Saturday, July 14, 2018

Samsung Siapkan Galaxy J6+ Dengan Snapdragon 450

Galaxy J6. Foto: SamsungGalaxy J6. Foto: Samsung

Jakarta - Samsung baru saja merilis Galaxy J6 pada Mei kemarin. Meski demikian, perusahaan asal Korea Selatan ini dikabarkan sudah menyiapkan Galaxy J6+.

Galaxy J6 sendiri diciptakan untuk menyasar kelas menengah ke bawah dan dirilis di beberapa pasar negara berkembang, salah satunya Indonesia. Di Indonesia, Galaxy J6 dirilis dengan harga awal Rp 3.299.000.

Nah, untuk Galaxy J6+, menyerupai dikutip detikINET dari Phone Arena, Sabtu (13/7/2018), akan menyasar beberapa pasar Eropa dengan negara-negara yang disebut CIS (Commonwealth of Independent States), termasuk di dalamnya ada Serbia.



Karena disertai aksesori lambang +, sudah niscaya kalau Galaxy J6+ mempunyai peningkatan dari versi Galaxy J6. Perbedaan utama yakni penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 450, di mana pada Galaxy J6 memakai chipset Exynos 7870.

Ponsel ini dibekalo juga dengan dual camera dan baterai berkapasitas besar yakni 4.000 mAh. Sayang, tidak diketahui berapa besaran RAM dan juga ROM. Untuk layarnya, masih berukuran sama, yakni 5,6 inch Super AMOLED dengan resolusi HD+.



Meski awalnya dirilis untuk Eropa, besar lengan berkuasa dugaan ponsel ini akan masuk juga ke beberapa negara lainnya. Apakah termasuk Indonesia? Tunggu saja tanggal mainnya.

Samsung Siapkan Galaxy J6+ Dengan Snapdragon 450

Galaxy J6. Foto: SamsungGalaxy J6. Foto: Samsung

Jakarta - Samsung baru saja merilis Galaxy J6 pada Mei kemarin. Meski demikian, perusahaan asal Korea Selatan ini dikabarkan sudah menyiapkan Galaxy J6+.

Galaxy J6 sendiri diciptakan untuk menyasar kelas menengah ke bawah dan dirilis di beberapa pasar negara berkembang, salah satunya Indonesia. Di Indonesia, Galaxy J6 dirilis dengan harga awal Rp 3.299.000.

Nah, untuk Galaxy J6+, ibarat dikutip detikINET dari Phone Arena, Sabtu (13/7/2018), akan menyasar beberapa pasar Eropa dengan negara-negara yang disebut CIS (Commonwealth of Independent States), termasuk di dalamnya ada Serbia.



Karena disertai komplemen lambang +, sudah niscaya kalau Galaxy J6+ mempunyai peningkatan dari versi Galaxy J6. Perbedaan utama yaitu penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 450, di mana pada Galaxy J6 memakai chipset Exynos 7870.

Ponsel ini dibekalo juga dengan dual camera dan baterai berkapasitas besar yakni 4.000 mAh. Sayang, tidak diketahui berapa besaran RAM dan juga ROM. Untuk layarnya, masih berukuran sama, yakni 5,6 inch Super AMOLED dengan resolusi HD+.



Meski awalnya dirilis untuk Eropa, berpengaruh dugaan ponsel ini akan masuk juga ke beberapa negara lainnya. Apakah termasuk Indonesia? Tunggu saja tanggal mainnya.

Thursday, July 12, 2018

Kerennya Konsep Ponsel Layar Lipat Galaxy X

Foto: Android AuthorityFoto: Android Authority

Jakarta - Setelah menghadirkan ponsel layar penuh, sejumlah vendor siap membesut perangkat layar lipat ke pasaran. Samsung menjadi salah satunya, mereka dikabarkan akan menyuguhkan Galaxy X.

Tapi sejauh ini belum ada informasi rinci perihal prosedur Galaxy X. Kendati begitu berdasarkan banyak sekali sumber, ponsel ini akan memanfaatkan layar OLED fleksibel semoga dikala dilipat tak rusak.



Untuk memahami desain dan pelipatan Galaxy X, laman Android Authority menciptakan konsep ponsel ini. Pembuatannya sendiri bersumber dari informasi paten dan bocoran sejumlah pihak. Berikut konsepnya:

Desain Shell


Samsung menciptakan Galaxy X sanggup dilipat dalam dua jenis sesuai dengan kebutuhan pengguna. Bisa dilipat ke depan, atau sanggup pula ke belakang.


Desain Dilipat


Konsep ini berdasar paten yang diajukan Samsung. Layar OLED fleksibel memungkinkan pengguna melipat telepon menjadi tiga bagian.


Desain Lipat


Ponsel ini hanya sanggup dilipat sekali, sekitar seperempat layar. Menyisakan layar kecil yang sanggup dipakai sebagai smartphone kecil dengan fitur lengkap.


Desain Lipat Sepertiga


Sama menyerupai konsep sebelumnya, bedanya area yang dilipat 1/3. Layar Galaxy X dilipat ke depan dan menciptakan layar menjadi lebih kecil untuk menampilkan aplikasi kamera.



Saat ini Samsung masih melaksanakan pengujian model layar OLED lipat di Korea Selatan guna menemukan solusi optimal untuk desain Galaxy X. Kabarnya di perhelatan CES 2019, Samsung akan memamerkan ponsel lipatnya itu.



Simak video Review Smartphone Samsung A6+

Kerennya Konsep Ponsel Layar Lipat Galaxy X

Foto: Android AuthorityFoto: Android Authority

Jakarta - Setelah menghadirkan ponsel layar penuh, sejumlah vendor siap membesut perangkat layar lipat ke pasaran. Samsung menjadi salah satunya, mereka dikabarkan akan menyuguhkan Galaxy X.

Tapi sejauh ini belum ada informasi rinci perihal prosedur Galaxy X. Kendati begitu berdasarkan banyak sekali sumber, ponsel ini akan memanfaatkan layar OLED fleksibel semoga dikala dilipat tak rusak.



Untuk memahami desain dan pelipatan Galaxy X, laman Android Authority menciptakan konsep ponsel ini. Pembuatannya sendiri bersumber dari informasi paten dan bocoran sejumlah pihak. Berikut konsepnya:

Desain Shell


Samsung menciptakan Galaxy X sanggup dilipat dalam dua jenis sesuai dengan kebutuhan pengguna. Bisa dilipat ke depan, atau sanggup pula ke belakang.


Desain Dilipat


Konsep ini berdasar paten yang diajukan Samsung. Layar OLED fleksibel memungkinkan pengguna melipat telepon menjadi tiga bagian.


Desain Lipat


Ponsel ini hanya sanggup dilipat sekali, sekitar seperempat layar. Menyisakan layar kecil yang sanggup dipakai sebagai smartphone kecil dengan fitur lengkap.


Desain Lipat Sepertiga


Sama menyerupai konsep sebelumnya, bedanya area yang dilipat 1/3. Layar Galaxy X dilipat ke depan dan menciptakan layar menjadi lebih kecil untuk menampilkan aplikasi kamera.



Saat ini Samsung masih melaksanakan pengujian model layar OLED lipat di Korea Selatan guna menemukan solusi optimal untuk desain Galaxy X. Kabarnya di perhelatan CES 2019, Samsung akan memamerkan ponsel lipatnya itu.



Simak video Review Smartphone Samsung A6+

Jadwal Samsung Developer Conference 2018 Terkuak

Ilustrasi. Foto: detikINET/Rachman HaryantoIlustrasi. Foto: detikINET/Rachman Haryanto

Jakarta - Seperti perusahaan teknologi lainnya, Samsung juga punya event Developer Conference sendiri. Untuk gelaran tahun ini, perusahaan teknologi asal Korea Selatan tersebut sudah memilih kawasan dan tanggal hajatannya digelar.

Menurut laporan, Samsung Developer Conference 2018 akan berlangsung di San Francisco, Amerika Serikat pada 7 dan 8 November. Seperti event konferensi developer pada umumnya, di program ini Samsung akan mengungkap software terbaru, berdiskusi wacana update proyek lama, dan mengumumkan software development kit untuk komunitas developer.


Event ini tentunya akan menjadi event yang ditunggu para developer, khususnya developer yang menciptakan aplikasi dan layananan untuk perangkat Samsung.

Acara tersebut, menyerupai dikutip detikINET dari GSM Arena, Kamis (12/7/2018), juga akan mendatangkan para inovator untuk berbicara seputar teknologi menyerupai IoT, cloud, enterprise, dan lainnya.

Meski jadwal sudah terungkap, pihak Samsung belum membuka pendaftaran untuk event ini. Samsung hanya menyampaikan bahwa mereka akan membuka pendaftaran dalam waktu dekat.



Ini tahun ketiga Samsung Developer Conference digelar. Di hajatannya tahun kemarin, Head of Mobile Communications Samsung DJ Koh berbicara terkait IoT dan semua perangkat terhubung yang pintar.

Salah satu update teknologi yang diungkap ialah versi terbaru kecerdasan buatannya, yakni Bixby 2.0.

Jadwal Samsung Developer Conference 2018 Terkuak

Ilustrasi. Foto: detikINET/Rachman HaryantoIlustrasi. Foto: detikINET/Rachman Haryanto

Jakarta - Seperti perusahaan teknologi lainnya, Samsung juga punya event Developer Conference sendiri. Untuk gelaran tahun ini, perusahaan teknologi asal Korea Selatan tersebut sudah memilih daerah dan tanggal hajatannya digelar.

Menurut laporan, Samsung Developer Conference 2018 akan berlangsung di San Francisco, Amerika Serikat pada 7 dan 8 November. Seperti event konferensi developer pada umumnya, di program ini Samsung akan mengungkap software terbaru, berdiskusi wacana update proyek lama, dan mengumumkan software development kit untuk komunitas developer.


Event ini tentunya akan menjadi event yang ditunggu para developer, khususnya developer yang menciptakan aplikasi dan layananan untuk perangkat Samsung.

Acara tersebut, menyerupai dikutip detikINET dari GSM Arena, Kamis (12/7/2018), juga akan mendatangkan para inovator untuk berbicara seputar teknologi menyerupai IoT, cloud, enterprise, dan lainnya.

Meski agenda sudah terungkap, pihak Samsung belum membuka pendaftaran untuk event ini. Samsung hanya menyampaikan bahwa mereka akan membuka pendaftaran dalam waktu dekat.



Ini tahun ketiga Samsung Developer Conference digelar. Di hajatannya tahun kemarin, Head of Mobile Communications Samsung DJ Koh berbicara terkait IoT dan semua perangkat terhubung yang pintar.

Salah satu update teknologi yang diungkap yaitu versi terbaru kecerdasan buatannya, yakni Bixby 2.0.

Tuesday, July 10, 2018

Ini Alasan Erajaya Makin Garang Tambah Toko

Foto: Grandyos ZafnaFoto: Grandyos Zafna

Jakarta - PT Erajaya Swasembada Tbk (Erafone) punya sasaran untuk menambah 250 toko lagi hingga simpulan tahun 2018. Jumlah penambahan ini bahkan lima kali lipatnya dari tahun 2017 lalu. Kenapa segitu agresifnya?

Ditanya hal begitu, Director Marketing and Communications Djatmiko Wardoyo menyampaikan bahwa rencana tersebut memang sejalan dengan visi Erajaya menyebarkan omni channel. Erajaya dinilai yakin dapat mensinergikan antara penjualan offline dengan online.

"Kami punya erafone.com, ibox.id, punya juga gerai offline macam-macam. Bayangkan kami dapat menjebatani sebuah situasi dimana orang Jember sana ketika pesan lewat erafone.com, ia dapat memilih untuk mengambilnya kapan dan di mana," ujar laki-laki yang dekat disapa Koko ini memulai pembicaraan.


"Kalau ketika ini kan ia akan mengandalkan pengiriman. Kita tidak tahu berapa lama. Tapi jika contohnya dekat rumahnya ada Erafone dan mau ke sana, ia dapat beli dulu di erafone.com dan ambil di sana. Nah konsep ini akan relevan dan menjadi besar lengan berkuasa jika tokonya banyak," lanjutnya.

Selain itu Erajaya juga memperlihatkan konsep offline to online. Hal ini dimaksud untuk menghindari adanya fenomena ponsel mistik yang ramai belakangan ini.

Jadi, ketika orang tiba ke tokonya Erafone dan ternyata barangnya habis, ia akan mendapat penawaran pemesanan di toko langsung. Koko pun yakin, bahwa toko offline ini masih menjadi andalan masyarakat ketika ingin membeli ponsel.


"Masih tinggi (minat tiba ke toko). Kalau tidak, kami mana mau buka toko banyak-banyak," pungkasnya.

Erajaya, ibarat yang disebut di awal ingin menambah 250 toko. Namun, penambahan toko-toko ini tak sebatas hanya Erafone, ada juga Ibox, Samsung Experience Store, Mi Store, dan lainnya.


Tonton juga video: 'Layanan O2O Kaprikornus Strategi Bisnis Gabungan Online Offline'

[Gambas:Video 20detik]

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...