Showing posts with label Ide Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Ide Bisnis. Show all posts

Monday, March 5, 2018

Proses Pembuatan Tempe

Sekilas Tentang Tempe 
Tempe ialah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa materi lain yang memakai beberapa jenis kapang Rhizopus, ibarat Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".
Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang gampang dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, ibarat antibiotika untuk menyembuhkan benjol dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Secara umum, tempe berwarna putih alasannya ialah pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi menciptakan tempe mempunyai rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi kini telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah memakai tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya kini tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, ibarat Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga kini berusaha menyebarkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe.

Proses Pembuatan Tempe 
Terdapat banyak sekali metode pembuatan tempe. Namun, teknik pembuatan tempe di Indonesia secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman dan pengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan fermentasi.
  • Pada tahap awal pembuatan tempe, biji kedelai direbus. Tahap perebusan ini berfungsi sebagai proses hidrasi, yaitu biar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin. Perebusan juga dimaksudkan untuk melunakkan biji kedelai supaya nantinya sanggup menyerap asam pada tahap perendaman. 
  • Kulit biji kedelai dikupas pada tahap pengupasan biar miselium fungi sanggup menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan sanggup dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.
  • Setelah dikupas, biji kedelai direndam. Tujuan tahap perendaman ialah untuk hidrasi biji kedelai dan membiarkan terjadinya fermentasi asam laktat secara alami biar diperoleh keasaman yang diharapkan untuk pertumbuhan fungi. Fermentasi asam laktat terjadi dicirikan oleh munculnya bau asam dan buih pada air rendaman akhir pertumbuhan kuman Lactobacillus. Bila pertumbuhan kuman asam laktat tidak optimum (misalnya di negara-negara subtropis, asam perlu ditambahkan pada air rendaman. Fermentasi asam laktat dan pengasaman ini ternyata juga bermanfaat meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.
  • Proses pembersihan selesai dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin dibuat oleh kuman asam laktat dan biar biji kedelai tidak terlalu asam. Bakteri dan kotorannya sanggup menghambat pertumbuhan fungi.
  • Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi tempe atau laru. Inokulum sanggup berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau daun jati (disebut usar; dipakai secara tradisional), spora kapang tempe dalam medium tepung (terigu, beras, atau tapioka; banyak dijual di pasaran), ataupun kultur R. oligosporus murni (umum dipakai oleh pembuat tempe di luar Indonesia).  Inokulasi sanggup dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah masbodoh dan dikeringkan, kemudian dicampur merata sebelum pembungkusan; atau (2) inokulum sanggup dicampurkan eksklusif pada ketika perendaman, dibiarkan beberapa lama, kemudian dikeringkan.
  • Setelah diinokulasi, biji-biji kedelai dibungkus atau ditempatkan dalam wadah untuk fermentasi. Berbagai materi pembungkus atau wadah sanggup dipakai (misalnya daun pisang, daun waru, daun jati, plastik, gelas, kayu, dan baja), asalkan memungkinkan masuknya udara alasannya ialah kapang tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh. Bahan pembungkus dari daun atau plastik biasanya diberi lubang-lubang dengan cara ditusuk-tusuk.
  • Biji-biji kedelai yang sudah dibungkus dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Pada proses ini kapang tumbuh pada permukaan dan menembus biji-biji kedelai, menyatukannya menjadi tempe. Fermentasi sanggup dilakukan pada suhu 20 °C–37 °C selama 18–36 jam. Waktu fermentasi yang lebih singkat biasanya untuk tempe yang memakai banyak inokulum dan suhu yang lebih tinggi, sementara proses tradisional memakai laru dari daun biasanya membutuhkan waktu fermentasi hingga 36 jam.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Tempe, semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres terutama varian tempe atau yang terkait yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Tatacara atau Proses Membuat Tempe yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : id.wikipedia.org/wiki/Tempe

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Tahu

Sekilas Tentang Tahu

Tahu ialah kuliner yang dibentuk dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang orisinil dari Indonesia, tahu berasal dari Cina, menyerupai halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Tahu ialah kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti "kedelai yang difermentasi". Tahu pertama kali muncul di Tiongkok semenjak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya ialah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan Dinasti Han.
Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, kuliner ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, kemudian juga hasilnya ke seluruh dunia. Di Kediri tahu kuning menjadi kuliner khas. Ada pula mengenai sejarah tahu kuning. Sebagaimana tempe, tahu dikenal sebagai kuliner rakyat. Beraneka ragam jenis tahu yang ada di Indonesia umumnya dikenal dengan tempat pembuatannya, contohnya tahu Sumedang dan tahu Kediri. Aneka kuliner dari tahu antara lain tahu bacem, tahu bakso, tahu isi (tahu bunting), tahu campur, perkedel tahu, kerupuk tahu, dan lain-lain.(Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Tahu)

Secara Garis Besar Proses Pembuatan Tahu dapat aku jabarkan sebagai berikut :

  • Plih kedelai yang higienis dan besar ukurannya, kemudian basuh hingga bersih. 
  • Rendam kedelai dalam air higienis selama 8 jam, Usahakan seluruh kedelai tenggelam. Dalam proses perendaman ini kedelai akan mengembang. 
  • Bersihkan kembali kedelai dengan cara dicuci berkali kali. Usahakan kedelai ini sebersih mungkin untuk menghindari kedelai cepat masam. 
  • Hancurkan kedelai dengan cara ditumbuk dan secara perlahan tambahkan air sedikit-demi sedikit sehingga kedelainya berbentuk bubur. 
  • Masak bubur kedelai dengan hati-hati pada suhu 70-80 derajat (biasanya ditandai dengan gelembung kecil yang muncul pada kedelai yang dimasak). Ingat untuk menjaga biar kedelai jangan hingga mengental. 
  • Saring bubur kedelai tersebut bersama kerikil tahu atau asam cukup, sambil diaduk secara perlahan. Proses ini akan menghasilkan endapan tahu (gumpalan). 
  • Endapan itu kemudian siap untuk di press dan di cetak sesuai ukuran dan impian anda
  • Taruh di dalam cetakan, kemudian taruh pemberat yang berfungsi untuk menekan ampas supaya kandungan airnya benar-benar habis.
  • Keluarkan tahu dari cetakan, potong sesuai selera, dan siap dikonsumsi 
Sekian postingan wacana Proses Pembuatan Tahu, semoga menambah informasi bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Tahu yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Bagi yang ingin mengakibatkan tahu sebagai kuliner terutama menjadi Nungget Tahu, silahkan intip resepnya di indo-teknoloqi.blogspot.com/search?q=resep-nugget-tahu

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Sunday, February 25, 2018

Proses Pembuatan Manisan Terong

Terung (Solanum melongena, di Pulau Jawa lebih dikenal sebagai terong) yakni flora penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya yakni India dan Sri Lanka. Terung berkerabat erat dengan kentang dan leunca, dan agak jauh dari tomat. Terung ialah terna yang sering ditanam secara tahunan. Tanaman ini tumbuh hingga 40-150 cm (16-57 inci) tingginya. Daunnya besar, dengan lobus yang kasar. Ukurannya 10-20 cm (4-8 inci) panjangnya dan 5-10 cm (2-4 inci) lebarnya. Jenis-jenis setengah liar lebih besar dan tumbuh hingga setinggi 225 cm (7 kaki), dengan daun yang melebihi 30 cm (12 inci) dan 15 cm (6 inci) panjangnya. Batangnya biasanya berduri. Warna bunganya antara putih hingga ungu, dengan mahkota yang mempunyai lima lobus. Benang sarinya berwarna kuning. Buah tepung berisi, dengan diameter yang kurang dari 3 cm untuk yang liar, dan lebih besar lagi untuk jenis yang ditanam. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Terong)

Dalam keseharian kita, biasanya terong dipakai sebagai sayuran. Namun kali ini Blog TerapanTTG ingin membahas salah satu cara memanfaatkan terong menjadi sumber pendapatan yaitu dengan mengakibatkan terong sebagai manisan yang bisa dijual.

Dalam menciptakan Manisan Terong kali ini kita akan memakai Gula putih sebagai pemanis. Dalam pembuatan Manisan Terong, perbandingan terong segar dengan gula pasir yang dipakai yakni 1 : 1, sehingga sangat kuat pada performa manisan terong yang dihasilkan. Penggunaaan gula putih dalam pembuatan manisan terong selain sebagai embel-embel juga berfungsi sebagai materi pengawet.


Adapun alat dan materi yang dipakai dalam pembuatan manisan terong yakni sebagai berikut :

Alat – alat yang dipakai :
• Pisau
• Baskom
• Panci
• Kompor
• Pengaduk (sendok)
• Serbet
• Sendok makan
• Garpu

Bahan  yang dipakai :
• Terong 3 kg
• Gula putih 3 kg
• Kapur sirih 3 sdm
• Air higienis 6 gelas
• Asam citrus 3 sdm

Berikut Cara Pembuatan Manisan Terong yakni sebagai berikut :
  1. Pilih terong yang berkualitas dan masih muda (belum ada biji) untuk menambah kualitas manisan itu sendiri, terong yang di gunakan disini yaitu terong ungu.
  2. Kemudian terong dibuang tangkainya
  3. Terong di tusuk-tusuk memakai garpu hingga rata untuk memudahkan air meresap saat proses perendaman nanti.
  4. Setelah terong ditusuk-tusuk, terong direndaman lebih kurang 12 jam menggunakanair larutan kapur sirih
  5. Setelah itu terong diangkat dan dicuci hingga bersih
  6. Setelah terong dicuci bersih, terong diris sebesar dadu atau sesuai selerah
  7. Sementara terong diiris, larutkan gula, asam citrus dan air putih
  8. Setelah larutan gula sudah mendidih ±300 cc , masukan terong yang telah diiris tadi.
  9. Tunggu hingga air larutan gula tadi tinggal sedikit
  10. Angkat terong dan tiriskan lalu di jemur hingga kering, untuk hasil optimal sesudah dijemur diterik matahari terong diopen kembali memakai openpengering.
  11. Pengemasan
  12. Manisan terong siap di pasarkan.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Manisan Terong semoga menambah gosip bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya pandangan gres bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Pembuatan Manisan Terong yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : dongabunda.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Saturday, February 24, 2018

Proses Pembuatan Kecap Dari Air Kelapa

Kelapa (Cocos nucifera) ialah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh insan sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat pesisir. Kelapa juga ialah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini. 

Produksi buah kelapa di Indonesia cukup banyak dan pemanfaatannya masih terbatas dan kebanyakan diprioritaskan untuk kelapa yang juga berlimpah masih belum banyak alternatifuntuk mengoptimalkan pemanfaatan air suatu produk yang murah dan pembuatannya gampang yaitu kecap cantik dan asin.

Kecap merupakan salah satu jenis bumbu masakan yang banyak disukai. Biasanya dipakai untuk gabungan makan bubur, bakso, soto, sate dan banyak lagi kuliner lainnya, dan bahkan penggunaannya telah hingga kepedalaman.

Sampai dikala ini tumbuhan kelapa masih merupakan salah satu tumbuhan terpenting di Indonesia. Komoditas ini pada umumnya diusahakan oleh rakyat, sehingga perananan sosialnya menempati urutan kedua setelah padi.
Tanaman kelapa telah dikenal semenjak zaman dahulu sebagai tumbuhan serba guna. Istilah ini mempunyai alasan yang kuat, lantaran mulai dari pucuk hingga ke akarnya mempunyai kegunaan. Limbah air kelapa sanggup dimanfaatkan untuk kecap, pembuatannya sangat sederhana, yakni melalui beberapa tahapan:
1. Proses penjernihan air kelapa.
2. Proses persiapan bumbu kecap.
3. Proses pemanasan/penggodokan dan pengolahan.
4. Proses penyaringan dan penambahan materi pengawet.
5. Proses pembotolan/pengepakan.

Sebelum kita melalukan langkah kerja dalam pembuatan kecap dari air kelapa perlu disiapkan terlebih dahulu alat dan bahannya, yakni :
Alat-alat yang dipakai ialah :
Ember, panci, gelas ukur, saringan, wajan, gilingan, kompor, pisau, panci, pengaduk, botol, corong yang bersaring, sendok makan/sendok teh., 

Sedangkan materi yang perlu disiapkan ialah : Pekak, kluah, sereh, kemiri, bawang putih, lengkuas,gula dan air kelapa.
Setelah menyiapkan alat dan bahan, maka lakukan langkah kerja serikut:
  1. Belahlah buah Kelapa dan tampung airnya.
  2. Takarlah air kelapa sebanyak 2,5 liter, kemudian saring air kelapa tersebut.
  3. Sangrai pekak sebanyak 5 buah selama beberapa menit (2 menit), kemudian siapkan 5 lembar daun salam.
  4. Ambil bawang putih sebanyak 3 buah, kemiri 25 gram, kemudian digiling halus kemudian ditumis.
  5. Pecahkan 5 buah kluah kemudian direndam 2 menit kemudian digiling.
  6. Ambil lengkuas 50 gram, diiris tipis-tipis dan dua batang sereh dimemarkan.
  7. Iris gula merah sebanyak 0,5 kg ditambah air sedikit kemudian dipanaskan hingga meleleh.
  8. Panaskan air kelapa, kemudian masukkan bumbu-bumbu yang tersedia.
  9. Aduklah gabungan tersebut terus-menerus hingga menjadi separo bab hingga mengental.
  10. Angkatlah dan biarkan hingga cuek kemudian disaring.
  11. Masukkan asam benzoat 0,02 % dalam botol kecap sebanyak 0,5 gram.

1. Proses penjernihan air kelapa
Penjernihan air kelapa sanggup dilakukan dengan jalan membiarkan sejumlah air kelapa dalam kolam penampungan. Selama didiamkan air kelapa akan terpisah dengan kotoran-kotoran yang mengendap pada lapisan bawah. Pengambilan air kelapa jernih dilakukan dengan jalan mengalirkan pipa yang tidak tercelup hingga bawah, air kelapa ini ditampung dalam kolam atau eksklusif dimasukkan kedalam alat pemanas. Disamping cara tersebut diatas, penjernihan air kelapa sanggup juga dilakukan dengan jalan menyaringnya eksklusif dengan saringan yang telah disediakan.

2. Proses Persiapan bumbu kecap
Bumbu-bumbu (bahan) yang mengalami pengolahan awal ialah pekak, kemiri, bawang putih, kluak, lengkuas dan sereh, dalam pengolahan awal haruslah disangrai terlebih dahulu (digoreng tanpa minyak/sedikit minyak). Kemiri dan bawang putih ditumbuk dahulu, kemudian ditumis/digoreng dengan sedikit minyak goreng. Penggorengan materi tersebut diusahakan jangan hingga terlalu gosong, lantaran jikalau terlalu gosong akan mempengaruhi rasa kecap (pahit), kluak dipecahkan, kemudian direndam dalam air sebentar dan seterusnya digiling. Lengkuas dibersihkan kemudian diiris tipis-tipis dan sereh dimemarkan. Gula merah diiris, kemudian dipanaskan hingga meleleh. Jika semua materi bumbu sudah siap, maka pemanasan air kelapa dimulai.

3. Proses pemanasan/penggodokan dan pengolahan.
Air kelapa hasil penjernihan ditempatkan pada panci untuk seterusnya dipanaskan. Selama pemanasan berlangsung bumbu-bumbu dimasukkan kedalamnya sebagai penyedap rasa. Untuk vetsin sebaiknya ditambah setelah pemanasan dianggap selesai. Selama pemanasan berlangsung pengadukan terus dilakukan untuk meratakan panas dan mencegah terjadinya gosong. Jika air kelapa yang diproses dianggap final jikalau cairan sudah mulai mengental dan dites dengan mengambil cairan tersebut tidak putus alirannya. Jika air kelapa yang diproses sebanyak 10 liter maka hasil kecap diperoleh sekitar 6 hingga dengan 6,5 liter.

4. Proses penyaringan dan penambahan materi pengawet.
Kecap hasil pemanasan dipindahkan kedalam tempat yang telah dilengkapi alat penyaring. Hasil penyaringan ini kemudian ditambahkan materi pengawet, materi pengawet yang dipakai ialah asam benzoat 0,02 %. Untuk meratakan materi pengawet ini kecap diaduk sebentar. Penambahan materi pengawet ini untuk mencegah terjadinya jamur pada kecap selama kecap disimpan dan juga menjaga biar tidak terjadi perubahan rasa selama kecap belum dimanfaatkan. Bahan pengawet ini ditambahkan setelah penyaringan selesai.

5. Proses pembotolan
Kecap yang telah mengalami proses penyaringan kemudian dibotolkan. Botol yang akan diisi kecap sebelumnya harus dibersihkan dulu, hal ini harus dilakukan untuk mencegah bakteri-bakteri yang akan merusak kecap selama penyimpanan. Setelah botol higienis kecap dimasukkan kemudian botol tersebut ditutup dengan alat penutup, kemudian disimpan untuk dipakai atau bila memungkinkan untuk dijual.

PENGAWASAN MUTU
  1. Setiap butir kelapa mengandung kurang lebih 400 hingga 500 cc air kelapa.
  2. Dalam 10 liter air kelapa diperoleh kecap 6 samapi dengan 6,5 liter.
  3. Seluruh alat yang dipakai sebaiknya dalam kondisi higienis termasuk botol harus disterilkan terlebih dahulu.
  4. Jika kecap yang dihasilkan akan eksklusif dikonsumsi sebaiknya tidak memakai materi pengawet.
  5. Dalam melaksanakan penyangraian sebaiknya hati-hati, untuk menghindari terjadinya gosong yang mengakibatkan materi penyedap menjadi kurang enak.
KESIMPULAN
Upaya untuk meningkatkan pendapatan petani ialah memanfaatkan limbah kelapa menjadi limbah yang mempunyai nilai jual, salah satunya ialah dengan melaksanakan pembuatan kecap dari aiar kelapa.
Pembuatan kecap dari air kelapa ini telah usang dikenal oleh masyarakat, namun di beberapa petani belum memasyarakat, melalui latihan ini dibutuhkan acara pembuatan kecap dari air kelapa akan menjadi kebiasaan yang sanggup menghasilkan aksesori pendapatan rumah tangga.

Sekian postingan ihwal Proses Pembuatan Kecap Air Kelapa semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Pembuatan Kecap yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : a289431artikel.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Budidaya Jamur Kuping

Jamur kuping (Auricularia auricula) merupakan salah satu kelompok jelly fungi yang masuk ke dalam kelas Basidiomycota dan mempunyai tekstur jelly yang unik. Fungi yang masuk ke dalam kelas ini umumnya makroskopis atau gampang dilihat dengan mata telanjang. Miseliumnya bersekat dan sanggup dibedakan menjadi dua macam yaitu: miselium primer (miselium yang sel-selnya berinti satu, umumnya berasal dari perkembangan basidiospora) dan miselium sekunder (miselium yang sel penyusunnya berinti dua, miselium ini merupakan hasil konjugasi dua miselium primer atau persatuan dua basidiospora). Auricularia auricula umumnya kita kenal sebagai jamur kuping. Jamur ini disebut jamur kuping alasannya ialah bentuk badan buahnya melebar mirip daun indera pendengaran insan (kuping).(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_kuping)

Mengembangkan potensi bisnis budidaya jamur konsumsi memang tidak pernah ada habisnya. Selain budidaya jamur tiram dan jamur merang yang banyak diminati pasar, ketika ini jamur kuping menjadi bab dari jenis jamur konsumsi yang mulai dibudidayakan para petani. Jamur kuping (Auricularia auricular) mempunyai bentuk badan yang melebar mirip bentuk daun indera pendengaran manusia, alasannya ialah itulah jamur yang masuk dalam kelompok jelly fungi ini diberi nama jamur kuping oleh masyarakat luas, kata “kuping” diambil dari Bahasa Jawa yang mempunyai arti daun telinga.

Umumnya jamur kuping bisa ditanam di tempat beriklim hambar hingga tempat yang beriklim panas. Namun idealnya jamur konsumsi ini akan tumbuh subur pada suhu antara 20-30°C, dengan tingkat kelembapan sekitar 80-90%. Beberapa jenis jamur kuping yang mulai dibudidayakan petani di Indonesia antara lain jamur kuping merah (Auricularia yudae), jamur kuping hitam (Auricularia polytricha), serta jamur kuping semoga (Tremella fuciformis).

Kandungan nutrisi, lemak, dan vitamin yang terdapat pada jamur kuping sering dimanfaatkan konsumen sebagai salah satu materi pangan yang nikmat dan juga anggun untuk kesehatan. Disamping itu jamur kuping hitam juga bermanfaat untuk obat sakit jantung, menurunkan kolesterol, juga sebagai anti-pendarahan. Bahkan untuk pemasarannya, para petani bisa memperlihatkan jamur kuping segar ataupun jamur kuping kering yang harganya laris tinggi di pasaran. Potensi inilah yang mendorong sebagian besar masyarakat untuk mulai tertarik menekuni bisnis budidaya jamur kuping sebagai alternatif peluang perjuangan yang cukup menjanjikan.

Untuk membantu Anda mengetahui teknik budidaya jamur kuping, berikut kami informasikan beberapa tahapan yang harus dipersiapkan mirip yang saya kutip dari situs berbisnisjamur :

Persiapan Bibit Jamur

Sebelum menekuni bisnis budidaya jamur kuping, sebaiknya persiapkan terlebih dahulu bibit jamur yang berkualitas unggul untuk mendapat hasil panen yang optimal. Bagi Anda yang menjalankan perjuangan skala rumah tangga, sebaiknya membeli bibit jamur yang sudah siap pakai (bibit F4). Tetapi bagi Anda yang berencana membuka perusahaan jamur skala industri (besar), bisa membiakkan bibit murni untuk mendapat bibit jamur F1.

Persiapan Budidaya Jamur

Bagi Anda yang membudidayakan jamur kuping dengan media tanam berupa baglog, bisa memulai perjuangan dengan tahapan berikut ini.

Langkah pertama yang perlu Anda siapkan ialah menciptakan media tanam yang sesuai dengan habitat orisinil jamur kuping. Saat ini media tanam yang banyak dipakai berupa baglog yang berisi adonan serbuk gergaji kayu (85-90%), bekatul (10-15%), kapur (1-2%), serta komplemen air secukupnya (kadai air 50-70%).
   
Untuk mendapat media tanam yang ideal, lakukan fermentasi selama 3-5 hari hingga suhu media mengalami pengingkatan hingga 70ºC. Selama proses fermentasi, lakukan pembalikan setiap 2-3 kali sehari. Pastikan media yang siap dipakai berubah warna menjadi cokelat atau kehitaman.
   
Selanjutnya masukan media ke dalam plastik tahan panas, kemudian padatkan memakai alat pengepres atau dipukul-pukul memakai botol bekas hingga plastik mirip baglog. Selanjutnya pada bab atas plastik dipasang ring (cincin), dan ditutup dengan kapas semoga media tidak kemasukan air ketika proses sterilisasi.
  
Tahapan keempat yaitu sterilisasi media, proses ini dilakukan dengan cara menguapi baglog yang telah ditutupi kapas. Sterilisasi dilakukan pada suhu 95-120º selama 6 hingga 8 jam.
   
Bila proses sterilisasi telah selesai, selanjutnya proses penanaman (inokulasi) sanggup Anda lakukan kalau suhu baglog telah kembali normal. Sebelum menanamkan bibit jamur ke dalam baglog, perlu dilakukan sterilisasi bibit jamur semoga terhindari dari organisme lain yang mengganggu pertumbuhan miselium. Caranya sebelum menamam semprotkan terlebih dahulu alkohol 70% pada kedua telapak tangan. Kemudian panaskan stik besi diatas api spritus, kemudian semprotkan botol bibit dengan alkohol semoga steril, buka tutup kapas baglog diatas api spritus dan masukan bibit jamur ke dalam baglog dengan proteksi stik besi yang telah disterilkan. Tutup kembali baglog dengan kapas, sehabis bibit jamur jawaban ditanamkan.
   
Setelah bibit jamur ditanam, lakukan inkubasi selama 4-8 ahad dengan suhu 28-35ºC, tingkat kelembapan 80% dan proteksi cahaya lampu TL 60 watt. Jika lebih dari 5 ahad masa inkubasi dan belum ada gejala pertumbuhan miselium, maka dimungkinkan proses inokulasi gagal sehingga terkontaminasi.
   
Bila proses inkubasi telah selesai, proses selanjutnya ialah memindahkan baglog jamur kuping ke dalam ruang kumbung jamur yang telah disiapkan. Lakukan pelubangan baglog memakai silet yang telah disterilisasikan. Kemudian atur baglog dengan rapi, dan lakukan penyiraman secara rutin setiap 2-4 kali per hari.
   
Pemanenan jamur sanggup dilakukan dengan cara mencabut jamur kuping beserta akarnya. Bila ada akar yang tertinggal, maka bersihkan lubang semoga tidak mengganggu pertumbuhan jamur kupir generasi berikutnya.

Sekian postingan perihal Budidaya Jamur Kuping semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya pandangan gres bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh Pertanian yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Budidaya Jamur Kuping yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : berbisnisjamur.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Arang Batok Kelapa

Anda pernah melihat pedagang mie yang memasak dengan memakai arang batok kelapa? Ditempat saya, ada pedagang yang memasak Mie Aceh dengan arang batok kelapa dan rasanya sangat berbeda dari yang lain. Nah kali ini aku ingin memposting bagaimana menciptakan arang batok kelapa.

Seperti kita ketahui tanaman kelapa masih merupakan salah satu tanaman terpenting di Indonesia. Komoditas ini pada umumnya diusahakan oleh rakyat, sehingga perananan sosialnya menempati urutan kedua setelah padi. Bahkan di Kota Sabang, kelapa dulu pernah menjadi komoditas unggulan setelah cengkeh. Namun ketika ini kelapa banyak yang tidak diremajakan sehingga produktivitas menurun.

Tanaman kelapa telah dikenal semenjak zaman dahulu sebagai tanaman serba guna. Istilah ini mempunyai alasan yang kuat, lantaran mulai dari pucuk hingga ke akarnya mempunyai kegunaan. Salah satu kegunaan yang belakangan ini menjadi perhatian masyarakat di pedesaan yakni arang tempurung (batok kelapa).

TEKNIK PEMBUATAN ARANG BATOK KELAPA
Pada umumnya pembuatan arang batok kelapa melalui 2 (dua) cara yaitu:
A. Menggunakan Lubang Pembakaran.
B. Menggunakan drum bekas sebagai tempat pembakaran.

Menggunakan Lubang Pembakaran.
Cara Pembuatan:
1. Siapkan tempurung kelapa yang sudah kering.
2. Buatlah lubang pada tanah yang kering dengan ukuran kedalaman 1 – 2 meter dan panjang 75 – 100 cm dan lebar 75 – 100 cm.
3. Pada dasar lubang dipakai kerikil bata sebagai bantalan lubang biar api tahan lama.
4. Pada dasar lubang susunlah kayu kering, kemudian bakar.
5. Setelah api agak besar masukkan tumpurung kelapa (batok kelapa) yang telah higienis dari sabut kira-kira ¼ bab lubang.
6. Jika tempurung (batok) kelapa sudah terbakar semua, kemudian masukkan tempurung lagi ¼ bab dan seterusnya hingga penuh.
7. Setelah tempurung terbakar semua, permukaan lubang cepat ditutup dengan kayu, pelepah pisang atau tanah bekas galian.

Menggunakan Drum Bekas
1. Siapkan drum bekas yang telah dilubangi bab bawahnya sebanyak 8 buah lubang.
2. Susunlah tempurung (batok) kelapa ke dalam drum tadi kira-kira ¼ bagian.
3. Kemudian arang dibakar hingga menyala.
4. Setelah tempurung (batok) kelapa menyala semua, masukkan kembali tempurung (batok) kelapa ¼ bab lagi dan seterusnya hingga penuh.
5. Setelah terbakar semua, kemudian tutup dengan plat besi yang dilapisi dengan tanah liat.

PENGAWASAN MUTU
  • Dalam 5 kg tempurung menjadi 1 kg arang tempurung
  • 1 Kg tempurung berasal dari 4 – 5 butir kelapa atau 5 – 6 butir tergantung ukuran.
  • Tempurung yang hendak dibakar harus dipilih dari tempurung (batok) kelapa yang berwarna coklat, bukan yang berwarna putih.
  • Hendaknya drum yang dipakai jangan yang telah rusak atau berlubang besar, hal ini akan menjadikan asap keluar, lantaran jikalau keluar maka api tidak akan mati, sehingga arang menjadi kecil-kecil.
  • Waktu mematikan jangan disiram air terlalu banyak, cukup diperciki biar mutu yang dihasilkan menjadi baik.
  • Plesteran pada plat besi yang dipakai harus diawasi lantaran jikalau tak diawasi tanah liat sebagai plester menjadi pecah dan kering, alhasil asap keluar dan api tak akan padam sehingga arang menjadi abu.
  • Waktu mengeluarkan arang tempurung (batok) kelapa dari drum hendaknya memakai bantalan karung atau jenis lainnya biar waktu mengayak/menampi tidak banyak terdapat kotoran.
KESIMPULAN
Upaya untuk meningkatkan pendapatan petani yakni memanfaatkan limbah kelapa menjadi limbah yang mempunyai nilai jual, salah satunya yakni dengan melaksanakan pembuatan tempurung (batok) kelapa menjadi arang. Pembuatan arang ini telah usang dikenal oleh masyarakat terutama dari segi manfaatnya, namun di beberapa petani belum memasyarakat, melalui latihan ini dibutuhkan aktivitas pembuatan arang tempurung akan menjadi kebiasaan yang sanggup menghasilkan perhiasan pendapatan rumah tangga.

Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Arang Batok Kelapa semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Pembuatan Arang Batok Kelapa yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : a289431artikel.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Thursday, February 22, 2018

Proses Pembuatan Tempe

Sekilas Tentang Tempe 
Tempe ialah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa materi lain yang memakai beberapa jenis kapang Rhizopus, ibarat Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".
Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang gampang dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, ibarat antibiotika untuk menyembuhkan benjol dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Secara umum, tempe berwarna putih alasannya ialah pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi menciptakan tempe mempunyai rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi kini telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah memakai tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya kini tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, ibarat Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga kini berusaha menyebarkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe.

Proses Pembuatan Tempe 
Terdapat banyak sekali metode pembuatan tempe. Namun, teknik pembuatan tempe di Indonesia secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman dan pengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan fermentasi.
  • Pada tahap awal pembuatan tempe, biji kedelai direbus. Tahap perebusan ini berfungsi sebagai proses hidrasi, yaitu biar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin. Perebusan juga dimaksudkan untuk melunakkan biji kedelai supaya nantinya sanggup menyerap asam pada tahap perendaman. 
  • Kulit biji kedelai dikupas pada tahap pengupasan biar miselium fungi sanggup menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan sanggup dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.
  • Setelah dikupas, biji kedelai direndam. Tujuan tahap perendaman ialah untuk hidrasi biji kedelai dan membiarkan terjadinya fermentasi asam laktat secara alami biar diperoleh keasaman yang diharapkan untuk pertumbuhan fungi. Fermentasi asam laktat terjadi dicirikan oleh munculnya bau asam dan buih pada air rendaman akhir pertumbuhan kuman Lactobacillus. Bila pertumbuhan kuman asam laktat tidak optimum (misalnya di negara-negara subtropis, asam perlu ditambahkan pada air rendaman. Fermentasi asam laktat dan pengasaman ini ternyata juga bermanfaat meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.
  • Proses pembersihan selesai dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin dibuat oleh kuman asam laktat dan biar biji kedelai tidak terlalu asam. Bakteri dan kotorannya sanggup menghambat pertumbuhan fungi.
  • Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi tempe atau laru. Inokulum sanggup berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau daun jati (disebut usar; dipakai secara tradisional), spora kapang tempe dalam medium tepung (terigu, beras, atau tapioka; banyak dijual di pasaran), ataupun kultur R. oligosporus murni (umum dipakai oleh pembuat tempe di luar Indonesia).  Inokulasi sanggup dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah masbodoh dan dikeringkan, kemudian dicampur merata sebelum pembungkusan; atau (2) inokulum sanggup dicampurkan eksklusif pada ketika perendaman, dibiarkan beberapa lama, kemudian dikeringkan.
  • Setelah diinokulasi, biji-biji kedelai dibungkus atau ditempatkan dalam wadah untuk fermentasi. Berbagai materi pembungkus atau wadah sanggup dipakai (misalnya daun pisang, daun waru, daun jati, plastik, gelas, kayu, dan baja), asalkan memungkinkan masuknya udara alasannya ialah kapang tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh. Bahan pembungkus dari daun atau plastik biasanya diberi lubang-lubang dengan cara ditusuk-tusuk.
  • Biji-biji kedelai yang sudah dibungkus dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Pada proses ini kapang tumbuh pada permukaan dan menembus biji-biji kedelai, menyatukannya menjadi tempe. Fermentasi sanggup dilakukan pada suhu 20 °C–37 °C selama 18–36 jam. Waktu fermentasi yang lebih singkat biasanya untuk tempe yang memakai banyak inokulum dan suhu yang lebih tinggi, sementara proses tradisional memakai laru dari daun biasanya membutuhkan waktu fermentasi hingga 36 jam.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Tempe, semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres terutama varian tempe atau yang terkait yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Tatacara atau Proses Membuat Tempe yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : id.wikipedia.org/wiki/Tempe

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Tahu

Sekilas Tentang Tahu

Tahu ialah kuliner yang dibentuk dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang orisinil dari Indonesia, tahu berasal dari Cina, menyerupai halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Tahu ialah kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti "kedelai yang difermentasi". Tahu pertama kali muncul di Tiongkok semenjak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya ialah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan Dinasti Han.
Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, kuliner ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, kemudian juga hasilnya ke seluruh dunia. Di Kediri tahu kuning menjadi kuliner khas. Ada pula mengenai sejarah tahu kuning. Sebagaimana tempe, tahu dikenal sebagai kuliner rakyat. Beraneka ragam jenis tahu yang ada di Indonesia umumnya dikenal dengan tempat pembuatannya, contohnya tahu Sumedang dan tahu Kediri. Aneka kuliner dari tahu antara lain tahu bacem, tahu bakso, tahu isi (tahu bunting), tahu campur, perkedel tahu, kerupuk tahu, dan lain-lain.(Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Tahu)

Secara Garis Besar Proses Pembuatan Tahu dapat aku jabarkan sebagai berikut :

  • Plih kedelai yang higienis dan besar ukurannya, kemudian basuh hingga bersih. 
  • Rendam kedelai dalam air higienis selama 8 jam, Usahakan seluruh kedelai tenggelam. Dalam proses perendaman ini kedelai akan mengembang. 
  • Bersihkan kembali kedelai dengan cara dicuci berkali kali. Usahakan kedelai ini sebersih mungkin untuk menghindari kedelai cepat masam. 
  • Hancurkan kedelai dengan cara ditumbuk dan secara perlahan tambahkan air sedikit-demi sedikit sehingga kedelainya berbentuk bubur. 
  • Masak bubur kedelai dengan hati-hati pada suhu 70-80 derajat (biasanya ditandai dengan gelembung kecil yang muncul pada kedelai yang dimasak). Ingat untuk menjaga biar kedelai jangan hingga mengental. 
  • Saring bubur kedelai tersebut bersama kerikil tahu atau asam cukup, sambil diaduk secara perlahan. Proses ini akan menghasilkan endapan tahu (gumpalan). 
  • Endapan itu kemudian siap untuk di press dan di cetak sesuai ukuran dan impian anda
  • Taruh di dalam cetakan, kemudian taruh pemberat yang berfungsi untuk menekan ampas supaya kandungan airnya benar-benar habis.
  • Keluarkan tahu dari cetakan, potong sesuai selera, dan siap dikonsumsi 
Sekian postingan wacana Proses Pembuatan Tahu, semoga menambah informasi bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Membuat Tahu yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Bagi yang ingin mengakibatkan tahu sebagai kuliner terutama menjadi Nungget Tahu, silahkan intip resepnya di indo-teknoloqi.blogspot.com/search?q=resep-nugget-tahu

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Wednesday, February 14, 2018

Proses Pembuatan Manisan Terong

Terung (Solanum melongena, di Pulau Jawa lebih dikenal sebagai terong) yakni flora penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya yakni India dan Sri Lanka. Terung berkerabat erat dengan kentang dan leunca, dan agak jauh dari tomat. Terung ialah terna yang sering ditanam secara tahunan. Tanaman ini tumbuh hingga 40-150 cm (16-57 inci) tingginya. Daunnya besar, dengan lobus yang kasar. Ukurannya 10-20 cm (4-8 inci) panjangnya dan 5-10 cm (2-4 inci) lebarnya. Jenis-jenis setengah liar lebih besar dan tumbuh hingga setinggi 225 cm (7 kaki), dengan daun yang melebihi 30 cm (12 inci) dan 15 cm (6 inci) panjangnya. Batangnya biasanya berduri. Warna bunganya antara putih hingga ungu, dengan mahkota yang mempunyai lima lobus. Benang sarinya berwarna kuning. Buah tepung berisi, dengan diameter yang kurang dari 3 cm untuk yang liar, dan lebih besar lagi untuk jenis yang ditanam. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Terong)

Dalam keseharian kita, biasanya terong dipakai sebagai sayuran. Namun kali ini Blog TerapanTTG ingin membahas salah satu cara memanfaatkan terong menjadi sumber pendapatan yaitu dengan mengakibatkan terong sebagai manisan yang bisa dijual.

Dalam menciptakan Manisan Terong kali ini kita akan memakai Gula putih sebagai pemanis. Dalam pembuatan Manisan Terong, perbandingan terong segar dengan gula pasir yang dipakai yakni 1 : 1, sehingga sangat kuat pada performa manisan terong yang dihasilkan. Penggunaaan gula putih dalam pembuatan manisan terong selain sebagai embel-embel juga berfungsi sebagai materi pengawet.


Adapun alat dan materi yang dipakai dalam pembuatan manisan terong yakni sebagai berikut :

Alat – alat yang dipakai :
• Pisau
• Baskom
• Panci
• Kompor
• Pengaduk (sendok)
• Serbet
• Sendok makan
• Garpu

Bahan  yang dipakai :
• Terong 3 kg
• Gula putih 3 kg
• Kapur sirih 3 sdm
• Air higienis 6 gelas
• Asam citrus 3 sdm

Berikut Cara Pembuatan Manisan Terong yakni sebagai berikut :
  1. Pilih terong yang berkualitas dan masih muda (belum ada biji) untuk menambah kualitas manisan itu sendiri, terong yang di gunakan disini yaitu terong ungu.
  2. Kemudian terong dibuang tangkainya
  3. Terong di tusuk-tusuk memakai garpu hingga rata untuk memudahkan air meresap saat proses perendaman nanti.
  4. Setelah terong ditusuk-tusuk, terong direndaman lebih kurang 12 jam menggunakanair larutan kapur sirih
  5. Setelah itu terong diangkat dan dicuci hingga bersih
  6. Setelah terong dicuci bersih, terong diris sebesar dadu atau sesuai selerah
  7. Sementara terong diiris, larutkan gula, asam citrus dan air putih
  8. Setelah larutan gula sudah mendidih ±300 cc , masukan terong yang telah diiris tadi.
  9. Tunggu hingga air larutan gula tadi tinggal sedikit
  10. Angkat terong dan tiriskan lalu di jemur hingga kering, untuk hasil optimal sesudah dijemur diterik matahari terong diopen kembali memakai openpengering.
  11. Pengemasan
  12. Manisan terong siap di pasarkan.
Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Manisan Terong semoga menambah gosip bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya pandangan gres bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Pembuatan Manisan Terong yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : dongabunda.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Tuesday, February 13, 2018

Proses Pembuatan Kecap Dari Air Kelapa

Kelapa (Cocos nucifera) ialah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh insan sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat pesisir. Kelapa juga ialah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini. 

Produksi buah kelapa di Indonesia cukup banyak dan pemanfaatannya masih terbatas dan kebanyakan diprioritaskan untuk kelapa yang juga berlimpah masih belum banyak alternatifuntuk mengoptimalkan pemanfaatan air suatu produk yang murah dan pembuatannya gampang yaitu kecap cantik dan asin.

Kecap merupakan salah satu jenis bumbu masakan yang banyak disukai. Biasanya dipakai untuk gabungan makan bubur, bakso, soto, sate dan banyak lagi kuliner lainnya, dan bahkan penggunaannya telah hingga kepedalaman.

Sampai dikala ini tumbuhan kelapa masih merupakan salah satu tumbuhan terpenting di Indonesia. Komoditas ini pada umumnya diusahakan oleh rakyat, sehingga perananan sosialnya menempati urutan kedua setelah padi.
Tanaman kelapa telah dikenal semenjak zaman dahulu sebagai tumbuhan serba guna. Istilah ini mempunyai alasan yang kuat, lantaran mulai dari pucuk hingga ke akarnya mempunyai kegunaan. Limbah air kelapa sanggup dimanfaatkan untuk kecap, pembuatannya sangat sederhana, yakni melalui beberapa tahapan:
1. Proses penjernihan air kelapa.
2. Proses persiapan bumbu kecap.
3. Proses pemanasan/penggodokan dan pengolahan.
4. Proses penyaringan dan penambahan materi pengawet.
5. Proses pembotolan/pengepakan.

Sebelum kita melalukan langkah kerja dalam pembuatan kecap dari air kelapa perlu disiapkan terlebih dahulu alat dan bahannya, yakni :
Alat-alat yang dipakai ialah :
Ember, panci, gelas ukur, saringan, wajan, gilingan, kompor, pisau, panci, pengaduk, botol, corong yang bersaring, sendok makan/sendok teh., 

Sedangkan materi yang perlu disiapkan ialah : Pekak, kluah, sereh, kemiri, bawang putih, lengkuas,gula dan air kelapa.
Setelah menyiapkan alat dan bahan, maka lakukan langkah kerja serikut:
  1. Belahlah buah Kelapa dan tampung airnya.
  2. Takarlah air kelapa sebanyak 2,5 liter, kemudian saring air kelapa tersebut.
  3. Sangrai pekak sebanyak 5 buah selama beberapa menit (2 menit), kemudian siapkan 5 lembar daun salam.
  4. Ambil bawang putih sebanyak 3 buah, kemiri 25 gram, kemudian digiling halus kemudian ditumis.
  5. Pecahkan 5 buah kluah kemudian direndam 2 menit kemudian digiling.
  6. Ambil lengkuas 50 gram, diiris tipis-tipis dan dua batang sereh dimemarkan.
  7. Iris gula merah sebanyak 0,5 kg ditambah air sedikit kemudian dipanaskan hingga meleleh.
  8. Panaskan air kelapa, kemudian masukkan bumbu-bumbu yang tersedia.
  9. Aduklah gabungan tersebut terus-menerus hingga menjadi separo bab hingga mengental.
  10. Angkatlah dan biarkan hingga cuek kemudian disaring.
  11. Masukkan asam benzoat 0,02 % dalam botol kecap sebanyak 0,5 gram.

1. Proses penjernihan air kelapa
Penjernihan air kelapa sanggup dilakukan dengan jalan membiarkan sejumlah air kelapa dalam kolam penampungan. Selama didiamkan air kelapa akan terpisah dengan kotoran-kotoran yang mengendap pada lapisan bawah. Pengambilan air kelapa jernih dilakukan dengan jalan mengalirkan pipa yang tidak tercelup hingga bawah, air kelapa ini ditampung dalam kolam atau eksklusif dimasukkan kedalam alat pemanas. Disamping cara tersebut diatas, penjernihan air kelapa sanggup juga dilakukan dengan jalan menyaringnya eksklusif dengan saringan yang telah disediakan.

2. Proses Persiapan bumbu kecap
Bumbu-bumbu (bahan) yang mengalami pengolahan awal ialah pekak, kemiri, bawang putih, kluak, lengkuas dan sereh, dalam pengolahan awal haruslah disangrai terlebih dahulu (digoreng tanpa minyak/sedikit minyak). Kemiri dan bawang putih ditumbuk dahulu, kemudian ditumis/digoreng dengan sedikit minyak goreng. Penggorengan materi tersebut diusahakan jangan hingga terlalu gosong, lantaran jikalau terlalu gosong akan mempengaruhi rasa kecap (pahit), kluak dipecahkan, kemudian direndam dalam air sebentar dan seterusnya digiling. Lengkuas dibersihkan kemudian diiris tipis-tipis dan sereh dimemarkan. Gula merah diiris, kemudian dipanaskan hingga meleleh. Jika semua materi bumbu sudah siap, maka pemanasan air kelapa dimulai.

3. Proses pemanasan/penggodokan dan pengolahan.
Air kelapa hasil penjernihan ditempatkan pada panci untuk seterusnya dipanaskan. Selama pemanasan berlangsung bumbu-bumbu dimasukkan kedalamnya sebagai penyedap rasa. Untuk vetsin sebaiknya ditambah setelah pemanasan dianggap selesai. Selama pemanasan berlangsung pengadukan terus dilakukan untuk meratakan panas dan mencegah terjadinya gosong. Jika air kelapa yang diproses dianggap final jikalau cairan sudah mulai mengental dan dites dengan mengambil cairan tersebut tidak putus alirannya. Jika air kelapa yang diproses sebanyak 10 liter maka hasil kecap diperoleh sekitar 6 hingga dengan 6,5 liter.

4. Proses penyaringan dan penambahan materi pengawet.
Kecap hasil pemanasan dipindahkan kedalam tempat yang telah dilengkapi alat penyaring. Hasil penyaringan ini kemudian ditambahkan materi pengawet, materi pengawet yang dipakai ialah asam benzoat 0,02 %. Untuk meratakan materi pengawet ini kecap diaduk sebentar. Penambahan materi pengawet ini untuk mencegah terjadinya jamur pada kecap selama kecap disimpan dan juga menjaga biar tidak terjadi perubahan rasa selama kecap belum dimanfaatkan. Bahan pengawet ini ditambahkan setelah penyaringan selesai.

5. Proses pembotolan
Kecap yang telah mengalami proses penyaringan kemudian dibotolkan. Botol yang akan diisi kecap sebelumnya harus dibersihkan dulu, hal ini harus dilakukan untuk mencegah bakteri-bakteri yang akan merusak kecap selama penyimpanan. Setelah botol higienis kecap dimasukkan kemudian botol tersebut ditutup dengan alat penutup, kemudian disimpan untuk dipakai atau bila memungkinkan untuk dijual.

PENGAWASAN MUTU
  1. Setiap butir kelapa mengandung kurang lebih 400 hingga 500 cc air kelapa.
  2. Dalam 10 liter air kelapa diperoleh kecap 6 samapi dengan 6,5 liter.
  3. Seluruh alat yang dipakai sebaiknya dalam kondisi higienis termasuk botol harus disterilkan terlebih dahulu.
  4. Jika kecap yang dihasilkan akan eksklusif dikonsumsi sebaiknya tidak memakai materi pengawet.
  5. Dalam melaksanakan penyangraian sebaiknya hati-hati, untuk menghindari terjadinya gosong yang mengakibatkan materi penyedap menjadi kurang enak.
KESIMPULAN
Upaya untuk meningkatkan pendapatan petani ialah memanfaatkan limbah kelapa menjadi limbah yang mempunyai nilai jual, salah satunya ialah dengan melaksanakan pembuatan kecap dari aiar kelapa.
Pembuatan kecap dari air kelapa ini telah usang dikenal oleh masyarakat, namun di beberapa petani belum memasyarakat, melalui latihan ini dibutuhkan acara pembuatan kecap dari air kelapa akan menjadi kebiasaan yang sanggup menghasilkan aksesori pendapatan rumah tangga.

Sekian postingan ihwal Proses Pembuatan Kecap Air Kelapa semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Pembuatan Kecap yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk pribadi (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : a289431artikel.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Budidaya Jamur Kuping

Jamur kuping (Auricularia auricula) merupakan salah satu kelompok jelly fungi yang masuk ke dalam kelas Basidiomycota dan mempunyai tekstur jelly yang unik. Fungi yang masuk ke dalam kelas ini umumnya makroskopis atau gampang dilihat dengan mata telanjang. Miseliumnya bersekat dan sanggup dibedakan menjadi dua macam yaitu: miselium primer (miselium yang sel-selnya berinti satu, umumnya berasal dari perkembangan basidiospora) dan miselium sekunder (miselium yang sel penyusunnya berinti dua, miselium ini merupakan hasil konjugasi dua miselium primer atau persatuan dua basidiospora). Auricularia auricula umumnya kita kenal sebagai jamur kuping. Jamur ini disebut jamur kuping alasannya ialah bentuk badan buahnya melebar mirip daun indera pendengaran insan (kuping).(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_kuping)

Mengembangkan potensi bisnis budidaya jamur konsumsi memang tidak pernah ada habisnya. Selain budidaya jamur tiram dan jamur merang yang banyak diminati pasar, ketika ini jamur kuping menjadi bab dari jenis jamur konsumsi yang mulai dibudidayakan para petani. Jamur kuping (Auricularia auricular) mempunyai bentuk badan yang melebar mirip bentuk daun indera pendengaran manusia, alasannya ialah itulah jamur yang masuk dalam kelompok jelly fungi ini diberi nama jamur kuping oleh masyarakat luas, kata “kuping” diambil dari Bahasa Jawa yang mempunyai arti daun telinga.

Umumnya jamur kuping bisa ditanam di tempat beriklim hambar hingga tempat yang beriklim panas. Namun idealnya jamur konsumsi ini akan tumbuh subur pada suhu antara 20-30°C, dengan tingkat kelembapan sekitar 80-90%. Beberapa jenis jamur kuping yang mulai dibudidayakan petani di Indonesia antara lain jamur kuping merah (Auricularia yudae), jamur kuping hitam (Auricularia polytricha), serta jamur kuping semoga (Tremella fuciformis).

Kandungan nutrisi, lemak, dan vitamin yang terdapat pada jamur kuping sering dimanfaatkan konsumen sebagai salah satu materi pangan yang nikmat dan juga anggun untuk kesehatan. Disamping itu jamur kuping hitam juga bermanfaat untuk obat sakit jantung, menurunkan kolesterol, juga sebagai anti-pendarahan. Bahkan untuk pemasarannya, para petani bisa memperlihatkan jamur kuping segar ataupun jamur kuping kering yang harganya laris tinggi di pasaran. Potensi inilah yang mendorong sebagian besar masyarakat untuk mulai tertarik menekuni bisnis budidaya jamur kuping sebagai alternatif peluang perjuangan yang cukup menjanjikan.

Untuk membantu Anda mengetahui teknik budidaya jamur kuping, berikut kami informasikan beberapa tahapan yang harus dipersiapkan mirip yang saya kutip dari situs berbisnisjamur :

Persiapan Bibit Jamur

Sebelum menekuni bisnis budidaya jamur kuping, sebaiknya persiapkan terlebih dahulu bibit jamur yang berkualitas unggul untuk mendapat hasil panen yang optimal. Bagi Anda yang menjalankan perjuangan skala rumah tangga, sebaiknya membeli bibit jamur yang sudah siap pakai (bibit F4). Tetapi bagi Anda yang berencana membuka perusahaan jamur skala industri (besar), bisa membiakkan bibit murni untuk mendapat bibit jamur F1.

Persiapan Budidaya Jamur

Bagi Anda yang membudidayakan jamur kuping dengan media tanam berupa baglog, bisa memulai perjuangan dengan tahapan berikut ini.

Langkah pertama yang perlu Anda siapkan ialah menciptakan media tanam yang sesuai dengan habitat orisinil jamur kuping. Saat ini media tanam yang banyak dipakai berupa baglog yang berisi adonan serbuk gergaji kayu (85-90%), bekatul (10-15%), kapur (1-2%), serta komplemen air secukupnya (kadai air 50-70%).
   
Untuk mendapat media tanam yang ideal, lakukan fermentasi selama 3-5 hari hingga suhu media mengalami pengingkatan hingga 70ºC. Selama proses fermentasi, lakukan pembalikan setiap 2-3 kali sehari. Pastikan media yang siap dipakai berubah warna menjadi cokelat atau kehitaman.
   
Selanjutnya masukan media ke dalam plastik tahan panas, kemudian padatkan memakai alat pengepres atau dipukul-pukul memakai botol bekas hingga plastik mirip baglog. Selanjutnya pada bab atas plastik dipasang ring (cincin), dan ditutup dengan kapas semoga media tidak kemasukan air ketika proses sterilisasi.
  
Tahapan keempat yaitu sterilisasi media, proses ini dilakukan dengan cara menguapi baglog yang telah ditutupi kapas. Sterilisasi dilakukan pada suhu 95-120º selama 6 hingga 8 jam.
   
Bila proses sterilisasi telah selesai, selanjutnya proses penanaman (inokulasi) sanggup Anda lakukan kalau suhu baglog telah kembali normal. Sebelum menanamkan bibit jamur ke dalam baglog, perlu dilakukan sterilisasi bibit jamur semoga terhindari dari organisme lain yang mengganggu pertumbuhan miselium. Caranya sebelum menamam semprotkan terlebih dahulu alkohol 70% pada kedua telapak tangan. Kemudian panaskan stik besi diatas api spritus, kemudian semprotkan botol bibit dengan alkohol semoga steril, buka tutup kapas baglog diatas api spritus dan masukan bibit jamur ke dalam baglog dengan proteksi stik besi yang telah disterilkan. Tutup kembali baglog dengan kapas, sehabis bibit jamur jawaban ditanamkan.
   
Setelah bibit jamur ditanam, lakukan inkubasi selama 4-8 ahad dengan suhu 28-35ºC, tingkat kelembapan 80% dan proteksi cahaya lampu TL 60 watt. Jika lebih dari 5 ahad masa inkubasi dan belum ada gejala pertumbuhan miselium, maka dimungkinkan proses inokulasi gagal sehingga terkontaminasi.
   
Bila proses inkubasi telah selesai, proses selanjutnya ialah memindahkan baglog jamur kuping ke dalam ruang kumbung jamur yang telah disiapkan. Lakukan pelubangan baglog memakai silet yang telah disterilisasikan. Kemudian atur baglog dengan rapi, dan lakukan penyiraman secara rutin setiap 2-4 kali per hari.
   
Pemanenan jamur sanggup dilakukan dengan cara mencabut jamur kuping beserta akarnya. Bila ada akar yang tertinggal, maka bersihkan lubang semoga tidak mengganggu pertumbuhan jamur kupir generasi berikutnya.

Sekian postingan perihal Budidaya Jamur Kuping semoga menambah info bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya pandangan gres bisnis gres yang sanggup kita kerjakan semoga pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang saya jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran saya bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh Pertanian yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Budidaya Jamur Kuping yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : berbisnisjamur.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Proses Pembuatan Arang Batok Kelapa

Anda pernah melihat pedagang mie yang memasak dengan memakai arang batok kelapa? Ditempat saya, ada pedagang yang memasak Mie Aceh dengan arang batok kelapa dan rasanya sangat berbeda dari yang lain. Nah kali ini aku ingin memposting bagaimana menciptakan arang batok kelapa.

Seperti kita ketahui tanaman kelapa masih merupakan salah satu tanaman terpenting di Indonesia. Komoditas ini pada umumnya diusahakan oleh rakyat, sehingga perananan sosialnya menempati urutan kedua setelah padi. Bahkan di Kota Sabang, kelapa dulu pernah menjadi komoditas unggulan setelah cengkeh. Namun ketika ini kelapa banyak yang tidak diremajakan sehingga produktivitas menurun.

Tanaman kelapa telah dikenal semenjak zaman dahulu sebagai tanaman serba guna. Istilah ini mempunyai alasan yang kuat, lantaran mulai dari pucuk hingga ke akarnya mempunyai kegunaan. Salah satu kegunaan yang belakangan ini menjadi perhatian masyarakat di pedesaan yakni arang tempurung (batok kelapa).

TEKNIK PEMBUATAN ARANG BATOK KELAPA
Pada umumnya pembuatan arang batok kelapa melalui 2 (dua) cara yaitu:
A. Menggunakan Lubang Pembakaran.
B. Menggunakan drum bekas sebagai tempat pembakaran.

Menggunakan Lubang Pembakaran.
Cara Pembuatan:
1. Siapkan tempurung kelapa yang sudah kering.
2. Buatlah lubang pada tanah yang kering dengan ukuran kedalaman 1 – 2 meter dan panjang 75 – 100 cm dan lebar 75 – 100 cm.
3. Pada dasar lubang dipakai kerikil bata sebagai bantalan lubang biar api tahan lama.
4. Pada dasar lubang susunlah kayu kering, kemudian bakar.
5. Setelah api agak besar masukkan tumpurung kelapa (batok kelapa) yang telah higienis dari sabut kira-kira ¼ bab lubang.
6. Jika tempurung (batok) kelapa sudah terbakar semua, kemudian masukkan tempurung lagi ¼ bab dan seterusnya hingga penuh.
7. Setelah tempurung terbakar semua, permukaan lubang cepat ditutup dengan kayu, pelepah pisang atau tanah bekas galian.

Menggunakan Drum Bekas
1. Siapkan drum bekas yang telah dilubangi bab bawahnya sebanyak 8 buah lubang.
2. Susunlah tempurung (batok) kelapa ke dalam drum tadi kira-kira ¼ bagian.
3. Kemudian arang dibakar hingga menyala.
4. Setelah tempurung (batok) kelapa menyala semua, masukkan kembali tempurung (batok) kelapa ¼ bab lagi dan seterusnya hingga penuh.
5. Setelah terbakar semua, kemudian tutup dengan plat besi yang dilapisi dengan tanah liat.

PENGAWASAN MUTU
  • Dalam 5 kg tempurung menjadi 1 kg arang tempurung
  • 1 Kg tempurung berasal dari 4 – 5 butir kelapa atau 5 – 6 butir tergantung ukuran.
  • Tempurung yang hendak dibakar harus dipilih dari tempurung (batok) kelapa yang berwarna coklat, bukan yang berwarna putih.
  • Hendaknya drum yang dipakai jangan yang telah rusak atau berlubang besar, hal ini akan menjadikan asap keluar, lantaran jikalau keluar maka api tidak akan mati, sehingga arang menjadi kecil-kecil.
  • Waktu mematikan jangan disiram air terlalu banyak, cukup diperciki biar mutu yang dihasilkan menjadi baik.
  • Plesteran pada plat besi yang dipakai harus diawasi lantaran jikalau tak diawasi tanah liat sebagai plester menjadi pecah dan kering, alhasil asap keluar dan api tak akan padam sehingga arang menjadi abu.
  • Waktu mengeluarkan arang tempurung (batok) kelapa dari drum hendaknya memakai bantalan karung atau jenis lainnya biar waktu mengayak/menampi tidak banyak terdapat kotoran.
KESIMPULAN
Upaya untuk meningkatkan pendapatan petani yakni memanfaatkan limbah kelapa menjadi limbah yang mempunyai nilai jual, salah satunya yakni dengan melaksanakan pembuatan tempurung (batok) kelapa menjadi arang. Pembuatan arang ini telah usang dikenal oleh masyarakat terutama dari segi manfaatnya, namun di beberapa petani belum memasyarakat, melalui latihan ini dibutuhkan aktivitas pembuatan arang tempurung akan menjadi kebiasaan yang sanggup menghasilkan perhiasan pendapatan rumah tangga.

Sekian postingan perihal Proses Pembuatan Arang Batok Kelapa semoga menambah isu bagi kita sehingga bisa mendorong timbulnya inspirasi bisnis gres yang sanggup kita kerjakan biar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

Postingan yang aku jabarkan mungkin saja secara detail kurang lengkap, saran aku bagi yang ingin serius berusaha ada baiknya bertanya kepada penyuluh TTG yang ada didaerah saudara atau membeli buku Proses Pembuatan Arang Batok Kelapa yang dilengkapi gambar sehingga pada prakteknya tidak salah dan merugikan baik untuk langsung (modal dan waktu) maupun bagi lingkungan

Sumber Artikel : a289431artikel.blogspot.com

Sumber http://terapanteknologitepatguna.blogspot.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...