Showing posts with label SMA. Show all posts
Showing posts with label SMA. Show all posts

Thursday, November 22, 2018

Pendidikan Kewarganegaraan : Esensi Dan Urgensi Identitas Nasional

Pendidikan Kewarganegaraan : Esensi dan Urgensi Identitas Nasional



Menelusuri Konsep dan Urgensi Identitas Nasional


Identitas / identity

Ciri-ciri, keadaan khusus seseorang, jati diri


Nasional / national

Bersifat kebangsaaan


Identitas nasional (dalam konteks PKN)

Jati diri, ciri-ciri, atau karakteristik, perasaan atau dogma perihal kebangsaan yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain




“Benarkah identitas nasional itu menjadi salah satu determinan
dalam pembangunan bangsa dan karakter?”


Ada dua jenis identitas, yakni identitas primer dan sekunder (Tilaar, 2007; Winarno, 2013).

  • Identitas primer dinamakan juga identitas etnis yakni identitas yang mengawali terjadinya identitas sekunder
  • Identitas sekunder ialah identitas yang dibuat atau direkonstruksi menurut hasil komitmen bersama.


Mentalitas Orang Indonesia (Prof.DR.Koentjoroningrat)

Prof. DR. Koentjoroningrat


Mentalitas Orang Indonesia setelah jaman penjahan Hindia Belanda

  1. Sifat mentalitas yang meremehkan mutu 
  2. Sifat mentalitas yang suka menerabas 
  3. Sifat mentalitas tak percaya diri sendiri 
  4. Sifat mentalitas tak berdisiplin murni 
  5. Sifat mentalitas yang suka mengabaikan tanggungjawab yang kokoh 


Karakter Orang Indonesia (Mochtar Loebis -1977)



  1. Hipokrit 
  2. Tidak bertanggungjawab 
  3. Bermental feodal 
  4. Percaya takhayul 
  5. Boros dan maunya instan 
  6. Malas 
  7. Suka menggerutu 
  8. Watak lemah (daya juang lemah) 
  9. Cepat marah&dengki 
  10. Sok tahu & sombong 
  11. Tikung tiru (plagiat) 






Agen Perubahan


Agen perubahan ialah seorang individu atau kelompok yang mempengaruhi orang lain atau organisasi dalam mengambil keputusan penemuan semoga sesuai dengan yang diperlukan oleh biro perubahan itu sendiri.



Peran Agen Perubahan


  • Membangun kesadaran bahwa mereka memerlukan perubahan (To develo
  • Membangun kesadaran bahwa mereka memerlukan perubahan (To develop a need for change).
  • Melakukan identifikasi dilema (To diagnose problems)change).
  • Mendorong niat untuk berubah (To create an intent in the client to change).
  • Mentransformasikan sekedar niat menjadi tindakan aktual (To translate an intent to action).
  • Merawat adopsi mencegah abolisi adopsi (To stabilize adoption and prevent discontinuance).
  • Pencapaian Hubungan Agen Perubahan dan Komunitas Target Perubahan (To achieve a terminal relationship).

Kunci Keberhasilan Agen Perubahan


  • Etos Kerja Agen Perubahan (Change Agent Effort)
  • Orientasi Komunitas Sosial Target Perubahan (Client Orientation)
  • Kompatibelitas Inovasi Dengan Kebutuhan Komunitas Sosial Target Inovasi / Kebijakan Publik (Compatibility with Client’s Needs)
  • Rasa Empathy (Change Agent Empathy)


Pengertian Berpikir Kritis

Berpikir kritis adalah proses disiplin intelektual yang secara aktif dan terampil mengkonseptualisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan / atau mengevaluasi info yang dikumpulkan dari, atau dihasilkan oleh, observasi, pengalaman, refleksi, penalaran, atau komunikasi, sebagai panduan untuk dogma dan tindakan. 

Dalam bentuk yang patut dicontoh, ia didasarkan pada nilai-nilai intelektual universal yang melampaui pembagian materi: kejelasan, akurasi, presisi, konsistensi, relevansi, bukti yang kuat, alasan-alasan yang baik, mendalam, luas, dan setara. 

(A statement by Michael Scriven & Richard Paul, presented at the 8th Annual International Conference on Critical Thinking and Education Reform, Summer 1987)








Sumber http://wikiwoh.blogspot.com

Pendidikan Kewarganegaraan : Urgensi Integrasi Nasional

Pendidikan Kewarganegaraan : Urgensi Integrasi Nasional



Menelusuri Konsep dan Urgensi Integrasi Nasional


Makna Integrasi Nasional


Kurana (2010) menyatakan integrasi nasional yakni kesadaran identitas bersama di antara warga negara. Ini berarti bahwa meskipun kita mempunyai kasta yang berbeda, agama dan daerah, dan berbicara bahasa yang berbeda, kita mengakui kenyataan bahwa kita semua yakni satu.

Jenis integrasi ini sangat penting dalam membangun suatu bangsa yang berpengaruh dan makmur.




Jenis Integrasi


Tentang pengertian integrasi ini, Myron Weiner dalam Ramlan Surbakti (2010) lebih cocok memakai istilah integrasi politik daripada integrasi nasional. 

Menurutnya integrasi politik yakni penyatuan masyarakat dengan sistem politik. Integrasi politik dibagi menjadi lima jenis, yakni : 

  • Integrasi bangsa
    • Integrasi bangsa menunjuk pada proses penyatuan banyak sekali kelompok budaya dan sosial dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu pembentukan identitasnasional 

  • Integrasi wilayah 
    • menunjuk pada duduk kasus pembentukan wewenang kekuasaan nasional sentra di atas unit-unit sosial yang lebih kecil yang beranggotakan kelompok kelompok sosial budaya masyarakat tertentu 

  • Integrasi elit massa 
    • menunjuk pada duduk kasus penghubungan antara pemerintah yang diperintah. Mendekatkan perbedaan-perbedaan mengenai aspirasi dan nilai pada kelompok elit dan massa.

  • Integrasi nilai 
    • menunjuk pada adanya konsensus terhadap nilai yang minimum yang dibutuhkan dalam memelihara tertib sosial 

  • Integrasi tingkah laris (perilaku integratif)
    • menunjuk pada penciptaan tingkah laris yang terintegrasi dan yang diterima demi mencapai tujuan bersama.


Menurut Suroyo (2002), integrasi nasional mencerminkan proses persatuan orang-orang dari banyak sekali wilayah yang berbeda, atau mempunyai banyak sekali perbedaan baik etnisitas, sosial budaya, atau latar belakang ekonomi, menjadi satu bangsa (nation) terutama alasannya yakni pengalaman sejarah dan politik yang relatif sama.

Integrasi nasional mencakup : 
  1. Integrasi politik, 
  2. Integrasi ekonomi, 
  3. Integrasi sosial budaya.



Disintegrasi




Disintegrasi bangsa yakni memudarnya kesatupaduan antar golongan, dan kelompok yang ada dalam suatu bangsa yang bersangkutan. Gejala disintegrasi merupakan hal yang sanggup terjadi di masyarakat. Masyarakat suatu bangsa pastilah menginginkan terwujudnya integrasi. 

Namun, dalam kenyataannya yang terjadi justru tanda-tanda disintegrasi. Disintegrasi mempunyai banyak ragam, misalkan kontradiksi fisik, perkelahian, tawuran, kerusuhan, revolusi, bahkan perang.

Menurut Suroyo (2002), ternyata sejarah menjelaskan bangsa kita sudah mengalami pembangunan integrasi sebelum bernegara Indonesia yang merdeka. Menurutnya, ada tiga model integrasi dalam sejarah perkembangan integrasi di Indonesia, yakni 
  1. model integrasi imperium Majapahit, 
  2. model integrasi kolonial
  3. model integrasi nasional Indonesia.


Dalam sejarahnya, penumbuhan kesadaran berbangsa tersebut dilalui dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 
  1. Masa Perintis 
  2. Masa Penegas 
  3. Masa Percobaan 
  4. Masa Pendobrak

Howard Wriggins dalam Muhaimin & Collin MaxAndrews (1995) menyebut ada lima pendekatan atau cara bagaimana para pemimpin politik menyebarkan integrasi bangsa. 

Kelima pendekatan yang selanjutnya kita sebut sebagai faktor yang memilih tingkat integrasi suatu negara yakni :
  • Adanya bahaya dari luar
  • Gaya politik kepemimpinan
  • Kekuatan lembaga–lembaga politik
  • Ideologi Nasional
  • Kesempatan pembangunan ekonomi

Dinamika Integrasi Nasional di Indonesia


Dinamika itu sanggup kita contohkan peristiswa integrasi berdasar 5 (lima) jenis integrasi sebagai berikut: 

  • Integrasi bangsa 
  • Integrasi wilayah 
  • Integrasi nilai 
  • Integrasi elit-massa 
  • Integrasi tingkah laris (perilaku integratif).


Tantangan dalam membangun integrasi


  • Integrasi Vertikal (antara elit-massa)yang banyak tidak sepaham 
  • Integrasi Horizontal yang terjadi di kalangan masyarakat sendiri akhir adanya kesenjangan sosial, isu2 primordial, dan kurangnya pendidikan bagi masyarakat itu sendiri sehingga gampang diadu domba oleh isu2 palsu (berita hoax)


Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Integrasi Nasional


Apapun kondisinya, integrasi masyarakat merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk membangun kejayaan bangsa dan negara sehingga perlu senantiasa diupayakan. 

Kegagalan dalam mewujudkan integrasi masyarakat berarti kegagalan untuk membangun kejayaan nasional, bahkan sanggup mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara yang bersangkutan.



Sumber http://wikiwoh.blogspot.com

Saturday, November 17, 2018

Pengantar Informatika : Analisis Masalah Perintah Kondisional ( Conditional If ) Dan Pola Soal

Pengantar Informatika : Analisis Kasus Perintah Kondisional ( Conditional IF ) dan Contoh Soal



Contoh Kasus Pada Mengupas Kentang


  • Ibu di dapur sedang mengupas kentang.
  • Berdasarkan pengamatan, ada hari-hari di mana ibu menggunakan celemek saat mengupas kentang, tapi ada hari-hari lain yang tidak
    • Setelah diamati, ternyata bila ibu sedang menggunakan baju berwarna cerah, maka ibu menggunakan celemek ➔ takut bajunya terlihat kotor
    • Jika tidak (memakai baju berwarna gelap), maka ibu tidak menggunakan celemek.



Contoh Kasus Pada Membuat Nasi




Cek bilangan terbesar


  • Diketahui 2 (dua) buah bilangan integer, contohnya A dan B, tentukan manakah yang lebih besar di antaranya keduanya
  • Kondisi yang dipakai untuk investigasi ? 
    • Apakah A lebih besar dari B ? 
  • Kasus : 
    • Jika A lebih besar dari B, maka kesannya yakni A 
    • Jika tidak, maka kesannya B 
  • Alternatif lain untuk kondisi dan kasus? 

Cek Jenis Bilangan 

  • Diberikan sebuah bilangan bulat, contohnya A, nyatakan apakah bilangan tersebut yakni bilangan positif, negatif, atau nol
  • Kondisi : Apakah A > 0 ?
  • Kasus :
    • Jika ya, maka: A yakni positif
    • Jika tidak, maka: kondisi: Apakah A = 0 ?
      • Jika ya, maka A yakni nol
      • Jika tidak, maka A yakni negatif



Perintah Kondisional


  • Sering disebut percabangan
    • Dari satu langkah ada pilihan (percabangan) ke beberapa alternatif langkah 
  • Terdiri atas: 
    • Kondisi: mulut yang menghasilkan nilai True atau False 
    • Aksi: perintah yang dilaksanakan bila kondisi yang berpasangan dengan agresi terpenuhi 

Bagan Alir (Flowchart )



Bagan Alir sanggup dipakai untuk memodelkan langkah solusi (penyelesaian masalah)

Contoh


  • Buatlah Bagan Alir untuk memodelkan langkah penyelesaian masalah 
  • Untuk setiap input data bilangan integer, memutuskan apakah jenis data ? bilangan positif atau bilangan bukan positif? 


Jawab
  • Menerima masukan sebuah integer A
  • Memeriksa apakah A positif atau bukan
  • Menampilkan pesan sesuai jenis bilangan integer A

Jenis Perintah Kondisional



  • Satu kasus
  • Dua masalah komplementer
  • Banyak kasus
  • Banyak masalah dengan Switch

Satu Kasus



if ( ekspresi-logik/kondisi ) then ( rangkaian-perintah/aksi ) 
endif


  • Kondisi benar → agresi dilakukan
  • Kondisi tidak benar → tidak ada agresi (tidak ada yang terjadi)
Berikut Diagram Alir Satu Kasus



Contoh Kasus Satu Kasus




Dua Kasus


if ( ekspresi-logik/kondisi ) then rangkaian-perintah-1/aksi-1
else { not kondisi }rangkaian-perintah-2/aksi-2
endif

Berikut Diagram Alir Dua Kasus



Dua Kasus: Contoh



Dua Kasus : Latihan

Buatlah Algoritma untuk menghitung Turunan di bawah ini mengunakan Dua Kasus !





Banyak Kasus (IF Bersarang)




Banyak Kasus : Contoh 1


Banyak Kasus : Contoh 2





Operator Logika




Analisis Kasus sebagai sarana validasi


  • Digunakan untuk memvalidasi masukan aktivitas sehingga masukan yang salah tidak diproses
  • aksi hanya dilakukan bila kondisi-benar terpenuhi, bila tidak maka diberikan pesan-kesalahan.


Contoh banyak masalah & validasi

Buatlah aktivitas yang dipakai untuk menuliskan ke layar nama-nama bulan Januari, Februari, Maret, dan April. Input berupa nomor bulan, antara 1-4 !

Program memvalidasi terlebih dahulu apakah input sudah benar atau belum, yaitu apakah nomor bulan sudah sempurna antara 1-4. Jika tidak tepat, maka dikeluarkan pesan kesalahan yaitu “Masukan nomor bulan 1-4”.


Latihan 1

Buatlah aktivitas yang mendapatkan masukan 2 buah integer dan menghasilkan manakah dari kedua integer tersebut yang paling besar.

Misal integernya yakni Bil1 dan Bil2 : 

  • Bil1 >= Bil2 maka Bil1 bilangan terbesar 
  • Bil1 < Bil2 maka Bil2 bilangan terbesar

JAWAB



Latihan 2

Buatlah sebuah aktivitas yang mendapatkan suhu air (dalam derajat celcius) dan menuliskan wujud air ke layar sebagai berikut :


  • Jika suhu air <= 0 derajat, maka tuliskan “beku”
  • Jika suhu air > 0 dan suhu air < 100, maka tuliskan “cair”
  • Jika suhu air >= 100, maka tuliskan “uap”
JAWAB



Latihan 3

Buatlah aktivitas yang mendapatkan 3 nilai sebuah matakuliah yaitu : nilai UTS, nilai UAS dan nilai ART. Tampilkan Angka Akhir (AA) yang diperoleh dari rumus :

AA = (30*UTS+50*UAS+20*ART)/100 

Ketiga masukan nilai harus antara 0-100. Jika salah satu masukan nilai bernilai negatif, maka diberikan pesan kesalahan “Nilai harus 0-100”.




Variabel dan Konstanta

Kembangkan soal-3 dengan menggunakan parameter konstanta untuk 
bobot UTS (30); bobot UAS (50); dan bobot ART(20)


Solusi Latihan 3 menggunakan operator OR

BUTS, BUAS, BART : integer
BUTS = 30; BUAS = 50; BART = 20

BEGIN

INPUT (UTS); INPUT (UAS); INPUT (ART)

IF ((UTS<0) OR (UTS>100) OR (UAS<0) OR (UAS>100) OR
(ART<0) OR (ART>100)) THEN

OUTPUT (“Nilai harus 0-100 !!!”) 

ELSE

AA = (BUTS*UTS+BUAS*UAS+BART*ART)/100.0 OUTPUT (AA)

ENDIF

END


Solusi Latihan 3 menggunakan operator AND



Latihan 4 Banyak kasus

Lanjutkan soal-3 menjadi soal-4 untuk menghitung hasil Nilai Akhir (NA) sehabis Angka Akhir (AA) diperoleh sesuai hukum pada tabel.



Sumber http://wikiwoh.blogspot.com

Friday, November 16, 2018

Matematika Dasar : Turunan, Turunan Sepihak, Turunan Trigonometri, Turunan Implisit, Dan Pola Soal

Matematika Dasar : Turunan, Turunan Sepihak, Turunan Trigonometri, Turunan Implisit, dan Contoh Soal



Turunan di Satu Titik



Arti Geometri turunan fungsi di satu titik. f′(a) yaitu gradien garis singgung pada kurva y=f(x) di titik x=a

Definisi :


Contoh I

Misalkan f(x)=x^2-2x. Dengan memakai hukum turunan fungsi di satu titik, tentukan f′(1)!

Solusi :


Turunan Sepihak


Misalkan f(x) terdefinisi pada (c,a]. Turunan kiri f di a yaitu :




Misalkan f(x) terdefinisi pada [a,b). Turunan kanan f di a yaitu :



Teorema Turunan Sepihak

1. f′ (a)=L ↔ f_′ (a)=L=f+′ (a)

2. Jika f′(a) ada maka f kontinu di a

3. Jika f-′ (a) ≠ f+′ (a), maka f′(a) tidak ada. Dengan kata lain, fungsi f tidak terdiferensialkan di x=a


Contoh II

1. Diketahui 


Tentukan : 

  • f′(1) 
  • f′(-2) 
  • f′(0) 

2. Diketahui f(x)=|x|. Apakah f′(0) ada?



Solusi untuk Contoh II no 1

Nilai f′(1) adalah: 



Nilai f′ (-2) adalah:



Nilai f′(0) yaitu : 



Karena f-′ (0) = f+′ (0), maka f′ (0)=-2



Aturan Mencari Turunan

Aturan untuk fungsi-fungsi khusus :




Simbol turunan

Jika y = f(x), maka y′ = f′(x) = dy/dx


Latihan 1

Carilah turunan fungsi berikut ini :




Turunan Trigonometri

Beberapa turunan trigonometri :



Latihan 2


Tentukan turunan fungsi-fungsi berikut :




Turunan ke-n

Dari definisi



dapat diperluas menjadi



atau



dan seterusnya

Latihan 3

1. Tentukan f′′(x) dari fungsi f(x)=x^4+x^3-2 !
2. Tentukan f′′′(x) dari fungsi f(x)=cos⁡(x^2+2) !



Pendiferensialan Implisit ( Turunan Implisit )


Perhatikan fungsi berikut ini :

x^2 y+3y^2+x^2=0 

Untuk fungsi tersebut :
  • Turunannya tidak pribadi sanggup dicari 
  • Gunakan turunan implisit 
Turunan fungsi terhadap x ditambah turunan fungsi terhadap y (saat fungsi diturunkan terhadap y, kali turunannya dengan y′)


Contoh

1. Tentukan y′ dari 2x^2 y+y=0!

Solusi :


2.
Tentukan y′ dari x^2+5y^2=x+9!

Solusi :



Latihan 4


Tentukan y′ dari :

































































































Sumber http://wikiwoh.blogspot.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...