Showing posts with label Business. Show all posts
Showing posts with label Business. Show all posts

Friday, July 27, 2018

Huawei Ingin Salip Samsung Rilis Ponsel Layar Lipat

Foto: HuaweiFoto: Huawei

Jakarta - Selain Samsung, Huawei dikabarkan tengah menyiapkan ponsel layar lipat. Bahkan, rumornya, ponsel tersebut akan melenggang lebih dulu ketimbang milik Samsung.

Menurut Jeff Pu, analis Yuanta Investment Consulting, Huawei akan hadir di pasaran di awal 2019. Ini menciptakan vendor asal China itu menjadi yang pertama merilis ponsel layar lipat di dunia.

"Huawei ingin menjadi yang pertama dalam industri bahkan jikalau teknologi layar dari pemasok panel mungkin tidak siap menyerupai Samsung," kata Pu menyerupai detikINET kutip Nikkei, Jumat (27/7/2018).



Huawei disebutkan akan memakai layar dioda pemancar cahaya organik fleksibel yang diproduksi oleh BOE Technology Group. Kendati ingin menyalip Samsung, vendor asal China itu hanya menyiapkan unit yang terbatas di batch pertama.

"Volume yang direncanakan Huawei hanya sekitar 20-30 ribu unit, atau bahkan kurang. Ini hanya sebagai upaya untuk menandakan kemampuan teknologinya dan menarik perhatian," kata sumber yang diklaim bersahabat dengan Huawei.



Setali tiga uang, BOE pun punya misi yang sama. Mereka berharap sanggup membuktikan diri kepada klien lain menyerupai Apple bahwa BOE bisa menghasilkan tampilan canggih yang akan membantu raksasa teknologi Cupertino itu memangkas ketergantungan kepada Samsung.

"Profitabilitas untuk proyek ini bukan prioritas pertama untuk Huawei maupun BOE," kata Eric Chiou, analis dari perusahaan riset WitsView.

Huawei Ingin Salip Samsung Rilis Ponsel Layar Lipat

Foto: HuaweiFoto: Huawei

Jakarta - Selain Samsung, Huawei dikabarkan tengah menyiapkan ponsel layar lipat. Bahkan, rumornya, ponsel tersebut akan melenggang lebih dulu ketimbang milik Samsung.

Menurut Jeff Pu, analis Yuanta Investment Consulting, Huawei akan hadir di pasaran di awal 2019. Ini menciptakan vendor asal China itu menjadi yang pertama merilis ponsel layar lipat di dunia.

"Huawei ingin menjadi yang pertama dalam industri bahkan kalau teknologi layar dari pemasok panel mungkin tidak siap menyerupai Samsung," kata Pu menyerupai detikINET kutip Nikkei, Jumat (27/7/2018).



Huawei disebutkan akan memakai layar dioda pemancar cahaya organik fleksibel yang diproduksi oleh BOE Technology Group. Kendati ingin menyalip Samsung, vendor asal China itu hanya menyiapkan unit yang terbatas di batch pertama.

"Volume yang direncanakan Huawei hanya sekitar 20-30 ribu unit, atau bahkan kurang. Ini hanya sebagai upaya untuk pertanda kemampuan teknologinya dan menarik perhatian," kata sumber yang diklaim bersahabat dengan Huawei.



Setali tiga uang, BOE pun punya misi yang sama. Mereka berharap sanggup membuktikan diri kepada klien lain menyerupai Apple bahwa BOE bisa menghasilkan tampilan canggih yang akan membantu raksasa teknologi Cupertino itu memangkas ketergantungan kepada Samsung.

"Profitabilitas untuk proyek ini bukan prioritas pertama untuk Huawei maupun BOE," kata Eric Chiou, analis dari perusahaan riset WitsView.

Huawei Ingin Salip Samsung Rilis Ponsel Layar Lipat

Foto: HuaweiFoto: Huawei

Jakarta - Selain Samsung, Huawei dikabarkan tengah menyiapkan ponsel layar lipat. Bahkan, rumornya, ponsel tersebut akan melenggang lebih dulu ketimbang milik Samsung.

Menurut Jeff Pu, analis Yuanta Investment Consulting, Huawei akan hadir di pasaran di awal 2019. Ini menciptakan vendor asal China itu menjadi yang pertama merilis ponsel layar lipat di dunia.

"Huawei ingin menjadi yang pertama dalam industri bahkan jikalau teknologi layar dari pemasok panel mungkin tidak siap menyerupai Samsung," kata Pu menyerupai detikINET kutip Nikkei, Jumat (27/7/2018).



Huawei disebutkan akan memakai layar dioda pemancar cahaya organik fleksibel yang diproduksi oleh BOE Technology Group. Kendati ingin menyalip Samsung, vendor asal China itu hanya menyiapkan unit yang terbatas di batch pertama.

"Volume yang direncanakan Huawei hanya sekitar 20-30 ribu unit, atau bahkan kurang. Ini hanya sebagai upaya untuk mengambarkan kemampuan teknologinya dan menarik perhatian," kata sumber yang diklaim erat dengan Huawei.



Setali tiga uang, BOE pun punya misi yang sama. Mereka berharap sanggup membuktikan diri kepada klien lain menyerupai Apple bahwa BOE bisa menghasilkan tampilan canggih yang akan membantu raksasa teknologi Cupertino itu memangkas ketergantungan kepada Samsung.

"Profitabilitas untuk proyek ini bukan prioritas pertama untuk Huawei maupun BOE," kata Eric Chiou, analis dari perusahaan riset WitsView.

Thursday, July 26, 2018

Apple Resmi Putus Kontrak Dengan Qualcomm

Foto: CNN MoneyFoto: CNN Money

Jakarta - Perselisihan Apple dengan Qualcomm di meja hijau tampaknya memang punya imbas besar pada kolaborasi bisnis mereka. Ini terlihat dari keputusan Apple untuk tak lagi memakai chip modem bikinan Qualcomm.

Hal ini dikonfirmasi oleh Chief Financial Officer Qualcomm George Davis yang menyebut Apple hanya akan memakai modem bikinan kompetitor Qualcomm untuk iPhone generasi selanjutnya. Davis memang tak menyebut Intel dalam pernyataannya itu, namun kompetitor Qualcomm sebagai penyuplai komponen iPhone hanyalah Intel.

Konfirmasi ini sejalan dengan laporan sebelumnya oleh analis KGI Ming-Chi Kuo yang menyebut Apple tak akan lagi menggandeng Qualcomm sebagai penyuplai modem seluler untuk iPhone.



Menurut Kuo, hal ini disebabkan oleh perselisihan kedua perusahaan tersebut di meja hijau, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat(27/7/2018).

Semenjak kehadiran jaringan 4G, Apple mulai memakai chip modem Intel dan Qualcomm, padahal Qualcomm sudah sering mengklaim jika chip bikinannya punya performa lebih kencang.

Baru-baru ini Qualcomm pun memamerkan hasil pengujian chip Snapdragon 845-nya yang menunjukkan superioritas produknya itu dibanding bikinan Intel, yang tampaknya dilakukan Qualcomm untuk menanggapi reaksi negatif atas pernyataan Davis.

Apple dan Qualcomm dikala ini tengah berperang di meja hijau soal pelanggaran paten dan royalti. Yaitu di mana Apple mengklaim Qualcomm mematok tarif yang terlalu tinggi untuk modem LTE-nya, di mana teknologi tersebut sangat penting bagi ponsel dikala ini.



Kemudian Qualcomm pun melawan dengan menyebut Apple punya utang royalti besar terhadap Qualcomm, dan pembuat iPhone itu melanggar sejumlah paten milik Qualcomm, serta membocorkan ke Intel yang notabene yaitu kompetitor Qualcomm.

Perselisihan kedua perusahaan ini akan semakin rumit lantaran Qualcomm diperkirakan akan segera mengapalkan modem 5G-nya pada 2018 ini. Sementara Intel sudah resmi menyebut jika modem 5G-nya tak akan siap sampai 2019 mendatang.


Saksikan juga video 'Lagi! Samsung Sindir Apple Lewat Iklan Terbarunya':

[Gambas:Video 20detik]

Apple Resmi Putus Kontrak Dengan Qualcomm

Foto: CNN MoneyFoto: CNN Money

Jakarta - Perselisihan Apple dengan Qualcomm di meja hijau tampaknya memang punya pengaruh besar pada kolaborasi bisnis mereka. Ini terlihat dari keputusan Apple untuk tak lagi memakai chip modem bikinan Qualcomm.

Hal ini dikonfirmasi oleh Chief Financial Officer Qualcomm George Davis yang menyebut Apple hanya akan memakai modem bikinan kompetitor Qualcomm untuk iPhone generasi selanjutnya. Davis memang tak menyebut Intel dalam pernyataannya itu, namun kompetitor Qualcomm sebagai penyuplai komponen iPhone hanyalah Intel.

Konfirmasi ini sejalan dengan laporan sebelumnya oleh analis KGI Ming-Chi Kuo yang menyebut Apple tak akan lagi menggandeng Qualcomm sebagai penyuplai modem seluler untuk iPhone.



Menurut Kuo, hal ini disebabkan oleh perselisihan kedua perusahaan tersebut di meja hijau, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat(27/7/2018).

Semenjak kehadiran jaringan 4G, Apple mulai memakai chip modem Intel dan Qualcomm, padahal Qualcomm sudah sering mengklaim jika chip bikinannya punya performa lebih kencang.

Baru-baru ini Qualcomm pun memamerkan hasil pengujian chip Snapdragon 845-nya yang menawarkan superioritas produknya itu dibanding bikinan Intel, yang tampaknya dilakukan Qualcomm untuk menanggapi reaksi negatif atas pernyataan Davis.

Apple dan Qualcomm ketika ini tengah berperang di meja hijau soal pelanggaran paten dan royalti. Yaitu di mana Apple mengklaim Qualcomm mematok tarif yang terlalu tinggi untuk modem LTE-nya, di mana teknologi tersebut sangat penting bagi ponsel ketika ini.



Kemudian Qualcomm pun melawan dengan menyebut Apple punya utang royalti besar terhadap Qualcomm, dan pembuat iPhone itu melanggar sejumlah paten milik Qualcomm, serta membocorkan ke Intel yang notabene ialah kompetitor Qualcomm.

Perselisihan kedua perusahaan ini akan semakin rumit lantaran Qualcomm diperkirakan akan segera mengapalkan modem 5G-nya pada 2018 ini. Sementara Intel sudah resmi menyebut jika modem 5G-nya tak akan siap sampai 2019 mendatang.


Saksikan juga video 'Lagi! Samsung Sindir Apple Lewat Iklan Terbarunya':

[Gambas:Video 20detik]

Apple Resmi Putus Kontrak Dengan Qualcomm

Foto: CNN MoneyFoto: CNN Money

Jakarta - Perselisihan Apple dengan Qualcomm di meja hijau tampaknya memang punya pengaruh besar pada kolaborasi bisnis mereka. Ini terlihat dari keputusan Apple untuk tak lagi memakai chip modem bikinan Qualcomm.

Hal ini dikonfirmasi oleh Chief Financial Officer Qualcomm George Davis yang menyebut Apple hanya akan memakai modem bikinan kompetitor Qualcomm untuk iPhone generasi selanjutnya. Davis memang tak menyebut Intel dalam pernyataannya itu, namun kompetitor Qualcomm sebagai penyuplai komponen iPhone hanyalah Intel.

Konfirmasi ini sejalan dengan laporan sebelumnya oleh analis KGI Ming-Chi Kuo yang menyebut Apple tak akan lagi menggandeng Qualcomm sebagai penyuplai modem seluler untuk iPhone.



Menurut Kuo, hal ini disebabkan oleh perselisihan kedua perusahaan tersebut di meja hijau, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat(27/7/2018).

Semenjak kehadiran jaringan 4G, Apple mulai memakai chip modem Intel dan Qualcomm, padahal Qualcomm sudah sering mengklaim jikalau chip bikinannya punya performa lebih kencang.

Baru-baru ini Qualcomm pun memamerkan hasil pengujian chip Snapdragon 845-nya yang menawarkan superioritas produknya itu dibanding bikinan Intel, yang tampaknya dilakukan Qualcomm untuk menanggapi reaksi negatif atas pernyataan Davis.

Apple dan Qualcomm ketika ini tengah berperang di meja hijau soal pelanggaran paten dan royalti. Yaitu di mana Apple mengklaim Qualcomm mematok tarif yang terlalu tinggi untuk modem LTE-nya, di mana teknologi tersebut sangat penting bagi ponsel ketika ini.



Kemudian Qualcomm pun melawan dengan menyebut Apple punya utang royalti besar terhadap Qualcomm, dan pembuat iPhone itu melanggar sejumlah paten milik Qualcomm, serta membocorkan ke Intel yang notabene ialah kompetitor Qualcomm.

Perselisihan kedua perusahaan ini akan semakin rumit lantaran Qualcomm diperkirakan akan segera mengapalkan modem 5G-nya pada 2018 ini. Sementara Intel sudah resmi menyebut jikalau modem 5G-nya tak akan siap sampai 2019 mendatang.


Saksikan juga video 'Lagi! Samsung Sindir Apple Lewat Iklan Terbarunya':

[Gambas:Video 20detik]

Tuesday, July 24, 2018

Pecat Para Petinggi, Bagaimana Nasib Htc?

Logo HTC. Foto: ReutersLogo HTC. Foto: Reuters

Jakarta - HTC kembali melaksanakan perampingan di dalam organisasinya. Setelah memberlakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 1.500 pekerja manufakturnya di Taiwan, sekarang mereka merumahkan sekitar 80 pegawainya di India.

Bukan hanya para staf biasa, sejumlah petinggi ibarat Faisal Siddiqui (Country Head), Vijay Balachandran (Sales Head), sampai R. Nayyar (Product Head) pun harus rela dicopot jabatannya. Kini, unit bisnis HTC di Negeri Gangga dilaporkan hanya menyisakan sekitar 10 orang saja.

Hal tersebut tentunya sangat miris mengingat mereka disebut-sebut sebagai vendor yang mengenalkan ponsel berbasis Android di India hampir sedekade lalu. Kini, sekitar 90% pasar smartphone di negara yang beribu kota di New Delhi itu pun dikuasai oleh perangkat berbasis sistem operasi milik Google.


Walau tim yang dimilikinya sangat mungil, pihak HTC menyampaikan kalau mereka akan tetap berinvestasi di India. Selain mengandalkan ponsel, perusahaan berusia 21 tahun tersebut juga akan terus mencoba peruntungan pada teknologi virtual reality, augmented reality, dan kecerdasan buatan.

Meski begitu, sejumlah andal tampak sangsi kalau vendor asal Taiwan tersebut sanggup bersaing di pasar India. Gaya pemasaran mereka dinilai menjadi penyebab kegagalannya.

"Sekarang, pasar India sangat dinamis dan kompetitif. Jika mau sukses di India harus agresif. Xiaomi sangat agresif. Oppo dan Vivo sudah jor-joran untuk memasarkan perangkat mereka," ujar Jaipal Singh, analis dari International Data Corporation (IDC) India.

"Tapi HTC masih belum sanggup membaca pasar. Mereka masih tidak bersuara dalam waktu yang lama. Kami tidak mendengar banyak mengenai kampanye mereka," katanya menambahkan, sebagaimana detikINET kutip dari Quartz, Selasa (24/7/2018).


Jika menarik waktu mundur ke belakang, HTC bekerjsama sempat menorehkan catatan elok di pasar smartphone terbesar kedua di dunia tersebut. Sejak melaksanakan debut di sana pada 2009, mereka berhasil bersaing dengan nama-nama besar ibarat Apple dan Nokia pada ketika itu.

Tidak hanya itu saja, menurut laporan dari CyberMedia Research pada Februari 2017, vendor tersebut menduduki peringkat ketiga dalam urusan merk recall di kalangan masyarakat India. Hal tersebut menyampaikan HTC sanggup menggaet sejumlah konsumen setia di sana.

Sayangnya, seiring semakin banyaknya kompetitor yang masuk ke negara yang identik dengan Taj Mahal tersebut, HTC seakan kehabisan bensin. Pada selesai Maret 2018 lalu, market share mereka di India hampir nol, merujuk pada data dari Counterpoint Research.

Market share HTC di India dari tahun ke tahun.Market share HTC di India dari tahun ke tahun. Foto: Istimewa

Perusahaan yang bangun pada 1997 itu disebut memang keok di banyak sekali lini ponsel. Di sektor entry level, mereka kalah bersaing dengan Xiaomi, Vivo, dan Oppo. Sedangkan untuk pasar high end, pertumbuhan OnePlus serta nama besar Apple dan Samsung tak sanggup dibendung oleh HTC.

Pecat Para Petinggi, Bagaimana Nasib Htc?

Logo HTC. Foto: ReutersLogo HTC. Foto: Reuters

Jakarta - HTC kembali melaksanakan perampingan di dalam organisasinya. Setelah memberlakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 1.500 pekerja manufakturnya di Taiwan, sekarang mereka merumahkan sekitar 80 pegawainya di India.

Bukan hanya para staf biasa, sejumlah petinggi menyerupai Faisal Siddiqui (Country Head), Vijay Balachandran (Sales Head), sampai R. Nayyar (Product Head) pun harus rela dicopot jabatannya. Kini, unit bisnis HTC di Negeri Gangga dilaporkan hanya menyisakan sekitar 10 orang saja.

Hal tersebut tentunya sangat miris mengingat mereka disebut-sebut sebagai vendor yang mengenalkan ponsel berbasis Android di India hampir sedekade lalu. Kini, sekitar 90% pasar smartphone di negara yang beribu kota di New Delhi itu pun dikuasai oleh perangkat berbasis sistem operasi milik Google.


Walau tim yang dimilikinya sangat mungil, pihak HTC menyampaikan bila mereka akan tetap berinvestasi di India. Selain mengandalkan ponsel, perusahaan berusia 21 tahun tersebut juga akan terus mencoba peruntungan pada teknologi virtual reality, augmented reality, dan kecerdasan buatan.

Meski begitu, sejumlah andal tampak sangsi bila vendor asal Taiwan tersebut sanggup bersaing di pasar India. Gaya pemasaran mereka dinilai menjadi penyebab kegagalannya.

"Sekarang, pasar India sangat dinamis dan kompetitif. Jika mau sukses di India harus agresif. Xiaomi sangat agresif. Oppo dan Vivo sudah jor-joran untuk memasarkan perangkat mereka," ujar Jaipal Singh, analis dari International Data Corporation (IDC) India.

"Tapi HTC masih belum sanggup membaca pasar. Mereka masih tidak bersuara dalam waktu yang lama. Kami tidak mendengar banyak mengenai kampanye mereka," katanya menambahkan, sebagaimana detikINET kutip dari Quartz, Selasa (24/7/2018).


Jika menarik waktu mundur ke belakang, HTC sebetulnya sempat menorehkan catatan bagus di pasar smartphone terbesar kedua di dunia tersebut. Sejak melaksanakan debut di sana pada 2009, mereka berhasil bersaing dengan nama-nama besar menyerupai Apple dan Nokia pada ketika itu.

Tidak hanya itu saja, menurut laporan dari CyberMedia Research pada Februari 2017, vendor tersebut menduduki peringkat ketiga dalam urusan merk recall di kalangan masyarakat India. Hal tersebut menawarkan HTC sanggup menggaet sejumlah konsumen setia di sana.

Sayangnya, seiring semakin banyaknya kompetitor yang masuk ke negara yang identik dengan Taj Mahal tersebut, HTC seakan kehabisan bensin. Pada selesai Maret 2018 lalu, market share mereka di India hampir nol, merujuk pada data dari Counterpoint Research.

Market share HTC di India dari tahun ke tahun.Market share HTC di India dari tahun ke tahun. Foto: Istimewa

Perusahaan yang bangkit pada 1997 itu disebut memang keok di aneka macam lini ponsel. Di sektor entry level, mereka kalah bersaing dengan Xiaomi, Vivo, dan Oppo. Sedangkan untuk pasar high end, pertumbuhan OnePlus serta nama besar Apple dan Samsung tak sanggup dibendung oleh HTC.

Monday, July 16, 2018

Pabrik Ponsel Terbesar Dibuka Di India

Foto: ReutersFoto: Reuters

Jakarta - Samsung Electronics membuka pabrik ponsel yang diklaimnya sebagai yang terbesar di dunia. India dipilih Samsung untuk pendirian pabrik ini demi memenuhi kegiatan yang digalakkan Perdana Menteri Narendra Modi untuk menarik minat investor terhadap manufaktur di negara-negara Asia Selatan.

Tak heran, pembukaan pabrik yang berlokasi di pinggirang kota Delhi ini menghadirkan Perdana Menteri Modi dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, sebagai menunjukan betapa seriusnya kolaborasi ini.

Samsung menyebutkan, pabrik tersebut akan melipatgandakan kapasitas produksi ponsel Samsung hingga 120 juta unit setahun, dari sebelumnya 68 juta unit setahun. Namun Samsung menolak menjelaskan lebih detail tentang ini.



Tak hanya Samsung, vendor ponsel dari Xiaomi hingga Oppo berupaya membangun pabrik di India dan memenuhi kampanye 'Make in India' yang digaungkan Perdana Menteri Modi. Xiaomi pada April kemudian bahkan berjanji akan membangun tiga pabrik lagi di Negeri Bollywood tersebut.

India sendiri yakni negara dengan ekonomi terbesar di Asia yang tahun kemudian bisa menarik total investasi abnormal USD 62 miliar, termasuk agresi reinvestment.

"Kesempatan di sini begitu besar. Pabrik yang besar akan membantu Samsung memenuhi undangan besar dari negara dengan 1,3 orang ini, di mana ada 425 juta pengguna smartphone," kata Faisal Kawoosa, peneliti pasar dari CMR Pvt.

Pabrik Ponsel Terbesar Dibuka di IndiaPresiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Perdana Menteri Modi. Foto: Bloomberg


Berdasarkan data International Data Corp., pasar smartphone India tumbuh 14% dengan total pengapalan 124 juta unit di 2017. Pencapaian ini merupakan yang tercepat di antara 20 negara yang masuk dalam top market.

Permintaan akan ponsel anyar yang meningkat di India, sebagian disokong oleh miliuner Mukesh Ambani yang mengatakan feature phone 4G seharga USD 23 yang di dalamnya sudah termasuk panggilan bunyi gratis dan paket internet murah.

Jadi tak heran, vendor manapun akan berlomba mengisi pasar ini, termasuk Samsung. Dikutip dari Bloomberg, Senin (15/7/2018), pabrik Samsung di India akan menciptakan semua model ponsel dari yang low end seharga di bawah USD 100 hingga flagship menyerupai Galaxy S9.



Pendirian pabrik tampaknya juga menjadi taktik Samsung merebut kembali pasarnya di India. Untuk diketahui, awal tahun ini Xiaomi menggeser posisi Samsung di urutan pertama pasar ponsel India, yang sekaligus meruntuhkan dominasi Samsung di pasar tersebut semenjak lama.

"Kami akan selalu sejalan dengan kebijakan pemerintah dan akan terus mencari pertolongan untuk meraih mimpi kami memproduksi ponsel di India untuk ekspor global," kata H.C. Hong, Chief Executive Officer Samsung India.


Tonton juga video: 'Kesan Rektor Mengunjungi Pabrik Peralatan Terbesar di China'

[Gambas:Video 20detik]

Pabrik Ponsel Terbesar Dibuka Di India

Foto: ReutersFoto: Reuters

Jakarta - Samsung Electronics membuka pabrik ponsel yang diklaimnya sebagai yang terbesar di dunia. India dipilih Samsung untuk pendirian pabrik ini demi memenuhi aktivitas yang digalakkan Perdana Menteri Narendra Modi untuk menarik minat investor terhadap manufaktur di negara-negara Asia Selatan.

Tak heran, pembukaan pabrik yang berlokasi di pinggirang kota Delhi ini menghadirkan Perdana Menteri Modi dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, sebagai menunjukan betapa seriusnya kolaborasi ini.

Samsung menyebutkan, pabrik tersebut akan melipatgandakan kapasitas produksi ponsel Samsung hingga 120 juta unit setahun, dari sebelumnya 68 juta unit setahun. Namun Samsung menolak menjelaskan lebih detail tentang ini.



Tak hanya Samsung, vendor ponsel dari Xiaomi hingga Oppo berupaya membangun pabrik di India dan memenuhi kampanye 'Make in India' yang digaungkan Perdana Menteri Modi. Xiaomi pada April kemudian bahkan berjanji akan membangun tiga pabrik lagi di Negeri Bollywood tersebut.

India sendiri yakni negara dengan ekonomi terbesar di Asia yang tahun kemudian bisa menarik total investasi gila USD 62 miliar, termasuk agresi reinvestment.

"Kesempatan di sini begitu besar. Pabrik yang besar akan membantu Samsung memenuhi seruan besar dari negara dengan 1,3 orang ini, di mana ada 425 juta pengguna smartphone," kata Faisal Kawoosa, peneliti pasar dari CMR Pvt.

Pabrik Ponsel Terbesar Dibuka di IndiaPresiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Perdana Menteri Modi. Foto: Bloomberg


Berdasarkan data International Data Corp., pasar smartphone India tumbuh 14% dengan total pengapalan 124 juta unit di 2017. Pencapaian ini merupakan yang tercepat di antara 20 negara yang masuk dalam top market.

Permintaan akan ponsel anyar yang meningkat di India, sebagian disokong oleh miliuner Mukesh Ambani yang memperlihatkan feature phone 4G seharga USD 23 yang di dalamnya sudah termasuk panggilan bunyi gratis dan paket internet murah.

Jadi tak heran, vendor manapun akan berlomba mengisi pasar ini, termasuk Samsung. Dikutip dari Bloomberg, Senin (15/7/2018), pabrik Samsung di India akan menciptakan semua model ponsel dari yang low end seharga di bawah USD 100 hingga flagship ibarat Galaxy S9.



Pendirian pabrik tampaknya juga menjadi seni administrasi Samsung merebut kembali pasarnya di India. Untuk diketahui, awal tahun ini Xiaomi menggeser posisi Samsung di urutan pertama pasar ponsel India, yang sekaligus meruntuhkan dominasi Samsung di pasar tersebut semenjak lama.

"Kami akan selalu sejalan dengan kebijakan pemerintah dan akan terus mencari derma untuk meraih mimpi kami memproduksi ponsel di India untuk ekspor global," kata H.C. Hong, Chief Executive Officer Samsung India.


Tonton juga video: 'Kesan Rektor Mengunjungi Pabrik Peralatan Terbesar di China'

[Gambas:Video 20detik]

Tuesday, July 10, 2018

Ini Alasan Erajaya Makin Garang Tambah Toko

Foto: Grandyos ZafnaFoto: Grandyos Zafna

Jakarta - PT Erajaya Swasembada Tbk (Erafone) punya sasaran untuk menambah 250 toko lagi hingga simpulan tahun 2018. Jumlah penambahan ini bahkan lima kali lipatnya dari tahun 2017 lalu. Kenapa segitu agresifnya?

Ditanya hal begitu, Director Marketing and Communications Djatmiko Wardoyo menyampaikan bahwa rencana tersebut memang sejalan dengan visi Erajaya menyebarkan omni channel. Erajaya dinilai yakin dapat mensinergikan antara penjualan offline dengan online.

"Kami punya erafone.com, ibox.id, punya juga gerai offline macam-macam. Bayangkan kami dapat menjebatani sebuah situasi dimana orang Jember sana ketika pesan lewat erafone.com, ia dapat memilih untuk mengambilnya kapan dan di mana," ujar laki-laki yang dekat disapa Koko ini memulai pembicaraan.


"Kalau ketika ini kan ia akan mengandalkan pengiriman. Kita tidak tahu berapa lama. Tapi jika contohnya dekat rumahnya ada Erafone dan mau ke sana, ia dapat beli dulu di erafone.com dan ambil di sana. Nah konsep ini akan relevan dan menjadi besar lengan berkuasa jika tokonya banyak," lanjutnya.

Selain itu Erajaya juga memperlihatkan konsep offline to online. Hal ini dimaksud untuk menghindari adanya fenomena ponsel mistik yang ramai belakangan ini.

Jadi, ketika orang tiba ke tokonya Erafone dan ternyata barangnya habis, ia akan mendapat penawaran pemesanan di toko langsung. Koko pun yakin, bahwa toko offline ini masih menjadi andalan masyarakat ketika ingin membeli ponsel.


"Masih tinggi (minat tiba ke toko). Kalau tidak, kami mana mau buka toko banyak-banyak," pungkasnya.

Erajaya, ibarat yang disebut di awal ingin menambah 250 toko. Namun, penambahan toko-toko ini tak sebatas hanya Erafone, ada juga Ibox, Samsung Experience Store, Mi Store, dan lainnya.


Tonton juga video: 'Layanan O2O Kaprikornus Strategi Bisnis Gabungan Online Offline'

[Gambas:Video 20detik]

Ini Alasan Erajaya Makin Bergairah Tambah Toko

Foto: Grandyos ZafnaFoto: Grandyos Zafna

Jakarta - PT Erajaya Swasembada Tbk (Erafone) punya sasaran untuk menambah 250 toko lagi hingga selesai tahun 2018. Jumlah penambahan ini bahkan lima kali lipatnya dari tahun 2017 lalu. Kenapa segitu agresifnya?

Ditanya hal begitu, Director Marketing and Communications Djatmiko Wardoyo menyampaikan bahwa rencana tersebut memang sejalan dengan visi Erajaya berbagi omni channel. Erajaya dinilai yakin dapat mensinergikan antara penjualan offline dengan online.

"Kami punya erafone.com, ibox.id, punya juga gerai offline macam-macam. Bayangkan kami dapat menjebatani sebuah situasi dimana orang Jember sana ketika pesan lewat erafone.com, ia dapat memilih untuk mengambilnya kapan dan di mana," ujar laki-laki yang dekat disapa Koko ini memulai pembicaraan.


"Kalau ketika ini kan beliau akan mengandalkan pengiriman. Kita tidak tahu berapa lama. Tapi jikalau contohnya dekat rumahnya ada Erafone dan mau ke sana, beliau dapat beli dulu di erafone.com dan ambil di sana. Nah konsep ini akan relevan dan menjadi berpengaruh jikalau tokonya banyak," lanjutnya.

Selain itu Erajaya juga memperlihatkan konsep offline to online. Hal ini dimaksud untuk menghindari adanya fenomena ponsel mistik yang ramai belakangan ini.

Jadi, ketika orang tiba ke tokonya Erafone dan ternyata barangnya habis, ia akan mendapat penawaran pemesanan di toko langsung. Koko pun yakin, bahwa toko offline ini masih menjadi andalan masyarakat ketika ingin membeli ponsel.


"Masih tinggi (minat tiba ke toko). Kalau tidak, kami mana mau buka toko banyak-banyak," pungkasnya.

Erajaya, menyerupai yang disebut di awal ingin menambah 250 toko. Namun, penambahan toko-toko ini tak sebatas hanya Erafone, ada juga Ibox, Samsung Experience Store, Mi Store, dan lainnya.


Tonton juga video: 'Layanan O2O Makara Strategi Bisnis Gabungan Online Offline'

[Gambas:Video 20detik]

Sunday, April 8, 2018

Prahara Uber Merambat Ke Eropa

Aplikasi Uber (Foto: GettyImages)Aplikasi Uber (Foto: GettyImages)

Jakarta - Pasca kekalahannya di pasar Asia Tenggara, Uber menghadapi sejumlah tantangan di sejumlah negara di benua Eropa yang sanggup mengancam keberlangsungan operasionalnya di sana.

Uber secara resmi mengumumkan untuk menangguhkan layanannya di Yunani. Hal tersebut dilakukan sesudah disetujuinya undang-undang gres di negara tersebut yang berakibat pada lebih ketatnya regulasi di sektor transportasi, khususnya berbasis online.

"Regulasi gres telah disetujui dengan ketentuan yang berdampak pada layanan membuatkan tumpangan. Kami harus mengevaluasi apakah kami sanggup beroperasi dengan kerangka kerja semacam ini, dan kalau bisa, bagaimana caranya," demikian pernyataan Uber menyerupai dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (8/4/2018).



Di Yunani, perusahaan yang berbasis di San Fransisco, AS ini menyediakan dua layanan ialah UberX dan UberTAXI, yang hanya tersedia di Athena. Pihak Uber mengungkapkan, mereka akan menangguhkan layanan UberX pada pekan depan hingga mereka sanggup menemukan solusi terbaik dalam menanggapi undang-undang gres tersebut.

Regulasi gres yang terdapat dalam undang-undang tersebut menyebutkan bahwa setiap perjalanan harus dimulai dan/atau diakhiri di area parkir atau kantor sentra kawan Uber, menyerupai penyedia jasa penyewaan kendaraan beroda empat dan agensi perjalanan. Hal semacam ini pun belum diaplikasikan oleh perusahaan yang dipimpin oleh Dara Khosrowshahi tersebut.

Prahara Uber Merambat ke Eropa Ilustrasi Uber (Foto: Australia Plus ABC)


Selain itu, sebuah sistem semacam pendaftaran digital pun akan dirancang bagi seluruh platform ride sharing beserta para penumpangnya, dengan ketentuan yang tidak disebutkan lebih lanjut.

Dibekukannya layanan Uber di Athena menciptakan sekitar 450 ribu penggunanya tidak sanggup menikmati tumpangan dari perusahaan tersebut untuk sementara waktu.

Sementara itu, di London, Inggris, Uber dihadang dua tentangan gres ialah ViaVan dan Wheely. Nama yang disebutkan pertama merupakan sebuah joint venture antara Mercedes-Benz dan Via, start up asal New York penyedia layanan membuatkan tumpangan memakai minivan.

ViaVan dianggap sebagai perpaduan antara layanan UberPool dengan transportasi konvensional menyerupai bus. Meski memperlihatkan aplikasi dengan penentuan titik berangkat dan tujuan, ViaVan cenderung mengarahkan user untuk pergi ke posisi terdekat yang sudah ditentukan dibandingkan mengarahkan kendaraan eksklusif ke penggunanya.

Saat ini, ViaVan, yang aplikasinya sudah ada di iOS dan Android, gres aktif di London Pusat dan sekitarnya. Selain di Ibu Kota Inggris, ViaVan sudah tersedia di Amsterdam semenjak bulan lalu, dengan rencana untuk melebarkan sayapnya ke Berlin, Jerman dalam waktu dekat.

Di samping firma patungan dari Mercedes-Benz dan Via, Uber juga menerima tantangan dari Wheely, layanan membuatkan tumpangan yang sejatinya sudah menarik diri dari London lima tahun lalu.

Jika ViaVan fokus pada sistem layaknya bus konvensional, Wheely akan merambah sektor premium. Hal tersebut ditunjukkan dengan tersedianya kendaraan beroda empat glamor menyerupai Maybach, sub-brand dari Mercedes-Benz, dalam layanan tersebut.



Selain itu, founder Wheely, Anton Chirkunov, siap menggelontorkan dana sebesar GBP 20.000 (Rp 387 juta) setiap minggunya sebagai insentif bagi para kawan pengemudi yang mau bergabung dengan layanan membuatkan tumpangan tersebut. Tidak hanya itu, taktik pemasaran dari Wheely pun ditaksir memakan biaya GBP 100.000 (Rp 1,9 miliar) per bulan.

Kedatangan dua pesaing gres ini pun akan menciptakan langkah Uber di London semakin berat. Hal ini dikarenakan perusahaan yang dirintis oleh Travis Kalanick tersebut juga tengah menunggu keputusan pengadilan pada Juni mendatang perihal pembaruan lisensi mereka yang sempat ditolak oleh Transport for London, forum yang mengatur sistem transportasi setempat.

Jika lisensinya benar-benar tidak diperpanjang, maka Uber harus siap-siap kehilangan salah satu pasar terbesarnya di Eropa dengan 3,5 juta pengguna dan tak kurang dari 50 ribu pengemudi di dalamnya.
Sumber detik.com

Thursday, March 29, 2018

Kisah Lulusan Harvard Jadikan Go-Jek Grab Bisnis Triliunan

Nadiem Makarim. Foto: detikINET - Anggoro Suryo JatiNadiem Makarim. Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Jakarta - Go-Jek dan Grab punya kesamaan soal riwayat pendirinya, yaitu mereka berdua ialah lulusan Harvard Business School. Begini riwayat singkat dua laki-laki tersebut dalam melesatkan perusahaan ride sharing masing-masing jadi bisnis triliiunan.

Nadiem Makarim - Pendiri dan CEO Go-Jek

Nadiem Makarim telah menjadi salah satu sosok di dunia teknologi Indonesia yang banyak diperbincangkan. Apalagi jika bukan alasannya kesuksesan startup Go-Jek.

Tahun 2011, Go-Jek bersama-sama sudah dirintis. Tapi barulah layanan itu melesat semenjak peluncuran aplikasinya di ponsel Android dan iOS pada awal tahun 2015.

Menurut aneka macam sumber, Nadiem sendiri berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya, Nono Anwar Makarim seorang pencetus dan pengacara terkemuka keturunan Minang dan Arab.

Nadiem pun mendapat pendidikan bergengsi di luar negeri. Sekolah menengahnya di Singapura dan New York.

Kemudian, ia masuk ke Brown University, sebuah kampus di Rhode Island, Amerika Serikat. Tak berhenti hingga di situ, ia melanjutkan kuliah pasca sarjana di Harvard Business School dan meraih gelar Master of Business Administration.



Kembali ke Indonesia, Nadiem sempat bekerja sebagai konsultan sebelum mendirikan Go-Jek. Ia pernah mengaku memang gemar memakai layanan ojek untuk menembus kemacetan Jakarta.

Terbersit di pikirannya untuk memudahkan penumpang dan pengojek terhubung dengan aplikasi smartphone. Dan lahirlah aplikasi Go-Jek pada awal tahun 2015.

Menurutnya, Go-Jek punya tujuan mendorong perubahan biar sektor transformasi sektor informal ibarat ojek biar yang tadinya bekerja serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu sanggup beroperasi secara profesional dengan pendapatan lebih baik.

"Kami di sini berusaha untuk mengatakan solusi lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan pekerjaan. Dimana mereka yang hanya punya motor, punya smartphone, dan berkemauan keras sanggup bekerja," ungkapnya ketika dulu meluncurkan aplikasi Go-Jek.

"Kami juga berusaha untuk mensejahterakan tukang ojek yang mungkin selama ini penghasilannya tidak seberapa dengan mengatakan pendapatan embel-embel yang didapat dari Go-Jek Indonesia ini," tambahnya.

"Dengan Go-Jek, para pengemudi ojek ini setidaknya lebih produktif alasannya mereka tidak hanya membawa penumpang saja, tetapi juga membantu berbelanja dan juga mengirimkan paket yang mana itu semua sanggup menambah pendapatannya," ungkap Nadiem.

Tak dinyana, Go-Jek cepat melesat hingga sekarang, di mana ekosistem ojek online sudah semakin matang dan valuasi Go-Jek sudah tembus USD 5 miliar. Dan nama Nadiem pun ikut melambung. Jika membahas ojek online, namanya pun hampir selalu disebut.

Anthony Tan - Pendiri dan CEO Grab

Sama ibarat Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek, Anthony Tan yang lahir di keluarga berada ini ialah lulusan Harvard Business School Amerika Serikat. Ide Grab yang dulunya berjulukan GrabTaxi muncul di kepala Tan ketika ia kuliah.

Dikutip detikINET dari Bloomberg, sewaktu kuliah itu ada temannya yang mengeluhkan sulitnya memesan taksi sewaktu ia berkunjung ke Malaysia. "Apa yang salah dengan sistem taksi di negerimu?" tanya temannya itu.

Kisah Lulusan Harvard Jadikan Go-Jek dan Grab Bisnis TriliunanAnthony Tan. Foto: detikcom/Adi Fida Rahman


"Kakek buyutmu kan sopir taksi dan kakekmu memulai industri kendaraan beroda empat Jepang di Malaysia, jadi kau harusnya berbuat sesuatu untuk mengatasi duduk perkara itu," kata temannya lagi.

Begitulah, tercetus inspirasi di kepala Tan untuk menciptakan layanan pemesanan taksi berbasis aplikasi berjulukan GrabTaxi. Awalnya, namanya ialah MyTeksi, kemudian berubah nama jadi GrabTaxi pada tahun 2012. Kemudian diubah lagi hanya menjadi Grab hingga sekarang.

Merasa mantap dengan aplikasi itu, Tan menentukan meninggalkan bisnis keluarga. Padahal posisinya sudah bagus, yakni ditunjuk menjadi kepala marketing Tan Chong Motor Holdings, biro kendaraan beroda empat Nissan di Malaysia yang dijalankan oleh sang ayah, Tan Heng Chew.

"Membangun sesuatu dari bawah dengan hanya bermodal PowerPoint dan menyaksikan bagaimana hidup orang terkena pengaruhnya itu jauh lebih memuaskan," demikian alasannya.

Perjudian Tan sukses. Grab makin terkenal dan mendapat suntikan dana besar dari investor. Raksasa telekomunikasi Temasek dan Softbank termasuk yang jadi investor Grab.



Meski Tan meninggalkan bisnis keluarga, tetap saja ia berkecimpung di bisnis transportasi. Kakeknya merintis perusahaan Tan Chong Motor yang hingga kini mengedarkan kendaraan beroda empat Nissan di Malaysia. "Aku hidup di bawah bayang-bayang kakekku. Namanya cukup terkenal di sini dan itu cukup melelahkan," ujar Tan.

Maka, ia mendirikan Grab untuk lepas dari bayang-bayang keluarga dan mencoba mandiri. Sedangkan dua kakaknya masih bekerja di Tan Chong Motor. Kini, nama Tan makin terkenal seiring meraksasanya Grab dan keberhasilan mereka mencaplok Uber.

Sumber detik.com

Wednesday, March 28, 2018

Google Beli Platform Gif Yang Bikin Whatsapp Hampir Diblokir

Ilustrasi Google. Foto: ReutersIlustrasi Google. Foto: Reuters

Jakarta - Tenor, platform penyedia animasi GIF terkenal yang sempat bermasalah, sekarang resmi menjadi milik Google sesudah raksasa mesin pencari itu mengakuisisinya.

Tenor yakni penyedia animasi GIF untuk aneka macam platform, menyerupai Android, iOS dan juga desktop. Salah satu layanan yang memanfaatkan database GIF Tenor yakni Facebook, tepatnya di layanan Messengernya. Belum diketahui apakah hal ini akan berubah sesudah akuisisi tersebut.

Google menjelaskan akuisisi Tenor ini dalam postingan di blog resminya. Dalam goresan pena itu Google menyebut Tenor akan menjadi merek yang terpisah dari Google, dan Google akan membantu Tenor untuk menambah konten serta mencari perhiasan partner pengguna API-nya.


Sementara Tenor akan membantu Google dalam menyediakan GIF dalam layanan Google menyerupai Google Images, Gboard dan lainnya, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (28/3/2018).

Dalam postingan yang ditulis oleh Director of Engineering Google Cathy Edwards, sesudah akuisisi Tenor ini, pengguna akan dapat mengakses lebih banyak GIF di layanan Google. Selain itu, sekarang Google Images akan bertambah fungsinya dari sekadar mencari informasi foto menjadi daerah untuk mengekspresikan diri.

"Saat kami pertama menjalankan Google Images, kami berfokus untuk membuatnya gampang mencari foto dan gambar di seluruh web. Namun seiring evolusi web dan perangkat mobile mengubah cara orang mencari, cara orang memakai Google Images pun berubah," tulis Edwards dalam postingan tersebut.

Sempat bikin WhatsApp terancam diblokir

Beberapa waktu yang lalu, platform Tenor ini sempat bikin heboh di Indonesia sebab platform ini menyimpan sejumlah konten pornografi dan melanggar hukum di Indonesia. Akibatnya, layanan WhatsApp sempat terancam diblokir gara-gara platform Tenor ini, sebab WhatsApp memakai Tenor sebagai salah satu penyedia konten GIF di jejaringnya.


Tenor pun kemudian sempat diblokir oleh Kominfo sebab tak kunjung menanggapi undangan Kominfo untuk melaksanakan penyensoran konten pornografi di layanannya. Untungnya Tenor karenanya mengirimkan surat ke Kominfo untuk menjawab undangan tersebut.

Isi surat itu menyebutkan, Tenor tengah menyiapkan tim teknis pencarian konten menyerupai yang diinginkan oleh pemerintah Indonesia.

"Pihak Tenor sudah menjawab notifikasi kami. Mereka juga sudah menyiapkan teknis searching konten, sehingga yang diinginkan Kominfo dapat dijalankan, dan konten-konten yang dihentikan pemerintah Indonesia tidak dapat lagi diakses di sini," ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza.



Sumber detik.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...