Showing posts with label bisnis. Show all posts
Showing posts with label bisnis. Show all posts

Saturday, April 14, 2018

10 Tips Memulai Bisnis Online Shop Bagi Pemula




Banyaknya online shop yang promosi melalui sosial media menciptakan sebagian dari kita bertanya-tanya, apakah segampang itu membuka perjuangan online shop? Kelihatannya simpel sih, tapi bila kau tidak punya bekal atau pengetahuan mengenai online shop, pastinya hal tersebut akan menjadi sedikit ribet atau sulit. Meskipun banyak online shop yang medapatkan laba per bulan yang tergolong besar, tidak sedikit juga online shop yang mengalami kerugian bahkan gulung tikar. Oleh alasannya ialah itu, sebelum kau memulai bisnis online shop, ada baiknya kau mengenal bisnis online shop dan manfaatnya terlebih dahulu. Informasi mengenai online shop berikut bisa menjadi materi pertimbangan kau untuk memantapkan langkah memulai bisnis online shop :

Mandiri. Bisnis online shop merupakan bisnis yang mandiri, alasannya ialah kau akan menjadi bos di perjuangan kau sendiri. Selain itu, kau juga yang akan menjadi karyawan, melaksanakan promosi, melaksanakan pembukuan penjualan, bahkan menyiapkan modal. Meskipun semuanya berawal dengan berdikari alias dilakukan sendiri, tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti kau bisa mempekerjakan karyawan untuk membantu kelancaran bisnis online shop kamu. Apalagi, kalau bisnisnya sudah besar dan sukses, tentunya akan membutuhkan tenaga lebih untuk kelancaran proses jual beli.

Everytime & everywhere. Salah satu pertimbangan terbesar menentukan bisnis online shop ialah fasilitas dalam menjalankannya. Sebab, kau bisa bekerja kapan saja dan dimana saja, tidak terpaku waktu dan tempat, asalkan ada sinyal atau jaringan internet dan ada kuota tentunya. Jadi, pastikan kau selalu berada di kawasan yang tidak susah sinyal ya...

Modal seadanya. Untuk memulai bisnis online shop modal yang diharapkan tidak terpaku pada jumlah tertentu. Dengan modal seadanya kau bisa memulai bisnis online shop, alasannya ialah kau tidak perlu membeli banyak barang untuk dijual.

Mudah dipromosikan. Nah, promosi ialah potongan penting dalam menggoda pelanggan dan kesuksesan penjualan. Promosi perjuangan online shop sanggup dilakukan dengan simpel melalui sosial media. Apabila kau memiliki banyak sekali akun sosial media, manfaatkan semuanya  untuk mempromosikan perjuangan online shop kamu. Dengan demikian pembeli bisa dengan simpel mengakses produk-produk yang kau jual.

Nah, sehabis mempertimbangkan hal-hal diatas, kau akan semakin yakin untuk memulai bisnis online shop. Modal yakin saja tidak cukup, sebagai pemula kau masih harus mencar ilmu banyak dalam menjalankan online shop. Berikut ini tips memulai online shop bagi pemula semoga sukses.

1.  Menentukan Produk

Sebelum berjualan online, kau harus menentukan produk yang akan dijual terlebih dahulu. Kamu bisa melaksanakan survey di sosial media atau dilingkungan sekitar mengenai produk apa yang lagi animo atau banyak diminati. Ada baiknya kau menjual produk yang akan terus dibutuhkan atau peminatnya banyak. Dengan demikian, pembeli akan terus berdatangan.

2. Menentukan Target Pasar

Supaya online shop kau bisa bersaing, maka kau harus bisa menentukan targer pasar supaya produk yang kau jual juga bisa menyesuaikan dengan selera mereka. Misalnya anak-anak, remaja dan orang dewasa, ibu-ibu/bapak-bapak.

3. Mencari Pemasok/Supplier

Setelah kau menentukan produk dan sasaran pasar, selanjutnya kau harus mencari pemasok/supplier. Carilah supplier yang nyaman diajak kolaborasi baik dalam bentuk reseller maupun dropshiper. Perhatikan juga produk dari pemasok terkait dengan kulitas, harga, dan testimoni dari pembeli. Jika bisa, carilah supllier yang menawarkan potongan bila dilakukan pembelian dalam jumlah banyak ataupun yang menawarkan gratis ongkos kirim. Dengan demikian, kau juga bisa mengatur harga produk yang akan kau jual dan laba yang akan kau dapatkan.

4. Menentukan Harga

Harga menjadi faktor penting dalam bisnis jual beli, apalagi online. Pastikan harga produk yang kau jual menyesuaikan dengan daya beli sasaran pasar kamu. Jangan terburu-buru memasang harga tinggi untuk mendapat laba lebih, tapi pasanglah harga standar untuk menarik perhatian dan kepercayan pembeli terlebih dahulu.

5. Melakukan Promosi

Jika pemilihan produk, supplier, sasaran pasar, dan harga sudah terselesaikan, langkah selanjutnya ialah melaksanakan promosi online shop yang kau miliki. Promosi bisa dilakukan melalui akun sosial media langsung kau dan meminta teman-teman terdekatmu untuk membantu mempromosikan. Jangan terpaku pada satu sosial media saja, tapi usahakan lakukan promosi melalui semua jenis sosial media yang kau miliki supaya online shop kau lebih simpel dikenal. Jangan lupa juga tambahkan hastag atau tagar supaya online shop kau simpel dicari.

6. Membuat Internet Banking

Untuk mempermudah transaksi online shop kau baik dengan suplier maupun customer, ada baiknya kau mengaktifkan internet banking. Sehingga transaksi pembayaran ke supplier dan penerimaan dari customer, serta  pengecekan saldo modal yang kau miliki bisa dilakukan dengan mudah.

7. Membuat Pembukuan Penjualan

Supaya setiap transaksi online shop yang kau lakukan bisa diketahui keuntungan/kerugiannya, biasankan menciptakan pembukuan penjualan. Jangan khawatir, pembukuan yang kau buat tidak harus menyerupai siklus akuntansi yang sebenarnya, cukup buat buku besar/rekap penjualan saja. Dengan demikian, kau bisa mengetahui tanggal transaksi, pembeli, harga beli, harga jual, serta keuntungan/kerugian yang kau dapatkan.

8. Ramah dan Sabar

Pembeli ialah raja, oleh alasannya ialah itu sebagai penjual kau harus sabar melayani pertanyaan atau keluhan dari pembeli maupun calon pembeli. Biasakan memakai kata-kata yang sopan dan emoticon smile supaya mereka merasa nyaman bila ingin melaksanakan transaksi.

9. Jujur

Kejujuran sangat penting dalam menjalankan bisnis online shop. Produk yang hanya ditampilkan dalam bentuk gambar menciptakan tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk sangat minim. Meskipun demikian, kau harus tetap menawarkan info dan keterangan yang jujur mengenai produk. Tugas kau sebagai penjual ialah meyakinkan konsumen tanpa harus menipu.

10. Kerja keras dan Bersyukur

Jika ingin bisnis online shop kau sukses, tentunya kau harus bekerja kelas dan dihentikan malas dalam mempromosikan dan mengupload produk-produk gres yang didapat dari supplier. Setelah kau bekerja keras, apapun hasilnya, entah itu sedikir atau banyak kau harus tetap bersyukur. Dengan begitu, bisnis kau bisa berjalan dengan lancar dan mendapat berkah.


Nah, sehabis membaca artikel 10 Tips Memulai Bisnis Online Shop Bagi Pemula  ini, pastinya anda sudah punya sedikit citra perihal bagaimana cara memulai bisnis online bagi pemula yang menguntungkan. Walaupun anda masih pemula, jangan memiliki pikiran takut bersaing dengan yang sudah usang lantaran akan selalu ada celahyang bisa dimanfaatkan. Tentukan jenis bisnis online yang sesuai dengan kemampuan dan minat anda. Lakukan sekarang, dan jangan menunda nunda. Menunda membuka online shop = menunda sukses.



Sumber http://gadgetbatagor.blogspot.com

Monday, March 5, 2018

Proses Pembuatan Tempe

Sekilas Tentang Tempe 
Tempe ialah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa materi lain yang memakai beberapa jenis kapang Rhizopus, ibarat Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".
Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang gampang dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, ibarat antibiotika untuk menyembuhkan benjol dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Secara umum, tempe berwarna putih alasannya ialah pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi menciptakan tempe mempunyai rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi kini telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah memakai tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya kini tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, ibarat Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga kini berusaha menyebarkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe.

Proses Pembuatan Tempe 
Terdapat banyak sekali metode pembuatan tempe. Namun, teknik pembuatan tempe di Indonesia secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman dan pengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan fermentasi.
  • Pada tahap awal pembuatan tempe, biji kedelai direbus. Tahap perebusan ini berfungsi sebagai proses hidrasi, yaitu biar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin. Perebusan juga dimaksudkan untuk melunakkan biji kedelai supaya nantinya sanggup menyerap asam pada tahap perendaman. 
  • Kulit biji kedelai dikupas pada tahap pengupasan biar miselium fungi sanggup menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan sanggup dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.
  • Setelah dikupas, biji kedelai direndam. Tujuan tahap perendaman ialah untuk hidrasi biji kedelai dan membiarkan terjadinya fermentasi asam laktat secara alami biar diperoleh keasaman yang diharapkan untuk pertumbuhan fungi. Fermentasi asam laktat terjadi dicirikan oleh munculnya bau asam dan buih pada air rendaman akhir pertumbuhan kuman Lactobacillus. Bila pertumbuhan kuman asam laktat tidak optimum (misalnya di negara-negara subtropis, asam perlu ditambahkan pada air rendaman. Fermentasi asam laktat dan pengasaman ini ternyata juga bermanfaat meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.
  • Proses pembersihan selesai dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin dibuat oleh kuman asam laktat dan biar biji kedelai tidak terlalu asam. Bakteri dan kotorannya sanggup menghambat pertumbuhan fungi.
  • Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi tempe atau laru. Inokulum sanggup berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau daun jati (disebut usar; dipakai secara tradisional), spora kapang tempe dalam medium tepung (terigu, beras, atau tapioka; banyak dijual di pasaran), ataupun kultur R. oligosporus murni (umum dipakai oleh pembuat tempe di luar Indonesia).  Inokulasi sanggup dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah masbodoh dan dikeringkan, kemudian dicampur merata sebelum pembungkusan; atau (2) inokulum sanggup dicampurkan eksklusif pada ketika perendaman, dibiarkan beberapa lama, kemudian dikeringkan.
  • Setelah diinokulasi, biji-biji kedelai dibungkus atau ditempatkan dalam wadah untuk fermentasi. Berbagai materi pembungkus atau wadah sanggup dipakai (misalnya daun pisang, daun waru, daun jati, plastik, gelas, kayu, dan baja), asalkan memungkinkan masuknya udara alasannya ialah kapang tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh. Bahan pembungkus dari daun atau plastik biasanya diberi lubang-lubang dengan cara ditusuk-tusuk.
  • Biji-biji kedelai yang sudah dibungkus dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Pada proses ini kapang tumbuh pada permukaan dan menembus biji-biji kedelai, menyatukannya menjadi tempe. Fermentasi sanggup dilakukan pada suhu 20 °C–37 °C selama 18–36 jam. Waktu fermentasi yang lebih singkat biasanya untuk tempe yang memakai banyak inokulum dan suhu yang lebih tinggi, sementara proses tradisional memakai laru dari daun biasanya membutuhkan waktu fermentasi hingga 36 jam.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Tempe, semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres terutama varian tempe atau yang terkait yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Tatacara atau Proses Membuat Tempe yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : id.wikipedia.org/wiki/Tempe

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Sunday, February 25, 2018

Proses Pembuatan Manisan Terong

Terung (Solanum melongena, di Pulau Jawa lebih dikenal sebagai terong) yakni flora penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya yakni India dan Sri Lanka. Terung berkerabat erat dengan kentang dan leunca, dan agak jauh dari tomat. Terung ialah terna yang sering ditanam secara tahunan. Tanaman ini tumbuh hingga 40-150 cm (16-57 inci) tingginya. Daunnya besar, dengan lobus yang kasar. Ukurannya 10-20 cm (4-8 inci) panjangnya dan 5-10 cm (2-4 inci) lebarnya. Jenis-jenis setengah liar lebih besar dan tumbuh hingga setinggi 225 cm (7 kaki), dengan daun yang melebihi 30 cm (12 inci) dan 15 cm (6 inci) panjangnya. Batangnya biasanya berduri. Warna bunganya antara putih hingga ungu, dengan mahkota yang mempunyai lima lobus. Benang sarinya berwarna kuning. Buah tepung berisi, dengan diameter yang kurang dari 3 cm untuk yang liar, dan lebih besar lagi untuk jenis yang ditanam. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Terong)

Dalam keseharian kita, biasanya terong dipakai sebagai sayuran. Namun kali ini Blog TerapanTTG ingin membahas salah satu cara memanfaatkan terong menjadi sumber pendapatan yaitu dengan mengakibatkan terong sebagai manisan yang bisa dijual.

Dalam menciptakan Manisan Terong kali ini kita akan memakai Gula putih sebagai pemanis. Dalam pembuatan Manisan Terong, perbandingan terong segar dengan gula pasir yang dipakai yakni 1 : 1, sehingga sangat kuat pada performa manisan terong yang dihasilkan. Penggunaaan gula putih dalam pembuatan manisan terong selain sebagai embel-embel juga berfungsi sebagai materi pengawet.


Adapun alat dan materi yang dipakai dalam pembuatan manisan terong yakni sebagai berikut :

Alat – alat yang dipakai :
• Pisau
• Baskom
• Panci
• Kompor
• Pengaduk (sendok)
• Serbet
• Sendok makan
• Garpu

Bahan  yang dipakai :
• Terong 3 kg
• Gula putih 3 kg
• Kapur sirih 3 sdm
• Air higienis 6 gelas
• Asam citrus 3 sdm

Berikut Cara Pembuatan Manisan Terong yakni sebagai berikut :
  1. Pilih terong yang berkualitas dan masih muda (belum ada biji) untuk menambah kualitas manisan itu sendiri, terong yang di gunakan disini yaitu terong ungu.
  2. Kemudian terong dibuang tangkainya
  3. Terong di tusuk-tusuk memakai garpu hingga rata untuk memudahkan air meresap saat proses perendaman nanti.
  4. Setelah terong ditusuk-tusuk, terong direndaman lebih kurang 12 jam menggunakanair larutan kapur sirih
  5. Setelah itu terong diangkat dan dicuci hingga bersih
  6. Setelah terong dicuci bersih, terong diris sebesar dadu atau sesuai selerah
  7. Sementara terong diiris, larutkan gula, asam citrus dan air putih
  8. Setelah larutan gula sudah mendidih ±300 cc , masukan terong yang telah diiris tadi.
  9. Tunggu hingga air larutan gula tadi tinggal sedikit
  10. Angkat terong dan tiriskan lalu di jemur hingga kering, untuk hasil optimal sesudah dijemur diterik matahari terong diopen kembali memakai openpengering.
  11. Pengemasan
  12. Manisan terong siap di pasarkan.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Manisan Terong semoga menambah gosip bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya pandangan gres bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Pembuatan Manisan Terong yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : dongabunda.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Friday, February 23, 2018

Proses Pembuatan Kolang Kaling

Kolang-kaling (buah atap) ialah nama cemilan kenyal berbentuk lonjong dan berwarna putih transparan dan mempunyai rasa yang menyegarkan. Kolang kaling yang dalam bahasa Belanda biasa disebut glibbertjes ini, dibentuk dari biji pohon aren (Arenga pinnata) yang berbentuk pipih dan bergetah. Untuk menciptakan kolang-kaling, para pengusaha kolang kaling biasanya memperabukan buah aren hingga hangus, kemudian diambil bijinya untuk direbus selama beberapa jam. Biji yang sudah direbus tersebut kemudian direndam dengan larutan air kapur selama beberapa hari sehingga terfermentasikan. Kolang-kaling mempunyai kadar air sangat tinggi, hingga mencapai 93,8% dalam setiap 100 gram-nya. Kolang kaling juga mengandung 0,69 gram protein, empat gram karbohidrat, serta kadar bubuk sekitar satu gram dan serat bergairah 0,95 gram. (http://id.wikipedia.org)

Asal muasal Kolang Kaling

Pohon aren atau enau (Arengan Pinnata) merupakan pohon yang menghasilkan bahan-bahan industri. Hampir semua belahan tanaman ini sanggup dimanfaatkan alasannya nilai ekonomi.

Tanaman aren di Indonesia banyak terdapat hampir di seluruh nusantara tanaman ini sudah lama dikenal masyarakat luas. Tanaman Aren sanggup dipercaya sebagai salah satu sumber devisa negara dan meningkatkan nilai ekonomi. Tanaman aren bermanfaat juga untuk pengawetan sumber daya alam ( tanah) dan kelestarian lingkungan hidup.

Di aneka macam kawasan di Indonesia nama tanaman aren bermacam-macam, yakni anau dan bakjuk di Aceh, onau di Minangkabau, onao di Toraja. Honau di Bali dan kawung di Jawa Barat.
   
Semua belahan dari pohon aren ternyata banyak fungsinya, antara lain :
Akar aren sanggup dipakai untuk materi kerajinan tangan.
Daun muda atau sanurnya untuk pembungkus atau pengganti kertas rokok.
Batangnya dipakai untuk aneka macam macam peralatan bangunan.
Air nira dipakai untuk materi pembuatan gula merah atau cuka.
Lidinya dipakai untuk menciptakan sapu.

Pohon aren sanggup berbuah , buahnya bergelantung di pohonnya. Bentuk buahnya lingkaran atau lonjong dengan ujungnya ke dalam. Jika buah aren yang belum terlalu matang dipotong akan terlihat bijinya yang kenyal berwarna bening. Pada dikala buah masih muda dengan kulit luarnya berwarna hijau, biji aren mempunyai tekstur yang lembek dan berwarna bening, kulitnya berwarna kuning dan tipis, bentuk bijinya lonjong biji muda inilah yang dinamakan kolang kaling.

Kandungan Kolang Kaling

Ditilik dari sisi nutrisi, kolang kaling kaya akan serat dan mineral. Setiap 100 g kolang-kaling mengandung energi 27 kkal, protein 0,4 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 6 g, serat 1,6 g, kalsium 91 mg, fosfor 243 mg dan zat besi 0,5 mg. Tingginya kandungan mineral ibarat kalsium, besi dan fosfor akan menjaga badan tetap bugar dan sehat selama berpuasa. Kandungan karbohidrat kolang kaling sanggup memperlihatkan rasa kenyang bagi orang yang mengkonsumsinya, selain itu juga menghentikan nafsu makan dan menimbulkan konsumsi masakan jadi menurun.

Manfaat Kolang Kaling
Kolang kaling banyak dipakai sebagai materi adonan beraneka jenis masakan atau minuman contohnya : manisan, kolak, ronde, roti, minuman kaleng, es campur dan bajigur.

Sekarang muncul pula aneka produk masakan gres yang memakai kolang kaling sebagai bahannya ibarat kolang kaling genji, kolang kaling mania, kolang kaling berjuruh.

Kolang kaling selain sanggup dimanfaatkan untuk materi aneka masakan dan minuman, kandungan seratnya juga baik untuk kesehatan. Serat kolang kaling dan serat dari materi masakan lain yang masuk ke dalam badan menimbulkan proses pembuangan air besar teratur sehingga sanggup mencegah kegemukan atau obesitas.

Pada bulan puasa, masyarakat beragama Islam menjadikan kolang kaling sebagai sajian khas. Produk olahan kolang kaling ini mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Manfaat Kolang Kaling untuk Langsing

Kolang-kaling ialah produk olahan hasil perebusan endosperm biji buah aren yang masih muda. Buah ini gotong royong hanya merupakan protein albumin yang diperlukan benih pohon aren sebagai persediaan makanan. Buah yang tinggi kadar airnya ini, diambil dari biji buah aren yang berbentuk lonjong pipih, bergetah, dan bikin gatal.Istilah Sundanya tangkal kawung atau taren. Mirip kelapa namun kelihatan kotor alasannya terbalut oleh ijuk.

Tanaman berjulukan Latin arenga pinnata ini tumbuh mulai dari Indo- China ke selatan hingga Asia Tenggara Banyak terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Biasanya tumbuh di kawasan yang mempunyai ketinggian 250 – 1.400 meter di atas permukaan laut. Meskipun getahnya amat gatal, buah aren yang masak musang (careuh,luwak). Secara tidak pribadi berfungsi sebagai binatang pemencar biji aren.

Pohon aren sanggup berbuah dan bergelantung di pohonnya. Bentuk buahnya lingkaran atau lonjong dengan ujungnya ke dalam. Jika buah aren yang belum terlalu matang dipotong akan terlihat bijinya yang kenyal berwarna bening.

Pada dikala buah masih muda dengan kulit luarnya berwarna hijau, biji aren mempunyai tekstur yang lembek dan berwarna bening. Kulitnya berwarna kuning dan tipis, bentuk bijinya lonjong. Biji muda inilah yang dinamakan kolangkaling. Untuk menghasilkan kolang-kaling, buah aren ini harus diba kar terlebih dahulu hing ga hangus atau direbus selama beberapa jam. Setelah direndam dengan air kapur beberapa hari untuk menghilangkan getahnya yang gatal dan beracun, barulah biji-biji ini sanggup diolah.
 
Kandungan dan manfaat

Dalam 100 gram kolang- kaling terkandung 0,69 gram protein, karbohidrat 4,0 gram, kadar bubuk 1 gram dan serat bergairah 0,95 gram. Kadar air kolang-kaling relatif sangat tinggi, yakni mencapai 94%, sehingga kolang- kaling terasa segar dikala dikonsumsi.

Kadar gelatin yang dimilikinya juga cukup tinggi sehingga mempunyai manfaat membantu mempercepat rasa kenyang, menghentikan nafsu makan dan menimbulkan konsumsi masakan jadi menurun sehingga cocok dikonsumsi sebagai masakan diet.

Serat kolang-kaling yang masuk ke badan menimbulkan proses pembuangan air besar teratur sehingga sanggup mencegah kegemukan atau obesitas. Meskipun secara tidak sadar dimaksudkan untuk diet namun mengonsumsi kolang-kaling secara rutin, terutama selama Ramadan ini, sudah merupakan diet yang simpel sekaligus menyehatkan. Kaprikornus kalau ingin langsing, makan kolang- kaling.

Nah berikut proses Pembuatan Kolang Kaling yang saya kutip dari salah satu postingan member kaskus, silahkan disimak :

Pemilihan Bahan
Pengolahan kolang kaling diawali dengan pemilihan materi (buah aren) yang masih setengah masak yang ditandai dengan warna kulit buah yang masih hijau segar. Buah-buah aren dilepas satu persatu dari untaiannya dan dimasukkan ke dalam bakul.

Pembakaran atau Perebusan Buah ArenAda dua cara mengolah kolang kaling yaitu dengan memperabukan aren atau merebus aren. Tujuannya ialah untuk menghilangkan lendir buah yang menimbulkan rasa sangat garatal apabila menyentuh kulit

1) Pembakaran
Caranya dengan menumpukkan buah aren diatas bara api sehingga daging buah menjadi agak hangus namun bijinya tidak hangus

2) Perebusan
Dengan melaksanakan tahap-tahap sebagai berikut :
a) Siapkan belanga, wajan, kuali atau drum bekas.
b) Belanga belanga atau kuali tersebut diisi air secukupnya hinggahungga seluruh buah aren yang akan diperoses menjadi kolang kaling iti sanggup terendam air.
c) Belangga diletakan diatas kompor minyak atau tungku
d) Perebusan dilakukan hingga airnya mendidih 1-2 jam kemudian didiamkan hingga airnya dingin.
e) Satu persatu buah aren yang sudah direbus itu dikeluarkan untuk diambil bijinya

Pengambilan biji aren
Caranya dengan mengiris atau membelah buah aren yang sudah direbus atau dibakar.

Pelepasan kulit biji aren
Kulit biji yang berwarna kuning dilepaskan dengan memakai pisau secara hati-hati. Biji yang terlepas dalam keadaan utuh dicuci dengan air bersih.

Perendaman biji aren
Siapkan belanga atau bejana yang berisi air kapur, kemudian biji-biji aren yang sudah higienis direndam dalam air kapur tersebut selama 2 s.d 3 hari. Air kapur berfungsi untuk mengemdapkan segala kotoran dan sanggup mengenyalkan biji buah aren sesudah final perendaman tampaklah biji-biji buah aren yang berwarna putih higienis atau bening yang disebut kolang-kaling. Setelah itu biji dicuci higienis jikalau akan dipasarkan biji itu harus dalam keadaan direndam dalam air.

Sekian postingan Proses Pembuatan Kolang-Kaling agar menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua

Sumber Artikel : http://www.kaskus.co.id

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Thursday, February 22, 2018

Proses Pembuatan Tempe

Sekilas Tentang Tempe 
Tempe ialah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa materi lain yang memakai beberapa jenis kapang Rhizopus, ibarat Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".
Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang gampang dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, ibarat antibiotika untuk menyembuhkan benjol dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Secara umum, tempe berwarna putih alasannya ialah pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi menciptakan tempe mempunyai rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi kini telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah memakai tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya kini tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, ibarat Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga kini berusaha menyebarkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe.

Proses Pembuatan Tempe 
Terdapat banyak sekali metode pembuatan tempe. Namun, teknik pembuatan tempe di Indonesia secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman dan pengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan fermentasi.
  • Pada tahap awal pembuatan tempe, biji kedelai direbus. Tahap perebusan ini berfungsi sebagai proses hidrasi, yaitu biar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin. Perebusan juga dimaksudkan untuk melunakkan biji kedelai supaya nantinya sanggup menyerap asam pada tahap perendaman. 
  • Kulit biji kedelai dikupas pada tahap pengupasan biar miselium fungi sanggup menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan sanggup dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.
  • Setelah dikupas, biji kedelai direndam. Tujuan tahap perendaman ialah untuk hidrasi biji kedelai dan membiarkan terjadinya fermentasi asam laktat secara alami biar diperoleh keasaman yang diharapkan untuk pertumbuhan fungi. Fermentasi asam laktat terjadi dicirikan oleh munculnya bau asam dan buih pada air rendaman akhir pertumbuhan kuman Lactobacillus. Bila pertumbuhan kuman asam laktat tidak optimum (misalnya di negara-negara subtropis, asam perlu ditambahkan pada air rendaman. Fermentasi asam laktat dan pengasaman ini ternyata juga bermanfaat meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.
  • Proses pembersihan selesai dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin dibuat oleh kuman asam laktat dan biar biji kedelai tidak terlalu asam. Bakteri dan kotorannya sanggup menghambat pertumbuhan fungi.
  • Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi tempe atau laru. Inokulum sanggup berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau daun jati (disebut usar; dipakai secara tradisional), spora kapang tempe dalam medium tepung (terigu, beras, atau tapioka; banyak dijual di pasaran), ataupun kultur R. oligosporus murni (umum dipakai oleh pembuat tempe di luar Indonesia).  Inokulasi sanggup dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah masbodoh dan dikeringkan, kemudian dicampur merata sebelum pembungkusan; atau (2) inokulum sanggup dicampurkan eksklusif pada ketika perendaman, dibiarkan beberapa lama, kemudian dikeringkan.
  • Setelah diinokulasi, biji-biji kedelai dibungkus atau ditempatkan dalam wadah untuk fermentasi. Berbagai materi pembungkus atau wadah sanggup dipakai (misalnya daun pisang, daun waru, daun jati, plastik, gelas, kayu, dan baja), asalkan memungkinkan masuknya udara alasannya ialah kapang tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh. Bahan pembungkus dari daun atau plastik biasanya diberi lubang-lubang dengan cara ditusuk-tusuk.
  • Biji-biji kedelai yang sudah dibungkus dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Pada proses ini kapang tumbuh pada permukaan dan menembus biji-biji kedelai, menyatukannya menjadi tempe. Fermentasi sanggup dilakukan pada suhu 20 °C–37 °C selama 18–36 jam. Waktu fermentasi yang lebih singkat biasanya untuk tempe yang memakai banyak inokulum dan suhu yang lebih tinggi, sementara proses tradisional memakai laru dari daun biasanya membutuhkan waktu fermentasi hingga 36 jam.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Tempe, semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres terutama varian tempe atau yang terkait yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Tatacara atau Proses Membuat Tempe yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : id.wikipedia.org/wiki/Tempe

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Wednesday, February 14, 2018

Proses Pembuatan Manisan Terong

Terung (Solanum melongena, di Pulau Jawa lebih dikenal sebagai terong) yakni flora penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya yakni India dan Sri Lanka. Terung berkerabat erat dengan kentang dan leunca, dan agak jauh dari tomat. Terung ialah terna yang sering ditanam secara tahunan. Tanaman ini tumbuh hingga 40-150 cm (16-57 inci) tingginya. Daunnya besar, dengan lobus yang kasar. Ukurannya 10-20 cm (4-8 inci) panjangnya dan 5-10 cm (2-4 inci) lebarnya. Jenis-jenis setengah liar lebih besar dan tumbuh hingga setinggi 225 cm (7 kaki), dengan daun yang melebihi 30 cm (12 inci) dan 15 cm (6 inci) panjangnya. Batangnya biasanya berduri. Warna bunganya antara putih hingga ungu, dengan mahkota yang mempunyai lima lobus. Benang sarinya berwarna kuning. Buah tepung berisi, dengan diameter yang kurang dari 3 cm untuk yang liar, dan lebih besar lagi untuk jenis yang ditanam. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Terong)

Dalam keseharian kita, biasanya terong dipakai sebagai sayuran. Namun kali ini Blog TerapanTTG ingin membahas salah satu cara memanfaatkan terong menjadi sumber pendapatan yaitu dengan mengakibatkan terong sebagai manisan yang bisa dijual.

Dalam menciptakan Manisan Terong kali ini kita akan memakai Gula putih sebagai pemanis. Dalam pembuatan Manisan Terong, perbandingan terong segar dengan gula pasir yang dipakai yakni 1 : 1, sehingga sangat kuat pada performa manisan terong yang dihasilkan. Penggunaaan gula putih dalam pembuatan manisan terong selain sebagai embel-embel juga berfungsi sebagai materi pengawet.


Adapun alat dan materi yang dipakai dalam pembuatan manisan terong yakni sebagai berikut :

Alat – alat yang dipakai :
• Pisau
• Baskom
• Panci
• Kompor
• Pengaduk (sendok)
• Serbet
• Sendok makan
• Garpu

Bahan  yang dipakai :
• Terong 3 kg
• Gula putih 3 kg
• Kapur sirih 3 sdm
• Air higienis 6 gelas
• Asam citrus 3 sdm

Berikut Cara Pembuatan Manisan Terong yakni sebagai berikut :
  1. Pilih terong yang berkualitas dan masih muda (belum ada biji) untuk menambah kualitas manisan itu sendiri, terong yang di gunakan disini yaitu terong ungu.
  2. Kemudian terong dibuang tangkainya
  3. Terong di tusuk-tusuk memakai garpu hingga rata untuk memudahkan air meresap saat proses perendaman nanti.
  4. Setelah terong ditusuk-tusuk, terong direndaman lebih kurang 12 jam menggunakanair larutan kapur sirih
  5. Setelah itu terong diangkat dan dicuci hingga bersih
  6. Setelah terong dicuci bersih, terong diris sebesar dadu atau sesuai selerah
  7. Sementara terong diiris, larutkan gula, asam citrus dan air putih
  8. Setelah larutan gula sudah mendidih ±300 cc , masukan terong yang telah diiris tadi.
  9. Tunggu hingga air larutan gula tadi tinggal sedikit
  10. Angkat terong dan tiriskan lalu di jemur hingga kering, untuk hasil optimal sesudah dijemur diterik matahari terong diopen kembali memakai openpengering.
  11. Pengemasan
  12. Manisan terong siap di pasarkan.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Manisan Terong semoga menambah gosip bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya pandangan gres bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Pembuatan Manisan Terong yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : dongabunda.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Monday, February 12, 2018

Proses Pembuatan Kolang Kaling

Kolang-kaling (buah atap) ialah nama cemilan kenyal berbentuk lonjong dan berwarna putih transparan dan mempunyai rasa yang menyegarkan. Kolang kaling yang dalam bahasa Belanda biasa disebut glibbertjes ini, dibentuk dari biji pohon aren (Arenga pinnata) yang berbentuk pipih dan bergetah. Untuk menciptakan kolang-kaling, para pengusaha kolang kaling biasanya memperabukan buah aren hingga hangus, kemudian diambil bijinya untuk direbus selama beberapa jam. Biji yang sudah direbus tersebut kemudian direndam dengan larutan air kapur selama beberapa hari sehingga terfermentasikan. Kolang-kaling mempunyai kadar air sangat tinggi, hingga mencapai 93,8% dalam setiap 100 gram-nya. Kolang kaling juga mengandung 0,69 gram protein, empat gram karbohidrat, serta kadar bubuk sekitar satu gram dan serat bergairah 0,95 gram. (http://id.wikipedia.org)

Asal muasal Kolang Kaling

Pohon aren atau enau (Arengan Pinnata) merupakan pohon yang menghasilkan bahan-bahan industri. Hampir semua belahan tanaman ini sanggup dimanfaatkan alasannya nilai ekonomi.

Tanaman aren di Indonesia banyak terdapat hampir di seluruh nusantara tanaman ini sudah lama dikenal masyarakat luas. Tanaman Aren sanggup dipercaya sebagai salah satu sumber devisa negara dan meningkatkan nilai ekonomi. Tanaman aren bermanfaat juga untuk pengawetan sumber daya alam ( tanah) dan kelestarian lingkungan hidup.

Di aneka macam kawasan di Indonesia nama tanaman aren bermacam-macam, yakni anau dan bakjuk di Aceh, onau di Minangkabau, onao di Toraja. Honau di Bali dan kawung di Jawa Barat.
   
Semua belahan dari pohon aren ternyata banyak fungsinya, antara lain :
Akar aren sanggup dipakai untuk materi kerajinan tangan.
Daun muda atau sanurnya untuk pembungkus atau pengganti kertas rokok.
Batangnya dipakai untuk aneka macam macam peralatan bangunan.
Air nira dipakai untuk materi pembuatan gula merah atau cuka.
Lidinya dipakai untuk menciptakan sapu.

Pohon aren sanggup berbuah , buahnya bergelantung di pohonnya. Bentuk buahnya lingkaran atau lonjong dengan ujungnya ke dalam. Jika buah aren yang belum terlalu matang dipotong akan terlihat bijinya yang kenyal berwarna bening. Pada dikala buah masih muda dengan kulit luarnya berwarna hijau, biji aren mempunyai tekstur yang lembek dan berwarna bening, kulitnya berwarna kuning dan tipis, bentuk bijinya lonjong biji muda inilah yang dinamakan kolang kaling.

Kandungan Kolang Kaling

Ditilik dari sisi nutrisi, kolang kaling kaya akan serat dan mineral. Setiap 100 g kolang-kaling mengandung energi 27 kkal, protein 0,4 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 6 g, serat 1,6 g, kalsium 91 mg, fosfor 243 mg dan zat besi 0,5 mg. Tingginya kandungan mineral ibarat kalsium, besi dan fosfor akan menjaga badan tetap bugar dan sehat selama berpuasa. Kandungan karbohidrat kolang kaling sanggup memperlihatkan rasa kenyang bagi orang yang mengkonsumsinya, selain itu juga menghentikan nafsu makan dan menimbulkan konsumsi masakan jadi menurun.

Manfaat Kolang Kaling
Kolang kaling banyak dipakai sebagai materi adonan beraneka jenis masakan atau minuman contohnya : manisan, kolak, ronde, roti, minuman kaleng, es campur dan bajigur.

Sekarang muncul pula aneka produk masakan gres yang memakai kolang kaling sebagai bahannya ibarat kolang kaling genji, kolang kaling mania, kolang kaling berjuruh.

Kolang kaling selain sanggup dimanfaatkan untuk materi aneka masakan dan minuman, kandungan seratnya juga baik untuk kesehatan. Serat kolang kaling dan serat dari materi masakan lain yang masuk ke dalam badan menimbulkan proses pembuangan air besar teratur sehingga sanggup mencegah kegemukan atau obesitas.

Pada bulan puasa, masyarakat beragama Islam menjadikan kolang kaling sebagai sajian khas. Produk olahan kolang kaling ini mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Manfaat Kolang Kaling untuk Langsing

Kolang-kaling ialah produk olahan hasil perebusan endosperm biji buah aren yang masih muda. Buah ini gotong royong hanya merupakan protein albumin yang diperlukan benih pohon aren sebagai persediaan makanan. Buah yang tinggi kadar airnya ini, diambil dari biji buah aren yang berbentuk lonjong pipih, bergetah, dan bikin gatal.Istilah Sundanya tangkal kawung atau taren. Mirip kelapa namun kelihatan kotor alasannya terbalut oleh ijuk.

Tanaman berjulukan Latin arenga pinnata ini tumbuh mulai dari Indo- China ke selatan hingga Asia Tenggara Banyak terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Biasanya tumbuh di kawasan yang mempunyai ketinggian 250 – 1.400 meter di atas permukaan laut. Meskipun getahnya amat gatal, buah aren yang masak musang (careuh,luwak). Secara tidak pribadi berfungsi sebagai binatang pemencar biji aren.

Pohon aren sanggup berbuah dan bergelantung di pohonnya. Bentuk buahnya lingkaran atau lonjong dengan ujungnya ke dalam. Jika buah aren yang belum terlalu matang dipotong akan terlihat bijinya yang kenyal berwarna bening.

Pada dikala buah masih muda dengan kulit luarnya berwarna hijau, biji aren mempunyai tekstur yang lembek dan berwarna bening. Kulitnya berwarna kuning dan tipis, bentuk bijinya lonjong. Biji muda inilah yang dinamakan kolangkaling. Untuk menghasilkan kolang-kaling, buah aren ini harus diba kar terlebih dahulu hing ga hangus atau direbus selama beberapa jam. Setelah direndam dengan air kapur beberapa hari untuk menghilangkan getahnya yang gatal dan beracun, barulah biji-biji ini sanggup diolah.
 
Kandungan dan manfaat

Dalam 100 gram kolang- kaling terkandung 0,69 gram protein, karbohidrat 4,0 gram, kadar bubuk 1 gram dan serat bergairah 0,95 gram. Kadar air kolang-kaling relatif sangat tinggi, yakni mencapai 94%, sehingga kolang- kaling terasa segar dikala dikonsumsi.

Kadar gelatin yang dimilikinya juga cukup tinggi sehingga mempunyai manfaat membantu mempercepat rasa kenyang, menghentikan nafsu makan dan menimbulkan konsumsi masakan jadi menurun sehingga cocok dikonsumsi sebagai masakan diet.

Serat kolang-kaling yang masuk ke badan menimbulkan proses pembuangan air besar teratur sehingga sanggup mencegah kegemukan atau obesitas. Meskipun secara tidak sadar dimaksudkan untuk diet namun mengonsumsi kolang-kaling secara rutin, terutama selama Ramadan ini, sudah merupakan diet yang simpel sekaligus menyehatkan. Kaprikornus kalau ingin langsing, makan kolang- kaling.

Nah berikut proses Pembuatan Kolang Kaling yang saya kutip dari salah satu postingan member kaskus, silahkan disimak :

Pemilihan Bahan
Pengolahan kolang kaling diawali dengan pemilihan materi (buah aren) yang masih setengah masak yang ditandai dengan warna kulit buah yang masih hijau segar. Buah-buah aren dilepas satu persatu dari untaiannya dan dimasukkan ke dalam bakul.

Pembakaran atau Perebusan Buah ArenAda dua cara mengolah kolang kaling yaitu dengan memperabukan aren atau merebus aren. Tujuannya ialah untuk menghilangkan lendir buah yang menimbulkan rasa sangat garatal apabila menyentuh kulit

1) Pembakaran
Caranya dengan menumpukkan buah aren diatas bara api sehingga daging buah menjadi agak hangus namun bijinya tidak hangus

2) Perebusan
Dengan melaksanakan tahap-tahap sebagai berikut :
a) Siapkan belanga, wajan, kuali atau drum bekas.
b) Belanga belanga atau kuali tersebut diisi air secukupnya hinggahungga seluruh buah aren yang akan diperoses menjadi kolang kaling iti sanggup terendam air.
c) Belangga diletakan diatas kompor minyak atau tungku
d) Perebusan dilakukan hingga airnya mendidih 1-2 jam kemudian didiamkan hingga airnya dingin.
e) Satu persatu buah aren yang sudah direbus itu dikeluarkan untuk diambil bijinya

Pengambilan biji aren
Caranya dengan mengiris atau membelah buah aren yang sudah direbus atau dibakar.

Pelepasan kulit biji aren
Kulit biji yang berwarna kuning dilepaskan dengan memakai pisau secara hati-hati. Biji yang terlepas dalam keadaan utuh dicuci dengan air bersih.

Perendaman biji aren
Siapkan belanga atau bejana yang berisi air kapur, kemudian biji-biji aren yang sudah higienis direndam dalam air kapur tersebut selama 2 s.d 3 hari. Air kapur berfungsi untuk mengemdapkan segala kotoran dan sanggup mengenyalkan biji buah aren sesudah final perendaman tampaklah biji-biji buah aren yang berwarna putih higienis atau bening yang disebut kolang-kaling. Setelah itu biji dicuci higienis jikalau akan dipasarkan biji itu harus dalam keadaan direndam dalam air.

Sekian postingan Proses Pembuatan Kolang-Kaling agar menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua

Sumber Artikel : http://www.kaskus.co.id

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...