Thursday, November 16, 2017
Kekerasan Di Daerah Kerja Turunkan Produktivitas
Kekerasan di daerah kerja merupakan problem serius, dan sangat disayangkan apabila sekarang hal tersebut menjadi terlalu umum terjadi, terutama di bursa kerja yang tidak niscaya dikala ini. Karyawan berada di bawah tekanan ekstra untuk menawarkan kinerja terbaik pada tingkatan yang lebih tinggi guna memastikan jaminan sebuah pekerjaan.
Pada akhirnnya sanggup mengakibatkan seseorang bereaksi berlebihan terhadap stres, tidak rasional, selain itu pekerja juga sanggup bereaksi tidak peduli terhadap situasi dan lingkungan kerja, hal ini lebih cepat sanggup berkembang menjadi kekerasan.
Ketika para pekerja selalu ditekan, dikritik, serta dihentikan mengajukan pendapat di daerah kerja sanggup menjadikan dampak negatif dan sanggup meledak sewaktu-waktu. Hal itu sama buruknya ibarat dampak yang ditimbulkan dari tindakan pelecehan secual terhadap pekerja.
Berdasarkan sebuah penelitian ihwal tindakan kekerasan dan pelecehan secual di daerah kerja, kedua hal tersebut berkorelasi menjadikan banyak dampak negatif, contohnya semangat dalam bekerja terus menurun, peningkatan stres, penurunan produktivitas, kesehatan psikologis pekerja terganggu.
Peneliti dari Universitas Manitoba Sandy Hershcovis dan peneliti Universitas Queen Julian Barling di Kingston, Ontario, Kanada, menyatakan "kekerasan yang diterima para pekerja mempunyai dampak lebih berbahaya dibandingkan pelecehan secual". Meskipun demikian, kedua hal tersebut harus dihindari alasannya yaitu menciptakan pekerja sangat tertekan dan merusak suasana di daerah kerja.
Biasanya, pekerja yang pernah mengalami tindak kekerasan di lingkungan daerah kerja, baik berupa ucapan bergairah maupun adanya friksi antarpersonal, akan menentukan keluar dan mencari suasana kerja yang lebih baik. Bahkan, mereka tidak punya gairah menjalankan tugasnya dan enggan bekerjasama (berbicara, bertatap muka) dengan atasan dibandingkan pekerja yang pernah mengalami pelecehan secual.
"Namun, bagi pekerja yang mengalami pelecehan secual, hasil kerjanya jauh lebih jelek dibandingkan pekerja yang mengalami tindakan kekerasan. Sebab, pelecehan secual menciptakan moral pekerja merasa begitu direndahkan," terang Hershcovis, ibarat dilansir Seventh International Conference on Work, Stress, and Health.
Hershcovis mengungkapkan, pelecehan secual dan kekerasan dalam pekerjaan sama-sama tak sanggup ditoleransi. Namun, ia menemukan beberapa perusahaan beralasan terpaksa menekan pekerjanya untuk meningkatkan produktivitasnya. Padahal dampak negatif yang akan ditimbulkan jauh lebih berbahaya bagi perkembangan perusahaan dan menciptakan suasana kerja menjadi buruk.
"Kedua tindakan itu tak sanggup dibenarkan. Jadi, para pekerja sanggup saja menuntut perusahaannya. Mereka sanggup menciptakan laporan dan menyampaikannya kepada serikat pekerja," tutur Hershcovis.
Untuk melindungi para pekerja di negara potongan Quebec, Kanada, memberlakukan undang-undang antibullying. Ini merupakan wilayah pertama di Kanada yang menetapkan peraturan tersebut secara detail. Sumber http://learnmine.blogspot.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014
Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...
-
KONFIGURASI ROUTING STATIK DENGAN PACKET TRACER Pada kesempatan kali ini saya akan konfigurasi routing yang telah saya posting s...
-
INILAH DAFTAR APLIKASI UNTUK DOWNLOAD FILE TORRENT TERBAIK Torrent Software Download File Torrent Terbaik -Hai kawan, nah un...
-
update frekuensi dan simbol rate Pombo TV di satelit Palapa D terbaru. Saluran Pombo TV menambah daftar channel yang ada di Palapa D yang d...
No comments:
Post a Comment