Showing posts with label Silogisme. Show all posts
Showing posts with label Silogisme. Show all posts

Monday, November 12, 2018

Pengantar Kebijaksanaan : Latihan Obversi, Konversi, Probabilitas, Dan Silogisme

Pengantar Logika : Latihan Obversi, Konversi, Probabilitas, dan Silogisme




A. PIlihlah Jawaban yang Tepat!

1. Obversi dari konversi proposisi: “Tidak ada pegawai swasta yakni koruptor” yakni ...

a. Semua pegawai swasta yakni bukan-koruptor
b. Semua koruptor bukan pegawai swasta
c. Semua pegawai swasta yakni koruptor
d. Semua koruptor yakni non-pegawai swasta
e. Semua koruptor yakni pegawai swasta

2. Konversi dari pertentangan proposisi: “Hampir semua calon mahasiswa lulus pada ujian saringan masuk” yakni …

a. Beberapa calon mahasiswa lulus pada ujian saringan masuk.
b. Semua calon mahasiswa tidak lulus USM.
c. Semua yang lulus USM bukanlah calon mahasiswa.
d. Semua yang tidak lulus USM yakni calon mahasiswa
e. Semua yang tidak lulus USM bukanlah calon mahasiswa.

3. Semua mahasiswa harus lulus mata kuliah wajib alasannya yakni semua mahasiswa harus lulus Mata Kuliah Umum, sedangkan Mata Kuliah Umum itu yakni mata kuliah wajib. Pertanyaan yang benar perihal silogisme tersebut yakni ...

a. Silogisme tersebut yakni valid.
b. Silogisme tersebut yakni invalid alasannya yakni aksioma ke-1
c. Semua term Tengahnya tidak distribusi.
d. Tidak ada kesimpulannya.
e. Bukan merupakan silogisme alasannya yakni mempunyai 4 term

4. Karena semua perempuan yang menarik tidaklah manis dan beberapa perempuan yakni yang menarik, maka beberapa perempuan tidaklah cantik. Bentuk, susunan dan corak silogismenya yakni ...

a. Bentuk I, MP-SM-SP, AII
b. Bentuk II, PM-SM-SP, AII
c. Bentuk III, MP-MS-SP, AIO
d. Bentuk IV, PM-MS-SP, AIO
e. Bentuk I, MP-SM-SP, EIO

5. Dalam sebuah silogisme, kalau bentuk tradisional premis mayornya yakni A dan premis minornya partikular-negasi, maka pernyataan yang sempurna untuk silogisme tersebut tersebut yakni …

a. Kesimpulan berbentuk partikular-negasi.
b. Silogisme invalid alasannya yakni pelanggaran dalil ke-2
c. Silogisme invalid alasannya yakni pelanggaran dalil ke-1
d. Silogisme invalid alasannya yakni pelanggaran aksioma ke-1.
e. Silogisme invalid alasannya yakni pelanggaran aksioma ke-2.

6. Sebuah corak silogisme: Semua penjahat bukanlah makhluk yang tak bermoral. Beberapa insan yakni makhluk yang tak bermoral. Dengan demikian, beberapa insan bukan penjahat. Pernyataan benarnya yakni …

a. Invalid; melanggar aksioma 1
b. Invalid; melanggar aksioma 2
c. Invalid; melanggar aksioma 3
d. Invalid; melanggar dalil 1
e. Valid.

7. Jika ada susunan silogisme bentuk I, premis mayornya yakni universal affirmatif, kesimpulan universal negatif. Pernyataan yang benar yakni …

a. Premis minornya yakni universal-negasi
b. Premis minornya yakni universal-affirmasi
c. Premis minornya yakni partikular-negasi
d. Premis minornya yakni partikular-affirmasi
e. Tidak bisa dibuat silogisme valid.

8. Dalam susunan silogisme bentuk MP-SM-SP, premis minornya yakni I (beberapa … adalah…) dan kesimpulannya O (beberapa … bukan …). Yang benar?

a. Premis mayornya: Universal-negasi
b. Premis mayornya: Universal-affirmasi
c. Premis mayornya: Partikular-negasi
d. Premis mayornya: Partikular-affirmasi
e. Tidak terbentuk silogisme valid

9. Jika sebuah susunan silogisme bentuk II berikut: Premis mayornya yakni universal negatif dan premis minornya yakni A maka kesimpulannya adalah…

a. Universal-negasi
b. Universal-affirmasi
c. Partikular-negasi
d. Partikular-affirmasi
e. Tidak terbentuk silogisme valid

10. Semua orang yang tidak pernah dicintai yakni orang yang sulit mengasihi Maka, beberapa orang yang kesepian itu sulit mencintai. Dalam entymeme ini, ada premis yang hilang, yaitu: …

a. Semua orang yang tidak pernah dicintai yakni orang yang kesepian.
b. Semua orang yang tidak kesepian itu yakni yang tidak pernah dicintai.
c. Semua orang yang sulit mengasihi itu orang yang tidak pernah dicintai.
d. Bebrapa orang yang kesepian itu bukanlah orang yang pernah dicintai.
e. Semua orang yang kesepian itu bukanlah orang yang kesepian.

11. Semua musuh yakni orang yang tidak kita cintai, tetapi semua sobat sejati yakni orang yang kita cintai. Maka, semua musuh bukanlah sobat sejati. Kesalahan dari silogisme ini yakni …

a. Kesalahan term tengah
b. Kesalahan term mayor
c. Kesalahan term minor
d. Kesalahan penarikan kesimpulan
e. Tidak ada yang salah

12. Semua minuman beralkohol itu dihentikan diminum alasannya yakni memabukkan, dan segala sesuatu yang memabukkan disukai oleh pemabuk. Maka semua minuman beralkohol itu disukai oleh pemabuk. Penilaian silogisme tersebut yakni …

a. Valid.
b. Invalid alasannya yakni empat term.
c. Invalid alasannya yakni term subyek
d. Invalid alasannya yakni term predikat
e. Invalid alasannya yakni kualitas premis minor



B. Melengkapi Enthyimema

13. Beberapa orang ternama tidak mempunyai jiwa pemimpin, sehingga beberapa orang ternama bukan sutradara.

14. Semua komponis sanggup membaca not balok. Dengan demikian, Mozart sanggup membaca not balok.

15. Beberapa alat musik tidak dimainkan dengan cara dipetik dan Semua alat musik mengeluarkan bunyi.

16. Beberapa yang mempunyai pengalaman mengajar bukan calon dosen. Kita sanggup menyimpulkan bahwa beberapa pendidik bukan calon dosen.



C. Analisis Validitas

17. Semua anutan agama yang benar tidak menghendaki tindak kekerasan terhadap siapapun dan semua yang menghendaki tindak kekerasan terhadap siapapun yakni terorisme. Jadi, semua anutan agama yang benar yakni terorisme.

18. Banyak bawah umur menggunakan kacamata. Semua yang matanya minus menggunakan kacamata. Jadi, Banyak yang matanya minus yakni anak-anak.

19. Semua mahasiswa tidak mau gagal dalam hidup. Beberapa yang gagal dalam hidup kurang mempunyai motivasi yang kuat. Jadi, beberapa yg kurang mempunyai motivasi bukan mahasiswa.

20. Semua mahasiswa berprestasi yakni mahasiswa aktif. Semua mahasiswa aktif yakni calon ketua himpunan kegiatan studi. Jadi, beberapa calon ketua himpunan kegiatan studi yakni mahasiswa berprestasi.

D. KAUSALITAS



Kejuaraan Dunia Formula 1

Dalam suatu kejuaraan dunia Formula 1, terjadi kecelakaan yang parah. Sebuah kendaraan beroda empat balap yang melaju dengan kecepatan tinggi kehilangan kendali dan menabrak dinding pembatas jawaban bannya pecah. Kejadian tersebut diawali oleh pertengkaran antara sang pembalap dan tim mekanik. Pertengkaran itu menyebabkan suasana hati tim mekanik menjadi jengkel sehingga malas mengecek secara teliti kondisi kendaraan beroda empat tersebut, padahal tekanan angin ban depan kiri kendaraan beroda empat tersebut kurang. Saat balapan, kurangnya tekanan udara menghasilkan kelenturan yang berlebih dari bidang ban dengan permukaan jalan. Akibatnya, suhu udara dalam ban meningkat. Ban tersebut pecah alasannya yakni suhu udara dalam ban yang makin tinggi menciptakan tekanan udara dalam meningkat sampai melampaui batas maksimum kemampuan ban.

a) Sebutkan apa saja yang menjadi KONDISI YANG PERLU dari kisah di atas untuk menciptakan ban tersebut pecah?

b) Sebutkan apa saja yang menjadi KONDISI YANG CUKUP dari kisah di atas untuk menciptakan ban tersebut pecah?


F. METODE MILL



Diterima di Perguruan Tinggi XYZ

Amir, Budi, Ani dan Siti sudah tamat pendidikan menengah atas dan sama-sama ingin melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi XYZ. Amir berasal dari sekolah negeri, berasal dari Jawa Timur, mengikuti bimbingan berguru sebelum tes, memperlihatkan tunjangan dibawah 20 juta, mendapat skor 100 untuk Matematika. Ternyata, Amir diterima di Perguruan Tinggi XYZ. Budi berasal dari sekolah swasta, berasal dari Jawa Tengah, mengikuti bimbingan berguru sebelum tes, memperlihatkan tunjangan diatas 20 juta, mendapat skor 100 untuk Matematika. Ternyata, Budi diterima di Perguruan Tinggi XYZ. Ani berasal dari sekolah swasta, berasal dari Jawa Barat, mengikuti bimbingan berguru sebelum tes, memperlihatkan tunjangan dibawah 20 juta, mendapat skor 100 untuk Matematika. Ternyata, Ani diterima di Perguruan Tinggi XYZ. Siti berasal dari sekolah negeri, berasal dari Jawa Tengah, mengikuti bimbingan berguru sebelum tes, memperlihatkan tunjangan diatas 20 juta, mendapat skor 100 untuk Matematika. Ternyata, Siti diterima di Perguruan Tinggi XYZ.

Pertanyaan:

a. Buatlah tabel Metode Mill
b. Faktor apa saja yang mempengaruhi mereka diterima di Perguruan Tinggi XYZ ?
c. Metode Mill apakah yang dipakai ?


Sumber http://wikiwoh.blogspot.com

Sunday, November 11, 2018

Pengantar Nalar : Kecerdikan Budi Dan Silogisme

Pengantar Logika : Penalaran dan Silogisme



PENALARAN 

  1. KEGIATAN AKAL BUDI TINGKAT III 
  2. AKAL BUDI MELIHAT DAN MEMAHAMI SEBUAH ATAU SEJUMLAH PROPOSISI, 
  3. MENGGABUNGKAN PROPOSISI TERSEBUT 
  4. MEMUNCULKAN PROPOSISI BARU (KESIMPULAN)

BAGIAN-BAGIAN SILOGISME



INFERENSI


INFERENSI/PENALARAN TERDIRI DARI DUA TAHAP

  1. Tahap pemahaman sebuah proposisi dan korelasi di antara proposisi tsb.
  2. Tindakan kebijaksanaan sehat memunculkan sebuah proposisi tertentu, yaitu: KESIMPULAN

Inferensi adalah tindakan kebijaksanaan sehat berupa tindakan memunculkan sebuah proposisi yang dinamakan kesimpulan dari atau menurut proposisi antesenden (premis)


PEMBEDAAN INFERENSI BERDASARKAN JUMLAH PREMISNYA



INFERENSI LANGSUNG (IMMEDIATE INFERENCE)

  1. Kesimpulan ditarik eksklusif dari satu premis
  2. Pola : P1 -> KESIMPULAN

INFERENSI TAK LANGSUNG (MEDIATE INFERENCE)

  1.  KESIMPULAN ditarik dari minimal dua atau lebih premis
  2. Pola : P1 -> P2 ->… -> KESIMPULAN


KONVERSI

  1. Memindahkan Predikat proposisi premis menjadi Subjek prop Kesimpulan
  2. Mimindahkan Subjek Prop premis menjadi Predikat prop Kesimpulan
  3. Ketentuannya: 
    1. E & I tidak berubah (dikonversi penuh tanpa mengubah arti)
    2. A berubah dari Universal ke Partikular/Konversi dengan pembatasan “
    3. O tidak sanggup dikonversi
  4. MAKNA PROP PREMIS DAN KESIMPULAN = SAMA/EKUIVALEN/ ”=“

POLA KONVERSI



BAGAN & CONTOH



OBVERSI

Penarikan kesimpulan eksklusif yang dilakukan dengan cara:
  1. Menegasi predikat proposisi premis
  2. Predikat kesimpulan ialah negasi predikat Prop pemis
  3. Dengan demikian, kopula berubah: Affirmatif menjadi Negatif (sebaliknya)
  4. Quatifier proposisi tetap/tidak berubah
  5. Berlaku untuk AEIO

POLA



BAGAN & CONTOH



SILOGISME



PIRAMIDA HUKUM SILOGISME


SILOGISME MENGIKUTI PIRAMIDA TERSEBUT. ARTINYA, VALID TIDAKNYA SILOGISME DIKOREKSI DARI:

  • ATURAN DASAR
  • AKSIOMA
  • DALIL
  • ATURAN KHUSUS

PENGERTIAN SILOGISME

Inferensi tak eksklusif ialah SILOGISME
  1. MENARIK KESIMPULAN BERDASARKAN DUA PREMIS SAJA
  2. Silogisme tersusun atas 3 buah proposisi/premis
  3. Contoh:
    1. Rudi ialah manusia
    2. Semua Manusia membutuhkan air
    3. Jadi, Rudi membutuhkan air.

BAGIAN-BAGIAN SILOGISME



CONTOH 1

PERHATIKAN CONTOH BERIKUT :



APA YANG BISA DISIMPULKAN ? 

  1. Ada term yang menjadi mediator sehingga premis 1 sanggup dihubungkan dengan premis 2 dan kesimpulan sanggup diambil. 
  2. Term mediator ini bersifat : 
    1. Mengiyakan ( Affirmatif ) P1 dan P2. 
    2. Memisahkan ( Negatif ) P1 dan P2.

CONTOH 2

PERHATIKAN CONTOH BERIKUT :

PREMIS I: Semua yang mandi kelihatan segar
PREMIS II: Rudi TIDAK mandi
KESIMPULAN: Jadi, Rudi TIDAK kelihatan segar

PERHATIKAN DIAGRAM VENN BERIKUT :



NB: Term Tengah (M) dalam pola dan diagram ialah ‘MENYANGKAL’ (Negasi). Artinya Menyangkal S (Rudi) dan P (kelihatan segar).

Contoh Silogisme



Term tengah (M) : term yang hanya muncul dalam premis-premis, satu di premis mayor, satu di premis minor (manusia) 
Term mayor (P) : predikat dari kesimpulan (bisa berbuat dosa) 
Term minor (S) : subyek dari kesimpulan (dosen) 
Premis mayor : premis yang memuat term mayor 
Premis minor : premis yang memuat term minor 
Kesimpulan : proposisi yang dimunculkan menurut premis-premis dan yang memuat term minor dan term mayor 


ATURAN DASAR SILOGISME

  1. Silogisme terdiri atas HANYA 3 premis/proposisi 
  2. Tiap proposisi dirumuskan dalam bentuk tradisional 
  3. Silogisme hanya memuat 3 TERM
Catatan : 
  1. Tiga prop merupakan syarat mutlak. 
  2. Dalam suatu Silogisme, sering hanya dimunculkan 2 premis (cth: kesimpulan dan minor). Silogisme ini mengandaikan 1 premis (Mayor) disembunyikan. Inilah Silogisme ENTHYMEME. 
  3. Tentang Bentuk Tradisional, Prop Singular dimasukkan dalam Prop Universal. 
  4. Perlu diwaspadai: istilah yang mempunyai arti ganda. Cth sanggup = racun & dapat. 

Catatan ATURAN DASAR 1


Contoh Silogisme ENTHYMEME. 

Semua filsuf ialah pemikir. 
Jadi, Sokrates ialah pemikir. 
(Premis minor yang dihilangkan: “Sokrates ialah filsuf”) 

Anton bersalah lantaran Anton mencuri mangga. 
(Premis mayor yang hilang: “Semua yang mencuri mangga bersalah”)

Bagaimana jikalau ?
Oleh lantaran semua yang ikut kuliah Logika mempunyai keberanian berpikir, maka semua yang ikut kuliah Logika bukan orang bodoh.


Premis Mayor, Premis Minor, Kesimpulan

Susunan tidak standar (susunan terbalik)


Indikator Kesimpulan :
  • ….Maka, …..
  • …Jadi, …..
  • …Oleh lantaran itu, …
  • …Dengan demikian…
  • ….. Sehingga ……
  • …Akibatnya, ….
  • …dapat menyimpulkan bahwa…
Indikator Premis : 
  • …sebab ….. 
  • …karena ….. 
  • …… dan ……. 
  • …tetapi…. 
  • ….sementara itu, ……
Catatan Aturan Dasar 2

  1. Bentuk tradisional Silogisme ialah A, E, I, O. 
  2. Proposisi Singgular menjadi Universal. 
  3. Indikasi Prop Singgular ialah segala nama (tempat, orang), benda tunggal (bulan, matahari), forum tunggal (DPR, MPR, Panitia), ‘ditunjuk tertentu’ (buku itu). 
  4. Semua kalimat harus dikembalikan ke bentuk tradisional. 
    1. Tidak ada S ialah P -> Semua S ialah bukan P 
    2. Tidak semua S ialah P -> Beberapa S ialah bukan P 

Contoh :

Tidak ada pemain sepak bola profesional bertindak curang. Dengan demikian, beberapa pemain sepak bola profesional bukan orang yang tidak-sportif


Catatan ATURAN DASAR 3

  1. Jebakan dari hukum dasar ke-3 ialah Ekuivokasi (Arti ganda). Contohnya Bisa (=dapat atau racun).
  2. Contoh silogisme melanggar hukum dasar 3:
    • Binatang itu ialah bebek.Bebek itu sedang bocor bannya. Jadi, Binatang itu sedang bocor bannya.
  3. 3.Hati-hati dengan posisi term tengah dalam kalimat.
    • Semua orang mempunyai sepeda.Sepeda itu baik. Jadi, semua orang baik
  4. 4.Perhatikan pola berikut:

Semua es krim bukan minuman.
Beberapa es krim diproses dari susu sapi.
Beberapa susu sapi bukan minuman.


AKSIOMA SILOGISME 

  1. MINIMAL satu term tengah HARUS didistribusi (Boleh kedua-duanya didistribusi = boleh kedua term tengah afirmatif tapi dihentikan keduanya negatif) 
  2. Term dlm kesimpulan DISTRIBUSI, harus distribusi juga dlm premisnya. (hanya berlaku pd kesimpulan yang didistribusi, Jika kesimpulannya tidak didistribusi silogismenya tetap valid!) 
  3. MINIMAL satu premis harus affirmatif (Boleh keduanya afirmatif tapi dihentikan keduanya negatif) 
  4. Jika salah satu premisnya negatif, kesimpulan harus negatif. 
  5. Jika kedua premis affirmatif, kesimpulan harus affirmatif.

Catatan-catatan:

  1. Untuk sanggup disebut Silogisme, sebuah ‘silogisme’ harus memenuhi tiga hukum dasar. 
  2. Untuk sanggup disebut Valid, sebuh Silogisme harus memenuhi hukum dasar dan Aksioma Silogisme.
Catatan 1 “TERM TENGAH” 

Bagaimana memilih dengan cepat term dalam silogisme di-distribusi atau tidak? 
  1. Term sebagai SUBJEK di-distribusi jikalau Quatifier-nya “semua, setiap” (UNIV) 
  2. Term sebagai PREDIKAT di-distribusi jikalau Kualitasnya NEGATIF (“tidak/bukan”) 
  3. Jadi, S & P didistribusi ialah E. Dan, S & P tidak distribusi ialah I. 
  4. Distribusi atau tidak untuk Term Tengah dilihat dari posisinya (S/P). 
  5. Ingat kembali pembahasan distribusi term!

Catatan 2“DISTRIBUSI KESIMPULAN” 

  1. Bagaimana jikalau term kesimpulan bersifat partikular (tidak distribusi)? 
  2. Bagaimana jikalau term premis bersifat universal? 

Untuk kedua pertanyaan, aksioma no. 2 tidak berlaku. Ingat Yang berlaku adalah: 

“Jika term kesimpulan DISTRIBUSI, maka term premis juga DISTRIBUSI.” 

Maka, jikalau tidak melanggar aksioma tersebut, silogisme itu VALID.

Contoh:

1. Semua mahasiswa baik , dan semua mahasiswa pemikir. Jadi, beberapa pemikir ialah baik. (VALID)

2. Semua insan ialah makhluk rasional, dan beberapa filsuf ialah manusia. Jadi, semua filsuf ialah makhluk rasional. (TIDAK VALID)

Catatan 3“MINIMAL satu premis affirmatif”

Contohnya SALAH:

Semua orang yang tidak makan tidak akan sehat, dan budi tidak makan. Maka, Budi tidak akan sehat. (TIDAK VALID)

Mengapa tidak valid? Karena semua premisnya negatif. Semua yang disangkal dan tidak ada yang diterima (di-IYA-kan), tidak sanggup ditarik kesimpulan apa-apa. Maka, diperlukan MINIMAL satu premis affirmatif semoga kesimpulan dpt ditarik.

Renungkanlah!

Apa jadinya jikalau Anda menolak segala yang tiba kepada Anda? Mungkin, Anda tidak akan mendapat apa-apa. Anehnya, jikalau Anda berani memberi dari kekurangan, Anda akan mendapat LEBIH dari yang Anda duga.



Catatan 4 “Jika salah satu premis negatif, kesimpulan negatif”

Polanya:

All P = M
All M ≠ S
All S ≠ P

Contohnya:

Makan itu sehat.
Semua yang sehat tidak sakit.
Kaprikornus Semua yang sakit tidak makan.

Renungkanlah!

Bilangan negatif X positif, kesannya negatif. Bil Positif X negatif, kesannya negatif.
Rupanya, sifat jelak atau tidak baik itu lebih gampang untuk ditiru atau dipelajari dari pada sifat baik. Kecenderungan ini alamiah. So?...

Catatan 5“Jika kedua premis affirmatif, kesimpulan HARUS affirmatif”


POLANYA :

All P = M
All M = S
All S = P

Contohnya:

Semua mahasiswa mencar ilmu giat.
Anton ialah mahasiswa.
Jadi, Anton mencar ilmu giat. (VALID)

Renungkanlah!

Anda sanggup membayangkan: betapa bahagianya seorang kekasih yang mendapat sambutan cinta dari pasangannya. Sungguh indah, bukan? Tapi, lebih indah lagi jikalau dengan setia dan sabar Anda menyayangi pasanganmu.



DALIL SILOGISME

  1. Sekurang-kurangnya satu premis harus universal (Boleh kedua-duanya universal, atau salah satu partikular, tapi dihentikan kedua-duanya partikular)
  2. Jika salah satu premisnya partikular, maka kesimpulannya juga partikular
  3. Jika premis mayornya partikular, maka premis minornya harus affirmatif.

VALIDITAS

  1. Yang dimaksud VALIDITAS SILOGISME ialah uji validitas untuk sebuah silogisme; apakah silogisme itu valid atau tidak.
  2. Caranya ialah dengan meneliti silogisme tersebut dengan Aturan Dasar, Aksioma, dan Dalil secara berurutan.
  3. Jika telah ditemukan adanya penyimpangan, maka simpangan pertamalah yang mengakibatkan silogisme tidak valid.
  4. Terakhir, terdapat hukum khusus tiap Bentuk/Corak Silogisme. Bahasan ini akan dijabarkan berikut ini.

Renungkanlah! 

Perlu direnungkan: Apakah yang benar dan valid itu baik? Apakah yang baik itu harus benar dan valid secara logis atau logika pikiran manusia? Sebab, Yang baik belum tentu benar-valid secara logis. Begitu pula sebaliknya, yang logis belum tentu baik dan bijak untuk dilaksanakan. Romo Mangun W berkata: right is right and wrong is wrong. Tapi kpd kaum miskin: right is right and wrong is right.

Dengan memperhatikan kedudukan term tengah (M), silogisme dibagi menjadi 4 bentuk/corak:


Corak Silogisme mengabaikan kesimpulan.

Renungkanlah!

Corak Silogisme ditentukan (mutlak) oleh posisi Term Tengah (M). Jika posisi atau kedudukan berbeda, maka Corak Silogisme pun berbeda. Pola yang sama terjadi dalam cara pandang kita. Jika memakai cara pandang berbeda dalam melihat masalah, kita akan menemukan corak atau citra berbeda dari problem itu. Bagaimana dengan cara pandang Anda? Selalu memakai filter negatif atau nyata ?



Aturan Khusus Corak Silogisme

BENTUK I


  1. Premis Minor harus affirmatif 
  2. Premis Mayor harus Universal


BENTUK II


1. Salah satu premis harus negatif
2. Premis Mayor harus Universal



BENTUK III


1. Premis minor harus affirmatif.
2. Kesimpulan harus partikular.



BENTUK IV



1.Bila premis mayor affirmatif, maka Premis minor harus universal.
2.Bila salah satu premisnya negatif, Premis mayor harus universal.
3.Bila premis minor afirmatif, kesimpulan harus partikular.









Sumber http://wikiwoh.blogspot.com

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...