Contoh Pedoman Observasi Sikap Jujur-Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis Kurikulum 2013, guru wajib membentuk kompetensi siswa baik dari aspek pengetahuan, sikap maupun kompetensi keterampilan. Salah satu aspek sikap yang perlu ditumbuhkembangkan dalam pembelajaran ialah kejujuran atau sikap jujur.
Selain kompetensi yang wajib dikembangkan dalam pembelajaran, adakala terdapat guru yang ingin melaksanakan tindakan untuk meningkatkan sikap jujur dalam pembelajaran atau meminimalisir keseringan siswa yang berbohong. Niat guru ini biasanya dilakukan secara sistematis dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Namun, masih banyak guru kesulitan guru ialah menyusun instrumen evaluasi aspek sikap jujur baik untuk pembelajaran maupun untuk istrumen penelitian tindakan kelas (PTK).
Baca Juga: Pengembangan Instrumen Penelitian Tindakan Kelas
Untuk menciptakan sebuah instrumen pengamatan sikap jujur, guru cukup mengidentifikasi hal-hal yang dianggap guru merupakan teladan dari sikap tidak jujur. Contoh dari sikap tidak jujur misalnya: menyontek, menyalin karya orang lain dan mengakui sebagai karya sendiri (plagiasi), tidak menyatakan sesuatu menyerupai apa adanya, melaporkan sesuatu yang tidak sesuai apa adanya, tidak mengakui kekurangan atau kelebihan yang dimiliki dan lain-lain.
Selain kompetensi yang wajib dikembangkan dalam pembelajaran, adakala terdapat guru yang ingin melaksanakan tindakan untuk meningkatkan sikap jujur dalam pembelajaran atau meminimalisir keseringan siswa yang berbohong. Niat guru ini biasanya dilakukan secara sistematis dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Namun, masih banyak guru kesulitan guru ialah menyusun instrumen evaluasi aspek sikap jujur baik untuk pembelajaran maupun untuk istrumen penelitian tindakan kelas (PTK).
Baca Juga: Pengembangan Instrumen Penelitian Tindakan Kelas
Untuk menciptakan sebuah instrumen pengamatan sikap jujur, guru cukup mengidentifikasi hal-hal yang dianggap guru merupakan teladan dari sikap tidak jujur. Contoh dari sikap tidak jujur misalnya: menyontek, menyalin karya orang lain dan mengakui sebagai karya sendiri (plagiasi), tidak menyatakan sesuatu menyerupai apa adanya, melaporkan sesuatu yang tidak sesuai apa adanya, tidak mengakui kekurangan atau kelebihan yang dimiliki dan lain-lain.
Setelah mengidentifikasi bentuk-bentuk sikap tidak jujur yang sering ditemui, guru perlu tetapkan sikap tidak jujur mana yang perlu dihilangkan pada semester tertentu. Setelah tetapkan hal tersebut, langkah terakhir ialah guru menciptakan pedoman observasi untuk mengamati perubahan sikap jujur dari siswa. Berikut ini merupakan teladan pedoman observasi "Sikap Jujur"
Pedoman Observasi
Hari/Tanggal :
Kelas :
Mata Pelajaran:
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial akseptor didik dalam kejujuran. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap jujur yang ditampilkan oleh akseptor didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melaksanakan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melaksanakan sesuai pernyataan dankadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila adakala melaksanakan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..
No | Aspek Pengamatan | Skor | |||
1 | 2 | 3 | 4 | ||
1 | Tidak nyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan/tugas | ||||
2 | Tidak melaksanakan plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas | ||||
3 | Mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu apa adanya | ||||
4 | Melaporkan data atau gosip apa adanya | ||||
5 | Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki | ||||
Jumlah Skor | |||||
Tempat,....tanggal bulan tahun
observer
...........................................
Petunjuk Penskoran sama menyerupai pada petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com

No comments:
Post a Comment