Ini beliau Alasan Mengapa Seorang Pendidik Harus Memiliki Blog Pribadi - Saat ini perkembangan teknologi sudah tidak sanggup dibendung. Oleh karenanya, penguasaan terkait produk-produk teknologi informasi sudah menjadi sebuah keniscayaan. Blog merupakan halaman web pribadi yang biasanya dipakai sendiri oleh pemilik blog untuk menuliskan sesuatu hal yang sanggup dibaca siapa saja yang mengunjungi blognya tersebut.
Banyak hal yang sanggup ditulis dalam sebuah blog, mulai dari kisah pribadi, artikel apapun, info terkini, politik, kesehatan, hukum, pendidikan, toko online, atau lainnya. Blog berkhasiat untuk membuatkan pengalaman atau pengetahuan bagi mereka yang membutuhkan. Misalnya saja ada pengguna internet yang sedang mencari tumpuan mengenai pendidikan. Dia sanggup menuliskan kata kunci dan google akan mengarahkan seseorang untuk mengunjungi blog yang menuliskan ihwal pendidikan. Makara seorang pendidik perlu mempunyai sebuah blog. Banyak tanggapan terkait pertanyaan mengapa seorang pendidik ibarat guru atau dosen harus mempunyai blog pribadi atau istilah kerennya ialah para guru/dosen harus ngeblog.
Menjadi Penulis
Seorang guru yang mempunyai blog berarti beliau mempunyai sesuatu untuk konten blog. Jika guru berusaha untuk mengisi blog dengan goresan pena yang menarik berarti guru tersebut telah berlatih menjadi penulis. Jika sering berlatih untuk menulis, lambat laun seorang pendidik sanggup menjadi penulis yang baik dan profesional.
Banyak hal yang sanggup ditulis dalam sebuah blog, mulai dari kisah pribadi, artikel apapun, info terkini, politik, kesehatan, hukum, pendidikan, toko online, atau lainnya. Blog berkhasiat untuk membuatkan pengalaman atau pengetahuan bagi mereka yang membutuhkan. Misalnya saja ada pengguna internet yang sedang mencari tumpuan mengenai pendidikan. Dia sanggup menuliskan kata kunci dan google akan mengarahkan seseorang untuk mengunjungi blog yang menuliskan ihwal pendidikan. Makara seorang pendidik perlu mempunyai sebuah blog. Banyak tanggapan terkait pertanyaan mengapa seorang pendidik ibarat guru atau dosen harus mempunyai blog pribadi atau istilah kerennya ialah para guru/dosen harus ngeblog.
Menjadi Penulis
Seorang guru yang mempunyai blog berarti beliau mempunyai sesuatu untuk konten blog. Jika guru berusaha untuk mengisi blog dengan goresan pena yang menarik berarti guru tersebut telah berlatih menjadi penulis. Jika sering berlatih untuk menulis, lambat laun seorang pendidik sanggup menjadi penulis yang baik dan profesional.
Menjadi Guru yang Kekinian.
Aktivitas menulis blog akan selalu dibarengi dengan acara membaca. Dengan demikian berarti guru terus belajar. Menulis di blog juga berarti membagikan ilmu kepada orang lain, kapan dan dimanapun. Makara guru sanggup terus menjadi pembelajar, suatu kiprah yang dituntut untuk seorang guru di era 21, atau seorang guru berciri “kekinian”.
Melalui blog, seorang pendidik juga sanggup tetap bekerjasama dengan murid-muridnya dengan terus membuatkan terkait mata pelajaran di sekolah. Guru sanggup menautkan informasi-informasi penting yang perlu dipelajari anak didiknya dan juga sanggup berinteraksi hal lain contohnya menuntaskan kiprah secara online. Melalui blog juga guru sanggup terus mengupdate informasi yang akan dibagikan pada blognya. Memiliki blog berarti guru sudah berperan menjadi guru yang kekinian, guru yang melek teknologi informasi.
Bisa populer dan menginspirasi.
Jika guru yang mempunyai blog mempunyai konten blog yang unik dan menarik, maka dipastikan akan mendatangkan visitor. Jika banyak orang yang membaca dan merekomendasikan artikel blog ke orang lain, maka dipastikan guru tersebut akan terkenal. Blog sanggup menciptakan penggunanya populer di dunia maya asalkan beliau konsisten dengan niche blog yang dimilikinya.
Bisa menjadi profesi Tambahan dan Menambah Penghasilan
Guru yang blognya ramai, mungkin saja akan dihubungi untuk menjadi pembicara terkait minat yang ditunjukan dengan artikel artikel blog yang ditulisnya. Selain itu, banyaknya visitor blog sanggup menarik perhatian para pemasang iklan untuk menautkan iklannya pada blog tersebut. Pemilik blog sanggup memakai blognya sebagai media mencari penghasilan.Apalagi, kini ini banyak situs penyedia iklan yang menghubungkan publisher iklan (blogger/pemilik blog) dan Advertiser (pemasang iklan) ibarat Google Adsense, Bidvertiser, Chitika dan yang terbaru ialah Adnow. Jika blog mempunyai visitor yang cukup dan artikel artikel yang unik, kesempatan untuk menjadi publisher iklan Google Adsense akan semakin terbuka dan peluang untuk mengumpulkan pundi-pundi dolar kian terbuka.
Memperbanyak Sahabat Tanpa Sekat Ruang dan Waktu
Jika konten blog menarik dan unik, banyak pembaca setia yang akan berinteraksi dalam komentar-komentar pada postingan blog. Interaksi ini menjadikan penulis blog mempunyai banyak relasi sebab selalu berinteraksi dengan pembaca setianya. Kadang-kadang penulis blog dan pembaca setianya menciptakan komitmen untuk bertemu pribadi untuk sekedar berdiskusi terkait konten-konten blog. Pemilik blog juga sanggup menjalin relasi dengan banyak sekali komunitas bloger dengan niche tertentu biar sanggup saling membuatkan seputar ngeblog.
Itulah alasan mengapa guru yang “kekinian” harus mempunyai blog pribadi. Semoga mengispirasi para guru untuk menjadi pembelajar era 21 yang menuntut guru menguasai teknologi komunikasi dan informasi.
Sumber http://www.tipsbelajarmatematika.com
Aktivitas menulis blog akan selalu dibarengi dengan acara membaca. Dengan demikian berarti guru terus belajar. Menulis di blog juga berarti membagikan ilmu kepada orang lain, kapan dan dimanapun. Makara guru sanggup terus menjadi pembelajar, suatu kiprah yang dituntut untuk seorang guru di era 21, atau seorang guru berciri “kekinian”.
Melalui blog, seorang pendidik juga sanggup tetap bekerjasama dengan murid-muridnya dengan terus membuatkan terkait mata pelajaran di sekolah. Guru sanggup menautkan informasi-informasi penting yang perlu dipelajari anak didiknya dan juga sanggup berinteraksi hal lain contohnya menuntaskan kiprah secara online. Melalui blog juga guru sanggup terus mengupdate informasi yang akan dibagikan pada blognya. Memiliki blog berarti guru sudah berperan menjadi guru yang kekinian, guru yang melek teknologi informasi.
Bisa populer dan menginspirasi.
Jika guru yang mempunyai blog mempunyai konten blog yang unik dan menarik, maka dipastikan akan mendatangkan visitor. Jika banyak orang yang membaca dan merekomendasikan artikel blog ke orang lain, maka dipastikan guru tersebut akan terkenal. Blog sanggup menciptakan penggunanya populer di dunia maya asalkan beliau konsisten dengan niche blog yang dimilikinya.
Bisa menjadi profesi Tambahan dan Menambah Penghasilan
Guru yang blognya ramai, mungkin saja akan dihubungi untuk menjadi pembicara terkait minat yang ditunjukan dengan artikel artikel blog yang ditulisnya. Selain itu, banyaknya visitor blog sanggup menarik perhatian para pemasang iklan untuk menautkan iklannya pada blog tersebut. Pemilik blog sanggup memakai blognya sebagai media mencari penghasilan.Apalagi, kini ini banyak situs penyedia iklan yang menghubungkan publisher iklan (blogger/pemilik blog) dan Advertiser (pemasang iklan) ibarat Google Adsense, Bidvertiser, Chitika dan yang terbaru ialah Adnow. Jika blog mempunyai visitor yang cukup dan artikel artikel yang unik, kesempatan untuk menjadi publisher iklan Google Adsense akan semakin terbuka dan peluang untuk mengumpulkan pundi-pundi dolar kian terbuka.
Memperbanyak Sahabat Tanpa Sekat Ruang dan Waktu
Jika konten blog menarik dan unik, banyak pembaca setia yang akan berinteraksi dalam komentar-komentar pada postingan blog. Interaksi ini menjadikan penulis blog mempunyai banyak relasi sebab selalu berinteraksi dengan pembaca setianya. Kadang-kadang penulis blog dan pembaca setianya menciptakan komitmen untuk bertemu pribadi untuk sekedar berdiskusi terkait konten-konten blog. Pemilik blog juga sanggup menjalin relasi dengan banyak sekali komunitas bloger dengan niche tertentu biar sanggup saling membuatkan seputar ngeblog.
Itulah alasan mengapa guru yang “kekinian” harus mempunyai blog pribadi. Semoga mengispirasi para guru untuk menjadi pembelajar era 21 yang menuntut guru menguasai teknologi komunikasi dan informasi.

No comments:
Post a Comment