Wednesday, December 13, 2017

Sukses Dari Bisnis Souvenir

Semua bermula pada awal tahun 2013.Saat itu masih belum terpikir untukmenjual produk, hanya coba-coba bikin suvenir dari kain flanel yang bentuknya boneka gigi. “Tujuannya sebagai hadiah ke pasien belum dewasa semoga ketika diperiksa giginya mereka tidak takut, apalagi selama ini di pikiran anak kecil pergi ke dokter gigi yakni suatu yang menakutkan,” tutur sulung dari dua bersaudara ini.

Saat itu masih belum terpikir untukmenjual produk Sukses dari Bisnis Souvenir


Kemudian boneka gigi tersebut oleh Hellen difoto dan dibagikan ke media umum miliknya. Ternyata banyak sobat sahabat dokter gigi yang tertarik dan Hellen pun banjir pesanan.
Tapi alasannya yakni ketika itu ia masih sibuk jadi belum serius mendapatkan orderan. Baru pada tahun 2015, ia mulai mencoba mengembangkannya. Alasannya alasannya yakni sasaran market sudah terang yakni dokter gigi, perawat gigi, mahasiswa kedokteran gigi. Hellen kemudian merekrut beberapa orang untuk membantu produksi.
Lantaran makin banyak pesanan yang mengalir, maka ibu dua orang anak ini karenanya membuka
bisnis online shop. Usaha yang diberi nama Gigi Gigsy Aksesoris tersebut bergerak di bidang embel-embel dan suvenir dengan ciri khusus semua produknya berbentuk gigi dan sebagian besar diproduksi secara handmade.

Perempuan kelahiran Madiun ini mengaku modal awal yang dikeluarkannya tidak terlalu besar, tidak hingga seratus ribu rupiah untuk membeli kain flanel warna warni, pita, benang, gunting, jarum, dakron, lem, dan alat tulis. “Saya hanya mengandalkan kain yang warna-warni dan alat jahit sederhana sudah sanggup menghasilkan produk yang menarik.” Baru kemudian sehabis perjuangan makin berjalan, modal yang dipakai untuk membeli mesin jahit, materi kain dalam jumlah besar dan jenis kain yang variatif, serta Memiliki profesi sebagai dokter gigi, bukan berarti tak sanggup berwirausaha.

Hellen Sanjaya yang mempunyai kegemaran menciptakan pernak-pernik telah membuktikannya. Ia menciptakan boneka berbentuk gigi yang lucu yang karenanya menjadi ciri khas usahanya tersebut.

Saat itu masih belum terpikir untukmenjual produk Sukses dari Bisnis Souvenirkamera. “Karena untuk menarik calon pembeli online, hasil foto produk yang eye catching dengan memakai kamera DSLR/mirrorless akan sangat memilih daya tarik pembeli di samping kualitas produk.”
Walau sudah berwirausaha, namun Hellen tetap menjalankan profesinya sebagai dokter gigi dengan membuka klinik dokter gigi bersama dengan suami. Ia memang tak menyangka akan mempunyai sebuah usaha. Sebelumnya, Hellen pernah juga mempunyai bisnis online shop menjual mainan anak-anak. “Tapi gres berjalan setahun terpaksa tidak diteruskan alasannya yakni sudah banyak kerugian.”
Hellen memang tidak pernah menempuh pendidikan bisnis. Darah bisnis mengalir dari sang papa yang merupakan keturunan Tionghoa dimana semenjak sering kali diajari berjualan.
Aksesori pertama yang dibentuk Hellen yakni gantungan kunci bentuk boneka gigi yang terbuat dari kain flannel. Namun kini sudah ada 45 item, produk yang dibuatnya mulai dari boneka, bantal, suvenir (gantungan kunci, bros, jepit rambut, kucir, hiasan pensil), daerah tisu, jam dinding, aksesoris mobil, daerah sampah, pigura, daerah bolpoin, hiasan dinding, dan keset. “Nantinya masih ingin muncul lagi produk-produk baru.” Sedangkan untuk harga, Hellen membanderol antara Rp5.000 hingga dengan Rp250.000.


Hellen memasarkan produknya melalui media umum menyerupai Facebook, Instagram dan Whatsapp. ”Tapi saya juga mengikuti event menyerupai pekan raya dan pameran di program seminar yang diselenggarakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia.” Produk Hellen tersebut sudah tersebar di seluruh kota di Indonesia dan ke beberapa negara lain menyerupai Malaysia, disana terdapat klinik kedokteran yang sudah percaya terhadap produk buatan Hellen. “Berikutnya ini masih dalam proses pembuatan pesanan dokter gigi dari Saudi Arabia , dan kemarin gres saja terima orderan dari mahasiswa kedokteran gigi
di Istanbul, Turki,” tutur Hellen.

Karena pekerjaan ini butuh kreativitas maka Hellen sering kesulitan dalam dalam merekrut
tim yang punya ketrampilan khusus. Persoalan lain yang harus dihadapi Hellen yakni alasannya yakni bisnis online maka mau tidak mau harus siap melayani pertanyaan customer dalam 24 jam. “Sedangkan saya belum memakai admin untuk melayani customer. Sebab saya ingin sanggup lebih bersahabat dengan para customer yang sebagian besar satu profesi.” Kendati minim pesaing tapi dengan customer yang bermacam-macam maka masalahnya pun bermacam-macam. Ia pernah menghadapi customer yang buru-buru
ingin pesananya eksklusif jadi. Padahal produk yang dibentuk Hellen yakni handmade dan harus dibentuk dengan teliti dan hati-hati. Kemudian apabila ada customer yang sudah pre order tapi tidak kunjung melunasi tagihannya padahal produk sudah siap jadi dan kirim.

Sementara dalam menghadapi kompetitor, Hellen memakai beberapa seni administrasi diantaranya yakni aktif share informasi di media sosial, aktif posting produk pesanan customer, pelayanan yang baik ketika berkomunikasi via online, sering menyebarkan gift kepada customer. “Selain itu juga selalu berinovasi menciptakan suatu produk yang unik dan beda, “ kata wanita yang bahagia membaca buku motivasi bisnis dan pengembangan diri ini.

Saat itu masih belum terpikir untukmenjual produk Sukses dari Bisnis Souvenir

Terkait dengan bisnisnya tersebut, Hellen yang bahagia kuliner dan berkreasi ini sudah menyusun rencana ke depan. Ia ingin semakin go internasional yakni bekerja sama dengan para dokter gigi di luar negeri semoga bersedia memakai produk Gigi Gigsy untuk kebutuhan embel-embel kliniknya. “Kedua sanggup segera punya toko offline sebagai daerah workshop produk Gigi Gigsy yang sekaligus nantinya juga sebagai sarana edukasi untuk belum dewasa dan masyarakat dalam menjaga kesehatan giginya,” tutupnya. (teks:eri/ft:dok.pri)
Sumber. Majalah Elsinta . Sukses Bisnis Suvenir Boneka Gigi


Sumber http://dolarbisnisonline.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Laptop Graphic Terbaik Untuk Desain Grafis 2014

Mereview Laptop Desain Grafis tahun 2014 OPOSIP - Ketika saya bekerja dari rumah saya mempunyai sebuah PC yang didedikasikan yang sang...