiap-tiap model pembelajaran membutuhkan sistem pengelolaan dan lingkungan berguru yang sedikit berbeda. Misalnya, model pembelajaran kooperatif memerlukan lingkungan berguru yang fleksibel menyerupai tersedia meja dan kursi yang gampang dipindahkan. Pada model pembelajaran diskusi para siswa duduk dibangku yang disusun secara melingkar atau menyerupai tapal kuda. Sedangkan model pembelajaran eksklusif siswa duduk berhadap-hadapan dengan guru.

Pada model pembelajaran kooperatif siswa perlu berkomunikasi satu sama lain, sedangkan pada model pembelajaran eksklusif siswa harus tenang dan memperhatikan guru.

Pemilihan model dan metode pembelajaran menyangkut taktik dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran yakni perencanaan dan tindakan yang sempurna dan cermat mengenai kegiatan pembelajaran supaya kompetensi dasar dan indikator pembelajarannya sanggup tercapai. Pembelajaran yakni upaya membuat iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik yang bermacam-macam supaya terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa. Di madrasah, tindakan pembelajaran ini dilakukan nara sumber (guru) terhadap peserta didiknya (siswa). Jadi, pada prinsipnya taktik pembelajaran sangat terkait dengan pemilihan model dan metode pembelajaran yang dilakukan guru dalam memberikan materi materi didik kepada para siswanya.

Pada dikala ini banyak dikembangkan model-model pembelajaran. Menurut penemunya, model pembelajaran temuannya tersebut dipandang paling sempurna diantara model pembelajaran yang lain. Untuk menyikapi hal tersebut diatas, maka perlu kita sepakati hal-hal sebagai berikut :

1. Siswa Pendidikan Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah banyak yang masih berada dalam tahap berpikir konkret. Model dan metode apapun yang diterapkan, pemanfaatan alat peraga masih diharapkan dalam menjelaskan beberapa konsep matematika.

2. Kita tidak perlu mendewakan salah satu model pembelajaran yang ada. Setiap model pembelajaran niscaya mempunyai kelemahan dan kekuatan.

3. Kita sanggup menentukan salah satu model pembelajaran yang kita anggap sesuai dengan materi pembelajaran kita; dan jikalau perlu kita sanggup menggabungkan beberapa model pembelajaran.

4. Model apa pun yang kita terapkan, jikalau kita kurang menguasai meteri dan tidak disenangi para siswa, maka hasil pembelajaran menjadi tidak efektif.

5. Oleh kerena itu akad kita yakni sebagai berikut :

a. Kita perlu menguasai materi yang harus kita ajarkan, sanggup mengajarkannya, dan terampil dalam memakai alat peraga.

b. Kita berniat untuk memperlihatkan yang kita punyai kepada para siswa dengan sepenuh hati, hangat, ramah, antusias, dan bertanggung jawab.

c. Menjaga supaya para siswa “mencintai” kita, menyenangi materi yang kta ajarkan, dengan tetap menjaga dapat dipercaya dan wibawa kita sebagai guru sanggup menyebarkan model pembelajaran sendiri. Anggaplah kita sedang melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas.

Model pembelajaran yang sanggup diterapkan oleh para guru sangat beragam. Model pembelajaran yakni suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan supaya tujuan atau kompetensi dari hasil berguru yang diharapkan akan cepat sanggup di capai dengan lebih efektif dan efisien.



Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Tuesday, September 19, 2017

√ Rpp Kd :Menggunakan Teorema Pythagoras Dalam Pemecahan Masalah


RPP KD :Menggunakan teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


SEKOLAH                            : SMPN

MATA PELAJARAN          : MATEMATIKA
KELAS/SEMESTER           : VIII/1

Standar Kompetensi : 3. Menggunakan teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah


Kompetensi Dasar     : 3.1 Menggunakan teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah

Indikator                    :

  1. Menemukan teorema Pythagoras;
  2. Menghitung panjang sisi segitiga siku-siku, jikalau dua sisi lain diketahui;
  3. Menghitung perbandingan sisi segitiga siku-siku istimewa (salah satu sudutnya 300, 450, 600);
  4. Menentukan bilangan yang merupakan tripel Pythagoras;

Alokasi waktu            : 8 x 40 menit (4 pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa sanggup menemukan teorema Pythagoras dengan melaksanakan penyelidikan;
  2. Siswa sanggup memakai rumus teorema Pythagoras untuk menghitung salah satu sisi segitiga siku-siku jikalau dua sisi yang lain diketahui;
  3. Siswa sanggup menyatakan perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku istimewa;
  4. Siswa sanggup mencari bilangan-bilangan yang merupakan tripel Pythagoras;
  5. Siswa sanggup memakai tripel Pythagoras untuk menunjukan suatu segitiga merupakan segitiga siku-siku;

B. Materi Ajar

Teorema Pythagoras :   

  1. Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku istimewa (salah satu sudutnya 300, 450, atau 600);
  2. Tripel Pythagoras;

C. Metode, Pendekatan, dan Model Pembelajaran

Diskusi kelompok, inovasi terbimbing, dan ekspositori melalui pendekatan induktif dengan model pembelajaran kooperatif.


D.    Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan Pertama:

Pendahuluan:

Apersepsi  : Mengingat kembali wacana luas persegi, luas segitiga, kuadrat dan akar kuadrat;

Motivasi    : Apabila bahan ini dikuasai dengan baik, maka akan sanggup membantu para siswa menemukan teorema Pythagoras yang banyak dipakai untuk memecahkan duduk kasus matematika dan kehidupan sehari-hari.


Kegiatan Inti  :

  1. Siswa dikondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok terdiri dari 3 – 5 orang;
  2. Guru menawarkan duduk kasus mengenai segitiga siku-siku untuk didiskusikan dalam kelompok;
  3. Siswa mendiskusikan dalam kelompok mengenai kekerabatan antara luas persegi pada sisi miring segitiga siku-siku dan sisi siku-sikunya dengan ukuran sisi pada segitiga masing-masing kelompok berbeda-beda;
  4. Masing-masing kelompok diminta memberikan hasil diskusinya;
  5. Siswa dan guru menyimpulkan hasil diskusi;
  6. Berdasarkan kesimpulan guru menjelaskan rumus/teorema Pythagoras;
  7. Siswa`menuliskan rumus Pythagoras menurut gambar aneka macam segitiga siku-siku.

Penutup:

a.  Dengan  bimbingan guru, siswa diminta untuk menciptakan rangkuman;

b.  Siswa dan guru melaksanakan refleksi;

c.  Guru menawarkan tugas  (PR);

Pertemuan kedua:

Pendahuluan:

Apersepsi  :  a. Membahas PR;

                   b. Mengingat kembali rumus teorema Pythagoras

Motivasi    :  Dengan rumus Pythagoras, siswa akan sanggup menerapkan dalam matematika dan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Inti     :

a.  Sesuai dengan kelompok yang tersedia, siswa berdiskusi wacana cara memakai rumus/teorema Pythagoras pada segitiga siku-siku;

b. Guru menjelaskan cara memilih atau menghitung panjang segitiga siku-siku, jikalau dua sisi lainnya diketahui;

c.  Siswa mengerjakan soal-soal yang bekerjasama dengan teorema Pythagoras



Penutup:

a.       Dengan  bimbingan guru, siswa diminta untuk menciptakan rangkuman;

b.      Siswa dan guru melaksanakan refleksi;

c.       Guru menawarkan tugas  (PR);


Pertemuan ketiga:

Pendahuluan:

Apersepsi        : Siswa mengingat kembali rumus/teorema Pythagoras dan Sifat-sifat segitiga samasisi

            Motivasi    : Dengan memahami rumus/teorema Pythagoras siswa akan sanggup memecahkan duduk kasus kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan teorema Pythagoras;

 
Kegiatan Inti     :

a. Guru menawarkan suatu segitiga sama sisi yang diketahui panjang sisi-sisinya, dan menciptakan garis tinggi dari salah satu sudutnya sehingga terbentuk segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 300  atau 600 ;

b.  Dari segitiga siku-siku yang terbentuk, siswa menghitung panjang garis tinggi segitiga samasisi

c.  Berdasarkan panjang sisi segitiga siku-siku tersebut dengan sudut 300 atau 600, siswa`menyatakan perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku istimewa;

d.      Guru menawarkan soal/tugas dengan besar sudut istimewa  450;


Penutup:

a         Dengan  bimbingan guru, siswa diminta untuk menciptakan rangkuman;

b        Siswa dan guru melaksanakan refleksi;

c         Guru menawarkan tugas  (PR);


Pertemuan keempat:

Pendahuluan :

Apersepsi    :   Siswa mengingat kembali rumus Pythagoras;

Motivasi   :  Dengan mempelajari tripel Pythagoras siswa dapat  memilih jenis-jenis segitiga


Kegiatan Inti  :

a. Disediakan beberapa kelompok bilangan, masing-masing terdiri dari 3 bilangan, Siswa memilih kelompok bilangan yang memenuhi rumus Pythagoras;

b. Guru menawarkan ukuran sisi-sisi segitiga, kemudian siswa mengecek apakah merupakan segitiga siku-siku, segitiga tumpul, atau segitiga lancip;

c.  Siswa mengerjakan latihan;


Penutup:

a.  Dengan  bimbingan guru, siswa diminta untuk menciptakan rangkuman;

b.  Siswa dan guru melaksanakan refleksi;

c.  Guru menawarkan tugas  (PR);


E.   Alat dan Sumber Belajar

   Buku teks, papan tulis dan buku berpetak, model-model segitiga

F.  Penilaian

Teknik                   : Kuis, Tes Tertulis

Bentuk instrumen : Uraian


Contoh Instrumen              :       

 1. Suatu segitiga siku-siku panjang sisimiringnya 17 cm dan salah satu sisi siku-sikunya 15 cm. tentukan panjang sisi siku-siku yang lain, kemudian hitung luasnya.

2.  Manakah yang merupakan tripel Pythagoras
a. 12,13,15                              c. 6,8,9

b. 20,21,29                              d. 14,16,20
3. Diketahui D ABC berukuran panjang AB = 24 cm, AC`= 7 cm, dan BC = 25 cm. Buktikan bahwa D ABC merupakan segitiga siku-siku !
Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Monday, July 24, 2017

√ Download Silabus Sekolah Dasar Kurikulum Nasional 2013 Revisi 2016

Download Silabus SD Kurikulum Nasional 2013 Revisi 2016 - Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 merupakan revisi dari Kurikulum 2013 pada Tahun 2016 yang mempunyai tujuan khusus untuk mempersiapkan generasi gres dan penerus bangsa yang mempunyai kemampuan hidup sebagai langsung dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta bisa berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Untuk itu, perancangan kurikulum 2013 perlu memperhatikan kebutuhan akseptor didik dikala ini dan di masa depan yang dimasi ditengah imbas globalisasi dan kemajemukan masyarakat Indonesia.

Untuk mendapat silabus tersebut, cukup mengklik tautan-tautan di bawah ini dan mengklik d0wnl0ad ketika sudah pada jendela google drive.

Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 Tematik Terpadu
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 Pendidikan Agama Islam
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 Pendidikan Agama Katolik 
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 Bahasa Indonesia
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 Pendidikan Agama Kristen
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 Pendidikan Agama Konghucu
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 Pendidikan Agama Hindu
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 Pendidikan Agama Budha
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 IPS
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 IPA
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 Matematika
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 PKn
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 Senibudaya dan Prakarya
Download Silabus SD Kurikulum 2013 Revisi 2016 Kelas 1,2,3,4,5,6 Penjaskes

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Thursday, May 4, 2017

√ Download Rpp Matematika Kurikulum 2013 Kelas 4 Sd/Mi Semester 1 Revisi 2018

Download RPP Matematika Kurikulum 2013 Kelas 4 SD/MI Semester 1 Revisi 2018 - Pada Tahun Pelajaran 2018/2019 ini, Matematika di SD Kelas 4, 5 dan 6 mengalami perubahan. Perubahan mendasarnya ialah dipisahkannya Matematika dari buku tematik Kurikulum 2013. Hal ini disebabkan lantaran luasnya cakupan materi matematika yang tidak sanggup diajarkan bersamaan mata pelajaran lain dalam buku tematika.

Pada postingan sebelumnya perihal Download Buku Matematika Kelas IV SD Kurikulum 2013 Revisi 2017 …telah dibagikan link Buku Matematika Kelas IV, V dan 6. Pada artikel saya kali ini saya ingin membagikan RPP Matematika Kelas 4 SD/MI Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018 yang sanggup diunduh dengan gampang tanpa diarahkan kepada website-website yang membingungkan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) wajib dimiliki dan dibentuk sendiri oleh guru guna pembelajaran matematika di kelas sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang telah ditetapkannya.


RPP Matematika Kelas SD/MI Semester 1 Revisi 2018 ini telah sesuai dengan Permendikbud No 24 Tahun 2016 . Perlu diketahui bahwa RPP menempel dengan guru dan dibentuk sendiri oleh guru. RPP yang disertakan dalam postingan ini hanya disediakan sebagai referensi yang sanggup guru modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan keadaan sekolah serta anak didik masing masing. Guru yang ingin mengunduh RPP Matematika Kelas SD/MI Semester 1 Revisi 2018 sanggup mengunduhnya pada tautan dibawah ini; RPP Matematika Kelas 4 SD/MI Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Bab 1 : Pecahanan Senilai,doc, Unduh
Bab 2 : Bentuk-Bentuk Pecahan,doc, Unduh
Bab 3 : Penaksiran Hasil Operasi Hitung,doc, Unduh
Bab 4 : Kelipatan dan Faktor Bilangan Cacah,doc, Unduh
Bab 5 : Bilangan Prima,doc, Unduh
Bab 6 : Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK),doc, Unduh

Semoga referensi RPP Matematika Kelas 4 SD Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018 sanggup bermanfaat bagi bapa ibu guru semuanya.

Untuk melengkapi RPP Matematika Kelas 4, Baca Juga:  Matematika Kelas 4 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Jangan lupa !! Baca juga buku Gurunya di Download Buku Matematika Kelas IV SD Kurikulum 2013 Revisi 2017

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Wednesday, May 3, 2017

√ Download Rpp Matematika Kurikulum 2013 Kelas 4 Sd/Mi Semester 2 Revisi 2018

Download RPP Matematika Kurikulum 2013 Kelas 4 SD/MI Semester 2 Revisi 2018 - Pada Tahun Pelajaran 2018/2019 ini, Matematika di SD Kelas 4, 5 dan 6 mengalami perubahan. Perubahan mendasarnya ialah dipisahkannya Matematika dari buku tematik Kurikulum 2013. Hal ini disebabkan lantaran luasnya cakupan materi matematika yang tidak sanggup diajarkan bersamaan mata pelajaran lain dalam buku tematika. 

Pada postingan sebelumnya wacana Download Buku Matematika Kelas IV SD Kurikulum 2013 Revisi 2017 telah dibagikan link Buku Matematika Kelas IV. Pada artikel saya kali ini saya ingin membagikan RPP Matematika Kelas 4 SD/MI Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 yang sanggup diunduh dengan gampang tanpa diarahkan kepada website-website yang membingungkan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) wajib dimiliki dan dibentuk sendiri oleh guru guna pembelajaran matematika di kelas sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang telah ditetapkannya.

  

RPP Matematika Kelas SD/MI Semester 2 Revisi 2018 ini telah sesuai dengan Permendikbud No 24 Tahun 2016. Perlu diketahui bahwa RPP menempel dengan guru dan dibentuk sendiri oleh guru. RPP yang disertakan dalam postingan ini hanya disediakan sebagai rujukan yang sanggup guru modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan keadaan sekolah serta anak didik masing masing. Guru yang ingin mengunduh RPP Matematika Kelas SD/MI Semester 2 Revisi 2018 sanggup mengunduhnya pada tautan dibawah ini;
RPP Matematika Kelas 4 SD/MI Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018

RPP 7 Pembulatan Bilangan.doc, Unduh
RPP 8 Segi Banyak.doc, Unduh
RPP 9 Keliling dan Luas Daerah.doc Unduh
RPP 10 Hubungan Antar Garis.doc Unduh
RPP 11 Data dan Pengukuran.doc Unduh
RPP 12 Pengukuran Sudut dengan Busur Derajat.doc, Unduh
Semoga rujukan RPP Matematika Kelas 4 SD Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 sanggup bermanfaat bagi bapa ibu guru semuanya.

Baca Juga: RPP Matematika Kelas 4 SD Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Jangan lupa !! Baca juga buku Gurunya di Download Buku Matematika Kelas IV SD Kurikulum 2013 Revisi 2017

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Wednesday, April 26, 2017

√ Download Rpp Kelas 1 Sd/Mi Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Download RPP Kelas 1 SD/MI Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018 - Pengunjung tipsbelajarmatematika.com dimana saja berada. Pada kesempatan ini saya ingin memposting tautan untuk saling  mengembangkan pola RPP Kelas 1 jenjang SD/MI Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi terbaru 2018 untuk diamati (AMATI), ditiru (TIRU) dan dimodifikasi (MODIFIKASI) sesuai dengan kebutuhan masing-masing. 


RPP  merupakan perangkat penting bagi para guru supaya sanggup melakukan pembelajaran secara terencana, tertstruktur dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku ketika ini, ialah kurikulum 2013.

RPP K13 Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2018  terdapat KI1, KI2, KI3 dan KI4, untuk menumbuhkan perilaku spiritual, perilaku sosial, pengetahuan dan keterampilan para akseptor didik. Dalam penelusuran saya, banyak penyedia tautan yang membawa guru pada laman-laman yang tidak penting demi kepentingan iklan sehingga terkesan ruwet bagi guru.  Untuk memudahkan bapak/ibu guru mengunduh  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 edisi Revisi 2018 untuk kelas I Semester I  ini maka dibawah ini tersedia tautan untuk mend0wnl0adnya.

RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 1 Sub Tema 1. Unduh
RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 1 Sub Tema 2. Unduh
RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 1 Sub Tema 3.Unduh
RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 1 Sub Tema 4 Unduh

RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 2 Sub Tema 1. Unduh
RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 2 Sub Tema 2. Unduh
RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 2 Sub Tema 3 Unduh
RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 2 Sub Tema 4 Unduh

RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 3 Sub Tema 1.Unduh
RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 3 Sub Tema 2 Unduh
RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 3 Sub Tema 3. Unduh
RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 3 Sub Tema 4 Unduh

RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 4 Sub Tema 1 Unduh
RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 4 Sub Tema 2. Unduh
RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 4 Sub Tema 3. Unduh
RPP K13 Revisi 2018 Kelas 1 Tema 4 Sub Tema 4 Unduh
Demikian tautan  Download RPP Kelas 1 SD/MI Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018. Jangan Lupa dishare  dan Semoga Bermanfaat

Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...