| Suasana Pasar Kong yang gelap meskipun pada siang hari, sumber foto: antarakalsel.com |
Beberapa pedagang yang masih bertahan di Pasar Kong, ingin sekali mengembalikan kejayaan atau "berkilau" nya Pasar Kong sebagai pusat pasar intan, emas, dan kerikil permata lainnya di kota tersebut.
"Dulu jikalau berbicara soal pasar emas dan intan, niscaya orang akan menuju ke lokasi Pasar Kong, tetapi kini pasar ini sudah mati dan kilaunya kian memudar," kata beberapa pedagang kerikil cincin Pasar Kong, pusat kota Banjarmasin, Sabtu.
Sebagian besar toko penjualan permata di daerah Pasar Kong banyak yang tutup bahkan hingga gulung tikar, meski ada beberapa yang buka itupun dengan menjual embel-embel seadanya saja.
Dari puluhan pedagang intan dan emas serta kerikil permata lainnya yang sempat meramaikan Pasar Kong di kala tahun 1950-an hingga tahun 1980-an kini hanya tinggal sekitar beberapa kios saja yang membuka lapak dagangannya.
Padahal di kala tahun-tahun tersebut, nama Pasar Kong begitu dikenal luas kalangan pedagang dan pembeli emas, intan dan berlian, serta kerikil mulia lainnya, alasannya ialah ramainya transaksi perdagangan kerikil permata di daerah tersebut.
Waktu masih jayanya Pasar Kong, para pembeli bukan saja dari Kalsel sendiri tetapi tidak sedikit yang tiba dari provinsi tetangga Kalteng, Kaltim, dan Kalbar bahkan dari beberapa wilayah lain menyerupai Pulau Jawa dan Sulawesi.
Namun akhir sepinya pembeli, maka seiring berjalanya waktu para pedagang di pasar yang sempat menjadi ikon Kota Banjarmasin dalam transaksi kerikil permata tersebut satu per satu meninggalkan lokasi tersebut, hasilnya daerah itu bergitu sepi bahkan terkesan angker.
"Terus terperinci saja para pembeli agak enggan mendatangi daerah ini lagi, alasannya ialah sepi dan terkesan menakutkan, alasannya ialah banyak kios dan bak-bak jualan kerikil permata yang tutup, ditambah lokasi ini agak ke dalam hingga agak gelap," kata para pedagang.
Memudarnya kegiatan di Pasar Kong alasannya ialah tidak ada pembenahan dari Pemkot Banjarmasin selaku pemilik lahan sehingga kios-kios banyak yang tutup, bahkan beberapa lokasi di pasar tersebut seakan menjadi tumpukan barang rongsokan, dan ada beberapa kios yang jadi tempat tinggal dari warga setempat.
Karena tidak ada yang memelihara dan merawat Pasar kong tersebut, lanjutnya, kini lokasinya agak gelap, becek, kumuh, bahkan lewat gang di pasar itupun terasa jijik dengan kedaluwarsa busuk dan bahkan ada yang mau air kencing.
Warga berharap Pemkot Banjarmasin segera memugar pasar tersebut, tetapi diperlukan dipriorirtaskan diisi oleh pedagang pribumi, alasannya ialah mereka takut kalau pasar ini dipugar dengan bangunan glamor bertingkat maka hanya dapat dibeli pedagang non pribumi yang kaya atau pedagang pribumi kaya yang bukan berasal dari pedagang di lokasi itu.
Sumber http://learnmine.blogspot.com
No comments:
Post a Comment